PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
baru saja diomongin


__ADS_3

Entah karma apa yang Askar dapat atas perbuatannya kepada Davendra, dia tidak merasa pernah mengatakan sesuatu hal menyinggung nama baik dewa penciptaan.


Karena sekarang Askar berada dalam posisi marah dan juga tidak tahu kenapa harus marah, sebab segala hal yang terjadi dalam perjalanan menuju sarang Phoenix tidaklah mudah.


Bahkan tidak bisa Askar ingat bahaya yang mengancam nyawa, dan beberapa kali dia hampir bertemu malaikat maut, ketika monster-monster tingkat tinggi menyerang dengan ganas.


Walau memang Askar sendiri mendapatkan banyak keuntungan besar, dan itu cukuplah sepadan dengan semua perjuangan yang dilakukan dalam perjalanan menuju sarang Phoenix.


Tapi tetap saja, saat dia tahu arah jalan rahasia dari sarang Phoenix menuju ke sebuah tempat di belakang pondok kayu milik Davendra.


Rasa kesal mengingat semua kejadian itu, membuat Askar terkena sakit kepala, karena satu saja kesalahan datang maka nyawa Askar serta Sina dan rea adalah taruhannya.


Lupakan soal Ke'su, dia bisa menjaga diri sendiri, jika pun harus mendapatkan masalah dan tewas di tempat, Askar tidak mau ikut campur, karena itu urusan dia dengan penulis.


Tapi saat membuka pintu, terlihat jika semua orang berada dalam satu tempat, Rea, Sina dan Su yiu sedang mengobrol di kursi.


Omen menikmati sarapan pagi yang di gabung dengan siang dan sedikit porsi untuk malam hari, ditambah melihat Ke'su berbaring lemas diatas lantai dan Askar tidak perduli.


Sedangkan sosok Davendra barulah keluar dari dapur dengan segelas minuman hangat yang ada di dalam cangkir.


"Askar, jadi kau baru kembali." Ucap Davendra tanpa dosa.


Askar Bingung dia benar-benar bingung melihat wajah santai dari Davendra saat mengarahkan pandangan mata kepada dirinya.


Tapi ada yang membuat Askar lebih bingung, di mana kehadiran sina, dan Asy secara santai duduk dalam suasana bahagia dengan santai.


"Tunggu, kenapa Sina dan Asy ada di sini, bukankah." Ucap Askar dengan berusaha tetap tenang.


"Oh soal itu, aku mengajak mereka berdua untuk kembali, karena di sarang Phoenix terlalu berbahaya tanpa penjagaan dari ke'su." Jawab Davendra seakan itu bukan hal yang aneh.

__ADS_1


Memang benar jika kekuatan dewa mampu melintasi bermacam alam semesta dalam hitungan hari, ratusan kali jauh lebih cepat daripada kemampuan bahtera angkasa dengan mesin terbaik di saat ini.


"Bagaimana mungkin kalian kembali dengan cepat ?, jarak antara tempat ini dan sarang Phoenix, itu bahkan membutuhkan 30 hari, dan aku masuk kedalam sarang Phoenix tidak lebih satu Minggu."


"Ah soal itu Askar, sebenarnya lokasi sarang Phoenix, hanya beberapa kilometer dibelakang bukit tempat ini." Ucap Sina yang mencoba menjelaskan dengan sederhana.


Tapi tanggapan Askar jelas berbeda dari anggapan Sina, dimana keras bunyi gertakan gigi, kepalan tangan dan tulang leher karena kurang peregangan.


Membuat Sina tahu jika Askar dalam kondisi emosi, Askar pun bisa memahami perasaan suaminya ini, tapi apa yang bisa mereka perbuat, karena dia adalah Davendra, sang dewa penciptaan.


"Askar bersabarlah sedikit ini bukan masalah besar kan ?." Sedikit Sina berkata untuk menahan emosi Askar.


"Iya, tentu saja ... Aku akan bersabar, sangat sabar." Berkata Askar nada terpaksa.


"Tapi aku tidak merasa jika senyumanmu itu benar-benar tulus." Balas sina ketika mengarahkan pandangan kepada Askar.


Sina tidak nyaman melihat otot wajah Askar yang sudah tegang dan tersenyum dengan lengkungan bibir mengerikan, bahkan sedikit dia rasa sebuah aura membunuh pun keluar.


"Tidak perlu kau pikirkan." Begitu Davendra katakan.


Askar tidak bisa menjawab apa pun, selain menerima kondisi dimana dia sangat membutuhkan Davendra untuk bermacam alasan yang jauh lebih penting dari pada membalas dendam.


Benar-benar Askar berpikir untuk saat ini, dia mengambil sebuah buku berjudul 'mengatasi masalah tanpa masalah' lima ratus halaman dan dia telan utuh-utuh demi melancarkan peredaran emosi, untuk menghadapi Davendra yang nyatanya adalah dirinya sendiri sebagai penyebab segala masalah dalam hidup Askar.


"Tunggu, tunggu, aku sudah mempersiapkannya." Saat itu juga Davendra membuka penyimpanan khusus dan menyerahkan sebuah buku.


"Mengatasi masalah tanpa masalah, memang kau sedang mengalami masalah apa Askar." Dibaca oleh Sina dari judul buku yang Davendra berikan, dan bertanya tentang alasannya.


Lemas Askar menepuk jidatnya dengan isi pikiran pusing atas Davendra, dimana dia benar-benar tahu apa yang Askar pikirkan saat ini.

__ADS_1


"Silakan telan saja, apa perlu aku ambilkan air putih." Ucap Davendra memang pada akhirnya tahu segala hal tentang Askar.


"Daripada aku telan, lebih baik aku lempar kepadamu." Tanpa ragu sedikit pun, Askar melemparkan buku setebal lima ratus halaman kepada Davendra.


"Terimakasih atas perhatiannya." Tegas Askar menjawab dan segera ambil posisi untuk duduk.


Melihat sekitar Askar merasa ada yang kurang, karena satu sosok tidak tampak di mana pun.


"Ngomong-ngomong kemana pak tua Loe Teu Yiu, aku tidak merasakan kehadirannya dimana pun." Ucap Askar saat mencari.


"Dia bilang kepada kami sedang ada urusan penting, dan pergi selama dua Minggu terakhir." Ucap Rea yang tidak tahu alasan kepergian dari Loe Teu Yiu.


"Ya sebagai lord alam semesta pedang tanpa tanding, tentu dia memiliki hal yang harus di lakukan." Askar berusaha paham walau tidak banyak hal untuk dia tanyakan.


"Tidak Askar, biar pun kakek seorang lord alam semesta pedang tanpa tanding, dia hampir tidak pernah perduli akan urusan alam semesta lain." Ucap Su yiu yang tahu tentang segala tindakan dari kakek Loe Teu Yiu.


"Lantas apa yang sebenarnya dia lakukan di alam semesta pedang tanpa tanding." Askar penasaran atas tugas pak tua itu.


"Bercocok tanam, menjahit, atau pun mencari kegiatan untuk mengisi waktu luang." Itu yang Loe Teu Yiu kerjakan, bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan alam semesta wilayah kekuatannya.


"Aku baru tahu jika lord alam semesta, bisa sesantai itu." Askar dengan wajah bingung.


Beberapa saat kemudian, pintu pondok pun terbuka, dimana satu sosok yang sudah cukup lama tidak terlihat akhirnya kembali.


Dia Loe Teu Yiu, yang bagi Su Yiu sudah dua Minggu pergi ke alam semesta kerajaan beladiri untuk urusannya sendiri.


"Baru saja di omongin tentang anda pak tua, eh langsung pulang aja." Ucap Davendra yang cukup santai menyambut kedatangan sang penguasa pedang.


Tapi Askar tidak memahami tentang tindakan kakek Loe Teu Yiu yang baru saja datang, namun segera menatap Askar tajam seakan dia adalah tujuan utama pak tua satu ini.

__ADS_1


"Askar, Su yiu, cepat kita pergi ke alam semesta kerajaan beladiri, ada yang harus kau lakukan." Ucap Loe Teu Yiu secara tiba-tiba tanpa duduk terlebih dahulu.


__ADS_2