PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
di persingkat


__ADS_3

Klan Tianmu yang berasal dari alam semesta bulan terbakar datang membawa banyak orang hebat kedalam ruang pernikahan.


Meski pun alam semesta bulan terbakar tidak terlalu terkenal, bahkan tidak masuk ke daftar jajaran alam semesta kasta atas, tapi beberapa keluarga di sana memiliki kemampuan khusus yang disegani banyak orang.


Terlebih lagi hubungan antara Ah Meng dan alam semesta samudera bintang sebagai bawahan langsung di genggaman kekuasan Penguasa bintang Hydra.


Sesosok lelaki tua sedikit kurus dengan kumis panjang melewati batas, dan rambut putih botak di ubun-ubun hingga ke tengah kepala menampakan diri sebagai kepala keluarga dari klan Tianmu.


Feng Tianmu, adalah nama kepala keluarga dari klan Tianmu yang memiliki pengaruh besar di jagat raya ini, karena keahlian khusus dari mereka berguna untuk menarik dan mengendalikan sebuah roh.


Sama seperti yang mereka dapatkan dari alam dunia ghaib, sosok roh kuat dan legendaris bernama Rudolfo, itu mereka jadikan sosok keramat untuk di turunkan ke penerus kepala keluarga.


Kehadiran Feng Tianmu di acara pernikahan Askar dan Resya ini, jelas menjadi sebuah kejutan besar Varjo de hores dan para tamu undangan dari bangsawan sekitar kerajaan beladiri.


Terlebih lagi tujuan kepala keluarga Feng Tianmu sembari membawa para ahli, bukan untuk menghadiri resepsi pernikahan atau sekedar kondangan, tapi menagih hutang kepada Askar.


Meski cukup mengherankan ada masalah apa yang Askar lakukan dengan Feng Tianmu, tapi suasana acara pernikahan itu pun berubah drastis.


"Feng Tianmu, kau membuat wajah penguasa ini menjadi malu karena sikap mu di dalam istanaku." Suara Varjo de hores menggelar di dalam ruangan.


Melompat tinggi dan hadir menghadang Feng Tianmu atas kehadiran yang tidak diundang, walau tujuan orang itu adalah kepada Askar, tapi tetap saja, Varjo de hores tidak ingin ada satu pun mencari masalah.


"Tuan Varjo de hores, aku disini untuk menuntut balas kepada Askar, dia sudah membuat anakku babak belur dan juga mencuri roh keramat yang keluarga kami miliki." Ucap saja Feng Tianmu atas tujuan yang dia miliki.


"Itu bukan urusanku, jika memang kau memiliki masalah dengan Askar, lihat situasinya, ini adalah acara pernikahan." Tegas Varjo membela harga dirinya sebagai seorang penguasa.


"Aku tidak perduli, Askar adalah orang yang salah, karena telah mencari masalah dengan keluarga Tianmu." Tapi tetap saja Feng Tianmu bersikeras untuk membalaskan dendam kepada Askar.


"Disini aku sebagai tuan rumah dan kau hanya seorang tamu tidak diundang, berani kau mengambil langkah lagi, aku akan musnahkan semua keluarga Tianmu." Berkata Varjo dengan satu jari menunjuk ke arah Feng Tianmu.


Ancaman Varjo de hores benar-benar ditunjukan dengan suara keras dan penuh aura kemarahan, melihat sosok Feng Tianmu, dia seakan siap berhadapan langsung dalam pertarungan.

__ADS_1


Tentu Feng Tianmu tahu seberapa serius Varjo de hores dalam mengambil sebuah tindakan, seperti yang terjadi kepada alam semesta kerajaan suci, dimana Varjo mengutus pasukan alam semesta kerajaan beladiri untuk menyerang mereka.


"Baiklah tuan Varjo, tapi aku minta satu hal kepada anda." Feng Tianmu pun mengajukan satu keinginan.


"Aku tidak akan menjanjikan apa pun kepadamu." Varjo bersikeras dalam keputusannya.


"Paling tidak setelah acara pernikahan ini selesai, aku ingin Askar menghadap kepadaku untuk mengembalikan roh kontrak Rudolfo."


Sekilas pandangan Varjo mengarah langsung kepada Askar, meski pun tidak perlu dia dilindungi, secara siap Askar dalam pertarungan masih mampu melawan Feng Tianmu.


"Askar apa yang akan kau jawab." Tanya Varjo langsung kepada Askar.


"Aku bukan orang yang akan lari dari hadapan musuh, jika memang kau menginginkan Rudolfo kembali, aku berikan, selama kau mampu mengalahkan ku." Ucap Askar dengan jawaban yang ditunjukkan kepada Feng Tianmu.


"Baguslah kalau begitu, biar aku tunggu kau di luar." Segera Feng Tianmu beranjak pergi, jika terlalu lama maka Varjo akan semakin marah.


Berselang Feng Tianmu pergi, tentu mereka sudah melupakan seorang lelaki yang awal mula membuka pintu karena keberatan atas pernikahan ini, kini dia memberanikan diri untuk melangkah maju.


"Baiklah sekarang giliran ku untuk angkat bicara." Lelaki itu merasa percaya diri saat menghadapi sosok Varjo.


"Siapa kau." Varjo pun bertanya, karena dia memang tidak kenal.


"Tuan Varjo, aku adalah Seanmo Noriyu." Diperkenalkan dirinya sendiri.


"Apa yang kau inginkan."


"Aku merasa keberatan atas pernikahan Resya."


"Lantas ?."


"Aku lebih pantas daripada lelaki itu untuk menikahi nona Resya." Ucapnya penuh keberanian.

__ADS_1


Seketika setelah Seanmo mengungkapkan tujuan kedatangannya, sebuah tamparan melayang telak menghantam pipi dengan keras.


Tubuhnya jatuh, otaknya terguncang, mata berkunang-kunang dan hampir tidak sadarkan diri, mencoba untuk berdiri tapi kakinya pun terasa lemas.


Sebuah tangan mencekik leher Seanmo dengan kuat, mudah saja tubuhnya diangkat oleh Varjo seakan dia tidak lebih seperti kutu di mata sang penguasa alam semesta kerajaan beladiri.


"Hari ini adalah hal yang paling membahagiakan untukku, kau bernai datang untuk membawa masalah." Ucap Varjo yang masih kesal karena Feng Tianmu dan kini dia lampiaskan kepada Seanmo.


Wirso dan saudara lelaki lain hanya bisa diam karena melihat kemarahan sang ayah itu, tentu akan menjadi bencana, jika tahu bahwa orang yang menyuruhnya datanglah kemari adalah rencana mereka.


Tidak diberi kesempatan untuk Seanmo bicara, karena lehernya dicekik secara kuat, nafas pun sulit, hingga mustahil dia membuka suara.


Dan Varjo melemparkan tubuh Seanmo keluar ruangan, perasaan kesal semakin bertumpuk untuk semua hal yang terjadi di kala pernikahan akan berlangsung.


"Jika ada yang mau membuat masalah silakan datang kemari, biar aku selesaikan." Keras suara Varjo memberi ancaman kepada siapa pun orang yang ada di dalam ruangan.


Tapi tidak mungkin ada yang berani membuka suara, karena mereka tahu, jika saat ini kemarahan Varjo bisa saja menjadikan dia membunuh siapa pun.


"Tidak ada ?, Kalau begitu lanjutkan pernikahan ini." Perintah Varjo kepada pendeta yang menjadi hakim penghulu.


Dengan takut akan kemarahan Varjo itu, tanpa perlu lagi banyak bertanya tentang siapa yang keberatan, langsung saja hakim mengucapkan mantra.


Seketika itu juga di tangan Askar atau pun Resya terbentuk sebuah simbol yang melingkar tengah-tengah telapak tangan mereka.


"Kalian berdua sekarang adalah suami istri, silakan bawa istri anda tuan Askar."


"Udah begini aja."


"Memang apa kau mau berapa lama, lihat tuan Varjo dia bisa saja menelanku jika terlalu banyak acara." Bisik sang pendeta yang merasa takut.


Askar paham untuk hal ini, pendeta suci sekali pun takut jika harus membuat Varjo marah, bahkan pernikahan yang memiliki banyak sesi, bisa di persingkat olehnya.

__ADS_1


__ADS_2