PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
sedih


__ADS_3

Alam semesta kerajaan beladiri, kota kerajaan beladiri.


Di dalam istana kerajaan, suara langkah kaki seorang prajurit berjalan cepat dan tergesa-gesa, dia melangkah karena membawa tanggung jawab besar dari informasi yang diterima olehnya.


"Alam semesta kerajaan beladiri telah dikalahkan..... Alam semesta kerajaan beladiri dikalahkan ... Dan tuan Varjo telah tiada." Suara teriakan itu menggema saat memasuki gerbang utama.


Semakin dalam memasuki ruangan di istana kerajaan dan wajah pucat penuh ketakutan, meneriakkan setiap kalimat yang jelas menjadi kejutan bagi semua orang.


"Alam semesta kerajaan beladiri telah dikalahkan..... Alam semesta kerajaan beladiri dikalahkan ... Dan tuan Varjo telah tiada." Sekali lagi teriakan prajurit itu terus berlanjut hingga mengitari seluruh ruangan di istana kerajaan beladiri.


Padahal luas istana sendiri untuk sekedar berlari mengelilingi dari atas hingga bawah bisa memakan setengah hari, dan ini baru seperempat jalan ketika seorang lelaki menghentikan langkahnya.


"Apa yang kau katakan, itu bohong kan." Ucap Jariko dengan mengguncang tubuh sang pembawa berita.


"Tuan ini adalah kabar yang di kirimkan langsung oleh alam semesta kerajaan suci, dan memang kami diberikan gambaran tentang puing-puing bahtera kerajaan beladiri." Ucap pembawa berita dengan kepala pusing.


Jariko mengambil bola kristal yang menunjukan sisa puing-puing dari bahtera angkasa dari kerajaan beladiri, termasuk bahtera khusus milik Suzong.


"Bagaimana mungkin." Jariko benar-benar serius memperhatikan.


"Tuan kenapa anda terlihat begitu senang." Balas pembawa berita merasa aneh.


"Ekhemmm, aku ini sedang sedih, kau tahu." Dibalas Jariko dengan keras berteriak ke telinganya.


"Baiklah, tuan, aku akan lanjut kembali untuk memberitahu semua orang." Berkata dia yang ingin segera pergi.


"Ya... Lakukan tugasmu dengan baik, jangan sampai ada satu kata pun terlewat." Balas jariko yang memberi sedikit upah agar dia lebih bersemangat.


"Ahhhh.... Baik tuan." Merasa dihargai dia pun melangkah pergi sembari mengabari semua orang penuh perasaan senang.


Jariko jelas menunjukkan sebuah senyum penuh arti untuk kekalahan yang diterima oleh Alam semesta kerajaan beladiri dan Varjo ayahnya.

__ADS_1


Karena kursi singgasana sebagai penguasa alam semesta kerajaan beladiri akan jatuh kepadanya secara otomatis, sebagai anak tertua dari Varjo de hores.


Tapi bukan berarti kekuasan ini tidak bisa di gulingkan oleh orang lain, dimana peraturan jelas bahwa siapa pun yang terkuat saja mampu menjadi pemimpin.


Untuk itu jika ada orang yang mengalahkan Jariko, dia akan menggantikan posisi sebagai penguasa alam semesta kerajaan beladiri.


Kembali prajurit itu berlari dengan senyum sumringah karena ada sedikit penghargaan atas kerja keras yang dia lakukan, dan tidak sia-sia untuk berlari seharian sambil berteriak-teriak tidak jelas.


"Alam semesta kerajaan beladiri telah dikalahkan..... Alam semesta kerajaan beladiri dikalahkan ... Dan tuan Varjo telah tiada."


Kini seorang wanita keluar dari kamar setelah mendengar teriakan itu lewat di samping ruangan istirahatnya.


Resya merasa terkejut untuk hal ini, dimana perasaannya rumit, campur aduk, antara senang atau sedih, karena di satu sisi dia kehilangan seorang ayah, walau Varjo tidak pernah bertindak seperti ayah bagi Resya dan Resra.


"Jika semua telah di kalahkan maka...." Resya melihat ke tangannya, tapi ekspresi itu tidak kosong.


Simbol yang menghubungkan antara dirinya dan Askar dalam ikatan jiwa tidaklah pudar, karenanya, rumit dia mengekspresikan kenyataan bahwa Askar masih hidup.


Tapi itu tidak di perduli kan oleh Resya, karena dia sudah memiliki tujuan lain, yaitu pergi dari alam semesta kerajaan beladiri dan melepas semua ikatan tentang Askar.


Dan tentunya, tidak lupa untuk mengambil setiap hal yang ditinggalkan Varjo di kerajaan beladiri, walau pun saat membuka ruang penyimpanan harta kerajaan, hampir semuanya telah gunakan.


Ya tidak ada yang menyadari bawah Varjo telah menggunakan kekayaan alam semesta kerajaan beladiri untuk membeli pedang dewa pemangsa kematian KW 32.


*******


Padepokan beladiri pedang semesta...


Kabar tentang kekalahan Varjo de hores dan alam semesta kerajaan beladiri sudah tersebar ke segala penjuru.


Dan disinilah sosok guru besar padepokan beladiri pedang semesta tertawa namun menetes air mata di pipinya yang sudah keriput.

__ADS_1


Gorongo merasa senang untuk kekalahan dari Varjo de hores, tapi di sisi lain pula, dia telah kehilangan seorang rival yang sudah menemani pertarungannya selama ribuan tahun.


Jauh dari itu, di tempat ini mereka bertiga hadir bukan siapa-siapa, tapi perjalanan hidup Loe teu yiu, Gorongo dan Varjo de hores menjadikan mereka memilih tujuan masing-masing.


"Kawanku.... Kau telah menemukan akhir yang memang buruk, tapi semua itu harus kau hadapi demi membayar perbuatan dari dosa-dosamu." Gumam Gorongo sendirian.


Sosok Varjo untuknya adalah seorang teman dan juga musuh, meski persaingan terlihat jelas dan Gorongo tidak pernah benar-benar mengalahkan Varjo, tapi kebersamaan mereka di padepokan beladiri pedang semesta adalah nyata.


Tidak perduli seberapa banyak pertarungan yang terjadi pada akhirnya Gorongo merasa kehilangan atas kematian Varjo de hores.


*******


Alam semesta keabadian, istana abadi surgawi.


Suzong kembali duduk di atas singgasana emas sebagai pemilik kekuasaan mutlak yang memimpin pasukan dari salah satu kekuatan terbesar di alam semesta kasta atas.


"Tuanku, selamat datang kembali." Setiap pasukan yang ada segera membungkuk patuh kepada Suzong.


Tersirat sebuah senyum yang melengkung di wajah muda lelaki berusia ratusan ribu tahun itu, segala kejadian di beberapa hari ini jelas membuatnya menemukan sesuatu yang benar-benar berpengaruh besar.


"Apa yang terjadi tuan ?, Aku melihat anda begitu bahagia, walau peperangan kali ini anda di kalahkan." Bertanya satu tangan kanan dengan cukup senang melihat mood dari tuannya.


"Ini bukan tentang kalah atau menang, tapi kini aku sadar, bahwa ada kekuatan besar yang akan mengguncang jagat raya." Ucap Suzong untuk alasan lain.


Ya bagi Suzong kehilangan tiga juta pasukan yang berada dalam peperangan bersama alam semesta kerajaan beladiri tidaklah sebuah kerugian.


Karena semua itu hanya sebagian kecil dari jumlah pasukan alam semesta keabadian yang dimiliki.


"Apa maksudnya, itu adalah bencana yang akan terjadi dalam 14 tahun di masa depan." Ucap tangan kanannya dengan tertuju kepada masalah yang sedang di pikiran oleh Suzong.


"Entahlah, tapi kembalinya dewa Asyura kini memperjelas bahwa orang yang diramalkan oleh leluhur itu adalah dirinya." Begitu jawaban dari Suzong.

__ADS_1


Tentu karena hal ini lah Suzong mencoba bersikap baik untuk menjelaskan kejadian tentang masa lalu kepadanya, termasuk tindakan Davendra yang masih belum di ketahui oleh Asyura itu sendiri.


Meski tidak menghapus semua dosa-dosa yang sudah dilakukan oleh para penguasa saat itu, tapi karena membawa Davendra sebagai orang yang bertanggung jawab, beban untuk dia tanggung sedikit berkurang.


__ADS_2