PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
kakak guru


__ADS_3

Askar tidak menyalahkan Sina karena dia menyerah untuk berlatih ilmu beladiri pernafasan, karena bagi Askar pribadi mungkin saja dia membunuh si tua gila.


Jika dirinya tidak ingat kalau si tua gila adalah satu-satunya orang yang bisa mengajarkan kemampuan pernafasan secara sempurna.


Cara pelatihan tua gila yang sangat absurd, tidak kompeten dan asal saja memberikan perintah tanpa penjelasan sama sekali, tentu akan membuat siapa pun naik pitam, hingga akhirnya memilih pergi dari pada harus berlama-lama menghadapi ocehan tidak masuk akal dari orang tua itu.


Hanya saja, setiap hal yang si tua gila lakukan bukan tanpa sebab, dia memang malas menjelaskan, tapi semua tindakannya adalah penguji, seberapa besar pemahaman orang untuk belajar ilmu pernafasan.


Tidak salah kalau semua orang menganggap jika pernafasan sekedar menarik udara dan menghembuskan karbondioksida, tapi memahami bagaimana cara kerja tubuh untuk menghasilkan energi dari sebuah tindakan sederhana seperti bernafas adalah inti dari pembelajaran si tua gila.


Saat udara ditarik oleh hidung atau pun mulut, mengalir menuju paru-paru kemudian dipisahkan antara oksigen dari unsur lain, dan darah akan membawa hasil pernafasan ke seluruh tubuh.


Itulah yang dinamakan tenaga dalam, sebuah energi pernafasan untuk manusia bergerak, tentu semua orang sadar, apa yang terjadi jika manusia tidak bisa bernafas.


Di satu sisi, manusia tentu tidak menyadari jika selama ini didalam tubuh mereka telah memiliki kekuatan luar biasa, selain kekuatan energi, tapi mereka tidak memanfaatkan secara maksimal.


Dan inti dari itu adalah pikiran. manusia harus melatih pikiran mereka untuk memaksimalkan potensi dari sebuah aliran pernafasan agar tenaga dalam bangkit.


Askar pun membutuhkan waktu lebih dari satu tahun hanya untuk memahami aliran pernafasan didalam tubuhnya ketika berada di penjara istana Zilogia.


Memang tidak mudah, tapi ketika itu Askar belajar secara otodidak, tanpa pengawas atau ajaran dari orang lain, cukup wajar, bahkan terbilang mengejutkan si tua gila mengakui bakat Askar.


Untuk mengawali pemahaman Sina, Askar secara khusus membantu dirinya agar merasakan aliran pernafasan didalam tubuhnya sendiri.


Duduk bersila saling berhadapan, kedua tangan Askar genggam, mata terpejam dan konsentrasi penuh menuju alam bawah sadar.


"Sina bernafaslah secara perlahan, tarik dengan hidung dan keluarkan lewat mulut." Ucap Askar memberikan perintah.


Sina mengikuti, dan Askar menggunakan aliran pernafasan melewati tangannya secara langsung, hingga dia merasakan sendiri bagaimana sensasi tenaga dalam milik Askar.


Memang sebuah perasaan cukup berbeda, jika dibandingkan dengan kekuatan energi yang dialirkan melalui sirkuit. Dimana kekuatan pernafasan sangat lembut, tenang dan murni, seakan memperkuat tubuh Sina dengan perlahan.

__ADS_1


Sina membuka matanya dan memang ekspresi terkejut jelas di tujukan, karena ini pertama kali dia merasakan aliran seni pernafasan memasuki tubuhnya.


"Apa kau bisa memahami bagaimana aku melakukannya." Bertanya Askar.


"Kurang lebih aku bisa mengerti, tapi mungkin akan butuh waktu cukup lama sampai berhasil." Balas Sina dengan mengangguk perlahan.


"Itu lebih baik, jadi tidak perlu terburu-buru, sedikit demi sedikit sampai kau menguasainya Sina." Berkata Askar agar tidak membebankan Sina.


"Aku mengerti Askar."


"Kalau begitu, kau mulailah berlatih lagi, aku akan pergi berkeliling sebentar." Askar pun beranjak dari tempatnya duduk.


Melihat pula grandmaster Laila dan grandmaster Jilu yang kini kembali melakukan pelatihan ilmu beladiri pernafasan.


Mereka berdua tentu memiliki alasan untuk ikut dalam pelatihan, dan itu karena ucapan Askar, dimana mampu memberikan peningkatan inti kehidupan.


Sedangkan inti kehidupan adalah faktor penentu bagi setiap orang untuk meningkatkan tingkat kekuatan energi, ya demi mencapai tujuan itu, keduanya rela mempelajari ilmu pernafasan.


Tapi setelah mendengar jika ilmu pernafasan mampu meningkatkan kekuatan, tentu itu menjadi tujuan baru untuk keduanya berlatih, biar pun persentase keberhasilan hanya 10%.


*******


Askar beranjak pergi dari dalam ruang pelatihan Sina dan dua grandmaster.


Sekedar mencari udara segar karena cukup tidak nyaman berada di dalam ruangan sempit dengan lima orang yang berkumpul.


Tapi siapa sangka, dirasakan dia gelombang energi yang saling berbenturan dan itu cukup akrab oleh Askar.


"Ini Dargo dan Juned..." Gumam Askar yang memang sudah lama tidak bertemu dengan mereka berdua.


Tanpa menunggu lama, melompat Askar turun dari lantai tiga istana utama, dan segera berjalan menuju arah terjadinya benturan dua serangan yang cukup besar.

__ADS_1


Nyatanya seperti yang Askar dua, mereka adalah Dargo dan Juned, dimana saling bertarung dengan serius tanpa melihat sekitar.


Askar kenal hubungan mereka berdua, Juned bisa dikatakan sebagai kawan lama Dargo, akan tetapi Dargo kesal karena sikap Juned yang selalu berhutang dan melupakan begitu saja.


"Hei apa yang terjadi ... Kenapa kak Dargo berkelahi dengan Juned, apa masalah hutang yang belum dibayar." Bertanya Askar kepada salah satu penonton.


Dilihat Askar dengan mata lebar dan mulut terbuka tanpa menjawab apa yang dia tanyakan, tentu Askar merasa aneh atas sikap lelaki itu.


"Apa kau mendengarkanku." Bertanya Askar lagi, tapi dia tetap diam dengan ekspresi jelek karena terkejut.


Tidak jauh wajah yang jelas sangat Askar kenal, walau hampir dua tahun tidak bertemu dan perubahan membawa sosok itu menuju kematangan masa remaja, tapi Askar tahu jika dia adalah Dannis.


Askar berjalan melewati setiap penonton yang memadati pertarungan Dargo dan Juned untuk mendekat kepada Dannis.


"Dannis ... Dannis." Panggil Askar dari samping tempatnya berdiri.


Gadis yang berpenampilan seperti lelaki namun tidak menutupi kecantikan dari wajah bertatapan lembut itu mulai menoleh ke arah Askar.


"Kakak guru ?." Sautnya dengan tidak percaya atas suara yang dia dengar, dan menoleh ke kiri nyatanya bukan sosok Askar yang dia lihat.


"Oi sebelah kanan." Balas kembali Askar karena Dannis salah arah.


Senyuman bodoh dari lelaki yang menjadi gurunya tampak nyata di depan mata, tapi Dannis menolak percaya, dan mengusap mata berusaha memastikan dia tidak salah lihat.


"Kakak guru." Tegas panggilan Dannis ketika Askar nyata di hadapannya.


Seketika serangan kuat dari gelombang kejut milik Juned mengarah tepat kepada Dannis, ledakan kuat terjadi, semua orang disekitar terpental jauh.


Dargo terkejut karena dia tidak sempat membentuk dinding api untuk menghalau dan pastinya ada korban dari kekuatan yang Juned lepaskan.


"Apa kau tidak bisa menahan diri untuk bertarung agar tidak membahayakan orang lain Juned." Suara itu datang dari kepulan debu sisa-sisa gelombang kejut yang menghantam seseorang.

__ADS_1


Sosok lelaki yang memeluk Dannis muncul, siapa pun mengenal dirinya, termasuk untuk Juned dan Dargo, karena dia adalah Askar seorang yang memiliki hubungan dengan mereka berdua.


__ADS_2