PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
kentut berasap


__ADS_3

Askar mengakui Kalpan memiliki kekuatan tubuh yang tebal dan sangat unik, tapi siapa sangka dari mendengar setiap komentar orang lain, dia adalah salah satu orang dianugerahi tubuh ilahi.


Tubuh ilahi memang diberkati segala jenis kemampuan unik, seperti halnya Rea, dia menampung tiga kekuatan element dan itu pun sudah mencapai level pembentukan terakhir.


Dan tubuh ilahi milik Kalpan memberikan ketahanan akan serangan pukulan luar, termasuk serangan energi, mana kala sebuah kekuatan datang menghantam tubuhnya, maka energi itu akan pecah, sehingga tidak ada sedikit pun luka yang dia terima.


Tidak hanya anti serangan, tebasan tajam seperti pedang kelas dibawah lord, hampir tidak meninggalkan bekas terhadap kulit yang bertimbun lemak itu.


"Kakak sebaiknya kau tidak melanjutkannya pertarungan ini, karena semua yang kau lakukan itu percuma."


"Percuma katamu ?."


"Ya tentu saja, aku bisa berdiri disini, menerima semua pukulanmu dan kau sendiri yang akan kehabisan energi." Ucap lelaki buntal itu dengan tawa bangga untuk dirinya sendiri.


"Benarkah begitu." Ditunjukan senyum Askar dengan penuh makna.


Itu bukan sekedar kesombongan tanpa alasan dari Kalpan, jika mereka-mereka adalah lord alam raja kebawah, sekeras mereka bertarung melawan orang satu ini, kesempatan menang hampirlah mustahil.


Walau untuk kekuatan yang setara seperti Erdo sekali pun, bisa saja dia memenangkan pertarungan, tapi tidak bisa mereka dapat dengan mudah.


Hanya saja, Kalpan tidak tahu kemampuan Askar, bisa saja Askar membuka skill pemangsa gerbang kelima murka penguasa, dan menghajar Kalpan sekuat tenaga, jelas itu sangat efektif, tapi sengaja Askar simpan sebagai hadiah kepada Erdo.


Saat sekarang Askar hanya perlu menggunakan kekuatan untuk menghancurkan lawan tanpa sedikit pun energi, dimana seni beladiri pernafasan menembus tubuh manusia.


Askar bersiap dalam kuda-kudanya, laju aliran pernafasan meresap ke paru-paru, menyebar dan memperkuat tubuh.


"Oh kau masih ingin melanjutkannya."


"Tentu saja, aku tidak memiliki alasan untuk terhenti."


"Kalau begitu silakan, aku siap menerima seranganmu."


"Baiklah." Senyum terlintas di wajah Askar.


Satu hentakan kaki membawa Askar melaju dalam sekejap mata, dan kini tepat dihadapan Kalpan, Askar sudah siap dalam pukulan tanpa ragu.

__ADS_1


Seni beladiri pernafasan gelombang ke tujuh, tombak angin.


Skill penciptaan elements api : pukulan api.


Jika tergambarkan aliran pernafasan berfokus diujung kepalan tangan Askar, membentuk tajam dan saat menyentuh kulit Kalpan, itu akan menembus tubuh dan menghantam di bagian organ dalam.


Terlebih penggabungan antara pernafasan dan elemen api Askar yakin jika ini mampu menghanguskan isi perut lelaki buntal itu.


Siapa yang tahu dengan karakteristik aliran pernafasan, karena semua orang hanya tahu jika itu adalah serangan energi biasa.


Dan saat mereka mulai mengoceh tidak jelas, tentang Askar yang merasa sombong akan kekuatan tanpa alasan, kini ledakan kuat terdengar didalam perut Kalpan.


Tidak hanya satu kali, Askar menghantamkan lima pukulan api beruntun dengan cepat kuat dan sangat keras ketika meledak, hingga semua asap keluar lewat pan*tat.


Wajah meringis kesakitan Kalpan sudah menujukan bahwa serangan Askar kali ini sangat efektif untuk mengalahkan lawan dengan tubuh unik seperti milik Kalpan.


"Apa yang terjadi ?, kenapa Kalpan bisa kesakitan karena pukulan api biasa."


"Entahlah, aku bisa rasakan seperti bau hangus daging ayam yang sudah busuk selama berminggu-minggu."


"Kau benar ini membuatku ingin mun*tah."


Askar yang masih berdiri di samping Kalpan menunjukan senyum mengejek, dia dengan sengaja melakukan itu.


"Kau terlalu sombong dengan perut buntalmu itu, tapi kau tidak sadar, terkadang orang yang lebih kurus bisa menghajarmu dengan mudah." Ucap Askar dengan satu hal yang seharusnya tidak menjadi alasan untuk kekalahan Kalpan.


Walau begitu ketika Kalpan tidak lagi mampu berdiri untuk kembali bertarung, semua orang tentu terkejut, karena Kalpan kalah oleh orang yang tidak pernah meraka harapkan.


Setelah Kalpan dibawa turun oleh para penjaga dengan menggulingkan tubuh buntal dari atas arena, sekelebat bayangan dengan cepat melintas.


Hingga satu sosok wanita menampakan diri dihadapan Askar, kecantikan yang cukup bersaing dengan Razika, walau begitu dia tidak lemah, karena para kandidat lain jelas memiliki tingkat yang sangat besar.


"Tuan Askar, aku adalah safir, dalam hal kekuayan aku memang berada dibawah Kalpan, tapi aku ingin bersaing dengan anda, tolong bimbingannya."


Askar terbuka matanya, ini baru dia lihat seorang lawan yang tidak menyombongkan dirinya sendiri. Memang benar, kekuatan safir hanya seorang lord alam kaisar tahap menengah, tapi usianya sama dengan Askar.

__ADS_1


Ini menujukan bawa bakat pencapaian di masa depan sangatlah tinggi, walau begitu, perilaku dan cara dia berbicara menjadi nilai penting.


Dimana percuma saja mereka semua memiliki kekuatan, jika tidak ada tata Krama, dan sikap yang baik untuk menempatkan diri dalam hal budi pekerti.


"Biar pun kau terbilang sangat muda dan memiliki bakat luar biasa, tapi dengan sifat yang kau miliki, aku merasa harus memberikan wajah." Balas Askar yang tentunya menyadari seberapa pantas safir untuk dihormati.


"Aku tidak bertarung dengan tangan kosong, aku gunakan pedang ini." Saat Safir menarik tangan ke atas secercah cahaya membentuk pedang perak kebiruan.


Askar pun sama, cahaya merah terang menyala jelas menyilaukan mata, seketika jatuh pedang besar dan menancap dihadapan Askar.


Semua orang terkejut, karena seharusnya mereka sadar jika pedang yang Askar keluarkan masuk dalam kelas senjata lord, terlebih besar dan berat pedang itu sangat sangat tidak biasa.


"Apa dia tidak waras menggunakan pedang seberat itu."


"Aku yakin hanya tiga ayunan saja sudah encok pinggangnya."


"Oi jangan berlebihan, nanti turun berok baru tahu rasa."


Walau begitu, untuk satu ini Askar jelas sedikit mengurangi beban pedangnya, karena dia tidak bermaksud menggunakan skill pemangsa guna melawan Safir.


Yang menjadi perhatian Askar adalah pedang ditangan Safir jelas bukan pedang biasa, bagaimana pun ada sesuatu yang janggal dirasakan oleh Askar.


Dan nyatanya memang saat satu ayunan menebas angin, seakan ada kumpulan energi tertinggal di tempat pedang itu datang.


"Kau memiliki pedang yang sangat indah nona safir." Ucap Askar karena takjub dengan kekuatan senjatanya.


"Anda terlalu memuji, tapi memang pedang ini adalah senjata lord yang sedikit unik." Jawab safir dengan tersenyum manis.


"Baiklah mari kita mulai."


Satu langkah membawa Askar melaju cepat melayangkan pedangnya ke hadapan Safir, walau begitu, dia memang jenius dan juga ahli pedang.


Dengan satu gerakan kecil, safir menghindar dari serangan Askar, tidak diragukan lagi, wanita ini adalah seorang master beladiri pedang.


Satu gerakan tangan safir melayangkan serangan cepat ke tubuh Askar, Askar pun bisa melihat arahnya, tapi ketika pedang Askar coba menangkis.

__ADS_1


Benar-benar tidak disangka, pedang safir menembus pedang Askar dan kini mengarah tepat menuju kepala.


'Si*al, ini pedang roh.'


__ADS_2