PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
mengikuti permainan


__ADS_3

Tidak perduli seperti apa, Resya tidak ingin ada orang lain tahu, terlebih untuk adiknya jika kekalahan taruhan saat itu membuatnya menjadi pelayan.


"Jangan kau katakan apa pun kepada Resra soal taruhan itu." Jelas terlihat jika Resya merahasiakannya.


Hanya sekedar kalah pun sudah membuat Resya malu, dan taruhan yang mereka ajukan tentu semakin membuat Resya kehilangan harga diri.


Dengan status sebagai anak seorang penguasa alam semesta kerajaan beladiri menjadi satu coretan diwajah jika orang lain tahu kenyataan antara Askar dan Resya.


"Kenapa tidak ?, Bukankah kau yang memulainya terlebih dahulu." Balas Askar dengan memojokkan Resya ke pertanyaan sulit.


"Saat itu aku hanya ingin membuatmu meminta maaf." Gumamnya dengan pelan.


"Lantas kau merasa mampu untuk mengalahkanku, dan tentu aku tidak ingin dirugikan sendiri, senior Resya." Askar semakin mendorong tubuh Resya tanpa bisa menghindar.


"Tapi...." Wajahnya terlihat murung dan bingung.


"Tapi kau lebih tertarik dengan seribu koin kristal ungu dan pada akhirnya kalah." Askar tidak memberi kesempatan Resya menghindar.


Resya kehabisan kata-kata untuk melawan ucapan Askar, karena dari segala macam kejadian sudah menjukan bahwa dia sendirilah yang kalah.


Semakin terlihat Resya terpojok, Askar tidak membiarkan wanita ini berbuat seenaknya, bagaimana pun perjanjian tetaplah perjanjian, dan Askar memenangkan itu dari Resya.


"Baiklah, baiklah, aku akui kekalahanku." Ucapnya dengan dipaksa oleh Askar menelan pil pahit dari kenyataan.


"Hanya itu."


"Apa yang kau inginkan ?, Kau sudah membuatku malu, Apa pengakuanku tidak cukup ?." Berkata Resya dengan kesal.


"Tentu saja, karena saat itu kau tidak hanya berjanji untuk mengakui kekalahan, aku yakin kau masih mengingatnya." Balas Askar yang tidak akan membiarkan ini berlalu hanya karena Resya meminta maaf.


"Dasar lelaki iblis, tega-teganya membuatku seperti ini."


"Kau bisa menganggap ku lelaki iblis, lelaki tidak tahu diri atau sebagainya, tapi taruhan tetaplah taruhan, kau menjadi pelayanku dan turuti semua keinginanku." Secara jelas Askar berbisik ke telinga Resya.


Askar sejak awal tidak berniat melepaskan wanita ini, dia adalah alasan untuknya melawan Varjo de hores, bertindak kejam bukan masalah, selama tujuan menyelamatkan Silviana tercapai.

__ADS_1


"Baiklah, tapi ingat Askar ada saatnya nanti kau akan menerima pembalasan dari rasa malu ku." Resya menatap Askar dengan tajam.


Dan Askar pun tidak berpaling dari tatapan Resya, memang dia tidak ada hubungannya dengan pembalasan dendam kepada Varjo, tapi Askar yakin bisa memanfaatkan Resya untuk alasan lain.


Selagi Askar berbincang-bincang serius dengan Resya, tidak disangka gangguan lain pun datang, dimana sosok yang menjadi pengawal dari Jariko kini melihat mereka.


"Tuan putri Resya, salam, lama tidak bertemu." Panggil Payou dengan membungkuk hormat.


Askar tidak melepaskan tangan Resya, biar pun cara Payou melihat dan mungkin berpikir tentang hal lain.


"Payou, aku tidak tahu jika kau ada disini."


"Ya tuan putri, tuan Varjo de hores, memerintahkan kepadaku untuk menjaga Pangeran jariko."


Dari apa yang Payou ucapkan, Askar mendapat informasi baru, siapa sangka lelaki itu adalah salah satu anak dari Varjo.


"Orang tua itu, selalu berlagak seperti seorang ayah, sedangkan dia sibuk mengurusi kerajaan dan mecari kekuatan." Terlihat cara Resya berbicara, dia menujukan adanya sebuah masalah antara dia dan varjo.


Askar tidak bertanya apa pun, selain sosok Payou yang masih berdiri dihadapannya, dia tidak bisa asal berbicara jika itu berhubungan dengan varjo.


Seharusnya jika dia meminta, Askar bukan masalah besar untuk membawa para petarung ahli dari kerajaan demi membalas dendam.


"Ngomong-ngomong tuan putri, apa hubungan anda dengan Askar ini." Payou bertanya karena dia cukup memperhatikan bahwa sejak awal tangan Askar tidak melepaskan Resya pergi.


"Soal itu...." Resya binggung untuk menjawab.


"Kami adalah sepasang kekasih." Potong Askar mewakili jawaban dari Resya.


Hanya saja sikap Resya berbeda dari perkataan Askar, dimana secara langsung kaki Askar diinjak kuat, karena dia sendiri tidak terima dengan jawaban itu.


"Tuan putri memang memiliki pandangan yang tajam, sampai membuat lelaki ini murid tuan penguasa pedang bertekuk lutut dibawah kecantikan anda." Dan Payou salah paham.


Dia memang sudah mengukur seberapa besar kemampuan Askar, sebagai orang yang mengalahkan Remure Tianmu, dan berhubungan dengan Loe Teu Yiu, Askar memiliki potensi besar di masa depan.


Bagi varjo de hores yang sangat menghargai kekuatan, biar pun Askar berhubungan dengan Loe Teu Yiu, tentu ada nilai lebih untuknya mendapat perhatian Varjo de hores.

__ADS_1


"Mungkin aku harus mengatakan ini kepada tuan Jariko, aku yakin tuan akan senang melihat anda mendapatkan kekasih yang sangat hebat." Berkata Payou dengan tersenyum.


Sangat berbeda jika dibandingkan Payou ketika berbicara langsung kepada Askar, dia menujukan sifat sombong dan gila bertarung.


"Jangan katakan apa pun kepada Jariko, ini adalah urusanku sendiri, dan kau Payou cepat pergi." Perintah Resya tanpa ragu.


"Baik tuan putri."


Lepas Payou menghilang dari hadapan mereka, Resya menarik tangannya lepas dari Askar.


"Kenapa kau seenaknya sendiri mengatakan aku adalah kekasihmu."


"Oh jadi kau lebih memilih aku mengatakan jika kau adalah pelayanku." Berkata Askar menujukan senyum penuh makna.


"Bukan begitu, kau... Lupakan terserah kau saja." Resya merasa pasrah untuk tindakan Askar.


Kini Resya hanya diam, dia tidak ingin mengatakan apa pun karena semua yang terjadi semakin rumit.


"Itu lebih baik, jika kau diam, kau terlihat lebih cantik." Askar mencoba menggoda Resya, walau pun tidak ada pengaruh apa pun.


Rasa benci dan sakit hati Resya jauh lebih besar dari pada kebahagiaan saat mendengar pujian, terlebih lagi yang mengatakan itu adalah Askar, semakin kesal, semakin pula Resya ingin menghajarnya.


Melihat Askar yang berjalan pergi, dia memikirkan sesuatu untuk dimanfaatkan keadaannya bersama Askar.


Lelaki itu bukan seseorang yang mudah untuk ditangani, bahkan mungkin jauh lebih merepotkan jika ada secara sengaja mencari masalah dengannya.


"Baiklah, aku akan ikuti permainanmu Askar, tapi ingat bayaran atas semua ini tidaklah murah." Gumam Resya atas rencana yang mungkin dia gunakan kepada Askar.


"Kakak kenapa kau senyum-senyum sendiri." Ucap Resra yang tiba-tiba saja berada di sebelah Resya.


"Apa yang kau lakukan disini, aku sampai terkejut."


"Kakak, apa hubunganmu dengan Askar, kau terlihat akrab." Itu sebuah pertanyaan yang dia pikirkan sejak awal.


"Bukan apa-apa, hanya sekedar mengikuti keinginannya, dan akan aku buat dia menerima pembalasan dari semua ini." Ucap Resya tersenyum cerah.

__ADS_1


Biar pun Resya tidak menyukai keinginan Askar, tapi ada satu hal lain untuk lebih dia benci, yaitu keluarganya, orang-orang yang sudah mempermalukan ibunya.


__ADS_2