
Ini jelas mustahil untuk Askar pahami, bahwa dia... Davendra, sang dewa penciptaan, orang yang dikenal sebagai dirinya sendiri dari masa depan dan kembali ke masa lalu.
Menjadi orang yang bertanggung jawab atas segala hal mengenai kehancuran para dewa awal penciptaan, karena dia menginginkan kekuatan semua dewa itu.
"Asyura harusnya kau sudah pernah bertemu dengan dewa Davendra sebelumnya." Loe teu yiu mengingatkan Askar tentang pertemuan dengan Davendra di alam semesta awal penciptaan.
"Ya begitulah." Askar mengangguk.
"Apa kau tidak merasa bahwa dia terlalu berambisi untuk mencapai sesuatu." Loe teu yiu pun secara sadar tahu bahwa lelaki yang dia kenal sebagai dewa Davendra memiliki tujuan besar di masa depan.
"Mungkin kakek memang benar, bahwa dia benar-benar ingin mencapai sesuatu yang sangat besar." Askar pun mengakuinya.
Begitu juga untuk Askar, dia sangat menginginkan Rea sebagai kunci demi menyelamatkan semua orang, tapi harusnya dia memiliki alasan lain.
Jika itu menyangkut keselamatan jagat raya yang hampir tidak dipedulikan olehnya, Davendra sempat mengatakan bahwa, ada satu hal yang ingin dia diperbaiki.
Tapi bagi Askar melihat dari Davendra, apa yang ingin dia perbaiki adalah sebuah penyesalan terbesar dalam kehidupan Askar nanti.
Apa itu juga berhubungan dengan Rea, dan menciptakan sebuah persimpangan waktu agar dia lepas dari kematian, termasuk melawan garis takdir yang harusnya tidak terjadi.
Askar memang belum melihat seperti apa masa depan nanti, dan Davendra tahu bahwa ada sesuatu yang benar-benar mengubah kehidupannya sebagai orang lain.
Tidak ada pembelaan dari Loe teu yiu atau pun Long Wei, meski sang penguasa naga tidak ikut serta dalam pertarungan di masa lalu.
Tapi sang penguasa pedang dan sang penguasa Naga, mereka sendiri mengakui bahwa sikap Davendra dulu, seperti apa yang di ceritakan oleh Hydra.
Dan apa yang Askar pertanyakan adalah kenapa dia sampai melakukan hal itu, sedangkan para dewa awal penciptaan selalu berusaha menjaga jagat raya.
"Apa yang salah...." Gumam Askar sendiri memikirkan tindakan Davendra.
__ADS_1
"Tidak ada yang salah Askar, hanya kami benar-benar tidak bisa memahami apa yang ingin dilakukan dewa Davendra dengan kekuatan itu." Balas Hydra untuk pertanyaan Askar.
Lima kekuatan dewa awal penciptaan sangatlah besar, mereka menjadi lima eksistensi yang menjaga keseimbangan jagat raya, meski pun harus bertarung habis-habisan melawan kaisar akhir zaman.
Askar pribadi tidak pernah terpikir, apa yang akan terjadi jika kelima kekuatan dewa awal penciptaan berkumpul.
"Alam surga .... " Askar memikirkan satu tempat yang pernah disebutkan oleh Davendra.
Termasuk kehadiran satu makhluk yang sama kuatnya dengan kaisar akhir zaman, penjaga perbatasan ruang waktu, pelindung roda takdir, dan kaki tangan Tuhan sejati.
Apa yang Askar lihat saat membawa Rea masuk ke dalam persimpangan waktu, hanya sebagian kecil kekuatan dari Sang penjaga roda takdir.
Buku yang Askar miliki berasal dari Davendra, meski dia masih belum bisa membacanya, tapi satu hal untuk dia ketahui, adalah semua tertulis dengan susunan huruf dan kalimat yang sama, berulang-ulang, dan tertuju kepada pengulangan waktu bagi Davendra.
Setiap bagian menceritakan satu perjalanan yang di tulis oleh Davendra, terus berlanjut, dan dilanjutkan kepada Davendra, Davendra dan Davendra lain, sampai sekarang buku itu berada di tangan Askar.
Askar harus mencari tahu tentang Davendra....
Yaitu kepada dirinya yang sudah melihat masa lalu dan masa depan, dia yang mengetahui sebab akibat sebelum semua terjadi, dan melewati segala hal hingga menjadi seperti sekarang.
"Baiklah, ini adalah akhir pembicaraan kita, aku akan pergi." Hydra tidak mau berlama-lama mendengarkan semua ocehan itu.
Hanya sepenggal cerita untuk membuat segala sesuatu menjadi jelas, dan dia sendiri pun menang menginginkan kekuatan para dewa itu untuk dirinya.
Memerintahkan kepada armada bahtera angkasa samudra bintang yang membawa dua belas penjaga gugusan utama untuk pergi.
"Aku juga, karena aku tidak bisa membawamu ke alam semesta keabadian, maka biar di lain waktu kita akan bertemu kembali Askar." Suzong pun mengikuti hydra untuk pergi.
Peperangan sudah berakhir untuk sekarang, paling tidak dendam pribadi atas kematian Blue, samxel dan semua keluarga di istana zilogia telah terbalaskan.
__ADS_1
Kini hanya ada Askar, long Wei, dan Loe teu yiu masih diam di tengah-tengah angkasa.... Azela dan Silviana sudah pergi untuk kembali ke alam semesta kerajaan suci, tentu keduanya saling melepas rindu, karena dalam waktu lama tidak bertemu.
Meski ada perasaan lega karena Askar tidak perlu melawan Suzong untuk sekarang, karena kehadiran long Wei dan Loe teu yiu, berhasil menahan keinginan dari sang penguasa alam semesta keabadian.
Tapi tetap saja, ada kejutan yang sangat besar untuk di terima Askar, jelas bukan masalah kecil, karena ini juga menyangkut kehidupannya di masa depan nanti.
"Askar jika memang kau ingin tahu kenapa dewa Davendra melakukan itu, aku sedikit memiliki informasi, biar aku ceritakan." Berkata Loe teu yiu yang mendekat ke sisi Askar.
"Kalau begitu....." Askar cukup bersemangat ingin mendengar hal itu.
"Tidak sekarang, sebaiknya saat ini kau rawat dirimu, dan mandi, semua pertarungan melawan Varjo tentu menguras banyak kekuatan, dan kau terlihat begitu buruk." Loe teu yiu menatap kepada Askar penuh ekspresi jijik.
"Ya itu memang benar, aku sedikit beruntung karena kakek datang di saat yang tepat." Askar tidak membantahnya.
Dia sendiri mengakui jika pertarungan melawan Varjo sangat menyulitkan, terlebih saat mengendalikan gabungan energi dari tujuh juta orang secara bersamaan.
"Bukankah tadi aku terlambat." Loe teu yiu merasa aneh.
"Dalam peperangan kakek memang terlambat, tapi untuk menyelamatkanku kakek datang, jika tidak tentu aku mustahil mengalahkan Suzong."Askar menjawab dengan tersenyum lemas.
"Sudahlah... Kita turun dan segera cari makan." Itu yang Loe teu yiu pikiran.
Kakek tua ini benar-benar makan gaji buta, tidak datang untuk bertarung, tapi masih ingin meminta makan, ditempat orang pula.
Kemenangan hari ini atas pasukan dari alam semesta kerajaan beladiri, menjadi kebahagiaan semua orang, termasuk para penduduk kerajaan suci.
Dimana penindasan terhadap mereka telah berakhir, tidak ada yang terkekang, bahkan Silviana pun kembali ke tempatnya tinggal setelah bertahun-tahun pergi.
Sorak sambutan jelas di tunjukan oleh semua orang kepada Askar, dia adalah pahlawan mereka yang secara berani melawan pasukan Varjo dan Suzong tanpa rasa takut.
__ADS_1
Jika tidak ada Askar dan tiga bantuan dari alam semesta lain, mustahil alam semesta kerajaan suci mampu bertahan dari serangan besar dua alam semesta kasta atas sendirian.