PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
bersenang-senang sendiri


__ADS_3

Rea menyadari jika kekuatan dari kitab beku abadi tidaklah sederhana, dimana pencapaian selama satu tahun demi mendapat kesempurnaan memang memberikan dampak besar.


Kini dia melangkah ke lord yang nyata.


Sebuah pencapaian luar biasa dimana sebelumnya Rea hanya seorang saint suci tahap akhir, tapi kesempurnaan kitab beku abadi memberikan peningkatan yang sangat besar.


Selain Rea memiliki tubuh illahi dengan tiga kekuatan element, air, angin dan es. Pembelajaran kitab beku abadi menujukan teknik-teknik yang jelas sangat kuat.


Transformasi Frozen Queen valkyrie.


Itu menjadi salah bentuk sempurna dari kitab beku abadi yang dimana Silka dan Laila tidak mampu mereka berdua pelajari. Bahkan dari awal leluhur keluarga padepokan teratai beku, hanya Rea satu-satunya orang dengan keistimewaannya mendapat kesempatan menyelesaikan semua teknik.


Tapi seakan kitab beku abadi diturunkan hanya untuk Rea, termasuk pedang bulan perak yang menjadi senjata dari lelaki bernama Davendra.


Didalam alam bawah sadar....


Kini Rea kembali lagi kesebuah dunia dengan pemandangan alam yang luar biasa indah, barisan gunung saling beruntun dan aliran sungai di ujung cakrawala.


Sebuah sinar yang jelas itu bukan matahari, karena diatas langit biru ada tiga cahaya menyala terang, sedangkan sosok berjubah hitam itu duduk di kursi dengan secangkir susu dan bermacam-macam cemilan.


"Silakan duduk." Panggil dia dengan menawarkan kopi kepada Rea.


Tanpa mempertimbangkan apa pun, Rea hanya mengikuti keinginan lelaki berjubah yang dengan jelas tidaknya hadir didalam alam bawah sadar.


"Mau Susu ?." Ucapnya dengan mengangkat cangkir.


"Tidak, tapi kalau ada kopi, itu saja." Balas Rea yang duduk di kursi depan.


Dengan satu jentikan jari lelaki itu, secankir kopi yang masih panas muncul di tangan, dan dia letakkan ke depan meja Rea.


"Ternyata kau pesulap." Terkejut Rea dengan cara yang dia lakukan.


"Bukan, karena ini cuma mimpi, jadi aku bisa melakukan apa pun, bahkan jika kau tidak menyukai background pemandangannya bisa aku ganti." Balas lelaki berjubah yang santai membolak-balik pemandangan dengan kibasan tangan.


Rea memang menyadari jika sekarang, dia ada didalam bawah sadar, perihal kedatangan lelaki jubah hitam yang bernama Davendra tentu berhubungan mengenai kitab beku abadi.


"Kau tidak berubah Rea, bahkan sampai terakhir kita bertemu." Gumam sosok itu dengan pelan.


"Apa ?." Tidak jelas Rea mendengar gumamnya, dimana dia rasa akan keakraban dari caranya berbicara.

__ADS_1


"Tidak bukan apa-apa." Dia pun tidak mengatakan makna dari perkataannya.


Rea tentu memiliki banyak pertanyaan kepada lelaki yang dia ketahui sebagai Davendra, setiap hal yang dia lakukan untuk mempelajari kitab beku abadi berakhir akan sebuah rahasia.


"Jadi kau bernama Davendra ?." Bertanya Rea tentang keraguannya.


"Ya itu benar." Singkat di jawab oleh Davendra.


"Siapa kau sebenarnya, kenapa berada didalam alam bawah sadarku." Tapi itulah yang memang menjadi pertanyaan Rea akan rasa penasaran mengenai sosok dari pemilik kitab beku abadi.


"Aku adalah dewa."


"Dewa 19 ?."


"Bukan, aku bukan personil grup band, aku adalah dewa awal penciptaan, dewa penciptaan, Davendra." Tegas Davendra memperkenalkan diri kepada Rea.


Ada yang mengganjal di hati Rea, setiap gerak gerik dari Davendra dirasa akrab, seakan seorang kenalan kembali untuk berjumpa setelah waktu lama.


"Jadi apa yang kau inginkan dengan datang di alam bawah sadarku." Bertanya Rea dengan serius.


"Aku hanya ingin kau memiliki sebuah peran penting untuk keselamatan seluruh jagat raya dari bencana."


"Bencana apa yang kau maksud, tuan Davendra." Rea gugup karena takut mendengar kenyataan.


"Aku ?, kenapa aku ?." Rea bingung, karena tidak bisa membayangkan dirinya yang hanya tokoh tambahan dalam kehidupan, mendapat tugas penting.


"Karena ini adalah alur dari takdir yang ingin aku ubah, agar tidak ada penyesalan untukku." Jawab Davendra dengan nada suara penuh kemarahan.


Rea tidak bisa mengerti kenapa sosok dewa itu marah, apa yang membuatnya marah, seakan dia sedang merasakan penyesalan kepada dirinya sendiri.


"Sungguh aku tidak bisa memahami apa yang anda katakan tuan Davendra, jika itu adalah penyesalan anda, kenapa aku yang dibebankan dalam tugas ini."


Rea bukan menolak apa yang harus dia lakukan, tapi semua terlalu samar, dia tidak tahu akan dimulai dari mana, sedangkan ini mengenai keselamatan seluruh jagat raya.


"Aku tidak bisa menjawabnya." Penolakan dari Davendra.


"Kenapa ?, Apa itu akan menjadi kesalahan."


"Tidak."

__ADS_1


"Lantas apa ?."


"Karena jika aku menjawab pertanyaan mu maka akan menjadi spoiler dan nanti cerita ini tidak seru."


Semakin bingung untuk Rea memberikan tanggapan, tapi jelas tugas yang diberikan oleh dewa Davendra ini tidaklah sederhana.


"Kalau begitu apa yang harus aku lakukan ?." Bertanya kembali Rea karena tidak tahu langkah awal untuk dia lakukan.


"Datanglah ke alam semesta awal penciptaan, ikuti petunjuk arah yang akan aku beri, saat itu kau akan tahu semua kejadiannya." Jawab Davendra dengan nada serius.


*******


Seketika mata Rea terbangun, didapati sekeliling jelas adalah ruang kamar yang tidak asing, karena saat ini dia berada di dalam rumahnya.


Rea berbaring lemas, cukup lama dia pergi dan kini pulang hanya untuk memikirkan tentang keselamatan jagat raya.


"Penyelamat kah ?."


"Apa yang harus aku lakukan dengan semua beban ini."


"Memikirkan lelaki yang sampai sekarang aku cintai pun tidak kunjung selesai, dan sekarang harus menyelamatkan jagat raya, jangan bercanda."


Bingung, jelas Rea kebingungan, dia tidak tahu harus berbuat apa, menyelamatkan kisah cinta yang tidak pernah menjadi kenyataan pun hampir putus asa.


"Jika saja Askar ada disini."


Bergumam Rea dengan isi pikiran terbayang-bayang akan wajah lelaki yang sangat dia rindukan.


"Apa ?, Kenapa kau berharap aku ada disini."


Ucapan itu datang, dan Rea segera bangkit untuk mencari asal suara yang jelas adalah milik Askar, tapi sayangnya tidak ada siapa pun didalam ruangan ini selain dirinya.


"Apa aku cuma berkhayal saja, karena lama aku rindu untuk mendengarkan suara lelaki bodoh itu." Kembali Rea bergumam.


Sedih dirasa, Rea yang berusaha keras demi mendapat kekuatan, berlatih belasan tahun untuk menjadi petarung, tapi urusan asmara, dia tertinggal.


Perlahan lembut isi pikiran menggambarkan wujud Askar, sebuah fantasi nakal datang saat terbayang sosok lelaki itu datang dan mulai membelai tubuhnya.


Tangan yang halus mulai masuk ke dalam celana tipis dan membelai aset pribadi dengan lembut, satu sentuhan untuk menutup hasrat akan rasa kerinduan.

__ADS_1


Rea mulai membenamkan pikiran dalam kepuasan untuk dirinya sendiri, saat tanpa sadar ada tangan lain datang dan mulai bergerak.


"Kenapa kau bersenang-senang sendiri Rea, bukankah lebih nikmat jika aku ikut bergabung." Terbisik ucapan itu dari sosok lelaki yang secara ajaib muncul dan berbaring di sampingnya.


__ADS_2