PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
bersembunyi dari publik


__ADS_3

Kehadiran Silviana jelas menjadi angin segar bagi Askar, dimana dalam satu hari dia sudah bertaruh nyawa dengan melawan Suzong.


Belum lagi dengan kondisi yang dialami oleh Askar dimana semua energi hampir habis, dan jika saat itu long Wei tidak datang untuk menghentikan Suzong, bisa dipastikan Askar telah tewas.


Satu-satunya pilihan untuk selamat adalah mengorbankan satu nyawa Rudolfo agar bisa kembali membentuk inti kehidupan yang mati.


Meski begitu, bukan berarti Askar tidak mendapatkan efek samping apa pun, satu kematian akan menguras seperempat tingkat kekuatan yang seharusnya.


Kini merasa tenang melihat Silviana sudah kembali bersamanya, hanya saja, sedikit hati dia merasa tidak nyaman, karena pembalasan dendam kepada Sirjo dan Varjo de hores masih belum terselesaikan.


Long Wei membawa Askar, Omen dan Silviana memasuki istana naga langit yang menjadi tempat kediaman para ras dragonic di alam semesta penguasa naga.


Para naga penjaga tidak menujukan permusuhan atas kehadiran mereka bertiga, karena tahu jika Askar adalah tamu dari tuan mereka.


"Tuan Asyura, jangan sungkan silakan masuk, tapi jangan anggap rumah sendiri." Ucap Long Wei.


"Itu terdengar aneh, biasanya orang akan mempersilakan menganggap sebagai rumah sendiri." Askar merasa tidak paham atas ungkapan sang penguasa naga.


"Jangan salah sangka, aku hanya menganggap anda sebagai tamu, kami menghormati tamu seperti anda." Jawab Long Wei untuk alasannya sendiri.


Askar mengangguk paham, karena makna ungkapan long Wei cukup dalam, dan bisa dianggap bahwa seorang tamu tidak boleh bertindak seenaknya jidat.


Ras dragonic yang hidup di seluruh planet di wilayah kekuasaan Long Wei sendiri tidaklah banyak, kurang lebih hanya sekitar beberapa ratus ribu ekor.


Walau pun dalam jumlah sedemikian banyak lebih dari mampu untuk sekedar memusnahkan sebuah alam semesta dari penguasa lain.


Satu orang ras dragonic setara dengan seratus prajurit terkuat yang mungkin di miliki oleh setiap alam semesta di kasta atas.


Meski begitu, ras dragonic tidak pernah memiliki niat untuk menjajah atau menguasai wilayah alam semesta lain, mereka lebih menyukai pertarungan satu lawan satu.


Long Wei membawa Askar ke ruang singasana istana, memang tidak ada yang spesial dan megah, bahkan sebaliknya, istana naga langit sendiri lebih seperti bangunan tua dan sangat kuno.


Tapi tidak mengurangi kekokohan bangunan yang dari awal di bentuk oleh para leluhur awal ras dragonic dan juga dewa bencana, Mahesa.


"Jadi Askar apa yang akan kau lakukan selanjutnya." Ucap Silviana untuk memastikan tindakan lelaki yang sangat dia kenal ini.

__ADS_1


"Aku ingin kembali, dan memberi pelajaran kepada Varjo." Jawab Askar yang menujukan tatapan serius.


"Apa kau bodoh." Tegas jawaban Silviana.


"Ok, ini sudah ke lima kalinya, aku memang bodoh, jadi maaf karena aku bodoh." Lemas Askar memberi tanggapan.


Ya memang tidak salah jika Silviana berpikir bahwa tindakan Askar sangat nekad, meski kekuatannya berada di atas Varjo untuk sekarang.


Memang sebuah keajaiban untuk Askar berhasil mengelabui Varjo de hores agar bisa memasuki istana kerajaan beladiri.


Tapi dalam pertarungan, bukan berarti Askar bisa selamat dengan mudah, karena semua penjaga yang jumlahnya hingga puluhan juta, dan para ahli dengan kekuatan tidak lemah.


Lepas dari itu, orang lain yang berdiri dibalik bayang-bayang Varjo sangatlah kuat, dia adalah sang penguasa alam semesta keabadian, Suzong.


"Tuan Asyura, aku tidak mau bertanya apa pun soal permasalahan yang kau miliki dengan Varjo." Long Wei pun ambil bagian untuk bicara.


"Lantas kenapa kau berbicara, jika memang tidak mau soal permasalahanku." Askar kesal sendiri karena sikap penguasa naga ini.


"Tapi aku memang setuju dengan pendapat putri Silviana, jika tindakan anda itu sangat bodoh."


"Ok baiklah, aku dianggap bodoh oleh orang lain."


Askar tidak membantah ungkapan Long wei, tapi bukan berarti Askar akan menyerang Varjo de hores begitu saja, karena dirinya pun memiliki rencana sendiri.


"Tentu anggapan kalian jika aku ini bodoh tidak bisa terbantahkan, tapi aku memiliki rencana lain demi menghadapi manusia itu." Askar pun angkat bicara untuk tujuannya.


"Jadi apa yang ingin kau lakukan Askar." Bertanya Silviana kepada Askar.


"Aku akan melanjutkan rencana sebelumnya, dengan memasuki istana sebagai pasukan khusus." Jawab Askar menujukan senyum cerah.


Silviana merasa tidak nyaman untuk berlama-lama melihat Askar tersenyum cerah, seakan semua keinginan semudah anggapannya.


"Aku penasaran darimana rasa percaya dirimu itu berasal." Silviana lemas tanpa perduli dengan keinginan lelaki ini.


"Tenang saja, aku cukup percaya bahwa keberuntunganku masih belum berakhir." Balas Askar.

__ADS_1


"Kalau keberuntunganmu itu sudah habis, aku yakin sejak dulu sekali kau sudah tewas dan cerita ini sudah tamat." Silviana benar-benar tahu bahwa Askar selalu memiliki keberuntungan.


"Aku tahu itu."


Beberapa saat setelah percakapan diantara mereka, pintu ruangan sebelah kanan dari singgasana long Wei terbuka.


Menampilkan satu sosok makhluk penuh kecantikan luar biasa dalam wujud wanita jelmaan Dragonic, rambut hitam panjang, dua tanduk kecil dan pancaran mata merah.


Askar terpana dengan melihat makhluk itu datang, bahkan untuk sekedar bernafas pun Askar lupa kapan dia menghembuskannya.


Kecantikan yang benar-benar bersaing dengan Silviana, dan hanya satu kemungkinan untuk Askar tahu siapa sosok wanita dragonic ini, dia adalah putri naga.


Silviana tidak menyukai sikap Askar seperti kambing ingin kawin saat melihat wanita cantik sedikit, meskipun yang datang membuat jagat raya iri.


"Xia, ada apa kau kemari." Bertanya long Wei.


"Aku hanya ingin melihat siapa tamu-tamu ayah." Balas wanita naga itu dengan lembut.


"Oh begitu, jadi biarkan ayah kenalkan." Long Wei berjalan maju.


Tapi dalam sekejap mata, Askar sudah berdiri dihadapan long Xia dengan tersenyum cerah sembari mengulurkan tangan.


"Nona Xia anda benar-benar cantik." Askar menujukan tindakan tanpa perlu aba-aba.


"Terimakasih tuan.... Siapa ?." Bertanya Dia yang memang tidak kenal dengan Askar.


"Aku adalah..."


"Dia adalah tuan Asyura." Belum sempat Askar mengucapkan namanya, long Wei memperkenalkan dirinya sebagai Asyura.


"Jadi anda adalah dewa Asyura, aku baru melihat anda sekarang." Terlintas senyum indah dari wajah long Xia.


"Untuk beberapa alasan, aku bersembunyi dari publik, dan karena alasan lain pula aku keluar." Askar menejelaskan.


"Aku sudah banyak mendengar kisah-kisah tentang anda, dan memang aku sangat mengagumi sosok dewa pemangsa, sungguh beruntung aku bisa bertemu secara langsung." Siapa sangka Putri naga yang memiliki kecantikan setara dengan Silviana menunjukan perhatian khusus kepada Askar.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita bicara saling bercerita secara empat mata." Askar tidak membuang kesempatan karena jelas sejak awal Askar sangat tertarik kepada long Xia.


Meskipun Silviana merasa kesal, dimana lelaki satu ini, tidak berubah ketika berhadapan langsung dengan seorang wanita.


__ADS_2