PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
jabat tangan


__ADS_3

Loe teu yiu, seorang penguasa alam semesta pedang tanpa tanding, awalnya wilayah kekuasaan lelaki berjuluk penguasa pedang hanya seorang pengembara, tanpa rumah, saudara atau pun sekutu.


Sesosok penyendiri yang mengelilingi bermacam-macam alam semesta di jagat raya, demi memenuhi hasrat untuk mencari kekuatan dan ilmu berpedang dari segala penjuru.


Tidak ada yang tidak mengenal Loe Teu yiu, saat namanya disebutkan maka jiwa semua orang akan gemetar, karena dalam kisah hidup kakek Yiu, adalah seorang pembantai bengis, arogan, tidak kenal ampun, egois dan sangat kuat, ya benar-benar kuat.


Dimana dia berdiri setara dengan seorang lord dari alam semesta penguasa naga, salah satu dari beberapa kekuatan yang tidak bisa diganggu gugat.


"Tapi entah kenapa lima ribu tahun yang lalu, dia memutuskan berubah, menetap di sebuah planet dan memproklamirkan diri sebagai penguasa planet itu." Itu akhir dari cerita Virnda kepada Askar.


"Lantas bagaimana bisa Kakek Esa menjadi muridnya."


"Ya harusnya kau tahu, jika kakek Esa dulu juga seorang pengembara, tapi sebelum itu, tuan Loe teu yiu datang ke alam semesta kerajaan bawah dan membawa Kakek Esa untuk di jadikan sebagai salah satu muridnya."


"Nona Virnda cukup berpengetahuan soal kakek Esa ternyata."


"Ya dulu juga Kakek Esa adalah pahlawan kerajaan, kalau tidak salah saat itu aku berusia 14 tahun."


"Aku mengerti." Apa yang Askar mengerti hanya tentang usia nona Virnda yang nyatanya sudah lebih dari lima ribu tahun.


Tapi melihat ekspresi aneh di wajah Askar itu, Virnda tidak nyaman, bahkan sedikit kesal.... "Entah kenapa aku merasa kau memikirkan tentang hal lain Askar."


"Siapa yang tahu." Santai Askar menjawab.


"Ya sudahlah, tapi ini sangat menguntungkan Askar, jika kau mendapatkan nama dari tuan Loe Teu yiu, maka tidak akan ada satu orang pun yang berani melawanmu."


"Sebenarnya aku tidak menyukai cara bersembunyi di balik nama seseorang, bahkan dengan menjadi lord alam semesta kerajaan bawah, tapi ini menjadi langkah terbaik demi menghindari masalah di masa depan nanti." Ucap Askar yang mengangguk setuju dengan perkataan Virnda.


Melihat sikap kakek Esa yang biasanya terlihat sombong dan tidak perduli atas kejadian disekitarnya, kini harus tersenyum ketika sosok loe teu yiu datang.

__ADS_1


Sebagai seorang murid dari penguasa pedang, tentu kakek Esa menujukan sikap yang hormat, tanpa berani membalas perkataan sang guru dengan cara tidak sopan.


"Bagaimana dengan kesehatan anda tuan guru ?, Apa sia-sia pertarungan melawan penguasa naga masih belum sembuh." Bertanya kakek Esa yang berdiri membungkuk dihadapan Tuan loe teu yiu.


"Ya... Kau tahu, tubuh ini adalah tubuh manusia, walau aku sudah mencapai keabadian, tapi pastinya akan menjadi lemah saat menjadi tua, terlebih lagi, dia adalah lord dragonic, tentu dalam segi fisik sekali pun, long Wang jauh lebih kuat."


"Tapi tuan guru, jika saat itu pedang bulan perak tidak tuan guru berikan, tentu Long Wang masih belum mampu mengalahkan anda."


"Itu sudah menjadi takdirnya, kalau pedang bulan perak harus mendapat pemilik yang sudah ditetapkan oleh sang dewa penciptaan."


Tunggu, Askar seperti mendengar satu hal yang sangat penting,


"Jadi apa tuan guru datang kemari sendirian."


"Tidak, aku bersama dengan cucuku, dan dia ada di sana." Tunjuk Loe teu yiu ke atas langit, tapi disana tidak ada apa-apa.... "Loh dimana Su yiu."


Kakek Yiu kaget ketika sosok yang datang bersama dengannya, kini hilang entah kemana, berputar-putar melihat ke setiap sudut langit pun tidak nampak orang yang dicari.


Satu tangan kakek Yiu angkat, dimana dari kejauhan ada benda asing terbang mendekat, lebih tepatnya sebuah pedang yang terikat di tubuh seorang wanita.


Hingga pada akhirnya, ketika kakek Yiu memanggil pedang, secara otomatis su yiu pun ikut terbawa dan dipaksa mendekat tanpa pernah bisa menolak.


Potongan rambut hitam panjang, namun terikat ke belakang, alis mata yang lembut, tapi tatapan nampak polos, wanita itu berdiri dengan mulut mengunyah penuh makanan.


Termasuk di kedua tangan su yiu pun tidak melepaskan tiga bungkus kantong berisi macam-macam makanan yang dia beli di pasar kota Loyi.


"Apa yang sebenarnya kau lakukan sejak tadi Su, padahal sudah kakek katakan untuk menunggu." Berkata kakek loe teu yiu dengan wajah kesal.


"Tapi kakek, makanan disini enak sekali, coba ini." Seakan tidak bersalah Su pun memberikan sebuah bingkisan kepada kakek Loe Teu yiu.

__ADS_1


Dengan cepat kakek Yiu mengambil, tapi tidak seketika itu kekesalan karena Su yiu pergi tanpa memberikan kabar.


"Aku tahu jika kau kurang piknik, bahkan tidak pernah, tapi tujuan utama kita adalah bertemu dengan Askar, dan kau malah enak-enakan mencari makan.... Hmmm lumayan." Balas Loe teu yiu dengan sedikit menujukan emosi, tapi tetap memakan apa yang diberi oleh Su Yiu.


Jelas kehidupan mereka berdua sangatlah sederhana di alam semesta pedang tanpa tanding, terlebih bagi Su Yiu sejak awal, dirinya bepergian keluar alam semesta yang menjadi tempat tinggalnya.


Tapi kali ini sebuah dunia yang berbeda jelas menujukan semacam ketertarikan bagi Su yiu karena segala hal baru pertama kali dia merasakan.


Askar pun berjalan mendekat, dimana diarahkan pandangan mata Kakek Yiu, dan berniat memperkenalkan wanita yang dia panggil sebagai cucu.


"Askar, dia adalah cucuku, su yiu." Ucap Kakek Yiu dengan tersenyum cerah.


"Sejak kapan tuan guru punya cucu." Pertanyaan itu datang dari Esa.


Dia seharusnya tahu tentang kehidupan dari Penguasa pedang, dimana tidak memiliki keterikatan dengan seorang wanita, sekali pun ada, itu hanya sebagai seorang penghibur diri, bukan berarti menjadi seorang istri.


Tapi kali jni, Loe teu yiu memberi kejutan bagi semua orang saat dia memperkenalkan seorang wanita muda yang cantik dalam karakteristiknya menjadi seorang cucu.


"Apa perlu kau membahas itu Esa, yang jelas saat ini, Su Yiu adalah cucuku, biar pun dari mana asalnya." Tegas jawaban Kakek Yiu yang tidak menyukai cara bicara Esa.


"Maafkan aku tuan guru." Kakek Esa pun dengan rela membungkuk meminta pengampunan.


"Sudahlah, tidak masalah."


Askar yang sangat paham dalam menilai sebuah kecantikan wanita, walau terlihat sosok Su yiu sebagai wanita polos, tapi kobaran aura menujukan semangat.


Terlebih ketika mata Askar dan Su yiu saling berpapasan, Askar penasaran apa yang dirasakan dari cara wanita itu tersenyum.


Siapa sangka, Askar yang tidak memiliki prasangka buruk dan hanya ingin berjabat tangan, tapi tangan lain melayang menghantam kepalanya.

__ADS_1


Kuat luar biasa, jelas dia memiliki kekuatan setingkat lord alam kaisar tahap akhir, Askar tidak siap menerima serangan, terdorong mundur dan jatuh.


"Apa ini cara yang dilakukan orang-orang alam semesta pedang tanpa tanding saling berkenalan." Gumam Askar yang bingung kenapa dia harus di pukul.


__ADS_2