
Tujuan mereka adalah bertemu dengan Sina, ya lebih tepatnya Asy, jiwa Phoenix yang ada didalam tubuh Sina.
Memang Askar ingin membawa sina ke klan Phoenix, karena di altar kebangkitan Phoenix itu, Askar akan memisahkan keduanya agar Asy memiliki tubuh yang nyata.
Selain itu, pertumbuhan jiwa Phoenix didalam tubuh Sina cukup berbahaya jika terlalu lama, karena mungkin salah satu diantaranya akan lenyap dan menggantikan posisi.
Andai kata jiwa Phoenix merah terlalu kuat, maka jiwa Sina akan lenyap dan tergantikan oleh asy, begitu pun sebaliknya, karenanya Askar tidak ingin itu terjadi.
Dia dengan rela pergi menuju alam semesta api mulia demi menyelamatkan keduanya, dan kali ini sosok dari keturunan sang Phoenix datang untuk sesuatu yang Sina miliki.
Askar tidak menghentikan mereka, dan berjalan keluar untuk menyambut kedatangan para anggota keluarga dari Asy.
Secara garis besar mereka masih memiliki hubungan darah walau itu tidak murni, tapi satu diantaranya adalah orang dengan beberapa tetes inti darah, diturunkan sejak dulu dari generasi ke generasi.
Dia adalah pangeran Ke'su, pemegang garis darah murni yang tersisa di klan Phoenix utama, seketika mengarahkan pandangan kepada Sina, dengan darah yang sama itu pula, pangeran Ke'su mengetahui siapa sosok pemilik serpihan jiwa dari leluhur Phoenix merah asli.
Berjalan mendekati Asy di depan rumah Salora, tubuh pangeran Ke'su perlahan jatuh dalam sikap hormat membungkuk dengan patuh.
"Ah.... dewaku, dewa Phoenix yang agung, kami merasa bahagia karena anda bisa selamat." Ucap pangeran Ke'su dengan penuh semangat.
Askar terkejut, dia tahu jika kepingan jiwa Phoenix memang sangat berharga, tapi siapa sangka, orang-orang dari klan Phoenix sengaja datang dan tanpa pikir segera menunduk hormat dihadapan Asy.
Asy memahami tujuan klan Phoenix semua, mereka jelas menjadi pengikut para Phoenix yang memuja Phoenix awal penciptaan sebagai dewa.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi apa memang benar jika semua kepingan jiwa Phoenix merah telah dilenyapkan." Ucap Asy dengan paham.
"Itu benar, empat jiwa Phoenix telah lenyap, dan hanya tersisa anda saja nona Asyifa va'seri larik." Balas sosok yang menjadi pangeran bagi klan Phoenix dengan hormat.
"Sungguh tidak menyenangkan untuk aku dengar, tapi bagaimana mungkin, karena jiwa Phoenix mustahil lenyap dan selalu berputar dalam siklus renkarnasi hingga kiamat kelak." Ucap Asy merasa risih atas kejadian yang menimpa saudara-saudaranya itu.
"Kami tidak tahu apa yang orang asing itu lakukan, tapi menurut informasi dari berbagai sumber, jiwa Phoenix ditumbalkan untuk membangkitkan seekor monster purba." Ucap pangeran Ke'su yang cukup memahami segala informasi dari luar.
Askar yang berdiri disamping Asy baru mengetahui tentang tujuan orang tidak dikenal itu, walau semua masih tampak samar, tapi jelas dia mengetahui jika jiwa Phoenix sangat berharga dan mampu menjadi tumbal kebangkitan.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Virnda jika jiwa Phoenix terakhir dalam tubuh Sina adalah sebuah hal yang harus di lindungi.
"Nona Asyifa va'seri larik, sebaiknya ikut dengan kami, karena di luar wilayah klan Phoenix adalah tempat berbahaya." Pinta pangeran Ke'su sebagai pelindung jiwa Phoenix.
"Aku mengerti, memang aku berniat untuk kembali ke klan Phoenix dan menggunakan altar kebangkitan." Balas Asy yang jelas dengan tujuannya.
__ADS_1
"Kalau begitu..."
"Tidak sekarang, besok aku akan pergi ke klan, ada hal yang harus lakukan sebelumnya." Ucap Asy memotong perkataan Ke'su.
"Tapi..." Jelas terlihat jika pangeran Ke'su merasa enggan atas jawaban Asy.
"Tidak ada kata tapi, karena ada urusan yang lelaki ini belum sepenuhnya selesai." Tujuk Asy kepada Askar.
Hanya saja selintas tatapan tajam dari pangeran Ke'su menujukan aura tidak menyenangkan, dan Askar pun merasa risih jika lelaki satu itu menganggap kalau dirinya sebagai musuh.
"Kenapa kau melihatku seperti itu, jangan anggap aku bersalah." Saut Askar yang membalas tatapan Ke'su.
"Aku tidak menganggap kau sebagai orang bersalah, tapi kau tidak pantas untuk berdiri disamping nona Asyifa." Hanya saja pangeran Ke'su menujukan sikap yang terbilang arogan.
"Jangankan berdiri, aku bahkan sudah pernah melihatnya telan*jang." Mendesis suara Askar dengan senyum mengejek.
Walau itu masihlah tubuh Sina, secara pribadi Askar belum pernah melihat sosok Asy secara sempurna, tapi jelas ketika Askar melakukan hubungan dengan Sina, dia pun melihatnya juga.
"Jangan khawatir, walau lelaki ini terlihat tidak menjanjikan, tapi dia adalah orang yang paling istimewa." Mencoba Asy membanggakan Askar dihadapan pangeran Ke'su.
Tapi hembusan nafas yang disertai senyum mengejek, menujukan seberapa sengit dia memandang rendah Askar.
Memang banyak orang yang mengagung-agungkan nama pangeran Ke'su, dia adalah lord alam saint tahap akhir, pewaris darah Phoenix merah dan menguasai elements api tingkat akhir.
Dia dan empat ketua klan binatang mistik api lain lah yang membawa alam semesta api mulia ke deretan kasta tertinggi jagat raya.
"Terserah lah kau mau bicara apa, aku hanya ingin membangkitkan Asy dan membebaskan Sina agar jiwanya tidak termakan." Balas Askar yang jelas tidak perduli.
"Tapi harusnya kau sadar posisi, dihadapan nona Asyifa va'seri larik, bersujud lah, derajat mu lebih rendah." Tegas perkataan Ke'su.
"Kau salah menilai orang lain tuan pangeran, aku tidak akan bersujud kepada siapa pun, selain kedua orang tuaku." Balas Askar dengan tetap menujukan sikap tenang.
Hanya saja di mata pangeran Ke'su, Askar tidak dalam posisi yang seharusnya, dia jelas tidak menyukai penilaian dari sang Phoenix kepada Askar, sedangkan untuk dirinya sendiri dianggap sebagai orang lain.
"Bersujud atau aku potong kepalamu." Ancaman itu datang.
"Berhenti sampai disitu, tidak ada adegan potong-potong kepala, karena jika kau melakukannya alam semesta kerajaan bawah dan alam semesta pedang tanpa tanding, tidak akan membiarkan perbuatanmu." Hanya saja Asy segera bertindak, karena dia sadar akan kekuatan pangeran Ke'su.
Jelas pangeran Ke'su menujukan wajah ketika Asy membahas tentang konsekuensi menjadikan Askar sebagai musuh.
__ADS_1
"Kenapa nona Asyifa membawa nama alam semesta kerajaan bawah dan penguasa pedang Loe Teu Yiu."
"Karena lelaki bernama Askar ini berada dalam perlindungan mereka berdua." Ucap Asy kepada pangeran Ke'su.
Untuk alam semesta kerajaan bawah mungkin masih belum memberikan efek takut bagi pangeran Ke'su, karena status sebagai kasta yang lebih tinggi menjadi modal utama dalam hal kekuatan.
Tapi alam semesta pedang tanpa tanding, penguasa pedang, Loe Teu Yiu, berbeda lagi ceritanya, kekuatannya tidak diragukan lagi, kemungkinan satu alam semesta bisa dibuat kacau oleh dia seorang.
(Note : tingkatan-tingkatan dalam kekuatan Dunia di balik batas.
lord dibawah surga
lord yang nyata
lord diatas surga
lord alam raja
lord alam kaisar
lord alam master
lord alam monarch
lord alam setengah saint
lord alam saint suci
lord awal keabadian
lord keabadian tertinggi
Dewa sejati awal
....... Dan masih dirahasiakan.
__ADS_1
Ini adalah tahapan yang harus Askar capai untuk menjadi seorang dewa.)