PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
kelahiran baru


__ADS_3

Dalam enam jam Askar melewati lubang hitam menuju alam semesta awal penciptaan, semua berjalan lancar tanpa hambatan.


Hingga saat ini Askar datang ke sebuah pondok kayu di dekat danau, karena disanalah Rea berada, dan memang dilihat oleh Askar jika Pangeran Ke'su, Davendra, dan kucing abu-abu berada di luar.


"Tuan Davendra, bagaimana dengan Rea." Bertanya Askar.


"Ya kau harusnya tahu, jika kami sedang menunggu itu." Jawab pula Davendra yang bersuara sedikit gemetar.


Memang sudah beberapa kali Askar mengalami keadaan di saat harus menghadapi istrinya melahirkan, tapi tetap saja rasa gugup membuat Askar kebingungan.


Tidak hanya dirinya, melihat pula bagaimana Ke'su yang berdiri disamping Askar merasa aneh untuk menanggapi hal seperti ini.


"Pangeran ku*nyuk dia istriku, kenapa kau yang kebingungan begitu."


"Aku baru pertama kali menyaksikan orang melahirkan, jadi itu membuatku gugup."


Bagi para ahli beladiri, memiliki seorang anak adalah sebuah keajaiban tersendiri, semakin tinggi kekuatan seseorang, semakin kecil pula untuk mereka memiliki seorang anak.


Walau keberhasilan para ahli beladiri melahirkan hampir seratus persen tanpa adanya masalah, jarang terjadi kegagalan, karena energi dalam tubuh mereka pun melindungi kehidupan sang bayi.


Terkecuali sejak awal masalah utamanya berada di tubuh sang ibu, tapi dengan bantuan dukun beranak yang handal, tentu persentase keberhasilan akan bisa lebih tinggi.


Dan siapa sangka masalah yang terjadi bukanlah tentang proses melahirkan dari Rea, melainkan sekelompok orang datang dengan membawa bahtera angkasa.


Tidak ada simbol atau pun lambang dari alam semesta lain, tapi orang-orang yang ada di atas bahtera itu membawa persenjataan lengkap.


Suara berisik dari mesin bahtera angkasa tentu menganggu bagi siapa pun yang ada di dekatnya, terlebih untuk saat ini Rea berada di dalam sedang berjuang.


"Siapa pula orang-orang itu, datang kemari dengan ribut." Berkata Askar yang merasa kesal sendiri karena perbuatan dari mereka.


Satu orang melompat turun dari atas bahtera angkasa, sesosok lelaki berbrewok membawa satu kapak besar diatas pundaknya.


Diikuti juga orang para anak buah lain yang seperti para berandalan angkasa dan memang berniat membuat masalah kepada mereka.

__ADS_1


"Siapa diantara kalian yang bernama Askar." Ucap lelaki brewokan yang datang dan secara langsung berbicara dengan nada mengancam.


Tentu entah Askar, Ke'su dan Davendra langsung mengangkat kepala karena melihat sikap satu lelaki ini mengajak ribut dengan mereka.


Secara langsung Askar pun berjalan mau untuk menyambut para tamu tidak tahu diri yang seenak jidat datang tanpa permisi.


"Apa mau kalian datang kemari." Ucap Askar menanggapi pertanyaan mereka.


"Kami diperintahakan oleh keluarga Tianmu untuk bertemu dengan Askar, dan membawanya ke hadapan mereka."


"Bagiamana jika dia tidak mau."


"Maka kami akan menggunakan cara kasar."


Askar mengarahkan pandangan kepada Ke'su, seakan ada yang ingin dia sampaikan, nyatanya memang benar.


"Kau dengar itu Askar, mereka mencarimu jadi kau harusnya menyambutnya." Ucap Askar kepada Ke'su.


Ke'su kebingungan, dia tidak paham kenapa askar menyebut dirinya sebagai Askar, tapi dia segera paham ketika satu orang brewokan itu maju.


"Apa-apaan kau itu, kau tidak bisa berkata sombong dihadapan pangeran ini." Ke'su membalas dengan suara marah.


"Pangeran ?, Tidak ada pangeran yang mencuri roh kontrak orang lain."


"Siapa yang mencuri !?." Tegas teriakan Ke'su membalas ucapannya.


"Aku anggap kau tidak mau ikut dengan kami secara baik-baik." Balas lelaki brewokan yang dengan penuh semangat mengayunkan kapak kepada Ke'su.


Cukup mudah untuk menghasut Ke'su agar terpancing amarahnya, terlebih berhadapan dengan lelaki seperti orang brewokan itu yang juga emosian.


Perkelahian pun tidak terhenti, dimana Ke'su menangkis serangan lelaki itu dengan satu tangan dan membuat goyah pijakan lawan.


Sejak awal kekuatan Ke'su memang sangat kuat, dia adalah lord alam saint suci tahap akhir, dan bukan masalah besar untuk menghadapi orang-orang yang datang.

__ADS_1


Askar sedang tidak berminat untuk melayani orang-orang disana, jauh lebih menguntungkan dengan menggunakan Ke'su agar membersihkan keributan itu.


Dan nyatanya dia menang tidak mengalami kesulitan dalam melawan lima puluh pendekar bayaran yang diutus oleh keluarga Tianmu untuk membawa Askar.


Semua itu berhubungan dengan roh kontrak bernama Rudolfo, bagi mereka sangatlah berharga, diberikan kepada Remure karena dia adalah penerus kepala keluarga Tianmu.


Tapi sayangnya secara paksa, Askar mengambil alih kepemilikan tuan dari Remure sehingga mereka mengirimkan orang-orang yang sekarang sedang berkelahi dengan Ke'su.


Api merah darah dari binatang mistik Phoenix milik Ke'su memang jauh lebih lemah daripada milik Asy, tapi bukan berarti mudah untuk di kalahkan.


Kobaran menyala membakar permukaan danau, asap hitam membumbung tinggi ke angkasa, jeritan kesakitan berteriak keras saat Ke'su tidak segan-segan membakar mereka.


Setelah semua orang itu selesai dibereskan oleh Ke'su, sebagian besar dari mereka hangus terbakar menjadi debu, dan sisanya mendapat luka bakar parah.


Askar pun berjalan maju kepada lelaki brewok yang menikmati waktu rebahan di atas tanah, wajahnya separuh hangus dan cukup parah.


"Tuan kau kembali sana kepada manjikanmu, katakan padanya, jika memang mau berurusan denganku, langsung saja datang ke istana kerajaan beladiri untuk bertemu denganku." Tegas ucapan Askar yang membiarkan beberapa orang untuk hidup.


Askar tidak memperhitungkan jika keluarga Tianmu akan bergerak melawan dirinya, dan menang kelihatannya, mereka bukan orang biasa.


Menyewa lima puluh petarung bayaran dengan kekuatan tidak lemah bukan hal yang bisa dilakukan oleh keluarga lain dan itu semua hanya untuk mengambil kembali Roh kontrak Rudolfo.


Tapi itu tidaklah penting, karena saat semua orang pergi, suara tangis yang merdu terdengar menggema ke telinga Askar.


Cepat Askar berlari penuh semangat, membuka pintu dan wanita cantik masih berbaring dengan keringat di dahinya, perasaan itu nyata, sebuah kebahagiaan yang tidak pernah terukur dalamnya.


Ini bukan pertama kalinya bagi Askar untuk memiliki anak, tapi dunia yang dia penuh kepalsuan, kesengsaraan dan tipu daya, menjadi indah bergeming sendu saat mendekat melihat wajah tampan seorang bayi lelaki dengan mata lembut seperti Rea.


"Askar, kau kembali." Rea tersenyum getir menyaksikan lelaki yang dia cintai datang seperti janjinya.


"Ya, aku tidak akan melewatkan hari ini, aku cukup menyesal saat Sina melahirkan Syfa." Jawab Askar sembari menyeka keringat di dahi Rea.


Askar merasa ragu untuk mengambil anak lelaki dalam pelukan Rea, tangan rapuh kecil itu sangatlah lembut hingga takut jika Askar menyakitinya.

__ADS_1


"Berikanlah nama untuk anak lelakimu itu Askar." Ucap Sina yang tersenyum manis melihat Rea dan Askar.


"Madhava Hara." Itu nama yang terucap oleh Askar.


__ADS_2