PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
menerka-nerka


__ADS_3

Kehadiran Azela untuk menghentikan Varjo de hores memang dilandasi oleh dendam yang hadir karena perbuatannya di masa lalu, dan sekarang dia memiliki kesempatan untuk melunasi hutang-hutangnya.


Cara licik yang Varjo lakukan sudah menghancurkan keluarganya, setiap orang yang sangat dia cintai harus mati, kerajaan suci hancur, dan cucunya menanggung beban berat sebagai sandera ditangan musuh.


"Kau akan membayar semua yang sudah kau perbuat Varjo de hores."


"Ratu Azela, jika kau memang mampu maka lakukan." Tertawa Varjo karena dia tahu seberapa kemampuan yang Azela miliki untuk berhadapan dengannya.


Jelas sebuah perbedaan kekuatan yang teramat besar, Varjo seorang lord alam awal keabadian tahap menengah, dan Azela hanya seorang lord alam saint suci tahap akhir.


Dari sudut mana pun Azela dirugikan, meski dia memiliki sisa-sisa kemampuan keajaiban hidup dalam garis darah keturunan, tapi tetap saja, semua itu masih belum cukup untuk mengalahkan Varjo.


Terlebih saat Azela melihat sebilah pedang yang dia gunakan, tahu bahwa itu adalah pedang kelas lord, bahkan jauh lebih kuat lagi.


Dari satu tangan Azela dimunculkan cahaya emas terang yang berkilauan, seketika itu cahaya berkumpul dan membentuk tiga sosok makhluk bersayap.


Malaikat penghakim ....


Jelas saja pemahaman Azela sudah cukup mampu menciptakan wujud sang malaikat penghakim, dan atas kemampuan itu pula Varjo de hores menunjukan ekspresi serius.


Dua malaikat bergerak cepat menghujam pedang cahaya emas ke tubuh Varjo, dan cepat pula dia menggunakan pedang perak ditangan untuk menangkis.


Benturan tiga serangan itu menggetarkan angkasa, pasukan-pasukan yang berjarak beberapa kilometer dari tempat Varjo, harus terdorong mundur saat gelombang benturan terjadi.


"Sepertinya kau benar-benar tidak bisa bersabar." Varjo cukup tenang untuk bicara selagi dia bertahan menerima serangan dari dua makhluk berwujud malaikat itu.


"Untuk apa aku bersabar kepada orang yang melakukan hal licik." Azela benar-benar serius karena Varjo sendiri tidak memberi ampun kepada orang-orang yang sudah dia bunuh.


Skill dimensi : celah ruang.


Sepintas tangan Varjo mengulur ke depan, dua malaikat yang bersentuhan dengan senjata ditangannya, tiba-tiba lenyap. Keduanya berpindah jauh menuju tuan mereka kembali, kemampuan khusus dari orang-orang pemilik skill dimensi memang sangat sulit dilawan.


Mereka mampu berpindah, bertukar, menyerang, bertahan, mengelabui, mengunci atau pun mengganti segala hal dalam waktu yang bersamaan.

__ADS_1


Tanpa perlu menahan diri Varjo bergerak maju, di satu tangan mengalirkan energi dari skill dimensi, sebuah bola besar mengurung Azela dan Malaikat penghakim.


Dalam ruang lingkup kekuasaan skill dimensi milik Varjo, setiap serangan yang dia keluarkan bisa di pastikan akan mengarah tepat tanpa bisa di hindari.


Tapi jelas Azela tahu dengan siapa dia berhadapan, termasuk dua malaikat dari keajaiban hidup tidak akan membiarkan Varjo de hores mengalahkan tuan mereka begitu saja.


Berayun pedang perak ditangan seakan di sengaja oleh Varjo untuk menebas udara, tidak perlulah dia tepat mengarahkan serangan kepada Azela, karena di dalam dimensinya, arah serangan bergerak tanpa di ketahui oleh siapa pun, kecuali Varjo sendiri.


Benar saja, secara tidak langsung, Azela bisa merasakan ada sebuah kekuatan kasat mata yang datang dan tiba-tiba saja saling berbenturan dengan lapisan pelindung keajaiban hidup.


Itu bukan kekuatan sederhana, karena lapisan keajaiban hidup seketika retak hanya karena satu serangan saja.


Serangan kedua dan ketiga datang, retakan lapisan pun semakin besar, hingga Azela memerintahkan untuk dua malaikat itu menyerang Varjo kembali.


Di dalam bola ruang dimensi milik Varjo, kedua malaikat seperti dipermainkan, Varjo berpindah dalam kecepatan tinggi, menebas dan berpindah kembali.


Sekali Varjo menerima serangan, semua berpindah kepada lawan yang lain, tanpa ada satu luka pun dia terima, segalanya berada dalam kendali varjo.


Satu serangan lurus berniat menghujam ke kepala Azela, tapi lapisan pelindung masih cukup kuat bertahan, hingga kekuatan besar membelah sisi bagian luar dimensi Varjo.


"Siapa dia...." Pandangan Varjo jelas tertuju kepada satu sosok beramor hitam keemasan.


Dia menjadi orang yang mampu menghancurkan dimensinya, hanya beberapa nafas sebelum Azela tewas tertusuk pedangnya.


*******


Askar datang membawa 62 prajurit lelaki yang dia kendalikan menuju medan perang, satu serangan gabungan mereka lakukan kembali.


Lingkaran prasasti besar mengeluarkan sinar cahaya ungu yang menyebar ke setiap bahtera musuh.


Meski kekuatan gabungan tidak sekuat awal dia gunakan, tapi jelas ini bisa membuat keadaan semakin lebih baik.


Dimana ledakan besar yang ******* ratusan bahtera dengan pasukan alam semesta kerajaan beladiri dan alam semesta keabadian tanpa bisa mereka menyelamatkan diri.

__ADS_1


Tapi ini menjadi serangan gabungan terakhir yang bisa Askar gunakan, karena itu memakan hampir 70 % energi semua pasukannya.


"Baiklah, kalian semua serang pasukan dari beladiri dan bunuh mereka." Perintah Askar untuk memberi sedikit bantuan lagi.


"Baik tuanku."


Mereka adalah orang-orang dengan bakat terbaik yang jelas akan mampu melawan pasukan alam semesta kerajaan beladiri dengan mudah.


Askar mengarahkan pandangan ke arah lain, dimana dia sudah bisa merasakan aura kuat dari Varjo dan Azela sedang dalam pertarungan.


Zona persepsi menangkap adanya kekuatan kasat mata yang mengurung Azela di dalamnya. melesat dalam kecepatan tinggi, Askar menyiapkan pedang dewa pemangsa kematian ditangan.


Teknik naga hitam : rising dragon road.


Berayun pedang dewa pemangsa kematian yang berhadapan langsung melawan lapisan kurungan dimensi milik Varjo.


Tidak perlu waktu lama untuk Askar menghancurkan lapisan luar itu, karena dalam satu serangan saja, retakan besar membuat celah yang kemudian hancur berkeping-keping.


Askar menghentikan tindakan varjo saat ingin membunuh Azela, karena kehadirannya itu sendiri menjadi perhatian khusus bagi Varjo de hores.


"Asyura....!!?." Sebuah teriakan Suzong terdengar dari ujung cakrawala dan cahaya energi meluncur kepada Askar.


Mudah untuk Askar menangkis, karena jelas itu bukan niat Suzong untuk melukainya, sekedar menarik perhatian Askar yang dia kenal sebagai Asyura.


Dari nama itu membuat Varjo de hores tahu, siapa lelaki beramor hitam keemasan yang datang menghancurkan dimensinya.


"Aku sekarang tahu siapa yang melepaskan serangan dari dalam lubang hitam... Itu adalah Kau Asyura." Ucap Suzong menerka-nerka karena disini tidak ada yang bisa mengeluarkan serangan super kuat selain dia.


"Ya itu adalah aku." Jawab saja Askar penuh keyakinan.


Memang tidak salah Askar mengakuinya, tapi serangan yang menghancurkan ratusan bahtera di lubang hitam adalah Askar, hanya saja Suzong jelas menganggap bahwa semua adalah perbuatan Asyura sendiri.


Varjo tidak pernah menyangka, Asyura yang ratusan ribu tahun telah lenyap dari jagat raya, kini kembali menampakan diri, dan itu bertepatan dengan peperangan ini.

__ADS_1


__ADS_2