PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
sebuah koordinat


__ADS_3

Padepokan teratai beku...


Wanita itu duduk bersila melakukan meditasi dalam konsentrasi penuh didalam ruangan serba putih dan sangat dingin.


Aliran energi putih kebiruan yang datang dan berputar-putar mengelilingi tubuh wanita cantik dengan lembut, semua energi dari alam seakan mengikuti irama nafas dengan teratur.


Terlebih dengan perwujudan sebuah mahkota teratai putih diatas kepala wanita, semua kecantikan yang tidak bisa diungkapkan oleh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan kata, seakan menggambarkan dirinya adalah dewi dari surga.


Satu sosok lain datang dari balik pintu, wajah yang lembut dan rambut putih panjang berjalan mendekat dengan senyuman penuh makna.


Dia adalah master Silka, pemilik padepokan teratai beku yang bertindak pula sebagai sosok guru bagi gadis dalam meditasi itu.


"Satu tahun telah berlalu Rea, kau sudah menyempurnakan kekuatan dari ilmu beku abadi, sedangkan untuk diriku sendiri tidak mampu mencapai kesempurnaan." Ucap Silka dengan rasa bangga terhadap Rea.


Mata Rea yang sebelumnya tetap terpejam menikmati waktu bermeditasi, kini terbuka saat dia mendengar suara Silka datang memanggil namanya.


Melompat turun dan langsung membungkuk dihadapan Silka..."Guru, murid memberikan hormat."


"Angkat kepalamu Rea, kau memiliki kehormatan yang jauh lebih tinggi daripada aku." Ucap master Silka.


"Murid tidak akan pernah mampu mencapai tingkatan ini tanpa bantuan guru." Balas Rea yang masih tidak mengangkat kepalanya.


"Aku benar-benar bangga bisa mengangkat dirimu sebagai muridku." Ucap Silka menujukan senyuman tulus kepada Rea.


Dari awal terbentuknya padepokan teratai beku oleh keluarga Silka tidak ada satupun mampu menyempurnakan ilmu dari kitab beku abadi.


Rea menjadi satu-satunya orang yang berhasil mencapai kesempurnaan, seakan kitab itu memang di turunkan hanya untuk Rea sendiri.


"Guru ada yang ingin aku tanyakan." Bertanya Rea dengan wajah rumit.


"Apa itu, katakan saja, jika aku bisa menjawab, maka tidak akan gurumu ini sembunyikan." Balas Silka yang jelas mementingkan Rea bagi dirinya.


"Saat aku sedang berada dalam meditasi, aku melihat sebuah penampakan, sosok makhluk berjubah datang, dia mengatasnamakan dirinya sebagai Davendra, apa master tahu sesuatu." Itu pertanyaan dari Rea.


Sejenak Silka terdiam, dia merasa yakin akan cerita Rea tentang sosok bernama Davendra pernah didengarkan dulu, sangat lama, bahkan jauh sebelum dirinya melangkah ke dunia beladiri.


"Aku ingat, dengan nama yang kau sebutkan itu Rea, dia adalah orang yang memberikan kitab beku abadi kepada leluhurku dulu, dulu sekali." Jawab Silka atas pertanyaan Rea dari apa yang dia ketahui.

__ADS_1


"Maksud guru, orang yang aku temui itu adalah pemilik awal dari kitab beku abadi."


"Kurang lebih seperti itu."


Rea tentu menyadari jika ada hubungan antara sosok bernama Davendra dengan Kitab beku abadi memang tidak sederhana, karena tidak ada alasan dia muncul, jika itu hanya sekedar salah sambung disaat dia bermeditasi dalam penyempurnaan ilmu akhir beku abadi.


"Ada yang mengganjal di pikirkanku master." Rea mencoba berkonsultasi dengan Silka.


"Apa ada yang salah atas kehadiran orang itu."


"Dia menanamkan sebuah koordinat ke dalam pikiran, seakan memberikan petunjuk agar aku pergi ke tempat yang dia tunjukan." Rea bercerita.


Tentu apa yang Rea katakan memberi sebuah kejutan, karena memang Rea adalah satu-satunya murid dari sekian banyak orang yang melatih ilmu beku abadi hingga mampu mencapai tahap kesempurnaan.


Sedangkan nama Davendra itu jelas sebagai pemilik kitab beku abadi yang di berikan kepada keluarga Silka.


"Kalau begitu coba kau tanyakan hal ini kepada Askar, aku yakin dia bisa membantumu untuk menemukan kebenaran atas sosok Davendra."


"Sepertinya memang hanya dia yang bisa membantu, tapi..." Jelas raut wajah Rea tidak terlihat menyenangkan saat nama Askar di sebutkan.


Terpikir jika ada masalah antara mereka berdua, entah itu tentang asmara atau keretakan hubungan karena Askar yang selalu bepergian tanpa kabar.


"Sudah hampir dua tahun dia pergi, dan sampai sekarang dia masih belum kembali." Rea memang cukup terbiasa dengan kegiatan Askar, tapi memang banyak hal terlewatkan saat dirinya dibutuhkan.


"Ya itulah beratnya memiliki kekasih yang sibuk untuk menyelamatkan dunia." Silka menjawab dengan mengangguk perlahan karena setuju atas isi pendapatnya.


Silka memang tidak menyalahkan kegiatan Askar yang selalu sibuk mengurusi dua dimensi dalam setiap masalah antara dua belas ras.


"Walau pun dunia selamat, tapi keluarganya lama-lama kiamat." Rea pun sedikit menyindir atas hubungan yang dirinya jalani.


"Baiklah, kita tunggu beberapa bulan lagi, karena aku merasa dia akan muncul tanpa perlu kita cari." Berkata Silka dengan pertimbangan yang matang.


"Aku mengerti master."


"Kalau begitu, kau kembalilah dulu, kau pasti merindukan keluargamu." Ucap Silka.


*******

__ADS_1


Akademi laut selatan


Pelatihan bagi Sina memang cukup memakan waktu, hanya untuk mencapai dasar dari ilmu beladiri pernafasan dibutuhkan satu bulan lamanya.


Tapi itu cukup wajar, karena kemampuan Sina dalam mempelajari ilmu terbilang lambat, karena basic utama adalah energi api Phoenix, sedangkan aliran pernafasan adalah angin.


Setidaknya yang dibutuhkan oleh Sina adalah pemahaman dasar, dan itu sudah cukup memperkuat inti kehidupan demi mencapai tingkat lord yang nyata.


Nyatanya setelah satu Minggu Sina melakukan seni pernafasan, gejolak energi mulai meresap kedalam inti kehidupan secara besar-besaran, dan ini menjadi tanda akan peningkatan kekuatan.


Askar yang sedang berada di area pelatihan kelompok MODAR bisa merasakan kejanggalan saat langit menujukan kuasa akan kebangkitan seorang lord.


Setiap pasang mata mengarah ke atas langit, mereka terkagum sekaligus takut, karena saat ini pusaran awan mendung yang hitam pekat berkumpul menjadi satu diatas istana utama.


"Perasaanku tidak nyaman dengan pemandangan ini."


"Ini bencana dari langit."


"Sebaiknya kita pergi."


Tentu anggapan semua orang tidaklah salah, karena Askar pun menyadari akan perubahan alam secara signifikan.


"Ujian langit." Gumam Askar.


Askar tahu, karena dia sudah merasakan sendiri bagaimana kekuatan ujian langit ketika dia baru beranjak ke tingkat saint suci.


Kilat mulai menyambar dari inti pusaran, semua orang gemetar ketakutan, hampir jatuh dan berlari menyelamatkan diri.


Ini tidak bisa Askar biarkan, ujian langit adalah kekuatan maha dahsyat dari Tuhan akan bakat yang membuat surga cemburu, dan kini berada di atas langit akademi laut selatan.


Saat Askar mengalami ujian langit, untungnya dia berada di dalam kawah gunung Ijen dan jauh dari pemukiman, sehingga tidak ada korban.


Jika ujian dimulai dan Sina berada didalam akademi, bisa dipastikan seluruh bangunan akademi hancur karena dahsyatnya kekuatan kilat.


"Aku harus cepat, akan berbahaya karena ada banyak orang di tempat ini." Askar segera terbang dia atas puncak istana.


Askar tidak bisa mengganggu Sina dalam konsentrasinya, tapi Askar bisa membantu dari luar, ya untuk sekedar menahan kekuatan ujian yang datang.

__ADS_1


__ADS_2