
Davendra merasakan sendiri sebuah kekuatan besar melintas membentuk sebuah kubah yang menutupi seluruh wilayah alam semesta awal penciptaan.
Waktu berhenti bergerak dan membuat Rea, Sina, Omen serta semua yang ada didalam kubah energi berwarna merah terang diam di tempat.
Dia pun tahu apa yang sedang terjadi, karena kejadian ini juga berhubungan dengan salah satu kemampuan miliknya.
Skill penciptaan ultimate kenyataan dan ilusi.
Sedangkan untuk Davendra sendiri masih bisa bergerak karena dia memiliki skill penciptaan ultimate seperti yang di gunakan oleh Askar.
Berbeda dengan tubuh palsu dari salinan Askar itu, karena pancaran energi penangkal hanya ada dalam skill dari para pemilik skill penciptaan yang nyata.
"Jika skill penciptaan ultimate ini sudah digunakan, maka dia sudah menyelesaikan ujian tingkat ke enam." Gumam Davendra sendiri.
Dia pun berdiri dari kursinya, sekedar berjalan dengan tatapan mata memperhatikan semua orang, secara langsung mereka hanya tidak bisa bergerak, tapi pikiran tetaplah sadar.
Tujuan Davendra tidak lain dan tidak bukan adalah membuka gerbang dimensi, dimana lokasi tujuannya serasa jelas kemana tujuan membawanya pergi.
*******
Di dalam Pembukaan skill penciptaan Ultimate kenyataan dan ilusi, segala macam kehidupan yang berada dalam jangkauan, berhenti bergerak dan terkunci tanpa bisa melakukan perlawanan.
Askar berjalan maju dengan tujuan melakukan pemusnahan kepada sosok dirinya yang palsu.
Mengubah ilusi atau menjadikan kenyataan, tergantung pada kemampuan Askar dalam mengolah informasi dari target.
Jika lawan memiliki tingkat yang jauh lebih kuat maka pengorbanan besar harus Askar terima, dan itu artinya dia akan mendapat konsekuensi saat harus melenyapkan kebenaran seseorang menjadi ilusi.
Satu tangan Askar di lekatkan di depan kepala salinan dirinya, aliran energi merah menyelimuti seluruh tubuh dalam konsentrasi tinggi.
"Kau memang lawan yang paling merepotkan, harus aku akui ini, tapi maaf, kita cukup sampai disini." Askar menarik tangannya kembali.
"Jika nanti kau memiliki waktu senggang, sering-sering lah pergi ke salon, gaya rambutmu sangat norak." Ucap sosok salinan melalui telepati sebelum dirinya lenyap.
"Terimakasih atas nasihatnya, tapi aku tidak ada niat mengubah penampilan, karena sejak awal cerita aku tidak pernah pergi ke salon." Sedikit tanggapan Askar sembari menyaksikan serpihan cahaya terbang.
"Sungguh merepotkan."
__ADS_1
Sedikit demi sedikit, tubuh salinan yang menyerupai dirinya itu menjadi debu dan hancur bersama cahaya merah dalam kubah energi.
"Ya ini memang sangat merepotkan kawan." Gumam Askar memikirkan dirinya sendiri.
Skill ultimate pun lenyap dari kendali Askar, secara tiba-tiba kakinya menjadi hilang keseimbangan. Dia merasakan jika energinya diserap habis secara besar-besaran, bahkan tidak menyisakan satu kekuatan untuknya berdiri.
Jatuh tanpa alas, kepala pusing dan lemas, itu adalah konsekuensi yang harus diterima karena dibutuhkan seluruh energi demi melenyapkan lawan menjadi ilusi.
"Si*al, jika aku pingsan disini, maka akan berbahaya." Gumam Askar yang tidak bisa menahan diri.
Satu kekuatan yang tidak mengkonsumsi energi adalah hukum kegelapan, dan saat itu juga, Askar membentuk bola kegelapan untuk menyelimuti tubuh.
Yang Askar khawatirkan, jika ada makhluk lain datang dan menyerang Askar dalam keadaan tidak sadarkan diri, jelas ini sangat berbahaya.
Tidak ada yang bisa Askar lakukan untuk tetap terjaga, matanya terpejam dan pingsan tanpa bisa menawar lagi, hanya bisa berharap saat dia terbangun tubuhnya masih utuh.
Dalam keadaan tidak sadarkan diri, sebuah gerbang dimensi terbentuk, muncul tidak jauh dari lokasi Askar dan sosok lain pun berjalan keluar, dimana itu adalah Davendra.
Tapi tidak begitu saja Davendra bisa mendekat, karena Sistem pertahanan otomatis hukum kegelapan sedang aktif.
Davendra tidak menujukan niat untuk pergi, terus berjalan dan menyingkirkan tangan hitam hanya dengan satu ayunan tangan dipenuhi energi hukum kegelapan lain.
Sebuah kekuatan yang memiliki tingkat jauh berbeda, karena Davendra melenyapkan kekuatan hukum kegelapan dari Askar dengan mudah.
Apa yang tersirat dari balik tatapan datar saat berdiri di sebelah tubuh Askar.
"Kau memang sudah menjadi lebih kuat Askar, tapi tidak untuk sekarang." Ucap Davendra dengan tatapan tajam.
Ada niat tersembunyi yang Davendra tujukan..."Aku berikan kau sedikit energi dewa." Lanjut Davendra dengan setitik cahaya keemasan diatas telapak tangan muncul.
Dia jatuhkan satu titik cahaya keemasan yang menyala terang hingga menghapus semua kegelapan ke depan dada Askar, seketika itu, selimut cahaya terbentuk.
'Peringatan : energi eksternal tidak dikenal memasuki tubuh.'
'Peringatan : energi eksternal tidak dikenal memasuki tubuh.'
'Peringatan : energi eksternal tidak dikenal memasuki tubuh.'
__ADS_1
'sistem pertahanan otomatis akan menonaktifkan fungsi sirkuit energi saat terjadi pengrusakan.'
Suara Re terdengar keluar secara jelas, ini menujukan sistem monitoring tubuh Askar masih berfungsi walau dia tidak sadarkan diri.
Pusaran cahaya berputar mengelilingi Askar dan energi alam di sarang Phoenix seakan di tarik secara paksa untuk masuk kedalam tubuh.
Tempat itu adalah sebuah wilayah yang di penuhi energi alam dalam jumlah besar, bagiamana tidak, selama ratusan ribu tahun energi yang ada di alam semesta awal penciptaan berkumpul di dalam sarang.
"Energi alam yang terkumpul akan di konversikan untuk memenuhi jurang energi."
Lord alam guru tahap menengah.
Lord alam guru tahap akhir.
Lord alam monarch tahap awal.
Lord alam monarch tahap menengah.
Lord alam monarch tahap akhir.
Lima peningkatan sekaligus terjadi dalam waktu singkat, jika ada orang yang melihat Askar mereka tentu akan semaput tiba-tiba.
Wilayah sarang Phoenix memiliki sepuluh kali lipat lebih banyak daripada gunung api di alam semesta api mulia, jauh lebih murni dari tetes embun bunga keabadian, dan sangat kuat seperti badai kosmik di lubang hitam.
Seakan terjadi bencana, kilat menyambar ke segala arah, ledakan energi muncul ketika Askar menyerap semua energi dan membawanya naik tingkat satu tahap, demi satu tahap tanpa terjadi kemacetan.
Jika orang biasa atau mereka yang dikatakan sebuah bakat jenius naik tingkat membutuhkan waktu satu hingga dua tahun, maka dalam hitungan menit Askar melangkah lima tahap, itu pun melewati satu tingkatan besar.
Tidak lama setelah semua kembali normal....
Askar membuka mata dengan perasaan cukup menyenangkan, dimana segala kesakitan yang biasanya dia terima setelah membuka ke enam murka penguasa kini tidak dia rasakan lagi.
Tubuhnya seakan diperbaharui, kekuatan energi yang mengalir deras namun lembut tidak membuat Askar bingung, dia lebih tertarik memikirkan arah jalan menuju tingkat selanjutnya.
Dan nyatanya secara tidak terduga sebuah lubang terbentuk di bagian samping tebing, Askar mengingatnya dengan jelas jika dia sudah memantau sekitar dan tidak menghasilkan apapun.
"Sejak kapan pintu ini dibentuk, apa barusan ada tukang yang merenovasi." Gumam Askar sendirian.
__ADS_1