PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
melihat masa lalu


__ADS_3

Di kediaman klan Mataram kuno....


Elica yang sedang membawa arya dan Aryana berkunjung ke kakek dan kakek buyutnya itu, tentu karena Zaelani dan kakek prabu ingin bertemu cucu mereka.


Bagi siapa pun klan Mataram kuno memang sangat di segani bagi orang-orang di seluruh dunia, karena satu sosok lelaki yang menjadi menantu dari Zaelani.


Tentu saja itu adalah Askar, dia yang mendapatkan posisi sebagai warrior terbaik di dunia untuk usia dibawah seratus tahun, karenanya, akademi laut selatan dan klan Mataram menjadi sangat terkenal.


Askar sudah mengalahkan berbagai macam bakat dari negara-negara kuat, terlebih lagi, banyak kejadian di luar akal sehat yang sulit bagi orang lain tapi mampu di lakukan oleh askar.


"Elica, apa Askar sudah pulang." Bertanya Zaelani yang sembari bermain dengan Arya.


Sedangkan Aryana tidak mau lepas dari pelukan elica meskipun dia tetap melihat Arya dan kakek Zaelani bermain-main.


"Belum ayah, memang ada perlu apa ayah bertanya tentang kepulangan Askar." Jawab elica yang bagi dirinya sendiri tidak tahu tentang kondisi Askar sekarang.


"Anak itu, mau sampai kapan dia akan pergi, ini sudah hampir tiga tahun dan kedua anaknya semakin besar."


"Aku pun juga khawatir dengan Askar, ayah."


"Aku merasa kasihan kepada Arya dan Aryana, mereka sekarang sudah bisa mengenali seseorang, saat dia menanyakan siapa ayah mereka, bagaimana kau akan menjawabnya."


"Ya untuk sekarang aku hanya bisa memegang janji Askar, dia akan kembali sebelum lima tahun, jika tidak...."


"Jika tidak katakan saja kepada Arya dan Aryana jika ayah mereka ini adalah bang Toyib." Lanjut Zaelani yang merasa kesal sendiri untuk perilaku Askar.


Meski begitu Askar sudah menjelaskan kepada semua orang bahwa dia akan pergi untuk waktu yang lama, tujuannya pun jelas dia tidak sedang berlibur atau sekedar tamasya.


Tapi untuk menyelesaikan segala sesuatu yang menyangkut masalah Askar selama ini, dia tidak bisa membiarkannya begitu saja.

__ADS_1


Elica pun memahami keinginan Askar itu, meski berbahaya dan ada kemungkinan nyawa Askar tidak selamat, tapi ini adalah keputusan yang sudah di ambil oleh suaminya.


Hanya sedikit harapan dari elica untuk Askar bisa kembali tanpa ada satu pun yang hilang dari tubuh.


Seketika elica memikirkan tentang Askar, entah itu dia sendiri, atau pun Zaelani merasakan sesuatu yang sangat luar biasa kuat tiba-tiba saja muncul.


Ini sangat tidak biasa, ditambah lagi gemuruh yang terdengar seakan mengguncang langit dan membuatnya seperti akan runtuh.


Satu orang berlari dengan cepat untuk menghadap kepada Zaelani, dia seorang pengawal kediaman klan Mataram kuno, datang dan melapor karena sebuah kejadian yang baru saja mereka semua alami.


Dengan wajah tertunduk hormat dan patuh kepada Zaelani dia pun bicara..."Tuan Zaelani, ada sebuah lingkaran prasasti besar di atas langit."


"Apa-apaan ini, sudah tiga tahun tidak ada kejadian aneh yang kita alami, tapi kenapa tiba-tiba saja muncul." Tegas jawaban Zaelani dengan tatapan mata serius.


"Simbol prasasti ini sama seperti yang terjadi dua tahun lalu."


Sejenak Zaelani sadar, jika saat itu segala sesuatu yang memang aneh dan tidak bisa di terima oleh akal sehat manusia biasa tentu sebagian besar berhubungan dengan Askar.


"Ini terlalu cepat, aku rasa dia bukan tipe orang yang datang lebih dulu sebelum hari perjanjian, bahkan Askar adalah tipe orang yang datang terlambat." Elica benar-benar memahami sifat-sifat dari lelaki yang menjadi suaminya itu.


"Ya tapi aku merasa jika lingkaran prasasti yang muncul ini tidak lain dan tidak bukan adalah perbuatan Askar." Zaelani masih kukuh bahwa dia adalah alasan semua yang terjadi.


"Kalau begitu mari kita lihat keluar ayah." Pinta elica yang juga penasaran dengan kejadian ini.


Saat Elica dan Zaelani melihat keluar, ini memang sama seperti kejadian dimana Askar sedang membuka pintu segel dunia dibalik batas, tentu saja zaelani beranggapan bahwa Askar yang melakukannya.


Lingkaran prasasti menyebar dan melebarnya ke seluruh wilayah dari dua dimensi, ini jelas membuat siapa pun terkejut, karena dalam sepuluh tahun terakhir, lima kali menyaksikan adanya kekuatan besar di atas kepala mereka.


Melebar dari ujung barat cakrawala dan berakhir di sisi timur, begitu juga dari selatan hingga ke Utara, orang-orang yang berada tepat di bawahnya tentu merasakan sensasi ngeri, takut dan putus asa.

__ADS_1


Dengan kekuatan yang bisa saja menghancurkan seluruh planet menjadi debu, mereka tentu hanya bisa pasrah, dan berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi.


"Askar apa dia benar-benar sudah pulang, tapi kenapa tidak bertemu denganku terlebih dahulu." Berkata Elica yang melihat ke pusat lingkaran prasasti.


"Tuan, di sekitar sana, ada tiga orang." Ucap seseorang yang membawa teleskop untuk melihat.


Tanpa ragu elica mengambil paska, hanya saja itu terlalu jauh untuk mengetahui sosok yang sedang terbang menuju ke atas, tidak lebih dari tiga titik Hitam dari pandangan elica di teleskop.


Meski begitu ada sedikit perasaan yang memang menganggap bahwa salah satu dari ketiga titik itu adalah Askar, karena insting elica cukup tajam.


"Itu dia." Ucapnya dengan yakin.


*******


Di sisi lain.....


Askar terus bergerak untuk mencapai pusat lingkaran prasasti yang secara khusus menjadi lokasi keberadaan dunia di balik batas.


Atau biasa diketahui oleh Askar dari ingatan Asyura tentang dimensi Falsus, tempat bagi kelima dewa awal penciptaan tinggal, hidup dan melakukan berbagai macam kegiatan.


Dan saat melewati gerbang dimensi yang terbuka itu, Askar segera saja melihat dunia hijau luas, langit serba putih dan biru dan satu sosok lelaki yang berdiri menatapnya dengan kosong.


"Askar, aku tahu jika kau memiliki banyak pertanyaan yang harusnya berhubungan dengan tindakanku." Ucap Davendra yang memang tahu isi pikiran Askar.


"Jika memang kau tahu, maka katakanlah, agar aku bisa memahami apa yang sebenarnya ingin kau lakukan." Askar pun tidak ingin berbasa-basi dengan segala cerita hanya dia dengar dari orang lain.


Askar meminta jawaban itu secara langsung, agar dirinya tidak merasa ragu, bimbang atau pun bingung, karena Davendra adalah dia sendiri, yang sudah melihat masa lalu dan masa depan.


"Aku sudah lelah Askar, menahan penderitaan, kesakitan dan penyesalan yang aku bawa selama dua juta tahun, aku adalah alasan kenapa diriku sendiri menderita, karena tanganku sendiri pula semua orang mati, aku akan lakukan segala cara demi mengubah kehidupanku." Ucap Davendra yang menunjukkan keputusasaan dari raut wajah tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Semua ini salah, apa yang terjadi kepada diriku di masa depan." Kembali Askar bertanya.


"Sebelum itu, kau harus melihat masa lalu." Ucap Davendra yang secara langsung menarik pedang perak ditangan.


__ADS_2