PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
mengendalikan jiwa


__ADS_3

Askar tidak begitu saja membunuh satu iblis yang hampir menghancurkan dunia asalnya ini, karena rencana dimasa depan nanti akan jauh lebih sulit tanpa informasi apa pun.


'Re salin semua ingatan Suras, segala informasi tentang alam semesta dunia gelap, tentang lord iblis Radulu Dooma, dan apa yang dia dapatkan di kerajaan beladiri ini.' perintah Askar.


'Baik tuanku.'


Pemrosesan semua informasi kedalam pikirkan Askar berlangsung sangat cepat, ini semua adalah keuntungan yang di dapat setelah menyerap energi kaisar akhir zaman.


'Penyalinan ingatan telah selesai.'


'Bagus.'


Tapi tidak hanya itu yang Askar inginkan, karena suras man sendiri masih memiliki banyak kegunaan daripada mengakhiri hidupnya.


Kekuatan dewa kematian menjalar masuk kedalam tubuh suras, setelah Askar yang dengan sengaja menyalin paksa segala informasi yang dia miliki tentang para iblis di alam semesta dunia gelap.


Di tambah lagi Askar pun menggunakan kemampuan pengendalian jiwa kepada Suras man. Ini menjadikan Suras berada di pihaknya, tanpa bisa membantah perkataan dari Askar, dia tidak akan menyadari jika dirinya sedang di kendalikan.


Askar mengirimkan setiap sugesti yang bertujuan untuk terus memantau pergerakan dari lord iblis Radulu Dooma.


Saat Suras man mendapatkan kembali kesadarannya, sosok Askar masih berdiri dengan menujukan senyum mengejek.


"Askar apa yang sudah kau lakukan kepadaku." Bingung Suras saat dia melihat Askar tersenyum kepadanya.


"Tidak ada, jadi kau bisa pergi dari hadapanku, dan lakukan pekerjaanmu seperti biasa." Jawab Askar dengan santai.


Walau sebenarnya dia ingin sekali membalas perbuatan Askar yang menekan dirinya dalam kuncian energi.


Tapi entah apa yang Suras man rasakan setelah mendengar ucapan Askar, dirinya pun menurut saja untuk pergi, dan meninggalkan Askar tanpa ragu.


Karlina dan Su yiu yang melihat Askar membiarkan iblis bernama Suras man itu pergi, tentu merasa aneh, karena jelas adanya permusuhan diantara ras manusia dan para iblis.


"Askar kenapa kau membiarkan makhluk itu pergi." Ucap Karlina yang tidak tahu isi pikiran Askar.


"Itu benar Askar, kakek Loe mengatakan jika melihat iblis bunuh saja dia." Ditegaskan ulang kepada Askar atas tindakannya.


"Tidak apa, aku memang sengaja melepaskannya, karena dia akan berguna di masa depan nanti." Askar menjawab dengan apa yang dia rencanakan.


"Memang apa yang kau lakukan." Su yiu penasaran.

__ADS_1


"Hanya sedikit hal untuk mengubah semua ingatan yang dia miliki."


"Hmmm aku tidak tahu jika kau memiliki kemampuan seperti itu." Balas Su yiu merasa terkejut dengan kekuatan yang Askar miliki.


"Ya begitulah." Padahal kekuatan pengendalian jiwa yang Askar lakukan adalah milik dewa kematian di tingkat selanjutnya.


Walau sekarang Askar hanya bisa menggunakan kekuatan pengendalian jiwa untuk beberapa subjek saja, dan akan lebih banyak ketika Askar semakin berkembang.


Tapi ada yang aneh dari cara Karlina melihat Askar, sedikit hal membuatnya tidak nyaman dan Askar tahu apa yang sedang wanita ini pikirkan.


"Lina apa kau menganggap aku menggunakan kekuatan ini untuk membuatmu menyukaiku." Askar berkata dengan menebak isi pikiran Karlina.


"Ya Kurang lebih, karena jika di pikirkan lagi, bagaimana bisa aku menyukai lelaki yang suka bermain wanita seperti mu." Jawabnya untuk sebuah keragu-raguan.


"Hmmm aku tidak pernah bermain-main, karena aku selalu serius untuk semua wanitaku." Tapi balasan Askar menujukan tatapan serius.


Dari cara Askar menjawab tentu saja Karlina bisa menyadari jika perkataannya memang bukan sebuah dusta, sebab sejak awal Askar bisa saja mencari keuntungan tanpa perlu menyembuhkan Lelia.


*******


Suras man kembali ke penginapan yang dia sewa selama di alam semesta kerajaan beladiri, dimana satu bawahannya sudah duduk santai di atas kursi.


"Tuan Suras, kau sudah kembali." Ucapnya dengan berdiri dan membungkuk hormat.


"Tentu saja tuan, aku tidak akan menunda tugas yang diberikan dari lord iblis." Cukup sombong sayumo membanggakan diri.


"Kerja bagus."


Tidak ada yang salah dari sikap Suras, tapi sayumo merasa penasaran atas tindakan atasannya ini secara tiba-tiba pergi untuk sebuah alasan tidak jelas.


"Tuan Suras, apa yang anda lakukan sebelumnya." Bertanya sayumo.


"Aku pergi mengejar seseorang."


"Siapa itu."


"Dia.... Dia ... Memang siapa yang aku kejar tadi."


"Kenapa anda bertanya kepadaku, bukankah Anda yang tiba-tiba saja pergi."

__ADS_1


"Ini aneh, aku tidak bisa mengingat untuk apa aku pergi sebelumnya."


"Apa mungkin anda salah makan tadi." Asal saja Sayumo menjawab atas spekulasi yang dia miliki.


Di dalam isi pikiran Suras man sendiri, terdapat sebuah kekuatan yang menyelimuti seluruh otaknya, dimana kepingan demi kepingan memori di bentuk ulang.


Setiap kali Suras mencoba menjelaskan kejadian yang baru saja dia alami, kini berganti dengan ingatan lain.


"Ah aku ingat, sebelumnya aku mengejar seekor kucing yang membuatku tertarik." Berkata Suras untuk ingatan baru yang tertanam.


"Aku baru tahu jika tuan Suras menyukai seekor kucing." Bagaimana cara sayumo melihat dia menganggap bahwa ada kelainan yang dimiliki oleh Suras man.


"Tidak bukan itu...." Berusaha Suras membantah ucapan Sayumo... "Ya dia memiliki bulu yang halus dan ingin aku membawanya pulang."


Tidak perduli Suras man menolak atas ingatan itu, tapi apa yang terjadi seperti dia alami secara nyata, dan juga membuat cara pandangnya terhadap makhluk lain bisa saja berubah.


"Baiklah, baiklah aku mengerti tuan Suras aku tidak akan bertanya apa pun lagi, itu tentang selera anda." Sayumo merasa aneh untuk mendengar penjelasan dari Suras.


"Tolong jangan anggap aku sebagai iblis aneh."


"Tenang saja tuan, aku cukup ahli dalam menjaga rahasia."


*******


Di sisi lain...


Askar kini sudah kembali dengan semua barang-barang yang kedua wanitanya beli dari bermacam toko di kota kerajaan.


Askar tidak perduli dengan besar pengeluaran yang dia berikan kepada dua wanitanya, sebab cukup penasaran rupa Su yiu dan Karlina saat menggunakan pakaian-pakaian minim.


Walau pun saat di ranjang, Askar lebih suka untuk mereka berdua tidak menggunakan pakaian.


"Askar kita disini bukan untuk bertamasya, tapi kenapa kau sampai membeli banyak barang seperti ini." Berkata Gorongo dengan kesal.


"Paling tidak ini bisa membuat mereka sedikit santai, karena di dalam turnamen mereka harus bertarung dengan tanggung jawab besar." Askar mencoba menjelaskan.


"Baiklah, baiklah, aku mengerti." Gorongo tidak bisa membantah perkataan Askar untuk saat ini.


Walau sebenarnya Gorongo tidak tertarik sedikit pun dengan turnamen yang di selenggarakan oleh saingannya, Varjo de hores.

__ADS_1


Tapi karena Askar menjadi satu-satunya orang yang di andalkan oleh tuan penguasa pedang, Loe Teu Yiu untuk membuat segala rencana dari Varjo rusak.


Dan pada akhirnya Gorongo mempercayakan semua hal kepada Askar, dimana sampai sekarang banyak keajaiban dia lakukan untuk mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi nyata.


__ADS_2