PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
seperdelapan perjalanan


__ADS_3

Devendra memaklumi apa yang Rea inginkan, karena bagi seorang wanita anak yang dia kandung adalah hal terpenting jauh melebihi nyawanya sendiri.


Bahkan mungkin persoalan bencana di jagat raya menjadi nomor dua, tidak perduli jika kaisar akhir zaman bangkit, selama anaknya dalam kondisi selamat.


Davendra tidak bisa memaksa Rea, karena dia adalah kunci utama yang akan menjadi keselamatan bagi jagat raya.


Seperti yang dialami oleh davendra saat dirinya menjadi Askar, kematian Rea saat itu membuat Askar hilang kendali dan ditelan emosi, hingga jiwanya termakan oleh energi kaisar akhir zaman.


Walau kaisar akhir zaman yang asli bisa dia hindari, tapi dirinya sendiri lah sebagai penyebab kehancuran jagat raya untuk setiap pengulangan aliran waktu.


Tapi dengan semua catatan di dalam buku itu, Davendra kini mengetahui sebuah kesimpulan, bahwa satu-satunya cara menghentikan Askar adalah membuat persimpangan di aliran takdir jagat raya.


Dan Davendra sudah mempersiapkan segalanya, dalam enam belas tahun di masa depan nanti, Rea harus selamat dari kematian, ini menjadi penentuan apakah takdir akan berubah.


Walau begitu tujuan Davendra adalah satu, membuka portal menuju alam surga, dan menghancurkan roda takdir yang telah di tentukan oleh tuhan sejati.


Tanpa ingin di ketahui oleh orang lain, dengan sengaja Davendra membawa Askar ke tempat lain.


Kini Askar dan Davendra pun duduk berdua di sebuah ruangan dalam pondok kayu untuk sebuah pembicaraan yang sangat penting.


"Jadi untuk apa kau menginginkan Rea menjadi bagian dari rencanamu ?." Ucap Askar dengan menatap serius ke arah mata Davendra, walau itu terhalangi oleh penutup kepala yang menyamarkan wajahnya.


"Ya memang seperti itu adanya, Rea adalah satu faktor untuk mencapai sebuah keberhasilan." Balas Davendra yang mencoba menjelaskan kepada Askar.


"Aku tidak mengharapkan Rea untuk ikut dalam bahaya ramalan kaisar akhir zaman ini." Berkata Askar dengan wajah rumit untuk dia tujukan.


Permasalahan Kaisar akhir zaman dan bencana besar 16 tahun di masa depan, bukanlah hal sepele yang bisa diselesaikan hanya dengan membalik telapak tangan.


Selama jutaan tahun ke enam dewa awal penciptaan bertarung, selama ratusan kali pula mereka telah gagal.

__ADS_1


Jika bukan karena kekuatan keajaiban hidup untuk memulihkan kondisi jagat raya, dan kekuatan kematian untuk mengubah realitas, semua orang di seluruh alam semesta masih di liputi rasa takut akan kehancuran kaisar akhir zaman.


Ditambah lagi, pengorbanan dari Yusita dan Mahesa didalam ruang dimensi kekosongan adalah bukti nyata, bahwa mereka siap mengorbankan segala hal demi melindungi seluruh kehidupan.


"Tapi Askar segala sesuatu pasti memiliki alasannya, dimana sebab dan akibat selalu menjadi inti dari masalah yang akan kita hadapi." Ucap Davendra atas isi dari pemikirannya.


"Biarpun begitu, kenapa harus Rea, kau adalah aku, tentu kau sadar, jika membawa Rea sama saja mendekatkan dia ke dalam bahaya." Tidak perduli apa, Askar dengan jelas menentang keputusan Davendra.


"Askar banyak hal yang belum kau ketahui, aku memiliki alasan sendiri kenapa harus Rea yang menjadi kunci, jadi percayalah, aku lebih tahu tentang masa depan dan langkah seperti apa untuk aku ambil." Davendra mencoba mendapat kepercayaan dari Askar.


Askar pun tidak bisa pungkiri itu, dimana Davendra sudah melewati banyak hal sebelum Askar melihatnya sendiri.


Sedikit hati, tentu Askar merasa ragu jika itu berhubungan dengan orang-orang yang dia cintai, tapi di sisi lain masa depan jagat raya pun dipertaruhkan.


Sebuah konspirasi dalam hati Askar, antara pengorbanan dan tujuan besar, tapi jika Askar mengingat sebuah ungkapan, maka 'tidak akan kita menciptakan kedamaian, tanpa ada yang kita korbankan.' nyatanya askar tidak bisa membantah itu.


"Ini lebih baik." Davendra pun menujukan senyum penuh makna.


Sebuah perasaan lega untuk menggambarkan segala macam tindakan yang harus dia lakukan demi rencana besar di masa depan.


Dalam kurun waktu tujuh bulan ini Askar akan menunggu di alam semesta awal penciptaan, dan ada urusan yang ingin dia selesaikan, yaitu mencari warisan Phoenix dari zaman awal.


Untuk sekarang Askar tidak takut jika harus berhadapan dengan sosok lord alam saint suci tahap menengah, walau persentase kemenangannya kurang dari sepuluh persen.


Tapi mencari kekuatan adalah hasrat lain yang Askar harus penuhi, karena dengan kekuatan itu pula, Askar bisa melindungi orang-orang di sekitarnya.


"Jadi Davendra, apa kau tahu tentang peninggalan para Phoenix di alam semesta awal penciptaan." Bertanya Askar kepada orang yang jauh lebih lama tinggal di sini.


"Aku tahu jika kau mempertanyakannya." Davendra tersenyum jelas.

__ADS_1


"Jadi dalam kehidupanmu sebelumnya, apa kau menemukan sesuatu di tempat Phoenix itu." Askar tentu mempertanyakannya.


"Aku tidak akan menjawabnya Askar, pergilah kau ke sana dan lihat apa yang bisa kau temukan." Balas Davendra dengan senyum yang aneh.


Seperti yang di katakan oleh So'ek jika di alam semesta awal penciptaan ini, kehidupan para Phoenix di lahiran, tentunya ada sisa-sisa peninggalan dari mereka untuk Askar cari.


Davendra mengeluarkan sebuah kertas gulungan, dimana itu adalah peta seluruh gambaran wilayah alam semesta awal penciptaan, sebuah titik merah sebagai petunjuk kemana Askar harus pergi.


Dia sudah mempersiapkan semuanya, bahkan memberi bantuan kepada Askar untuk tujuan meningkatkan kekuatan, sebab lawan yang nantinya akan di hadapi adalah penguasa alam semesta kerajaan beladiri, Varjo de hores.


"Kau pergi ke Utara, sekitar lima ribu kilometer dari tempat ini, akan kau temukan sebuah gunung besar, kemudian pergi lagi menuju timur, kurang lebih empat ribu kilometer."


"Sepertinya ini akan menjadi perjalanan yang cukup panjang." Gumam Askar masih mempertahankan setiap penjelasan dari Davendra.


"Tentu saja, karena ini baru seperdelapan perjalanan yang harus kau tempuh." Ucap Davendra.


"Baiklah lanjutkan." Balas Askar dengan tersenyum lemas.


Dan cukup membuat Askar pusing atas arah yang di tunjukan oleh Davendra, sebab ada banyak tempat yang harus dia kunjungi untuk memastikan setiap arah hang di tuju adalah benar.


Daratan utama alam semesta awal penciptaan memang sangatlah luas, jika pun harus terbang dalam kecepatan penuh, Askar bisa memakan waktu satu bulan lamanya.


Tapi itu tidak jadi masalah, Askar juga menganggap ini sebagai sarana untuk latihan khusus di dalam perjalanan.


Tempat ini menyajikan bermacam-macam monster tingkat tinggi yang bahkan mencapai kesetaraan lord alam saint suci.


Ada banyak keuntungan yang bisa Askar dapat, dan itu membuat dirinya semakin bertambah kuat akan pengalaman bertarung dengan para monster.


Pergi bersama Asy dan Ke'su, ke lokasi dimana sarang pertama binatang mistik Phoenix merah dibangkitkan.

__ADS_1


__ADS_2