PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
menambah lagi


__ADS_3

Askar bukannya menahan diri, tapi jelas kekuatan Virnda jelas terlalu tinggi untuk menjadi lawan, sosok lord alam setengah saint tahap akhir, memang bukan sembarangan.


Satu ayunan pedang besar hampir seratus ton dengan kekuatan Askar yang setara seorang lord alam monarch, tahap akhir pula, masih belum cukup untuk sekedar mendorong mundur Virnda.


Bahkan ibu dari putri Nanda ini, masihlah menyembunyikan kekuatan sejati seorang lord setengah saint, walau begitu sudah lima pedang Askar hancur oleh pukulan tangan kosong .


"Putri Nanda, apa nona Virnda tidak bisa sedikit menahan diri, aku takut jika terlalu serius maka Askar bisa sekarat." Bertanya Rea karena memang Askar tidak berkutik sedikit pun dan membalikkan keadaan.


"Nona Rea, aku tidak bisa berbuat apa pun, ketika ibu sudah bersemangat dalam bertarung, dan juga, ibu sudah menahan diri, karena kekuatan yang di gunakan sekarang hanya separuh kekuatan nyatanya." Balas putri Nanda memberi kejutan besar bagi Rea dan Sina.


"Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana jika nona Virnda benar-benar serius." Sina tersenyum lemas dan tidak ingin tahu soal itu.


Tapi bagaimana pun ini membuktikan bahwa alam semesta atas bukan tempat yang tepat untuk mencari masalah.


"Di kerajaan bawah, hanya ada dua orang yang sanggup bersaing melawan ibuku, dan mereka berdua pun tidak ingin saling bertengkar." Sedikit putri Nanda menjelaskan.


"Itu berita yang menyenangkan, aku merasa yakin jika mereka bertarung maka hancur sudah planet ini." Tapi bayangan Sina sudah kemana-mana.


"Dan itu hampir terjadi beberapa waktu yang lalu." Nanda pun mengakuinya.


Sejenak Virnda dan Askar berhenti, setelah berpuluh serangan saling beradu, tapi tidak ada efek apa pun bagi Virnda.


Tapi tangan Askar benar-benar lelah, karena harus bertahan dalam beban berat dari pukulan Virnda, ya kekuatan itu mampu meratakan sebuah gunung di dimensi noir hanya dengan satu sentilan.


"Anak muda, kau memiliki potensi tinggi." Puji Virnda yang tersenyum dari balik cadarnya.


"Terimakasih nona, tapi bukan pujian yang aku ingin." Jawabnya dengan niat lain.


"Oh, kalau begitu, terima satu serangan ini dan aku akan menyampaikan pesan kepada bocah Sam itu." Balas Virnda yang memang sudah mengakui, tapi tidak bisa menyembunyikan rasa semangat.


"Baiklah, aku terima keinginan anda nona Virnda." Tegas Askar menjawab.


Tekanan energi Askar semakin meningkat, letupan aura hitam dan emas muncul, berputar semakin besar di sekeliling Askar, melapisi seluruh tubuhnya dan membentuk sebuah armor khusus.


Transformasi hukum kegelapan dan cahaya : golden darkness.

__ADS_1


Tingkat kekuatan Askar melangkah lebih tinggi, kini dirinya memasuki lord alam setengah saint suci tahap awal.


Terkejut, itu jelas dirasakan oleh Virnda, siapa sangka kekuatan Askar mampu melampaui batas, dan kini dia semakin bersemangat.


Virnda tidak lagi menahan diri, satu tangan terangkat, secara ajaib sebuah bunga lotus putih kecil bercahaya terang, muncul di tangan.


Seketika wajah putri Nanda berubah drastis, ekspresi takut terlihat jelas, atas kekuatan yang ibunya keluarkan.


"Ibu terlalu berlebihan, jangan gunakan kekuatan lotus putih suci." Teriak putri Nanda ingin ibunya berhenti.


"Jangan ganggu ibu, Nanda, karena ibu ingin tahu apa dia sesuai harapan kita atau tidak." Tapi Virnda tidak ingin berhenti.


"Tapi...." Teriak kembali Nanda dan tidak lagi ibunya ingin mendengar.


Melayang turun hingga berputar-putar di hadapan Virnda, dan satu tangan mendorong bunga lotus maju. Melesat cepat menuju Askar.


Kekuatan yang luar biasa, dimana bunga lotus itu sama bahayanya dengan hukum kegelapan, dimana jalur arah kedatangan bunga lotus seakan di leburkan menjadi debu.


"Ini tidak main-main lagi namanya, aku bisa tewas." Askar sudah membayangkan jika secara langsung menerima serangan Virnda.


Cahaya dan kegelapan, dua titik kekuatan dari hukum kegelapan dan cahaya keajaiban hidup, secara langsung Askar arahkan untuk berhadapan melawan bunga lotus suci.


Dua serangan saling beradu, memang tidak menujukan gelombang energi besar sehingga mampu menghancurkan planet, tapi terang tiga warna cahaya, membuat silau mata.


Dampak yang dihasilkan mulai membentuk sebuah lubang hitam dengan kekosongan didalamnya, semakin melebar dan menelan segala hal di sekitar.


Askar segera melompat pergi, insting waspada dan takut jelas membuatnya tidak ingin dekat-dekat dengan lubang hitam kekosongan itu, karena akan mungkin dirinya tertelan dan menjadi debu.


Hanya saja, perlahan namun pasti, lubang hitam semakin besar dan mulai meleburkan dinding-dinding ruang latihan.


"Apa ini ?, Jika tidak kita hentikan, akan ada bahaya besar." Ucap Askar yang takut lubang hitam meledak dan membunuh orang lain, terlebih ada Sina dan Rea di sini.


"Tidak perlu takut seperti itu Askar, ini bukan masalah besar." Jelas sekali Virnda sangat santai.


"Hebat sekali anda nona, melihat ini kau sangat tenang." Binggung Askar melihat wanita yang menjadi ibu dari putri Nanda itu.

__ADS_1


Dengan satu tepukan tangan, bunga lotus lain yang lebih besar muncul dan melahap lubang hitam kekosongan kedalam kelopak tengah untuk ditelan.


Seketika itu, lubang hitam lenyap bersama dengan bunga lotus karena efek kekuatan Virnda bisa menyerap kekuatan yang muncul.


Askar jelas tidak bisa percaya jika lubang hitam itu ke lenyap dengan mudah dalam satu tepukan tangan.


"Di usia kurang dari seratus tahun, pencapaian lord alam kaisar tahap akhir, menujukan seberapa besar bakatmu bocah." Sebuah pujian datang dari Virnda kepada Askar.


Tidak bisa Askar menyembunyikan seberapa dia terkejut dengan kekuatan Virnda, memang seorang lord setengah saint sekelasnya, terlalu luar biasa.


"Aku masih belum mencapai kekuatan seperti anda nona." Askar mencoba merendahkan diri.


"Tidak, tidak, untuk usia kau sekarang, di masa depan nanti aku penasaran seberapa tinggi pencapaian yang akan kau dapat." Berkata kembali Virnda dengan harapan yang sangat besar.


"Nona terlalu memuji, aku tidak berani berangan-angan terlalu jauh." Askar tetap saja membalas dengan sopan santun terhadapnya.


"Kau pandai sekali berbicara Askar, aku tahu jika kau hanya berusaha mencari aman." Tersenyum Virnda dari balik cadar.


"Begitulah nona." Askar tersenyum dengan sedikit malu.


"Jadi Askar, apa kau sudah punya kekasih ?." Pertanyaan yang penuh arti dari cara Virnda ungkapkan.


Mendengar ucapan dari Virnda, telinga Rea dan Sina terangkat tinggi, tentu ada alasan mereka begitu menantikan jawaban Askar.


Tentu Askar tidak berani berbohong, terlebih ada dua orang yang berkaitan dengan jawaban Askar nanti.


"Mereka berdua." Tunjuk Askar.


"Oh..." Virnda mengangguk paham.


"Adalah istriku."


"Apa kau tidak ada niatan untuk menambah lagi." Pertanyaan yang aneh.


"Aku sudah memiliki enam, dan ada dua lagi yang belum resmi, jadi aku tidak yakin untuk menambah lagi." Tapi Askar merasa ragu dalam jawab itu.

__ADS_1


"Jika kau berubah pikiran, katakan padaku." Niat tersembunyi jelas tampak di wajah Virnda.


__ADS_2