PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
kolaborasi


__ADS_3

Fei sui sue tidak menyembunyikan apa pun kepada Askar, dimana dia sendiri menggunakan teknik meditasi gabungan jiwa bersama kekasih lelaki yang dia kumpulkan sebagai pemuas hasrat kekuatan saja.


"Kau dan aku memiliki satu kesamaan Askar." Ucap Fei sui sue sembari melirik ke wajah Askar.


"Aku tidak merasa begitu, karena kau adalah perempuan dan aku lelaki, itu tidaklah sama." Jawab Askar yang sengaja menolak ungkapan dari Fei sui sue.


"Bukan itu maksudku, kita sama menginginkan kekuatan dengan cara yang menyenangkan." Fei sui sue menujukan senyum jelas menggoda Askar.


Dia seakan memahami apa yang Askar inginkan dari semua wanita miliknya, seakan tidak lebih seperti sebuah wadah untuk menyerap energi mereka.


Karena itu yang Fei sui sue tunjukan kepada setiap lelaki untuk dia jadikan sebagai mainannya.


"Aku bertanya-tanya kepadamu Askar, apa yang kau miliki itu adalah cinta atau sekedar hasrat demi kekuatan semata." Ucapnya dengan cara sederhana.


"Sepertinya kau salah nona Fei, aku benar-benar mencintai semua wanitaku, soal peningkatan dengan teknik meditasi gabungan jiwa hanya sebuah bonus kecil yang aku terima." Secara tegas Askar membantah anggapan Fei sui sue.


Walau teknik meditasi gabungan jiwa adalah cara umum yang biasa orang lain gunakan sebagai cara instan menambah kekuatan.


Tapi jarang ada orang yang mengumumkan diri, jika mereka menggunakan cara seperti itu, sebab dalam beberapa kasus, ini sangat merugikan sebelah pihak.


Kecuali untuk mereka yang sudah saling menyetujui dengan konsekuensi dari hasil teknik meditasi gabungan jiwa.


"Nah Askar, bagaimana jika kita berkolaborasi." Ucap Fei sui sue untuk tujuannya sendiri.


"Maksudmu menggunakan teknik meditasi gabungan jiwa secara bersama-sama." Jawab Askar yang memang tahu isi pikiran wanita ini.


"Aku tahu jika kau cukup tanggap."


"Tidak perlu merasa aneh nona Fei, kau tentu menginginkan peningkatan dari energiku." Askar bisa membaca isi pikirannya.


"Itu benar, dengan lelaki berkualitas sepertimu aku seakan menemukan sebuah harta Karun yang sangat berharga, dan semua kemacetan ini bisa aku lewati." Wanita ini tidak menyembunyikan apa pun.


Askar bisa menebak jika dia sudah tidak mampu lagi menyerap energi para lelaki karena memang sudah mencapai batas.


Tapi Askar pun merasa ini bukan pilihan buruk, selama saling menguntungkan satu sama lain dan tidak merugikan, tentu Askar bisa menerimanya.

__ADS_1


"Biar aku pikirkan ini." Askar masih ragu untuk menerima tawaran Fei sui sue.


"Apa kau merasa ragu Askar, apa mungkin aku tidak sesuai seleramu, bicara soal dada, aku tidak kalah dengan Karlina." Jawab Fei sui sue sembari menujukan belahan jurang yang sangat menonjol di depan Askar.


"Hmmm kalau soal itu aku tidak masalah, dan juga aku bukan lelaki yang pilih-pilih, tapi ini soal cinta." Jawab Askar dengan hembusan nafas lemas.


Fei sui sue terkejut, ya dia benar-benar terkejut sampai lupa menutup mulutnya... "Kau bicara tentang cinta ?."


"Kenapa kau terkejut begitu, apa kau sedang menghinaku." Askar tersinggung untuk cara Fei sui sue.


"Ya aku pikir kau lelaki yang sang*ean sampai-sampai kambing saja mungkin kau ajak kawin." Asal saja Fei sui sue berkata.


"Memang kau anggap aku lelaki apaan."


"Baiklah Askar, jika kau berminat, kau tahu kemana harus pergi malam ini." Ucap Fei sui sue untuk perbincangan terakhir.


Askar beranjak pergi meninggalkan Fei sui sue di ruang istirahat sendirian, dia jelas memikirkan tawaran wanita itu dengan serius.


Tanpa perlu bertanya, Askar jelas menginginkan kekuatan secepat mungkin, karena dia sendiri dikejar batas waktu untuk melawan para musuh yang jauh lebih kuat.


*******


Di atas arena pertarungan....


Karlina dan Su yiu pun bertarung dalam kerja sama untuk saling melindungi masing-masing dari setiap musuh yang datang.


Nyatanya itu sangat efektif, karena semua lawan yang datang dengan mudahnya tersingkir, karena memang dua wanita itu sangatlah kuat.


Sebuah pohon besar yang bersinar warna ungu kehitaman, menjadi teknik khusus milik Karlina, dimana setiap lawan yang berada dalam jangkauan serbuk bunga pohon akan terkena efek samping.


Bahkan sekedar keroco-keroco, para lord alam setengah saint kebawah tidak mampu melayangkan satu pun serangan oleh kekuatan penghancur realitas milik Su yiu.


Ditambah teknik beladiri pedang yang mencapai tahap kesempurnaan itu, tidak ada lagi satu orang pun bisa melawan balik.


Hingga pertandingan berakhir, Su yiu Karlina dan delapan puluh delapan peserta yang dinyatakan telah lolos seleksi pun turun dari atas arena.

__ADS_1


Askar berjalan datang untuk menghampiri mereka berdua, tapi dengan sikapnya dua wanita cantik itu segera saja menangkap lengan Askar di kiri dan kanan.


Entah kenapa diluar pertandingan itu, antara su yiu dan Karlina menujukan persaingan hanya untuk mencari perhatian dari Askar.


"Hei, hei, hei, nona-nona bukankah sebelumnya kalian bekerja sama, tapi kenapa aku merasa kalian ingin bertarung." Ucap Askar sembari memisahkan su yiu dan Karlina yang saling menatap penuh keinginan bertarung.


"Soal pertandingan berbeda dengan persaingan untuk cinta." Jawab Karlina yang jelas membicarakan tentang posisi di samping Askar.


"Kenapa kalian bersaing, aku sendiri tidak membedakan siapa pun diantara kalian." Jawab Askar yang merasa tidak nyaman jika dua wanitanya bertarung.


Tapi ucapan Askar sendiri seakan tidak diperdulikan oleh mereka berdua, Askar membawa dua wanita ini untuk segera kembali ke penginapan dan beristirahat.


Setiap orang yang melihat tentu menelan ludah sendiri di tenggorokan, karena iri dengan posisi Askar.


"Bukankah dunia ini tidak adil, lelaki tampang kuli angkut barang bisa mendapatkan dua wanita, sedangkan aku."


"Ini bukan tentang tampang seperti kuli angkut, tapi karena tampangmu jauh lebih buruk darinya."


"Kau menghinaku huh ?, kau juga sama."


Pada akhirnya mereka pun bertarung ditengah-tengah keramaian, tidak perduli apa pun, Askar hanya sekedar lewat dan membiarkan mereka mengurus urusannya sendiri.


Secara khusus Gorongo memberikan satu ruangan kepada Askar, dan Su yiu, karena memang dia sendiri sudah tahu antara hubungan mereka berdua.


Tapi ini juga menjadi rasa iri bagi Karlina, karena dia sendiri tidak nyaman untuk membiarkan Askar bersama dengan su yiu dalam satu ruangan.


"Kak Lina, bukankah ruanganmu ada di sebelah, kenapa masih disini." Ucap Su yiu sedikit menujukan nada provokasi.


"Itu bukan urusanmu saudara yiu, bahkan jika aku ingin tidur bersama Askar kau tidak bisa mempermasalahkannya." Jawab Karlina yang terpancing.


"Jika kalian berdua ingin tidur bersamaku dalam satu ranjang aku tidak masalah." Askar pun ikut ambil bicara tentang hal ini.


"Baiklah."


"Itu ide bagus, biar kita lihat siapa yang lebih baik dalam hal ini." Karlina pun merasa yakin.

__ADS_1


Askar benar-benar tidak tahu jalan pikiran kedua wanita ini, tapi dia sendiri tidak menolaknya.


__ADS_2