PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
Jawaban


__ADS_3

"Tidak." Tegas jawaban Askar.


Tanpa perlu mengatakan alasan apa pun Askar tidak berminat untuk bergabung dalam kerajaan Sam.


"Askar apa kau tidak ingin mendengar keuntungannya." Berkata Sam mencoba menggoyahkan pendirian Askar.


"Tidak."


"Kau akan mendapatkan perlindungan dari para wali untuk menghadapi semua musuhmu." Sam tidak lepas begitu saja.


"Tidak."


"Sumber daya kristal energi dalam jumlah besar yang mampu memaksimalkan potensi peningkatanmu." Rayu Sam dengan segala macam cara.


"Tidak."


"Kesempatan dimana kau bisa bepergian ke segala alam semesta tanpa khawatir akan di tolak."


"Tidak."


"Kekayaan yang tidak akan habis tujuh puluh turunan." Sam benar-benar bersikeras untuk ini.


"Tidak."


"Gadis-gadis cantik, molek, semok, demplon, bahenol, montok, gitar spanyol, gitar Meksiko, gitar bass, gitar melodi, bahkan seperti tabuhan bedug pun akan menemanimu." Hal lain pun dia katakan.


"Eeee... Tidak."


Dirasakan oleh Sina jika jawaban dari Askar terdengar kurang menyenangkan...."Aku merasa kau sedikit ragu tadi Askar."


"Itu tidak benar, mungkin hanya perasaanmu saja Sina." Balas Askar dengan tawa sedikit dipaksakan.


"Aku harap juga begitu." Semakin Sina mewaspadai Askar yang mungkin akan tergiur akan kecantikan.


Tapi dilihat Askar, wajah Sam menjadi lemas, karena tidak ada hal lain yang bisa membuatnya tertarik, bahkan jika dengan wanita pun tidak berhasil, maka tidak ada harapan.


Virnda merasa sayang atas penolakan Askar, dia jelas mengetahui seberapa besar potensi lelaki ini di masa depan.


Di usia yang kurang dari seratus tahun, dan mendapat kekuatan setingkat lord alam kaisar tahap akhir, bahkan menyamai kekuatan lord alam setengah saint.


Tentu dia tidak bisa membayangkan apa yang akan Askar capai untuk seratus tahun di masa depan, jangankan mencapai tingkat lord keabadian tertinggi, bahkan mungkin dewa sejati.

__ADS_1


"Askar, aku tahu tujuanmu adalah alam semesta atas yang lain, tapi apa kau pikir semudah itu datang ke wilayah kekuasaan lord lain." Virnda angkat bicara kepada Askar.


"Apa maksud anda nona Virnda."


"Dengan kekuatan yang kau miliki, tanpa identitas, tanpa tahu asal usulmu, kau hanya dianggap sebagai ancaman bagi mereka, dan pada akhirnya itu akan berbahaya." Virnda jelas memiliki siasat.


"Benarkah begitu ?."


Selintas senyuman dibalik cadar Virnda melengkung jelas, Askar pun memang khawatir jika tujuannya ke alam semesta atas akan menjadi hal yang sulit.


"Tentu saja, tapi jika kau memiliki identitas sebagai salah satu bagian dari alam semesta kerajaan bawah, tidak ada yang perlu kau khawatirkan."


"Aku tidak tahu itu." Bahkan Sam ikut terkejut karena penjelasan Virnda.


Tapi keras Virnda menginjak kaki Sam, sembari mengirimkan telepati..."Kau diam saja bocah."


Dalam puluhan tahun setelah dirinya Asyura di renkarnasi jelas ada banyak hal berubah, dan Askar tidak memiliki ingatan tentang alam semesta atas yang lain.


Terlebih lagi Askar harus menahan diri dan bermain aman untuk menghindari setiap masalah yang mungkin berakibat membahayakan bagi dunianya.


Sedikit Askar berpikir tentang setiap hal yang Virnda jelaskan, memang benar, akan berbahaya jika alam semesta atas mencoba mencari tahu tentang asal usulnya.


Tapi berbeda ceritanya jika identitas Askar adalah alam semesta kerajaan bawah, maka tidak jadi masalah andaikata musuh-musuh itu datang untuk menuntut balas.


"Askar ini bukan tentang kau harus duduk bosan diatas singasana, dan berlagak sombong menjadi seorang penguasa." Kata Virnda yang mulai menjelaskan.


"Ya aku sudah pernah melakukan itu." Mengangguk Askar memahami maksud dari perkataan wanita ini.


"Lihat keuntungannya Askar, jika kau menjadi bagian dari kerajaan alam semesta bawah ini."


Jelas Askar sudah mempertimbangkannya, karena di satu sisi dia mendapat keamanan atas setiap hal yang terjadi nanti, hanya saja, mereka tentu tidak semurah itu membiarkan Askar mendapatkan keuntungan.


Karena terlintas maksud tersembunyi saat Askar memahami setiap hal yang di katakan oleh Virnda.


"Jawabanku, adalah setelah mendengar alasan kalian, kenapa aku harus menjadi bagian kerajaan ini, sedangkan kau harus tahu aku tidak ingin terikat oleh apa pun." Berkata Askar yang masih belum menyetujui apa pun .


"Itu sederhana saja Askar, bawa alam semesta kerajaan bawah ini ke kasta tertinggi." Ucap alasan itu.


"Apa maksudmu dengan hal itu." Bertanya Askar sembari mengambil cangkir.


"Akan ada waktu dimana kami membutuhkan kekuatanmu, dan sampai saat itu tiba, terserah kau akan pergi kemana pun, tapi jika waktunya datang, kau harus siap menghadapi seluruh alam semesta dalam ujian kasta jagat raya."

__ADS_1


Sontak saja Askar terkejut dan menyemburkan air yang sudah masuk kedalam mulutnya ke arah sam, tapi jelas ada lapisan pelindung menghadang.


"Untung saja aku sudah mempersiapkan diri." Ucap Sam dengan tersenyum sombong.


Bagaimana mungkin Askar tidak terkejut, melawan seluruh alam semesta, itu artinya alam semesta kerajaan samudera bintang, dan alam semesta keabadian juga termasuk.


"Apa kau bercanda." Balas Askar dengan suara keras.


"Sayangnya aku tidak sedang bercanda." Tapi tetap tenang Virnda menanggapinya.


"Aku menolaknya." Kembali Askar menjawab tanpa ragu.


"Askar ujian kasta jagat raya akan berlangsung sepuluh tahun lagi, kau masih memiliki waktu untuk meningkatkan kekuatanmu."


Kini Askar mengerti kenapa Virnda ingin memanfaatkan potensi yang ada didalam dirinya, tapi dalam sebuah negosiasi untuk berbagi keuntungan.


Memang benar ini bukan hal buruk, dimana Askar akan merasa aman dalam perlindungan alam semesta kerajaan bawah, dan Virnda sadar jika Askar tentu mampu membawa alam semesta kerajaan bawah ke tingkat yang lebih tinggi.


"Sepuluh tahun kah." Gumam Askar memikirkan semua hal.


"Apa yang kau ragukan lagi Askar." Bertanya Virnda yang jelas-jelas sudah mendapat perhatian Askar.


Sedangkan Sam hanya duduk diam tanpa berkomentar apa pun karena kakinya masih di injak untuk tidak berbicara tentang hal yang tidak perlu.


"Memang benar dalam sepuluh tahun segala hal bisa saja terjadi." Gumam Askar sendiri.


"Kami akan melakukan yang terbaik agar kekuatanmu meningkat semaksimal mungkin." Balas Virnda.


"Ya aku pun membutuhkan kekuatan, karena masa depan nanti ada tugas yang harus aku selesaikan." Askar sudah memikirkan matang-matang.


Dan ini bukan hal buruk, karena jelas kekhawatiran Askar mengenai kekuatan yang harus dia dapat untuk melawan kaisar akhir jaman tidaklah mudah.


"Apa kerajaan ini memiliki bahtera angkasa." Bertanya Askar.


"Ya kami memang memilikinya." Virnda pun mengangguk, karena jelas bahtera angkasa sangat diperlukan untuk urusan bisnis ke wilayah lain.


"Baguslah, karena aku ingin menggunakannya untuk pergi ke alam semesta lain dalam beberapa tahun ini." Berkata Askar akan tujuannya.


"Tunggu, tunggu, tunggu, jadi bagaimana dengan jawabanmu Askar." Potong Sam yang menantikan jawaban itu.


"Aku akan menerimanya."

__ADS_1


__ADS_2