PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
menguras anggaran


__ADS_3

Melihat bagaimana sang putri pemilik kekuatan keajaiban hidup begitu tertarik dengan pedang dewa pemangsa kematian, tersenyum Varjo atas hal itu.


walau sebenarnya itu tidaklah aneh, bagi siapa pun yang tahu tentang kekuatan dari pedang dewa pemangsa kematian, tentu akan tertarik melihat langsung.


"Nona Silviana anda ternyata memiliki mata yang pandai mengetahui sebuah nilai barang, tapi maaf untuk satu ini aku tidak bisa memberikannya kepadamu." Ucap lelaki bertubuh besar sedikit gemuk itu dengan nada suara sedikit serak.


Tapi bagi dirinya melihat ada suatu alasan untuk silviana tertarik, membuat Varjo benar-benar senang, walau pedang yang dia dapatkan dari pembelian 3 juta koin kristal terbaik, tidak bisa dia berikan.


sebuah pengorbanan besar untuk mendapat satu hal yang tidak akan datang ke dua kali dalam hidup seseorang.


"Jika anda mau, aku bisa mencarikan pedang yang berkualitas terbaik untuk anda." Berkata Varjo yang jelas ingin melihat Silviana membuka hati.


"Itu tidak perlu, aku tidak butuh pedang ini, atau pun segala macam yang ingin kau berikan." Tanpa ragu lagi Silviana pun melemparkan kembali pedang perak kepada Varjo.


"Kau melewatkan sebuah kesempatan untuk mendapat pedang terbaik di alam semesta kerajaan beladiri ini nona Silviana."


"Aku tidak tertarik dengan pedang, aku hanya ingin tahu dari mana kau mendapatkan senjata itu."


"Sungguh sangat disayangkan, padahal di alam semesta kerajaan beladiri inilah senjata-senjata berkualitas tinggi dibuat."


"Cepat kau jawab pertanyaan ku."


"Bahkan para penguasa alam semesta atas yang lain, harus mengimpor senjata karena tahu para pengrajin senjata di tempat ini adalah yang terbaik di jagat raya."


"Oi... Apa kau dengar yang aku tanyakan."


"Tunggu, tunggu, aku sedang ingin bercerita tentang kemakmuran alam semesta kerajaan beladiri."


"Aku tidak mengharapkan apa pun soal cerita tidak berguna yang ingin kau katakan itu."


"Baiklah, baiklah, itu aku dapat di kota Sourina, alam semesta api mulia, sebuah tempat pelelangan barang."

__ADS_1


Seketika ingatan silviana memutar kembali setiap kejadian yang dia lihat dari dalam dunia imajinasi, dimana Askar menjanjikan kepada Sina akan membawa dirinya ke alam semesta api mulia.


Dan Varjo pun mendapatkan pedang itu di salah satu planet didalam wilayah alam semesta api mulia, tentu dia tidak menganggap jika ini hanya sebuah kebetulan semata.


Walau pedang itu palsu, tapi ada yang bisa dia ketahui dari aura pedangnya, sebuah kekuatan yang memang dimiliki oleh dewa pemangsa, dan hanya Askar sebagai pembawa takdir dewa Asyura.


'Apa Askar sengaja membuat tiruan pedang dewa pemangsa kematian untuk dia lepaskan kepada varjo, dan di tunjukan untuk memberi kabar tentang keberadaannya.' hanya itu yang terpikir dalam benak Silviana.


Walau pada dasar itu bukan dari Askar, melainkan seseorang yang nyatanya adalah Askar yang lain, dan jelas ada maksud tersembunyi dimana aura dewa pemangsa ditunjukan.


Jika itu adalah pedang dewa pemangsa kematian yang nyata tentu Askar tidak akan melepaskan senjata dewa Asyura begitu saja.


"Jadi apa anda benar-benar tidak tertarik." Bertanya Varjo yang heran atas perubahan sikap dari Silviana.


"Aku tidak tertarik, segera kau pergi, bersama dengan pedang itu, aku sedikit berharap kau terpeleset dan jatuh diatas pedang mu."


"Baiklah, mungkin sekarang kau masih belum mau menerima keadaan, tapi ingat nona Silviana, alam semesta kerajaan suci berada di genggaman ku, jika kau menolak maka semua akan aku hancurkan." Tegas Varjo de hores mengancam.


Tentu ucapan itulah yang menjadi alasan Silviana hanya bisa pasrah di istana kerajaan beladiri, dia tidak ingin alam semesta kerajaan suci dihancurkan kembali, karena dirinya.


Terlebih lagi suasana hati Varjo sedang di puncak kebahagiaan, hingga dia bisa tersenyum-senyum sendiri, dan tidak perduli kalau orang lain menganggapnya gila.


Duduk diatas singasana, dan menyimpan pedang dewa pemangsa kematian yang palsu itu ke dalam ruang penyimpanan dimensi.


Varjo kini menepuk tangan untuk memanggil seseorang... "Karjo, kemari kau."


"Siap tuan." Saut seseorang dari balik pintu.


Dengan penuh hormat Karjo membungkuk dihadapan Varjo, dimana dia memang menjadi tangan kanan sang penguasa untuk mengatur setiap rencana yang dia inginkan.


"Bagaimana persiapan untuk turnamen kerajaan beladiri." Ucapnya dengan tegas.

__ADS_1


"Semua sudah di persiapkan dengan matang tuan, enam bulan lagi kita bisa memulainya." Jawab Karjo atas pertanyaan sang tuan.


"Atur semua dengan sebaik-baiknya, dimana aku ingin mengambil para petarung terkuat yang ada di alam semesta kerajaan beladiri." Itu menjadi tujuan bagi Varjo.


Memang benar alam semesta kerajaan beladiri memasuki peringkat kasta tertinggi karena kekuatan bertarung yang sangat besar.


Tapi itu bukan semua hal yang mereka miliki, sama seperti Loe Teu Yiu, dia pergi dari alam semesta kerajaan beladiri karena keinginannya sendiri, jika tidak... Mungkin saja perangkat pertama bukan hal yang mustahil.


Sebuah potensi setara untuk melawan penguasa naga, tentu Varjo menggarap sosok berbakat yang mungkin mampu menyaingi kekuatan Loe Teu Yiu.


"Dimengerti tuan, aku sudah mengirimkan surat undangan kepada semua padepokan beladiri yang ada di alam semesta ini."


"Itu bagus, biar mereka kirimkan orang-orang terkuat yang ada didalam padepokan mereka." Berkata Varjo dengan mengangguk paham.


"Tentu saja tuan, dalam kurun waktu sebelum turnamen dimulai, mereka akan mempersiapkan para murid terbaik." Balas Karjo yang patuh.


Karjo berpikir tentang tujuan varjo atas tindakan yang dia ingin, bagaimana pun biaya untuk mengadakan acara besar seperti turnamen di alam semesta kerajaan beladiri bukan hal mudah.


Terlebih lagi setelah pengeluaran besar-besaran untuk membeli pedang dewa pemangsa kematian yang menguras habis anggaran kerajaan.


"Tapi tuan, kenapa secara tiba-tiba anda ingin menambah pasukan, aku tidak merasa kita kekurangan prajurit." Bertanya Karjo untuk memastikan tujuan sang tuan.


"Saat ini memang benar, tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti." Balas Varjo atas pemikirannya sendiri.


"Apa anda sudah merasakan adanya gerakan dari alam semesta lain." Karjo pun cukup khawatir jika itu terjadi.


"Belum, tapi aku bisa pastikan, jika mereka tidak akan tinggal diam karena kita memiliki Silviana."


Jelas itu tidak bisa dia pungkiri, kekuatan dewa Sunawa, keajaiban hidup memiliki pengaruh besar bagi jagat raya.


Siapa pun yang mendapat kekuatan dari salah satu dewa awal penciptaan pastinya mampu menjadi sosok kuat dan berdiri diatas kasta tertinggi.

__ADS_1


Salah satunya adalah alam semesta samudera bintang, dimana mereka memiliki sebuah senjata peninggalan dewa awal penciptaan.


(Note : hari ini kita sudah up tiga ya kakak, jangan lupa vote seikhlasnya saja, tidak maksa cuma sedikit berharap.....)


__ADS_2