PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
tamparan


__ADS_3

Untuk bagian kali ini mari kita perjelas akan semua hal mengenai buku usang yang di bawa oleh Askar.


Membuka garis besar yang harus Askar lalui di dalam cerita untuk membuka kunci menuju alam surga dan mengubah nasib kehidupan dari ikatan roda takdir.


(Sekali lagi, cerita ini tidak menyangkut pautkan atas sebuah kepercayaan dalam agama, semua hanya kisah fiksi dan fantasi, jadi mohon maaf jika ada yang merasa tidak nyaman.)


Satu jagat raya, ribuan alam semesta, jutaan planet, dan kehidupan yang tidak terbatas jumlahnya, semua itu tercipta oleh satu kekuatan mutlak dari Tuhan sejati.


Sesosok eksistensi yang mengatur seluruh sistem kehidupan, aliran waktu, pencipta ruang, perangkai materi, pemilik jagat raya, penulis aliran takdir, hari akhir zaman.


Tidak ada yang mampu melawan sebuah takdir, terlebih untuk seorang anak kecil hidup dalam kondisi serba sengsara dan lebih mementingkan masalah ekonomi keluarganya daripada berkhayal tentang hal seperti melawan kekuatan takdir Tuhan.


Dia adalah Askar, tapi seakan dirinya dipermainkan, terlempar ke sana kemari, diseret oleh kesengsaraan, hancur dalam hidup manusia tanpa moral, dan kehilangan setiap hal yang dia miliki.


Dan kini lelaki tanpa harapan itu melangkah ke jalan penuh perjuangan sebagai sosok dewa penciptaan, Davendra. Melawan setiap aturan dari sistem kehidupan yang mengalir dalam takdir tuhan dengan tujuan besar.


Di sisi lain pula, Askar yang belum menjadi Davendra pun duduk dengan santai bersama Loe Teu Yiu untuk menikmati waktu luang.


"Askar kau pernah mempertanyakan tentang buku yang kau dapat dari duniamu itu." Ucap Loe Teu Yiu secara tiba-tiba.


"Maksud anda adalah ini." Askar dengan jelas mengeluarkan buku usang tanpa terjemahan dari dalam ruang penyimpanan khusus di dunia imajinasi.


"Sebenarnya aku pun tidak diperbolehkan membacanya, karena itu akan menjadi masalah, dimana aliran cerita tentang masa depan bukanlah bagian untuk aku ketahui." Loe Teu Yiu mengungkapkan suatu masalah yang dia miliki.


"Aku mengerti, anda jelas tidak ingin ikut campur dalam urusan dewa Davendra." Balas Askar yang memahami sifat Loe Teu Yiu.


"Ya kau bisa anggap itu."


"Tapi atas dasar apa dewa Davendra membuat buku yang tidak bisa aku baca." Askar merasa aneh.


"Bahasa kaum Ao ing memang sulit untuk dipelajari, tapi aku pernah mendengar tentang buku ini dari Dewa Davendra."

__ADS_1


Loe Teu Yiu pun bercerita tentang pertemuan dengan Davendra dimasa lalu, saat dia melihat dewa penciptaan itu membolak-balik setiap halaman dari dalam buku usang.


Saat itu Loe Teu Yiu bertanya... "Apa yang anda baca dari buku yang aneh itu tuan Davendra."


"Ini bukan sekedar buku biasa yang tua dan usang, tapi setiap hal tentang kehidupanku sebagai sosok lain, saat aku bernama Askar." Itu jawaban yang dia dapat.


Buku itu ditulis oleh Askar dari garis waktu yang lain, dan diberikan kepada Askar diwaktu yang lain pula, berulang kali, terus menerus, hingga tidak terhitung Davendra membaca, semua itu tetaplah sama.


Setiap hal adalah tentang cara Askar demi mengubah takdir yang dia sampaikan kepada Askar - Askar berikutnya.


"Tapi kesalahan tetaplah ada, aku yang lain berpikir untuk melakukan tujuan berbeda, pada akhirnya semua hasilnya tetaplah sama, aliran takdir sekan mengunci jalan cerita yang tidak bisa aku ubah."


"Aku tidak paham untuk itu."


"Seperti sekarang, aku yakin kau akan menceritakan tentang hari ini, kepadaku di masa depan nanti."


"Untuk apa aku lakukan hal tidak berguna itu." Loe Teu Yiu jelas menganggap ucapan Davendra adalah hal bodoh.


"Baiklah..." Loe Teu Yiu menjawab walau belum memahami ucapan Davendra.


Kembali kepada Askar dan Loe Teu Yiu, yang mengatakan setiap hal


Saat itu juga satu sosok yang tidak pernah diharapkan untuk datang menganggu, ketika askar mendengar cerita tentang Davendra.


Dia adalah Ke'su yang datang dengan santai lewat tanpa permisi, Askar pun cukup kesal karena sikap angkuhnya itu tidak memandang tempat.


"Apa yang kau lihat." Di arahkan tatapan tidak nyaman untuk di lihat kepada Askar.


Askar hanya mengendus kesal dan membalas.... "Tidak bukan apa-apa."


Harusnya dia cukup sadar jika sopan santun itu sangat penting, tapi dia berjalan hanya dengan ******, dihadapan mereka berdua.

__ADS_1


Tapi seketika kakek loe teu yiu berdiri dan mengayunkan tangan sekuat tenaga hingga melekat tanda tangan di pipi, tubuh Ke'su terpental jatuh dan berguling-guling delapan kali ke belakang.


"Apa, kenapa aku kena tampar tuan Loe Teu Yiu." Ucap Ke'su yang mengelus pipi bergambar cap tangan lima jari.


"Bukan apa-apa aku hanya melakukan sesuatu yang dulu pernah dikatakan kepadaku." Balas Loe Teu Yiu dengan alasannya.


Askar memang terkejut, walau pangeran Ke'su tidak berani membalas, tapi Loe Teu Yiu jelas tidak terpikir untuk menampar pangeran Ke'su hanya karena berjalan tanpa permisi.


"Jadi sekarang aku mengerti kenapa Davendra dulu mengatakan hal itu." Berkata Loe Teu Yiu sembari mengingat sesuatu.


"Aku tidak mengerti." Askar masih tidak paham.


"Anggap saja, apa yang aku ceritakan sekarang memang sudah di ketahui oleh dewa Davendra, dan itu berarti dia mengatakan sebuah spoiler, di saat aku menceritakan flashback kepadamu." Perjelasnya semudah dipahami untuk Askar.


"Itu cukup aneh, tapi aku paham dengan perkataan dewa Davendra. " Askar hanya mengangguk perlahan.


Dan kembali Askar mengarahkan pandangan kepada buku unsang yang tidak bisa dia baca untuk sekarang.


Jika dia memang ingin mengetahui segala hal tentang garis kehidupan yang dewa Davendra dan askar-Askar sebelum dirinya, hanya ada dua cara.


Mencari tahu tata bahasa kaum Ao ing atau bertanya langsung kepada Davendra. Tentu hal yang paling mudah adalah bertanya kepada Davendra.


Karena perjalanan kali ini Askar menuju tempat dimana dewa penciptaan, Davendra hidup.


Hanya dia seorang yang bisa menerjemahkan setiap tulisan dari kaum Ao ing, sebab dia sendiri yang menulisnya.


"Askar, aku tidak tahu pasti akan tujuan dewa Davendra sampai sekarang, tapi satu hal yang aku pahami, ini adalah sebuah rencana besar menyangkut keselamatan jagat raya." Ucap kakek loe teu yiu dengan isi pendapatnya.


"Ya aku juga merasa itu adalah tujuan dari dewa Davendra." Balas Askar.


Sangat wajar jika kakek Loe Teu Yiu tidak tahu tentang ramalan bencana besar yang akan menimpa jagat raya dalam enam belas tahun di masa depan.

__ADS_1


Karena semua itu menjadi rahasia besar yang disimpan oleh Askar, dimana dirinya sendiri sebagai subjek utama dalam rencana Davendra.


__ADS_2