PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
raja kera


__ADS_3

Satu tempat pertama yang di arahkan oleh Davendra adalah sebuah gunung yang letaknya lima ribu kilometer ke arah Utara.


Tapi memang diakui oleh Askar jika alam semesta atas memiliki banyak hal yang sangat luar biasa besar, bahkan gunung-gunungnya cukup indah untuk dipandang, dan masih aktif.


Sebab... Satu kejadian ketika Askar tidak sengaja menyentuhnya dia langsung kena gampar, itu menujukan kalau gunung itu masih aktif.... memang gunung apa yang kita bahas disini.


Kembali ke topik gunung yang lain.


Askar mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Davendra, saat dia mencapai lokasi titik awal, maka selanjutnya mengarah jauh ke timur.


"Siapa kalian yang berani memasuki wilayah kekuasaan sang raja ini." Gelegar suara datang dengan keras.


Entah itu siapa yang memanggil dirinya sebagai raja, tapi jelas Askar tahu dan sudah dipastikan oleh Davendra, jika di wilayah alam semesta awal penciptaan, tidak ada manusia lain selain dirinya.


Seketika, satu ekor kera pan*tat merah terjun dari ketinggian tebing yang sangat curam, tentu makhluk satu ini bukan sembarang kera, karena dia bisa melompat tanpa terluka sedikit pun.


Askar memperhatikan dengan seksama, seekor kera yang datang karena kehadiran Askar dianggap sebagai pengganggu, menujukan niat permusuhan.


Wilayah gunung dan sekitarnya adalah tempat dimana makhluk ini berkuasa, terlebih lagi dia bukan sosok yang akan menyambut orang asing dengan ramah.


Tapi Askar tidak berniat mencari musuh atau lawan untuk bertarung, sebab itu dia mencoba bicara baik-baik tanpa harus bertarung.


"Tuan kera ...." Ucap Askar.


"Panggil aku raja kera." Tapi ditunjukan kesombongan yang besar atas status tinggi sebagai penguasa wilayah.


"Baiklah, raja kera, kami tidak ingin menganggu wilayah anda, kami hanya sekedar lewat dan mencari arah untuk sebuah perjalanan." Coba Askar menjelaskan.


"Tapi kami tidak bisa membiarkan kau lewat begitu saja, siapa pun yang sudah lancang memasuki tempat kekuasaanku maka harus berhadapan dengan semua saudara-saudara ku." Itu yang kera tegaskan.


Siapa sangka jika Askar tidak berhadapan dengan satu kera, melainkan ada ratusan ekor yang sudah mengambil posisi di pepohonan sekitar.


Biar pun tubuhnya kecil tapi mereka memiliki kekuatan yang tidak biasa, setara lord diatas surga, dan raja mereka sebagai lord alam monarch.

__ADS_1


Binatang kecil satu ini benar-benar mencapai tingkat yang sangat tinggi, dan juga sudah membuka kecerdasan spiritual sebagai binatang iblis lebih istimewa.


"Ke'su apa kau tidak bisa meyakinkan saudaramu ini." Ucap Askar melemparkan permasalahan kepada Ke'su.


"Tunggu, aku tidak memiliki ikatan saudara dengan sekor kera, burung Phoenix jauh lebih mulia jika kau anggap memiliki hubungan dengan mereka." Balas Ke'su yang jelas-jelas kesal atas perkataan Askar.


"Siapa tahu... Aku merasa kau agak mirip dan masih satu saudara karena perkawinan silang."


"Darimana kau memiliki pikiran seperti itu."


"Sifat sombong mu mirip dengan kera." Jawab Askar dengan santai.


Tidak benar-benar peduli jika Ke'su tersinggung atau tidak, karena para dasarnya, selain bermanfaat menjadi pelindung, dia pun sebagai bahan lawakan agar perjalanan tidak terlalu membosankan.


"Jadi kau keturunan dari Phoenix." Ucap kera yang siapa sangka mendengar perkataan Askar.


"Ya itu memang benar." Keluar kesombongan Ke'su ketika orang lain mengetahui tentang sosok Phoenix.


"Kini aku tidak memiliki alasan untuk membiarkan kalian pergi." Ucapnya dengan aura kuat dipenuhi kebencian.


"Bagaimana bisa, aku tidak merasa sudah berbuat salah." Ke'su mencoba membela diri.


"Memang bukan kau, tapi leluhurmu telah banyak memangsa bangsa kami." Sebuah dendam yang nyatanya masih tersimpan kepada para Phoenix.


Askar mengarahkan pandangan kepada Asy, bagiamana pun dia adalah jiwa langsung dari burung Phoenix merah yang hidup dari awal penciptaan.


"Kenapa kau melihatku seperti itu." Ucap Asy kesal karena tidak merasa nyaman atas cara Askar melihatnya.


"Ya aku tidak mengira jika Phoenix menyukai daging kera." Balas Askar.


"Apa kau pikir di tempat yang di penuhi hutan seperti ini bisa menemukan rendang daging atau ayam rica-rica." Asy pun tidak ingin di salahkan.


Cukup bisa Askar pahami, para Phoenix yang hidup di tempat tanpa warung makan seperti alam semesta awal penciptaan, mau tidak mau, memangsa binatang lain adalah cara bertahan hidup.

__ADS_1


Dan berlaku pula hukum alam, dimana mereka harus memangsa atau dimangsa oleh binatang lain, walau begitu burung Phoenix memiliki kekuatan luar biasa, sehingga binatang lain pun menganggap mereka sebagai musuh alami.


"Karena kau yang memiliki masalah dengan para kera, sebaiknya kau selesaikan ini sendiri." Berkata Askar dengan mengangkat tangan.


"Bagaimana mungkin kau bicara seperti itu." Jelas Ke'su tidak bisa menerimanya.


"Ya aku tidak ingin ikut campur untuk dendam atas masalah orang lain." Sebuah alasan yang tepat dikatakan oleh Askar.


"Tapi kita disini karena keinginanmu, jadi kau pun bertanggung jawab."


"Baiklah, biar kau yang menanggung, dan aku yang menjawab." Santai saja Askar berkata.


"Itu tidak adil..."


Tanpa ragu, Askar menendang Ke'su hingga terlempar ke hadapan raja kera, dari cara kera itu melihat, tentu Ke'su tidak akan mudah menghadapi ratusan para kera.


"Jadi tuan kera, kau boleh melakukan apa pun kepada orang ini, biar nanti aku yang akan menjawab jika ada pertanyaan tentang kematiannya." Teriak Askar seakan tidak memiliki dosa apa pun.


Sekelompok kera pun datang secara bersamaan dengan serangan serentak dan ganas, walau soal kekuatan Ke'su sangat kuat.


Melawan ratusan kera yang lincah tentu bukan perkara mudah, terlebih lagi, semua datang dari segala arah tanpa memberi Ke'su celah.


"Askar bukankah ini terlalu berlebihan, jika terjadi sesuatu kepada Ke'su kita sendiri yang akan kerepotan." Berkata Asy yang khawatir kepada Ke'su.


"Itu benar Askar, perjalanan kita masih sangat jauh, dan misalkan ada bahaya lain, tentu cukup sulit mencari bantuan." Sina pun tidak nyaman melihat Ke'su bertarung sendirian.


"Baiklah, baiklah, aku tidak biasa menolak permintaan kalian." Jawab Askar yang menjadi tidak nyaman mendengar perkataan kedua wanitanya.


Walau itu sekedar alasan, tapi nyatanya Askar memang butuh bantuan dari Ke'su, karena tidak mungkin dia melindungi Sina dan Asy seorang diri.


"Manusia apa kau juga ingin melawan kami." Ucap raja kera dengan nada serius.


"Untuk beberapa alasan aku harus ikut campur dalam urusan dendam kalian."

__ADS_1


"Kalau begitu, serang dia." Perintah sang raja kera memerintahkan ratusan pasukan kera lain untuk melawan Askar.


Satu tangan terangkat dan terbentuklah sebilah pedang besar, tanpa ragu Askar ayunkan dengan kekuatan penuh, gelombang energi meledak hingga melemparkan semua kera jatuh.


__ADS_2