
Sejak awal Askar memang sadar, jika ini terjadi karena sesuatu kekuatan dari sebuah item, tapi siapa sangka benda yang kasar temukan itu memiliki kategori kelas lord.
Sebuah benda yang memiliki kekuatan untuk mengubah dunia itu mustahil untuk orang yang sehat jasmani dan rohani membuang benda seberharga ini.
Kecuali jika sejak awal memang benda itu sengaja ditaruh di dalam lubang menuju sarang Phoenix untuk alasan tertentu.
Dimana sebuah item khusus kelas lord tidak bisa diciptakan oleh orang-orang dari jagat raya ini, karena menurut ingatan Asyura semua item lord berasal dari alam surga, dan itu pun hanya ada beberapa saja.
Memang cukup mengejutkan ketika seorang Lin Dan atau Dannil memiliki item kelas lord, walau berasal dari ibunya sendiri sebagai penduduk alam semesta samudera bintang.
Tentu istri dari Zilogia itu bukan sembarang orang dimana dia memiliki cermin takdir, serta sebuah liontin untuk membantu Askar jika dalam masalah.
Hanya saja Askar tidak tahu kapan untuk dia datang ke alam semesta samudera bintang, karena dia sendiri tidak berniat pergi ke sana.
Lepas dari itu....
Askar dalam wujud boneka jiwa, menyentuh titik ungu bercahaya yang menjadi tombol energi untuk menonaktifkan item.
Sinar keunguan dari item kelas lord lenyap, segala macam efek yang dikeluarkan oleh itu pun dilenyapkan bagi semua makhluk di dalamnya.
Dan seketika tubuh Askar yang nyata sudah terlepas dari ikatan penjara, hingga dia bisa kembali bergerak, serta panca inderanya pun kembali normal.
Melenyapkan teknik pengendalian boneka jiwa, dan bergerak maju mendekati tempat dimana item lord di letakkan.
"Karena satu benda ini, banyak makhluk menemui ajalnya tanpa bisa mereka melarikan diri." Askar benar-benar tidak bisa membayangkan jika dia gunakan untuk hal lain.
Bisa dikatakan benda ini sangat berguna untuk Askar membuat jebakan bagi musuh-musuh yang mustahil untuk dirinya lawan.
Tentu Askar tidak ragu untuk menyimpan benda berharga ini, ditambah lagi disekitar tidak ada siapa pun yang akan mengklaim jika item penjara ruang kekosongan adalah milik mereka.
"Ini sebuah keberuntungan Mana mungkin aku buang begitu saja, benar begitu...." Ucap Askar sendiri dan tentu tidak mengharapkan jawaban apa pun.
Karena kejadian ini Askar harus lebih berhati-hati untuk memasuki tingkat lima hingga kedelapan, di mana dia tidak tahu bahaya seperti apa yang akan menanti dirinya.
Dia merasakan sendiri bahwa saat ini masih beruntung, karena memiliki teknik pengendalian boneka jiwa yang membuat dirinya bisa selamat.
__ADS_1
Tapi entah apa jadinya, jika masuk lebih dalam lagi, yang jelas setiap tingkat memiliki kesulitan dan itu tidak bisa dianggap enteng.
Askar lanjut berjalan mencari lokasi pintu menuju tingkat bawah, dan semua yang dia lihat hanya kerangka-kerangka para monster burung purba.
Ini cukup disayangkan karena di sisa-sisa kerangka para binatang iblis tidak ditemukan kristal energi. Dalam kurun waktu sedemikian lama, bisa dipastikan kristal energi mereka telah melebur.
Bisa dibayangkan seberapa banyak peningkatan yang Askar dapat andaikata dirinya menyerap kristal dimana kemungkinan jumlahnya ada jutaan.
Cukup jauh Askar mencari dan beberapa saat kemudian, dia pun melihat lubang kecil mengarah ke bawah.
Dari sekian lama Askar mencari hanya ini satu-satunya lubang dan itu pun tidak lebih dari ukuran tubuh manusia biasa, bahkan jika Ke'su memasuki lubang bisa dipastikan tidak akan muat.
Tapi sedikit Askar berpikir, tentang lokasi sarang kebangkitan Phoenix yang berada di tingkat terbawah dalam lubang.
Ini hampir mustahil jika para Phoenix keluar menyelusuri lubang sedemikian kecil untuk merangkak naik, biar pun dikatakan oleh Davendra, kalau sebelumnya terjadi bencana yang menghancurkan alam semesta awal penciptaan dan terbentuklah lubang yang mengubur sarang Phoenix.
Maka seharusnya tempat ini tertutup rapat, dan tidak mungkin ada tingkat demi tingkat yang mengarah jelas untuk dia lewati hingga ke dasar.
"Aku akan tanyakan ini nanti kepada Davendra." Gumam Askar saat sedikit dia bayangkan jika segala sesuatu dibalik lubang memang dibentuk secara sengaja.
Satu tangan yang Askar arahkan ke depan, dan bermacam simbol pun terbentuk dihadapannya.
"Aza El haramale keluarlah aku meminta bantuan mu." Askar pun menciptakan sebuah segel prasasti pembuka dunia imajinasi.
Saat itu juga sosok makhluk kecil bertanduk dan ekor panjang dengan nyala api kecil keluar. Dia yang mudah sekali tersinggung, tidak ingin di panggil lucu namun tidak sadar diri.
Biar pun begitu, status sebagai raja para roh dan kekuatan tempur yang mengerikan memang bisa Askar akui ketangguhan Aza untuk membantu dirinya bertarung.
"Aza El haramale datang tuan ku, aku siap membantu anda." Balasnya dengan menundukkan kepalanya secara patuh.
Sengaja Askar memanggil Aza untuk mencoba lubang kecil ini, karena wujud yang kecil dari sosok raja roh, tentu bukan masalah berarti bagi dirinya turun ke bawah tanpa takut terjepit.
"Baiklah, bisa kau memasuki lubang ini dan kembali ke atas untuk memberitahu kepadaku apa yang kau temukan dibawah nantinya." Perintah Askar kepada Aza El haramale.
"Hanya karena sebuah tugas sepele ini anda sampai memanggilku tuan ?." Sedikit ekspresi meremehkan Aza ditunjukan.
__ADS_1
"Apa yang kau anggap sepele itu, bisa saja membuatku terbunuh ?." Gumam Askar merasa di remehkan oleh perkataan makhluk kecil ini.
"Tapi bagiku yang sangat perkasa, merasa tidak puas, jika dipanggil untuk melihat-lihat saja." Aza cukup besar kepala walau sejak awal kekuatan yang dia miliki mengikuti tingkat pencapaian Askar.
Sejak awal kekuatan Aza yang meningkat tidak lepas dari kekuatan Askar pula, dimana semakin tinggi sang tuan maka roh kontrak akan mengikuti pencapaian Askar.
"Memang apa yang kau harapkan ?, Keterikatan kontrak denganmu sudah cukup memakan banyak energi, dan aku tidak mungkin membiarkanmu makan gaji buta." Askar dengan jelas mengatakan isi pikirannya.
"Tunggu sebentar tuan, aku tidak merasa di gaji oleh anda."
"Sudahlah cepat lakukan, atau aku pecat kau."
Walau itu hanya sekedar gertakan, tapi sikap Aza jelas membuat Askar kesal sendiri, biar begitu tidak mungkin dirinya membiarkan Aza lebih banyak diam tanpa melakukan apa pun.
"Aku sudah lama tidak tampil dan hanya diberikan tugas ini, sungguh tidak menyenangkan...." Gumam Aza menggelengkan kepalanya.
Tanpa bisa membantah Apa yang diperintahkan oleh Askar Aza pun segera melompat memasuki lubang dan melayang ke bawah.
Sebuah senyum pun tersirat jelas di wajah Aza El haramale ketika dia sudah mencapai tingkat ke lima.
Karena apa yang Aza temukan adalah sebuah tempat penuh air dan ada banyak monster bermunculan diatasnya.
(Jenis-jenis tingkatan item :
kelas biasa : memiliki pengaruh untuk beberapa orang.
kelas bumi : mampu mempengaruhi sebuah wilayah kecil dalam waktu bersamaan.
kelas surga : jangkauan jauh lebih luas bahkan meliputi sebuah negara.
kelas lord : mampu mengubah wilayah dunia sesuai dengan kemampuan.
kelas dewa : seluruh alam semesta.)
__ADS_1