
Lelaki yang kini berada tepat di hadapan mereka semua adalah seorang orang Dewa awal penciptaan, Davendra.
Sama seperti lelaki berjubah yang mereka temui di dalam gua, saat Askar menyelamatkan Asy, dan lelaki ini datang tanpa asal usul jelas.
Walau sekarang mereka kembali melihatnya, namun dengan kepastian jika dia sebagai Davendra, tidak mengejutkan, terlebih atas kemampuan yang lelaki berjubah ini lakukan hingga menarik dan memasukan jiwa sangat mudah, ibarat manusia pulang pergi ke ******.
Tapi mereka tidak percaya begitu saja, di mana wajah dan seluruh penampilannya tertutupi oleh sebuah jubah yang memiliki kemampuan untuk menyamarkan Aura didalam tubuh.
Memperhatikan dengan seksama dari atas kepala hingga ujung kaki, tapi ekspresi yang ditunjukkan seakan kurang yakin.
"Kakek Loe Teu Yiu, apa anda yakin jika lelaki ini adalah dewa Davendra ?." Bertanya Rea dengan ragu.
"Tidak salah, karena aku cukup mengenal tuan Davendra." Balas Loe Teu Yiu langsung.
"Hei.... Bukankah kita pernah bertemu di alam bawah sadar, nona." Davendra merasa tidak nyaman atas ucapan Rea.
"Sejak awal kita hanya melihat bertemu beberapa kali, dan sampai saat ini aku belum pernah melihat wajahmu, aku tidak merasa salah, jika harus waspada saat bertemu orang asing." Itu yang Rea katakan.
'Apa benar aku ini hanya orang asing.' Lemas Davendra mengartikan ucapan Rea, yang pada kenyataannya dia sendiri adalah Askar.
"Baiklah, aku akan menunjukan wajahku." Davendra pun mengambil keputusan.
Tapi tidak hanya Rea saja yang penasaran dari balik jubah Davendra, karena Askar sendiri pun ingin tahu bentuk wajah darinya setelah melintasi waktu selama jutaan tahun.
Secara perlahan tangan davendra pun mulai mengangkat jubah yang menutupi kepala, semua orang mulai melirik, tidak perduli jika itu kakek Loe Teu Yiu atau Omen sendiri.
Hanya saja, ini membuat semua orang terkejut, dimana jelas wajah yang mereka lihat jauh berbeda dari ekspetasi isi pikiran.
"Kakek kenapa kau ikut terkejut, bukankah kau sudah sering melihat wajah Davendra." Berkata Askar yang kesal saat melihat ekspresi Loe Teu Yiu aneh.
'Jeh.... Jika Davendra itu aku, maka apa ini, apa aku operasi plastik hingga menjadi orang lain.' pikir Askar.
'Apa yang terjadi dalam dua puluh tahun terakhir, apa dia Davendra berganti kulit.' Loe Teu Yiu pun tidak menyembunyikan
__ADS_1
'Ini .... Biasa saja, ngomong-ngomong, itu hidung apa daging yang cuma nempel aja.' pikir Sina.
'Syukurlah dia ini adalah manusia.' Rea tidak mempermasalahkan penampilan Davendra.
Jika memang ada perubahan besar karena pertarungan, atau mungkin memang usia semakin tua hingga penuh keriput dan uban, Askar cukup bisa menerimanya.
Tapi dia tidak menyangka jika dalam waktu sedemikian lama dirinya seakan berubah drastis hingga menjadi orang lain.
Dari tanggapan semua orang, rasa penasaran terlihat jelas untuk mengetahui wajah seperti apa yang di miliki oleh dewa Davendra.
Sedangkan hanya dua orang yang pernah melihat langsung sang dewa penciptaan tanpa di tutupi oleh jubah, mereka adalah Dewi Sunawa dan kakek Loe Teu Yiu.
Tapi seperti yang Askar ketahui dari Loe Teu Yiu, jika wajah Davendra di samarkan dan penampilan asli dari sang dewa penciptaan pun masih belum diketahui.
Bagaimana mereka bisa menerima begitu saja, terlebih dewa Sunawa tidak merasa aneh jika memang suaminya itu menyembunyikan sesuatu.
Askar bisa merasakan adanya kekuatan eksternal yang mengitari tubuh Davendra, dan itu sama seperti kekuatan dari Su yiu.
Davendra pun menutup kembali wajahnya, walau untuk beberapa orang, seperti Sina dan Rea tidak mengetahui asal usul Davendra, mereka dengan mudah menerima penampilan yang dia tunjukan.
Sedangkan untuk Askar, dia paham jika tujuan Davendra hanya sekedar memberi kepercayaan kepada Rea dan Sina, walau dia tidak bisa menipu Askar.
"Jadi apa kalian sudah percaya." Bertanya Davendra selagi melihat semua orang yang senyum-senyum sendiri.
Askar malas berkomentar, hanya dia dan Loe Teu Yiu saja yang tahu jika semua penampilan di wajah Davendra adalah ilusi menggunakan kekuatan realitas.
"Hmm ya, aku cuma beranggapan jika wajahmu tidak seperti orang yang memiliki niat jahat." Balas Sina dengan terpaksa di jawabannya.
"Sejak awal aku memang tidak memiliki niat jahat." Gumam Davendra menyaksikan ekspresi Sina.
"Sedikit waspada, itu bukan sesuatu yang salah bukan ?."
"Aku mengerti, tapi kini aku jelaskan tentang kondisi yang akan kalian lakukan untuk kedepannya." Davendra melanjutkan pembicaraan ke poin yang lain.
__ADS_1
Semua itu berhubungan dengan Rea dan Askar, karena dari awal hanya mereka berdua yang secara khusus dipanggil oleh Davendra.
"Baiklah, kami akan mendengarkan atas tujuan apa anda memanggil kami untuk datang kemari." Ucap Rea untuk memastikan.
"Dalam enam belas tahun dari sekarang, jagat raya akan mengalami bencana besar, dimana sebuah kekuatan akan bangkit." Davendra merujuk kepada kaisar akhir zaman.
"Apa yang anda maksudkan ?." Kakek loe teu yiu pun bertanya.
Ini membuktikan jika sejak awal dia tidak mengetahui apapun tentang sosok Kaisar akhir zaman yang menjadi takdir kehancuran bagi jagat raya.
Tapi hanya Askar yang tahu, sosok seperti dari perkataan Davendra, karena dia memiliki ingatan Asyura, serta melihat langsung wujud sang kaisar akhir zaman.
"Jelas kau tidak tahu apa pun Loe Teu Yiu, karena ini adalah tentang kaisar akhir zaman." Davendra cukup paham melihat Loe Teu Yiu terkejut.
"Tunggu, bukankah sosok itu hanya sekedar mitos, dan anda tidak pernah menceritakan apa pun mengenai hal ini."
Apa yang kakek Loe Teu Yiu ketahui hanya sebuah ramalan bencana, tapi tidak dengan siapa pembawa bencana itu.
"Kebangkitan terakhir dari kaisar akhir zaman adalah enam ratus ribu tahun yang lalu, kau bahkan belum lahir Loe Teu Yiu, dan saat itu juga, Dewi Lutos menggunakan kekuatan dewa kematian, agar semua orang menganggap kaisar akhir zaman hanya sekedar cerita." Perjelas Davendra atas kondisi yang terjadi.
Askar sudah mengetahui hal ini, dan cerita tentang bencana di masa depan yang berawal dari ingatan Zilogia.
Sedikit ketenangan dia dapat, ketika Dewi Sunawa menemukan metode untuk melawan kaisar akhir zaman, tapi ungkapan dari Davendra, seakan merujuk kepada hal lain.
"Aku ingin membawa Rea, ke persimpangan ruang dan waktu, untuk memberikan kekuatan lebih, sebagai kunci mengalahkan kaisar akhir zaman." Berkata Davendra kepada Rea.
Kasus kaisar akhir zaman memang tidaklah mudah untuk Askar selesaikan, walau persentase keberhasilan kecil asalkan mampu mencegah kehancuran jagat raya, Askar siap menerimanya.
"Bagaimana Rea, apa kau bersedia ?." Bertanya Davendra.
"Bisa kau beri aku waktu sampai anakku lahir." Rea menujukan kondisi yang tidak mungkin untuk dia hindari.
Dan hanya perlu menunggu tujuh bulan lagi, hingga anak Rea lahir, sampai saat itu tiba, dia tidak ingin mencari resiko yang memiliki kemungkinan akan membuatnya keguguran.
__ADS_1