
Roh kontrak bisa terwujud dalam tubuh nyata oleh aliran energi dari seseorang yang terikat dengan mereka, seperti halnya Aza El haramale dimana mampu menampakan diri secara utuh, walau masih belum setingkat kekuatan sempurna miliknya.
Begitu pula untuk Rudolfo, dia terikat dengan Remure Tianmu dengan segel khusus yang sengaja dikurung dalam tubuhnya, biar pun belum menerima persetujuan kontrak antara mereka berdua, Tianmu menggunakan Rudolfo dengan keterpaksaan segel.
Askar cukup yakin kemampuan keluarga yang diturunkan kepada Remure Tianmu untuk mengikat Rudolfo, bisa saja memberikan rasa sakit dan mungkin melenyapkannya.
Karena itu secara langsung Rudolfo mau tidak mau harus mengikuti keinginan Tianmu dan bertarung dengan tuntutan yang berat.
Aza tidak menyukai cara yang digunakan oleh Tianmu, tanpa memperdulikan nasib dari roh Rudolfo, dia tidak berpikir bahwa para roh pun memiliki kehidupan.
Tujuan Aza adalah menghajar Tianmu, tapi saat serangan datang menuju ke lawan, Rudolfo pun menjadi perisai demi melindungi dirinya.
Pertarungan antara dua roh tingkat tinggi menujukan kekuatan mengerikan, satu pukulan yang saling beradu melepaskan gelombang energi besar.
Dengan kekuatan mereka, Askar sampai terdorong mundur beberapa langkah ke belakang, sedangkan energinya diserap secara besar-besaran oleh Aza yang dia gunakan.
Jika bukan karena Askar membuka gerbang ke lima murka penguasa, tentu energinya akan habis hanya dengan satu serangan saja.
"Kau tidak pantas menyebut dirimu sebagai tuan, aku Aza El haramale akan membuatmu menyesal atas perlakuan terhadap bangsa kami." Aza pun angkat bicara mengenai tindakan Remure Tianmu.
"Askar apa kau bisa membuat rohmu ini diam, dia banyak bicara untuk sekedar roh kelas rendahan." Tapi Tianmu dengan sengaja mengejek Aza.
Askar pun ikut tersinggung, karena dia tidak tahu seberapa menyulitkan untuk dirinya mengontrol energi demi membuat Aza bertarung.
"Apa kau bisa diam saja senior, dan lihat bagiamana roh yang kau anggap rendahan itu menghajarmu." Balas Askar dengan tersenyum mengejek.
"Kalau begitu..... Rudolfo, habisi mereka." Dengan segel prasasti ditangannya, Tianmu semakin kuat menekan roh miliknya agar bertarung dengan kekuatan penuh.
Nyatanya kekuatan Rudolfo memang sangat kuat, terlebih untuk Aza El haramale yang baru bisa mengeluarkan 70 % dari kekuatan sejatinya.
Tubuh Aza didorong mundur oleh sebuah serangan kuat trisula dan pedang di kedua tangan Rudolfo.
"Aza jangan ragu lagi, gunakan kekuatanmu secara penuh." Perintah Askar dengan jelas.
__ADS_1
Skill pemangsa gerbang ke enam raja penguasa.
Energi Askar sekali lagi meningkat, tapi kali ini dia memfokuskan diri untuk menyerahkan semua kekuatan miliknya kepada Aza demi menaklukkan Rudolfo.
Gelombang energi keunguan mengalir deras di tubuh Aza, satu cengkraman tangan menangkap kepala Rudolfo, diangkatnya ke atas dan menghantamkan ke lantai.
Guncangan besar membuat semua orang terkejut, mereka merasa khawatir jika pertarungan dua roh tingkat tinggi ini akan menghancurkan seluruh padepokan beladiri pedang semesta.
"Gorongo apa kau tidak menghentikan mereka, ini tidak terlihat baik untukku." Serda memberi peringatan kepada guru besar Gorongo.
Alasannya sederhana, jika sampai kerusakan terjadi, maka acara latih tanding yang harusnya di selenggarakan oleh padepokan beladiri pedang semesta akan dibatalkan.
"Aku pun berpikiran seperti itu, tapi kita lihat sebentar lagi, jika terlalu beresiko maka aku akan turun tangan." Gorongo sudah siap mengambil pedang dibelakang punggungnya.
Tapi saat itu juga, tindakan Aza di luar dugaan, dimana tangannya menganggap paksa lingkaran segel prasasti yang terpasang di leher Rudolfo.
Secara kuat Aza pun mengalirkan kekuatan yang dia lakukan demi menghancurkan segel, dan membebaskan roh ini dari tangan Tianmu.
Askar mengetahui niat Aza, dengan sedikit bantuan sebuah aliran energi gelap dilepaskan menuju segel prasasti.
Lingkaran segel prasasti yang mengikat leher Rudolfo pun hancur berkeping-keping dan membebaskannya.
Remure Tianmu tidak bisa percaya, jika kemampuan dari keluarga yang dia banggakan hancur oleh roh bernama Aza El haramale.
Tapi itu semua tidak lepas dari bantuan Askar, hukum kegelapan secara langsung melemahkan kekuatan segel untuk dihancurkan.
Tujuan utama dari Aza pun selesai, kini target selanjutnya adalah menghabisi Remure Tianmu demi membalas perbuatan yang dilakukan.
Tanpa ragu sebuah pukulan Aza mengarah langsung kepadanya, tentu ini lebih dari cukup untuk membuat Remure tergeletak di lantai dengan luka serius.
Belum cukup Aza membalas Remure Tianmu, pukulan lain pun datang dan tidak bisa lagi dihindari.
"Askar hentikan roh milikmu ini." Sebuah suara terdengar dibalik pukulan Aza.
__ADS_1
Dia Gorongo yang menangkis serangan Aza untuk melindungi Remure Tianmu, biar pun ahli sekuat Gorongo, dia merasa ditekan oleh roh satu ini dengan mudah.
"Aza kembali." Perintah Askar.
"Tapi tuan dia belum cukup menerima pembalasan dariku." Aza sedikit menolak.
"Kita sudah melepaskan segel Rudolfo dan lelaki itu sudah mendapat pukulan telak darimu, jika kau kurang puas biar nanti aku sendiri yang melakukannya." Ucap Askar dengan tegas.
Aza menuruti perintah Askar, dia segera mundur dan kembali dalam wujud kecil untuk meminimalisir penggunakan energi yang diberikan oleh tuannya.
Remure Tianmu masih bisa selamat, dan dia pun memiliki kesadaran untuk bangkit walau tubuhnya penuh luka serius.
Mengarahkan pandangan kepada Rudolfo yang kini hanya tergeletak diam dengan tubuh semakin pudar.
Tanpa ada ikatan dari tuannya, para roh akan lenyap, terkecuali mereka. jika mendiami sebuah benda demi menjaga kestabilan energi.
"Rudolfo, kembali lah." Sisa-sisa kekuatan Remure Tianmu digunakan untuk menarik kembali roh miliknya.
Hanya saja, terjadi sebuah penolakan yang dilakukan oleh Rudolfo, selagi dirinya sudah terbebas, roh itu berusaha keras memberontak.
Askar merasa iba, karena dia sadar roh pun memiliki kehidupan mereka sendiri dan pikiran untuk menjaga diri dari orang yang tidak layak.
"Tuan cepat kau ambil Rudolfo, aku yakin dia mau menerima anda." Aza pun meminta satu hal kepada Askar.
"Tapi bukankah ini sama saja mencuri dari orang lain."
"Aku lebih tidak ingin, Rudolfo digunakan oleh orang tidak berguna seperti dia." Itu yang Aza inginkan.
Merasa paham atas keinginan Aza, Askar secara langsung menggunakan segel prasasti di hadapan Rudolfo. Ini adalah pilihan, jika dia mau, maka roh itu akan masuk kedalam dunia imajinasi.
Dan dari sana pula Askar akan mengikat kontrak dengan Rudolfo sebagai tuan yang memberikannya energi untuk hidup.
"Askar jangan kau mengambil rohku, dia adalah milik keluargaku." Keras suara Remure Tianmu yang marah kepada Askar.
__ADS_1
"Aku tidak mengambilnya, tapi aku memberikan dia pilihan, kembali kepadamu atau ikut aku sebagai tuan yang baru." Askar menjawab dengan tegas.
Saat satu sentuhan tangan Rudolfo memilih lingkaran prasasti yang Askar bentuk, tubuhnya lenyap diserap masuk kedalam dunia imajinasi.