
Davendra masih ingat kejadian di hari ini, dimana kelahiran Hara saat dirinya masih menjadi Askar adalag sebuah kebahagiaan tersendiri.
Kini dia bukan orang yang sama, dimana putaran waktu untuknya, adalah jalan hidup terbalik, mengulang masa lalu, memperbaiki masa depan, dan takdir ini tidak pernah berakhir.
Rea pun sudah membulatkan tekad, sebuah waktu yang harus dia korbankan, demi tujuan besar yang harus dilakukan olehnya.
Satu bulan berlalu cukup cepat, Askar yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menemani Rea, Sina dan Asy, tentu merasa enggan ketika tugas Rea akan dimulai.
Sebuah dimensi persimpangan waktu, satu tempat yang akan Davendra gunakan untuk menempatkan Rea agar lepas dari kematian.
Dalam dimensi Rea tidak akan terikat oleh takdir, penulisan hidup akan segala kemungkinan di masa depan pun tidak mempengaruhinya.
Tapi Askar merasa enggan melihat Rea harus berpisah dari Hara, hanya satu bulan itu, ikatan seorang ibu kepada anaknya memang sangat kuat.
"Nah Davendra, apa kau tidak memiliki cara lain." Berkata Askar yang merasa tidak nyaman.
"Memang apa yang kau harapkan dari semua ini Askar, membiarkan Rea terbunuh dan jagat raya akan hancur." Tegas jawaban Davendra kepada Askar.
"Aku tidak bisa membayangkan jika Rea harus mengorbankan dirinya sendiri demi orang-orang seperti mereka di jagat raya." Askar jelas masih ingat akan perbuatan dari para penguasa di kehidupannya sebagai Asyura.
Davendra tahu apa yang di maksudkan oleh Askar, mereka itu, adalah para penguasa alam semesta penuh kerakusan dan ketamakan.
Mengorbankan Rea untuk sebuah kehidupan lain yang tidak pernah diharapkan, tentu Askar lebih memilih mereka semua binasa karena tindakannya sendiri.
"Askar aku tahu itu, karena aku juga memiliki pertanyaan yang sama seperti dirimu, dan kita adalah satu orang dalam waktu yang berbeda." Balas Davendra.
"Lantas kenapa kau mau menyelamatkan jagat raya dari kaisar akhir zaman." Askar bingung untuk tujuan ini.
"Bukan itu, aku ingin menyelamatkan dirimu Askar, karena dimasa depan nanti, bukan kaisar akhir zaman yang menghancurkan jagat raya."
"Bagaimana mungkin ?, Lantas siapa ?."
Davendra hanya diam dia tidak mengatakan apa pun karena sebagian besar dari kisah hidup yang dia jalani adalah spoiler untuk masa depan Askar.
__ADS_1
"Dimasa depan nanti, kau tidak akan memiliki siapa pun, anak-anakmu, istri-istrimu, saudara-saudaramu, ayah ibumu, teman-temanmu, dan dirimu sendiri, tapi tujuanku adalah untuk mengubah itu semua, karena jagat raya akan selamat atau tidak, jawabannya ada dalam dirimu." Davendra menunjukan suara getir karena dia sendiri pun sudah melihat semuanya.
Askar memang belum memahami semua hal yang diucapkan oleh Davendra, tapi membawa Rea di persimpangan waktu, adalah satu cara menyelamatkan kehidupan ini.
Seperti yang di ingat oleh Davendra, jika akan ada hari dimana Rea tewas oleh musuh-musuh Askar, karena itulah Davendra tidak ingin hal itu terjadi lagi.
"Aku sudah melihat lebih banyak dari hidupmu sebagai Asyura, atau sebagai Askar, percayalah, aku ingin mengubah masa depan agar lebih baik." Sekali lagi Davendra benar-benar menujukan tatapan mata seperti orang yang sudah melewati banyak kesengsaraan dalam hidupnya.
Menyerahkan Hara kepada Sina, tatapan mata itu benar-benar menujukan perasaan enggan untuk berpisah, namun Rea sudah memilih.
Jika dimasa depan nanti dirinya harus melihat kematian dari semua orang, termasuk keluarganya, mengorbankan waktu untuk mereka, masihlah sangat murah.
"Sina tolong jaga Hara untukku, hanya enam belas tahun, aku yakin saat aku kembali, ada banyak waktu yang bisa aku berikan untuk membayar semua ini." Ucap Rea dengan perasaan getir.
Askar pun mendekat, dia jelas memahami isi perasaan Rea yang baru kemarin menjadi seorang ibu dan kini harus pergi.
Bagi siapa pun ini bukan perkara mudah, ikatan antara ibu dan anak untuk sebuah perpisahan sementara masihlah sangat sulit.
"Rea apa kau sudah siap." Bertanya Davendra.
"Ya aku akan berusaha siap." Jawab Rea dengan wajah serius.
"Tenang saja Rea, di dalam dimensi persimpangan waktu, kau tidak akan merasa lama, karena siklus waktu di dalam sana, berbanding terbalik dengan dunia nyata." Perjelas Davendra.
"Aku mengerti."
Menyaksikan bagaimana Davendra memulai tujuannya, ketika satu tangan dia angkat ke atas langit, aliran energi putih silau menyala terang dan menyebar ke seluruh penjuru jagat raya.
Kekuatan dewa waktu Yusita.
Itu yang Askar ketahui saat merasakan energi putih yang keluar dari dalam tubuh Davendra, dan secara langsung langit terbuka lebar, membentuk lingkaran prasasti luar biasa besar.
Selama kehidupan Askar sebagai Asyura, dia tidak pernah menyaksikan Yusita menggunakan kekuatan waktu sekuat Davendra.
__ADS_1
Sebuah tiang cahaya pun jatuh dari pusat lingkaran prasasti, perlahan terbuka dan di dalam sanalah terdapat dimensi persimpangan waktu.
"Askar aku pergi dulu, jaga anak kita." Ucap Rea sebelum memasuki pintu dimensi.
"Tentu saja Rea, aku akan menjaganya meski aku harus berkorban nyawa." Balas Askar menujukan keyakinan penuh kepada Rea.
Tapi satu ketika langkah kaki Rea menapaki ujung pintu dimensi persimpangan waktu, sebuah retakan besar terjadi diatas angkasa.
Zona ruang dan waktu di dunia nyata seakan berhenti seketika retakan itu terbentuk, pecahan demi pecahan terbuka, pancaran sinar terang pun menujukan bahwa ada dimensi lain di luar jagat raya ini.
Sorotan mata terlihat jelas dari balik retakan yang pecah, begitu besar hingga Askar sendiri seperti sebuah kuman dihadapannya.
"Sial, penjaga roda takdir." Davendra gugup karena kehadiran sebuah mata yang mengarahkan pandangan kepada mereka semua.
"TIDAK ADA YANG BOLEH MENGUBAH TAKDIR, SEMUA HARUS DALAM TEMPATNYA." Suara keras menggelegar di seluruh jagat raya.
Skill kematian : realitas.
Tubuh Rea dan Askar yang tidak bisa bergerak karena retakan dimensi dilepaskan oleh kekuatan pengubahan realitas.
"Cepat masuk kedalam dimensi." Teriak Davendra yang berusaha keras menahan pembukaan pintu dimensi.
Makhluk yang menjaga roda takdir di alam surga menampakan diri karena tahu jika saat ini Davendra berusaha mengubahnya ke luar jalur.
Hanya merasakan tatapan mata itu, gemetar seluruh tubuh Askar dan hampir membuatnya pingsan berdiri.
Jauh lebih mengerikan dari pada kaisar akhir zaman, seakan jagat raya bisa hancur oleh tekanan dari penjaga roda takdir, salah satu tangan Tuhan sejati.
Davendra tidak bisa membiarkan rencana ini hancur, berusaha keras mengalirkan kekuatan Dewi kematian, menjaga perubahan realitas sampai Rea masuk kedalam dimensi.
"Skill pemangsa gerbang ke delapan : penguasa yang mulia."
Ledakan energi luar biasa besar, Askar terpental jatuh hanya karena kekuatan milik Davendra saat gerbang ke delapan terbuka.
__ADS_1