
Walau secara langsung Askar hanya memiliki dendam kepada Varjo de hores, tapi siapa sangka jika anak-anaknya pun bersifat sama buruk dengan ayah mereka.
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, ini sebuah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan sosok Resra de hores karena cukup ahli dalam menghina seseorang.
Askar dengan tersenyum polos mencoba berbicara baik-baik untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi, walau sebenarnya Askar dengan sengaja melakukan itu agar Resra bisa diam.
Penghinaan yang dilayangkan kepada Karlina, menyatakan bahwa status sebagai anak seorang penguasa alam semesta kerajaan beladiri berada di atas segalanya, sehingga dia berhak merendahkan orang lain.
"Tidak ada ayam yang sudah diatas piring terbang sendiri ke mulut orang."
"Bagiamana mungkin anda tidak percaya, aku bisa membuktikannya kepada anda."
Dengan sedikit kekuatan energi yang mengalir di atas meja, melemparkan sebuah ayam goreng terbang ke wajah Resra.
Dia mudah saja menghindar, tapi bukan berarti Resra tidak tahu apa yang Askar lakukan, karena dia adalah sosok jenius dan tahu cara seperti apa Askar melakukannya.
Begitu juga Karlina, melihat keberanian Askar yang cukup santai menghadapi Resra, dia tentu merasa khawatir, karena wanita itu bisa melakukan apa pun demi membalas Askar.
"Kau berani mencari masalah denganku." Berteriak Resra dengan ancaman.
Sebuah kekuatan yang mengalir di telapak tangan, siap untuk menghajar Askar tanpa sedikit pun keraguan.
Hanya saja, ketika dia menatap mata Askar, ada sesuatu yang membuat Resra diam di tempat, sebuah aura dari dalam tubuh Askar menjadikan tangan Resra gemetar dan tidak bisa bergerak.
"Kenapa aku harus takut, biar pun kau adalah anak seorang penguasa, caramu berbicara membuatku kesal." Berkata Askar yang menatap langsung ke wajah Resra.
Dia tahu, jika sosok yang ada di hadapannya bukan lelaki sembarangan, sebuah kekuatan luar biasa besar menjadikan siapa pun merasa takut.
Resra mundur satu langkah, dia bukan orang bodoh yang akan melawan Askar tanpa memikirkan konsekuensi dari perbedaan kekuatan antara mereka.
"Aku tidak akan lupakan ini, jika aku bertemu denganmu lagi, terima nanti balasannya." Ucap Resra tanpa mengurangi sikap sombongnya.
Askar menujukan sebuah senyum mengejek, Resra pun berjalan pergi dengan rasa malu dan ketakutan yang dia lihat dari sosok Askar.
Bagaimana pun Askar sudah menahan diri, dimana dia adalah orang yang berkomitmen untuk tidak memukul wanita.
Jika dia adalah lelaki, tanpa ragu sedikit pun, Askar sudah menghajar habis dan memukul wajahnya hingga tidak bisa dikenali oleh orang tua mereka.
__ADS_1
"Nona Karlina apa kau baik-baik saja." Bertanya Askar saat melihat karlina dengan wajah rumit.
"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, apa otakmu itu baik-baik saja." Dia cukup marah dengan suara yang terdengar kesal.
"Apa dengan menghina menjadi sebuah balasan terimakasih di alam semesta ini." Askar merasa tidak nyaman atas perkataan Karlina.
"Padahal sudah aku peringatkan, untuk tidak mencari masalah dengan anak tuan Varjo, tapi kau...." Binggung Karlina untuk menjelaskan.
Tapi tidak Askar menujukan wajah penyesalan, bahkan dia tersenyum lebar kemudian tertawa ketika melihat Karlina.
"Kau tidak perlu khawatir nona Karlina, aku sadar apa yang aku lakukan, aku hanya tidak menyukai sikap wanita itu." Jawaban Askar tidak menyelesaikan masalah.
"Ini bukan tentang pendapatmu yang suka atau tidak, karena jika nona Resra marah, bisa-bisa aku pun akan terseret dalam masalahmu."
"Jangan khawatir, aku akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi." Askar dengan berani mengatakan bahwa semua ini mudah baginya.
Apa yang bisa Resra lakukan, sedangkan di planet ini saja ada banyak manusia, tidak mungkin sebuah kebetulan terjadi untuk bertemu dengannya lagi.
Askar kembali duduk untuk menikmati makanan yang cukup lama dia diamkan karena kehadiran Resra, tapi secara ajaib tidak ada apa pun terissa diatas meja.
Pertanyaan Askar terjawab dengan melihat Su Yiu yang masih mengunyah tulang ayam dan semua piring bertumpuk di depannya.
"Jika aku tidak salah ingat, kau mengatakan kalau tidak bisa menghabiskan semua makanan ini sendiri." Askar bertanya kepada Su yiu.
"Apa iyalah aku pernah mengatakan itu."
"Aku yakin dan ingatanku tidaklah salah."
"Tidak usah khawatir, kau bisa pesan lagi... Jangan lupa pesan untukku juga." Ucapnya tanpa merasa bersalah.
"Kau masih mau makan, setelah menghabiskan semua makanan ini."
"Habis ini sangat enak, rasa asin dan manis yang silih berganti dalam lidah benar-benar mahakarya sebuah masakan penuh cita rasa." Begitu tanggapan dari Su yiu.
"Aku tidak butuh komentar darimu Su yiu." Lemas Askar membalas perkataannya.
Ya Askar tidak mempermasalahkan seberapa banyak su yiu menghabiskan makanan, hanya saja dia sudah cukup bersabar untuk bertanya-tanya tentang informasi, tapi ketika semua sudah selesai, selesai pula semua makanan itu dari atas meja.
__ADS_1
Askar kembali memesan, dan tersedia cepat dihadapannya dalam beberapa menit, tapi tetap saja, su yiu pun lanjut kembali untuk ikut menyelesaikan makanan.
Mereka berdua pun berjalan keluar setelah membayar semua yang mereka pesan dan tidaklah lebih dari seperdelapan koin kristal energi.
"Pada akhirnya aku hanya makan dua paha ayam, dan kau yang menghabiskan semua." Berkata Askar dengan sedih.
"Aku hanya merasa tidak enak jika harus melihatmu mati kekenyangan karena semua makanan itu." Balas Su yiu yang masih bisa menyombongkan diri.
"Terima kasih kalau begitu."
"Sama-sama."
"Aku bertanya-tanya pergi kemana semua makanan yang sudah kau telan tadi." Askar cukup bingung, dimana tubuh su yiu tetap terlihat langsing walau sudah makan banyak.
Barulah mereka mau berjalan pergi, sosok yang Askar kenal seperti sengaja menunggu di depan pintu rumah makan.
Dia terlihat cukup menawan dengan pakaian biasa, tanpa pernak-pernik sebagai pelayan rumah makan yang menutupi kecantikan alami dari Karlina.
"Ah nona Karlina apa kau menungguku." Saut Askar yang tahu tujuan dari wanita satu ini.
"Ya begitulah tuan Askar."
"Jadi ada perlu apa ?."
"Bisa anda ikut dengan ku." Pinta Karlina untuk tujuan lain.
"Tidak masalah, aku juga masih ingin bertanya banyak hal."
Askar tidak merasa ragu untuk mengikuti Karlina yang barulah dia kenal beberapa saat lalu, dimana dia sendiri tahu tujuan wanita satu ini membawanya pergi.
Sedikit Askar memperhatikan, dimana Resra mengatakan jika sosok Karlina dikatakan sebagai orang yang mungkin mampu menyaingi penguasa pedang, nyatanya itu hampir benar.
Di usia yang terbilang masih muda kekuatan Karlina sudah mencapai tingkat lord alam monarch tahap akhir, sama seperti Askar, dan itu pun sudah cukup menujukan bakat yang dia miliki.
Berbincang tentang macam hal mengenai alam semesta kerajaan beladiri, Askar dan Su yiu dibawa oleh Karlina menuju sebuah rumah besar yang berdiri di pinggiran kota.
Semua itu bukan tanpa alasan, karena dia ingin mempertemukan Askar kepada Resra de hores.
__ADS_1