
Dua ratus orang berkumpul didalam stadion, mereka-mereka adalah para ahli terbaik yang dimiliki oleh perguruan di seluruh wilayah alam semesta kerajaan beladiri.
Tapi dari semua orang itu, hanya Askar satu-satunya yang mendapat perhatian khusus oleh sosok penguasa alam keabadian, Suzong.
Tentu hal ini dilihat sendiri dari mata Varjo de hores, sebagai bentuk aliansi antara dua penguasa alam semesta, siapa pun bisa menyadari kalau ada ketertarikan tersendiri kepada orang-orang berbakat.
Nyatanya memang benar, saat Suzong menujuk ke satu orang yang masih berdiri untuk mendapat sambutan dari pengawas turnamen.
"Varjo, apa kau tahu siapa lelaki disana." Bertanya Suzong.
Varjo pun menyipitkan matanya untuk melihat ke arah satu sosok yang di tujuk oleh Suzong, dia menyadari satu hal dari baju dan atribut milik lelaki itu.
"Dari apa yang dia kenakan yang aku tahu, dia itu berasal dari perguruan beladiri pedang semesta." Jawab Varjo.
"Maksudmu dia adalah salah satu murid dari Gorongo." Suzong pun menyangkutkan nama itu dalam percakapannya.
"Ya itu benar." Varjo mengangguk.
Bukan hal aneh jika Suzong mengenal siapa sosok Gorongo, karena dia sendiri memiliki daftar orang-orang berbakat yang ada disetiap alam semesta.
Terlebih lagi hubungan antara Gorongo, Loe Teu Yiu termasuk Varjo de hores di masa lampau memiliki julukan sebagai tiga iblis pedang yang cukup berpengaruh.
Hanya saja untuk Loe Teu Yiu lebih memilih pergi, dan mengambil posisi sebagai penguasa di alam semesta pedang tanpa tanding, meninggalkan identitas dirinya sebagai orang dari alam semesta kerajaan beladiri.
Gorongo masih bertahan dalam keyakinan, meneruskan padepokan beladiri pedang semesta, walau pun banyak hal terjadi di dalam kehidupannya.
"Aku merasa jika anda tertarik dengan lelaki itu." Bertanya Varjo merasa paham untuk isi pikiran penguasa alam semesta keabadian.
"Tentu saja, aku merasa jika dia memiliki kekuatan cukup besar diantara semua orang, dan mungkin bakatnya akan semakin berkembang." Jawab Suzong yang tidak menyembunyikan apa pun kepada Varjo.
"Tapi sungguh aku meminta maaf, karena dia adalah orang dari alam semesta kerajaan beladiri, aku tidak pernah ingin mereka pergi." Varjo pun angkat bicara sebagai bentuk penolakan jika Suzong meminta orangnya.
"Aku paham soal itu."
Suzong tidak mengharapkan apa pun untuk membawa lelaki yang dianggap Payou sebagai orang dalam ramalan.
__ADS_1
Karena dia memiliki cara sendiri demi membuat lelaki bernama Askar itu tertarik, bagaimana pun juga, Suzong menginginkan dia berada di pihaknya.
Sampai Askar memberikan lampu hijau untuk ikut bersama dirinya, Suzong tidak akan berhenti, sebab ini menjadi taruhan masa depan bagi kekuasaannya di alam semesta keabadian.
"Jika kau bisa memanfaatkan bakat mereka semua, aku yakin pasukan yang kau bentuk ini, akan mampu mengguncang jagat raya." Ucapan Suzong membuat Varjo tersenyum lepas.
"Anda terlalu memuji, tuan Suzong, sedangkan alam semesta keabadian masih berdiri dipuncak, sebagai tuan di jagat raya." Tapi Varjo pun tidak menujukan kesombongannya karena sebuah pujian belaka.
"Jika kau mengikut sertakan alam semesta penguasa naga, dan alam awal keabadian, siapalah aku ini yang jauh lebih lemah." Jawab Suzong.
Tapi sekarang Suzong lebih memilih bermain dalam drama untuk membuka kesempatan demi berhubungan langsung kepada Askar.
Membuat Varjo terangkat tinggi, hingga hidungnya kembang kempis merasa bahagia atas semua pujian itu.
Sebuah rencana agar Askar sendiri yang memilih ikut bersama Suzong daripada membawanya secara paksa, karena itu akan menjadi dampak buruk.
Varjo pun melangkah maju karena dirinya dipanggil untuk memberi sambutan kepada dua ratus peserta yang tersisa dalam turnamen kali ini.
Tubuh besar sedikit gemuk, kumis melintang yang tebal di atas bibir, sedangkan cara berjalan tegap, walau perutnya ikut bergoyang-goyang.
Hanya sebuah ucapan tidak berguna yang dia bicarakan untuk sekedar memberi kepercayaan kepada semua orang.
"Berhubung kita ada disini, secara pribadi, aku ingin memperkenalkan seseorang yang akan menjadi istriku, nona Silviana." Teriak Varjo memanggil sebuah nama yang sangat familiar.
Di sisi lain....
Askar yang mendengar perkataan dari Varjo, keras dia mengepalkan tangan, rasa marah, benci dan dendam bercampur menjadi satu untuk dia tunjukan.
Saat satu sosok wanita berjalan keluar dengan anggun, kecantikan yang tersimpan dari wajahnya, tidak mampu disembunyikan oleh apa pun.
Pancaran aura kuning keemasan, putih kulit tangan dan mata birunya, menghipnotis semua orang dalam diam, jika dilanjutkan, mereka tentu akan lupa untuk bernafas.
"Dia tidak pantas mendapatkan wanita seperti Silviana." Gumam Askar dengan sekuat tenaga menahan emosi.
"Askar, apa yang terjadi denganmu." Bertanya Karlina karena dia sadar ada yang tidak beres menengah sikap askar.
__ADS_1
"Tidak bukan apa-apa, aku hanya merasa kesal melihat wanita secantik Silviana, dimiliki oleh orang seperti varjo." Jawab Askar.
Siapa pun sadar akan sosok Silviana yang kecantikannya mampu membuat jagat raya merasa iri, dan seluruh lelaki menginginkan Silviana.
Bahkan jika bisa mereka tukar nyawa demi merasakan kenikmatan dalam tubuh Silviana, mereka tidak akan menolak.
"Kau disini sudah memiliki tiga wanita yang siap memberikan segalanya kepadamu, tapi aku heran, kenapa kau masih ingin dengan wanita lain." Kesal Karlina terlihat ditunjukan dari wajah cemberut.
"Apa salahnya, kalian bertiga bahkan tidak bisa bertahan lebih dari enam jam, jika aku menginginkan lebih dari itu, bagaimana ?." Askar jelas menggoda Karlina.
"Lakukan saja sisanya dengan sabun atau kayu yang dilubangi." Jawab saja Karlina dengan asal.
"Rasanya berbeda nona."
"Kenapa kau bisa tahu." Karlina pemasaran.
"Aku pernah melakukannya."
Sebuah rencana panjang yang membuat Askar berada di tempat ini, dia tidak akan membiarkan Varjo de hores berbuat seenaknya sendiri.
Pembalasan dendam untuk semua yang dia lakukan kepada alam semesta kerajaan suci, kesengsaraan milik Silviana, Azela serta semua orang yang menjadi korban.
Tanpa perduli apa pun, dia ingin membuat lelaki itu merasakan sebuah keputusasaan, kesakitan dan penderitaan panjang.
Tentu Karlina bisa merasakan perbedaan yang terlihat jelas dari raut wajah Askar, tatapan mata tajam mengarah tepat kepada Varjo.
Sejak awal Karlina tidak benar-benar tahu siapa Askar, hanya saja, ada satu hal yang dia sembunyikan kepada mereka semua.
"Askar apa kau baik-baik saja." Bertanya Karlina.
"Memang apa aku terlihat tidak baik ?." Balas Askar dengan balik bertanya.
"Tidak, aku merasa kau berbeda."
"Aku tidak berbeda dari dulu atau pun sekarang, mungkin itu hanya perasaanmu saja Karlina." Jawab Askar dan tersenyum.
__ADS_1
Sedikit hati wanita ini seakan tahu, kalau ada sesuatu yang terjadi antara Askar dan Varjo de hores.