PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
bingung


__ADS_3

Malam menyajikan gelapnya malam, cahaya kristal energi menyala meriah di setiap sudut kota, musik bersuara merdu terdengar lembut bersama hembusan angin membawanya.


Kebahagiaan jelas terasa bagi semua orang di alam semesta kerajaan suci, sebuah kemenangan yang mereka dapat dari peperangan untuk menjamin hidup mereka.


Festival diadakan oleh semua orang di kota kerajaan suci, termasuk memberikan sedikit sambutan bagi para pasukan yang telah berkorban nyawa demi mereka.


Tiga aliansi, dari alam semesta kerajaan bawah, klan Phoenix dari alam semesta api mulia dan alam semesta dunia hujan, meski pun perasaan sedih karena banyak korban jiwa dari masing-masing masih jelas terlihat.


Askar hadir bersama tujuh puluh satu pasukan khusus yang dia bawa dari alam semesta kerajaan beladiri, mereka masih terkendali oleh skill kematian, pengikat jiwa.


Tapi beda cerita untuk satu wanita yang berdiri di samping Askar, Fei sui sue sejak awal tidak Askar mengendalikan dirinya, walau begitu, dia benar-benar mengikuti Askar entah apa yang dia lakukan terhadap alam semesta kerajaan beladiri.


"Baiklah, untuk semua orang dibawah kekuasaan ku, ini adalah perintah." Suara Askar memberi pengaruh kepada semua orang.


"Siap tuanku." Sontak saja mereka berdiri tegak tanpa perduli makanan di mulut.


"Kalian semua akan kembali ke alam semesta kerajaan beladiri, laporkan jika kalian berhasil menyelamatkan diri dari serangan musuh, dan rahasiakan tentang identitas yang aku miliki." Tegas perintah Askar untuk semua pasukan yang tersisa.


"Kami mengerti tuan." Jawab kembali mereka dengan kompak.


"Silakan selesaikan makan kalian, dan segera pergi dari kerajaan suci." Tidak ada satu penolakan terhadap Askar.


Pengaruh pengikat jiwa sangatlah kuat, ingatan mereka segera diubah seperti yang diinginkan oleh Askar, jika pun mencoba melepaskan diri, hanya kematian itu satu-satunya pilihan.


Askar berjalan pergi, dan diikuti oleh Fei sui sue tepat di sampingnya, ditunjukan senyuman yang memang menggoda Askar tanpa perlu merasa malu.


Hanya saja ketika dia melihat bagaimana ekspresi yang di tujukan oleh Askar, Fei sui sue diam, dia seakan paham jika saat ini lelaki itu sedang memikirkan sebuah masalah.


"Askar, apa yang terjadi." Ucap Fei sui sue bertanya karena dia tidak menyukai cara dari ekspresi Askar saat ini.


"Tidak ada apa-apa." Jawabnya begitu saja.

__ADS_1


"Aku sudah cukup memahami tentangmu Askar, termasuk saat kau ada masalah." Balas Fei sui sue untuk sekedar tingkah laku dari lelaki yang dia kenal terlalu dekat.


Tapi ditanggapi oleh Askar sebuah senyum mengejek dan tawa keras hingga terasa itu seperti sebuah ejekan, Askar mengejek dirinya sendiri.... "Aku terkejut kau bisa tahu, padahal aku sendiri tidak pernah tahu tentang diriku ini."


"Jangan anggap aku tidak pernah memperhatikanmu, Askar." Balas Fei sui sue dengan kesal.


"Aku penasaran apa yang kau perhatikan itu." Kini Askar berbalik bertanya, hanya saja cara dia berkata-kata kepada Fei sui sue terdengar menggodanya.


"Semuanya, entah itu yang ada di luar atau di dalam dirimu."


"Aku merasa jika perkataan mu itu cukup por*no." Asal saja Askar mengartikan jawaban Fei sui sue.


"Memang kemana isi pikiranmu itu."


Dengan kesal dimana Fei sudah sangat serius memberi perhatian khusus kepada Askar, tapi pada akhirnya dia tidak menanggapi ucapan Fei seperti yang di harapkan.


Tapi memang benar, Askar tidak pernah tahu tentang dirinya sendiri, di masa lalu ingatan dewa pemangsa menjadikan dirinya sebagai Asyura.


Dan di masa depan nanti, dia akan menjadi Davendra, sosok yang dia ketahui adalah dirinya sendiri, mencoba mendapatkan sebuah tujuan dan memperbaiki kesalahannya.


Semakin Askar memikirkan tentang dirinya, semakin dia tersesat untuk menentukan siapa dia sebenernya, entah Asyura, Askar, atau Davendra.


Beranjak pergi, Askar tidak sengaja bertemu dengan Sam, dia ada disini sebagai pemberi bantuan kepada alam semesta kerajaan suci, dan menikmati festival di malam ini.


"Askar, apa yang sedang kau lakukan." Bertanya Sam untuk sebuah percakapan yang telah lama tidak dia dapat di dalam cerita.


"Geeh...." Tapi beda ekspresi Askar untuk di tunjukan kepada Sam.


Meski ada banyak hal terjadi sehingga dia harus bertemu dengan Sam sebagai sosok Ayah, tidak.... Mantan ayah, karena meski jiwa Sam dan Samoel adalah satu, tapi bagi Askar mereka adalah dua orang yang berbeda.


Askar sebenarnya merasa enggan untuk mengakui bahwa Sam adalah ayahnya, tapi untuk menjawab apa yang di katakan oleh lelaki itu, Askar tidak keberatan.

__ADS_1


"Apa-apaan kau itu, apa kau tidak senang melihat ayahmu datang kemari." Sam merasa tersinggung ketika melihat raut wajah Askar.


"Kenapa aku harus senang kepada orang yang datang hanya menjadi pemberi semangat di saat semuanya sedang bertarung." Askar tentu sedikit memperhatikan apa yang dilakukan Sam dalam medan perang sebelumnya.


"Hei ... Peperangan tidak akan seru tanpa suporter." Sam coba membela diri.


"Memang kau pikir ini acara sepak bola." Balas Askar yang merasa kesal.


Karena tidak ada untungnya dia menanggapi perkataan Sam, Askar segera saja pergi dan meninggalkan dia untuk menikmati malam festival bersama semua orang.


Masih tetap bersama Fei sui sue, kini sosok lain pun datang untuk menghadang langkah Askar pergi, seorang lelaki yang hanya menggunakan ****** ***** dan bertingkah sombong dihadapan Askar.


"Ke'su kau menghalangi jalanku." Berkata Askar yang tidak nyaman melihat tubuh lelaki jarang mandi hanya berjarak satu langkah dihadapannya.


"Kenapa kau bertingkah aneh setelah peperangan ini Askar." Ucap Ke'su yang tidak membiarkan Askar lewat.


"Aneh ?, Aku tidak aneh, kau coba pikir, melihat seorang lelaki yang bertelan*jang dada dan hanya menggunakan ****** ***** saja, apa itu tidak aneh." Askar jelas membicarakan Ke'su.


"Tentu saja tidak, karena ini adalah fasion." Ke'su pun menyadari itu.


"Yang kau anggap fasion bagiku terlihat aneh." Askar tidak perduli dan menyingkirkan Ke'su dari jalannya.


Semakin Askar pergi, cukup banyak orang-orang menyapa dirinya penuh senyuman, tapi Askar merasa tidak nyaman, karena saat ini dirinya sedang bingung.


Memikirkan masa depan dimana dia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, sehingga dia berubah menjadi Davendra dan mulai mengambil jalan yang tidak diinginkan.


Dan saat ini tujuan Askar adalah kepada seseorang yang tengah duduk santai bersama long Wei, dia adalah Loe teu yiu, walau sekarang tidaklah terlihat antara sang penguasa pedang, dan sang penguasa naga saling beradu serangan.


Askar tidak ragu sedikitpun untuk mengganggu waktu mereka berdua, karena dia memiliki tujuan sendiri kepada Loe teu yiu.


"Kakek, aku ingin membicarakan tentang Davendra." Ucapnya Askar begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2