
Askar tidak sedikit pun merasa takut jika di pertemuan kali ini dia akan bertemu dengan Erdo, atau pun sosok jaga yang menjadi salah satu wali kerajaan.
Karena sejak awal dia tidaklah salah, membela seorang wanita dari tangan kotor lelaki bajingan yang berniat menyakiti dirinya.
Jika memang pada akhirnya Askar yang di salahkan, maka yang salah bukan Askar atau pun Razika tapi semua orang otaknya sudah salah, karena tidak bisa berpikir dengan benar.
Sekarang adalah pertemuan Askar dengan para wali kerajaan dan orang-orang penting yang jelas memiliki nama besar di alam semesta kerajaan bawah.
Dan juga lima orang calon yang sebelumnya di gadang-gadang menjadi pengganti lord Sam dengan bakat luar biasa untuk usia dibawah dua ratus tahun.
Askar yang memasuki ruang pertemuan bersama Rea, Sina dan Omen, segera sosok Virda dan kakek Esa datang menyambut mereka berempat.
"Askar kau sedikit terlambat." Ucap Virda yang jelas-jelas menunggu kedatangan Askar dengan tidak sabar.
"Maaf, untuk beberapa alasan aku harus bekerja ekstra tadi malam." Balas Askar menujukan senyum penuh makna.
"Memang sulit memiliki dua istri dengan kecantikan seperti Rea dan Sina." Tapi seakan kakek Esa paham atas ucapan Askar itu.
"Seperti itulah." Askar mengangguk dan tersenyum.
Sosok kecantikan lain pun datang mendekat kepada Askar, dia adalah putri dari Virnda, yaitu Nanda.
Wanita muda yang ketika dewasa tentu akan menyaingi ibunya, bahkan mungkin jauh lebih cantik, terlebih ada yang menonjol walau itu bukan bakat, dan sudah melampaui potensi dari sang ibu.
"Tuan Askar, aku senang kau sudah datang." Berkata putri Nanda dengan senyum melengkung menyambut Askar.
"Aku juga senang karena kau datang putri Nanda." Jawab Askar dengan mencoba membalas perkataan Nanda seperti apa adanya.
"Tentu saja, karena bagaimana pun tuan Askar sudah menyelamatkan hidupku, maka aku harus menujukan sikap kepada anda." Balas putri Nanda yang memang memiliki niat lain atas kedatangannya demi melihat Askar.
"Kau terlalu memikirkannya, padahal itu bukan hal yang pantas untuk dibicarakan." Askar masih merendahkan diri.
"Tapi tidak mungkin aku lupa tuan."
Atas keakraban Askar dengan Virnda, kakek Esa, dan putri Nanda tentu mata semua orang dengan jelas mengarah kepada dirinya.
__ADS_1
Tentu Askar menjadi pusat perhatian semua orang, karena mereka tentu ingin mengambil hati orang-orang yang berhubungan dengan kerajaan ini.
"Hei siapa anak muda itu, kenapa kedua wali terkuat sangat akrab dengan dia."
"Entahlah tapi aku rasa dia bukan dari alam semesta ini."
"Ya kau benar, jika memang dia orang sini tentu aku tahu siapa-siapa yang cukup akrab dengan anggota kerajaan."
Berita tentang Askar yang dipastikan menjadi pengganti lord Sam, memang belum tersebar kepada kalangan publik, tapi jelas hanya orang-orang tertentu saja yang bisa datang di acara penting seperti ini.
Dan dari sudut pandang mereka Askar terlalu muda untuk bisa akrab dengan orang hebat sekelas kakek esa dan Virnda.
Zona persepsi Askar terisi penuh oleh berbagai macam orang yang sangat kuat, paling lemah diantara mereka adalah lord alam raja, dan yang terkuat adalah kakek esa, lord alam saint suci, sekaligus yang tertua pula.
Walau begitu Askar menyadari akan sosok kehadiran seseorang yang menujukan aura membunuh kental dan diarahkan tepat kepada dirinya.
Askar pun mengalihkan pandangannya menuju sosok Erdo yang kini berkumpul diantara keluarga bangsawan wilayah kerajaan bagian selatan.
Rasa kesal dan marah Erdo terlihat jelas dari raut wajah yang sangat rumit, bahkan sulit dibayangkan antara dia sedang emosi atau menahan sembelit.
Dari sudut pandang Erdo.
Dia benar-benar terkejut, siapa sangka lelaki yang menghajarnya semalam, kini menampakan diri dalam acara khusus kerajaan.
Dirinya pun bertanya-tanya kenapa lelaki tanpa asal usul itu sangat akrab dengan nona Virnda, kakek Esa dan putri Nanda.
Terlebih lagi saat Erdo melihat dua sosok kecantikan yang ikut bersama Askar, dimana mereka jauh berkali-kali lipat lebih menarik daripada Razika.
"Ayah dia orangnya." Bisik Erdo kepada sang ayah yang masih sibuk mengurusi para kenalan untuk bertukar sapa.
Ayah Erdo pun merasa tertarik dengan orang yang menghajar anaknya itu, dan orang itu juga menjadi salah satu undangan di pertemuan kerajaan.
"Lelaki tua yang sedang membawa penampan makanan itu." Berkata Ayah Erdo dengan menujuk ke arah yang anaknya maksud.
"Bukan ayah, itu hanya pelayan, tapi dia yang sedang berbicara dengan nona Virda dan kakek Esa." Balas Erdo dengan menggeser sedikit pandangan ayahnya.
__ADS_1
Apa yang ayah Erdo lihat, tentu memberikan sebuah rasa terkejut, bagaimana pun juga nona Virnda dan kakek Esa bukan orang yang mau berakrab-akrab ria dengan orang biasa.
Ayah Erdo pun bukan orang bodoh yang tidak berpikir dengan tindakannya, jika memang dua sosok wali terkuat itu berada di balik bayang-bayang musuh Erdo, maka akan sulit untuk membalas perbuatan yang dia lakukan.
"Aku rasa kita memang harus meminta bantuan paman Jaga untuk mengurus bocah itu." Ucapnya kepada Erdo.
"Itu memang cara terbaiknya."
"Lupakan soal itu sekarang, karena sebentar lagi lord Sam akan memberikan pernyataannya." Ayah Erdo lebih ingin memfokuskan diri pada acara yang sedang berlangsung.
Nyatanya sosok lelaki yang datang dari pintu dekat singasana, membuat semua menunduk patuh saat dirinya muncul, kecuali Askar.
Biar pun orang lain memandang aneh, tapi Askar jelas tidak ingin menundukkan kepalanya kepada Sam, walau dia adalah seorang penguasa wilayah alam semesta kerajaan bawah.
Acara satu ini sangat dinantikan oleh lima orang yang menjadi kandidat para wali sebagai sosok jenius berbakat tingkat tinggi.
Tapi jika dibandingkan dengan Askar, mereka masih jauh dari pencapaiannya, dimana semua kandidat adalah orang-orang berusia diatas seratus tahun, sedangkan Askar barulah 26 tahun.
Bisa dibayangkan sosok Askar dalam seratus tahun di masa depan seberapa tinggi pencapaian yang akan dia dapat.
Sam berjalan maju menghadap ke semua orang yang merasa gugup atas pengumuman untuk dia sampaikan.
"Baiklah saudara-saudaraku terhormat, aku sudah memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi sebagai lord alam semesta kerajaan bawah, dan juga kesepakatan dengan kesepuluh wali pun sudah menemui akhir."
Erdo yang merasa diatas angin sudah bersiap dan merapikan pakaian untuk mendekat ketika lord Sam memanggil namanya.
"Askar datanglah kemari." Berkata Sam yang mengangkat tangan memanggil sosok itu.
Semua orang merasa bingung, mereka menolak percaya dengan ucapan Sam, terlebih Erdo yang sudah maju satu langkah kini mundur kembali.
"Askar siapa Askar."
"Aku tidak tahu ada kandidat lain yang bernama Askar."
"Apa lord Sam hanya memanggil pembantunya."
__ADS_1
Tapi saat itu juga, sekelebat bayangan melompat tinggi dan berdiri sedikit lebih jauh disamping Sam.