PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
omong kosong


__ADS_3

Remure Tianmu memang menjadi sosok terkenal di kalangan generasi muda para ahli beladiri di alam semesta kerajaan beladiri.


Walau demikian dia bukanlah penduduk asli dari kerajaan beladiri, Tianmu memiliki potensi terbilang tinggi dan diakui oleh guru besar Watoi.


Kakek tua itu memang memiliki mata ilahi, absolute eyes, segala macam rahasia yang tertanam di dalam tubuh seakan tidak bisa disembunyikan, begitu juga untuk Aska.


Dan kini kedua orang berbakat saling berhadapan untuk satu masalah yang mereka buat sendiri.


Askar sudah mengeluarkan pedang besar yang menjadi senjata andalannya, dan Remure Tianmu pula bersiap dalam posisi menyerang.


Saat pergerakan cepat yang mereka ambil untuk satu serangan, sosok watoi sudah berdiri ditengah-tengah pertarungan.


Askar dan Remure Tianmu segera menghentikan gerakan kedua senjata tepat sebelum menyentuh watoi.


"Tunggu sebentar, aku tidak melarang kalian untuk bertarung, tapi jangan di sini." Watoi memberi peringatan.


"Memangnya kepada guru Watoi." Remure Tianmu merasa tidak suka saat guru besar Watoi menghentikan langkahnya.


"Aku bisa kena marah Gorongo, jika tahu ruang latihan ini harus rusak lagi karena pertarungan kalian." Perjelas watoi atas alasan yang tepat.


"Ah begitu rupanya." Remure Tianmu tidak bisa membantah.


"Jadi bagaimana dengan kami berdua." Bertanya Askar.


"Kalian bisa bertarung di atas arena luar padepokan, jika disana terserah kalian mau berbuat apa pun, tapi ingat dilarang membunuh di padepokan ini." Tegas ucapan watoi memberi peringatan.


Remure Tianmu adalah seorang lord alam suci tahap awal, sedangkan Askar lord alam monarch tahap akhir, sebuah kesenjangan yang sangat tinggi bagai langit dan bumi.


Askar tidak menujukan rasa takut kepada Remure Tianmu, sedangkan jika itu adalah orang lain, tentu akan bersujud meminta ampun jika berhadapan dengan lelaki satu ini.


Alasannya sederhana, kekuatan maksimal Askar mampu melawan seorang lord alam saint suci tahap akhir tanpa kesulitan, sehingga untuk sekedar Remure Tianmu bukan masalah.


Watoi penasaran, apa yang Askar akan lakukan untuk melawan seseorang dengan tingkat jauh diatasnya.


Tentu dia tidak menganggap jika Askar hanya bermulut besar, dan berlagak sok kuat dihadapan Karlina tanpa alasan dia akan menang.


Karlina jelas khawatir, karena Askar benar-benar orang yang selalu salah memilih lawan, berawal dari resra, kemudian Resya, dan kini Remure Tianmu.


"Apa kau bisa sedikit berpikir Askar." Berkata Karlina kepada Askar.

__ADS_1


"Hei perkataanmu seperti menggambarkan jika aku tidak pernah berpikir." Askar tidak paham makna perkataan Karlina.


"Itu memang benar, bagiamana mungkin kau bisa menang dengan bertahan melawan seorang lord alam saint suci tahap awal."


"Sepertinya kau salah mengira Lina."


"Apa yang salah, katakan."


"Aku tidak akan bertahan, tapi aku akan mengalahkan orang ini." Ucapan Askar terlihat jelas penuh tekad.


Semakin pusing Karlina atas jawaban yang dia dapat, sedangkan semua sudah jelas terlihat, seberapa besar peluang untuk Askar mengalahkan Tianmu.


Bagi Karlina, entah Askar itu bodoh atau memang tidak bisa membedakan kekuatan seseorang, sehingga Askar berlagak seperti orang yang jauh lebih kuat.


Berjalan keluar ruang pelatihan, tepat di pelataran luar memiliki sebuah arena yang disediakan oleh para guru untuk siapa pun bertarung.


Semua murid yang ada di sekitar arena merasa bingung ketika Askar datang bersama Remure Tianmu ke atas arena.


"Apa yang terjadi sekarang."


"Aku mendengar jika lelaki bernama Askar ini mencari masalah dengan senior Tianmu."


Pernyataan semua orang memang benar, berbeda dengan pertarungan yang nyata. Hasil dari langkah di menara puncak semesta hanya mengukur kemampuan bakat mereka di masa depan.


Sedangkan dalam pertarungan, itu tetap menujuk kepada kekuatan saat ini, jika lawan memang berada di atas langit, bagaimana mungkin kaki bisa menjangkaunya.


"Askar aku katakan sekali lagi, apa kau tidak ingin meminta maaf dan menyatakan bahwa kau telah berbuat curang." Remure Tianmu cukup perhatian saat menuduh seseorang.


"Aku tidak merasa bersalah untuk membela diri, dan aku tidak pernah melakukan kecurangan apa pun." Tapi Askar menolak perhatian Tianmu.


"Padahal aku bisa saja memaafkanmu selama kau mau mengakuinya."


"Tidak perlu repot-repot mengatakan hal itu senior, jika memang kau mampu maka tunjukan kepadaku, siapa yang akan menang, dan siapa yang akan kalah."


"Aku tidak menyukai lelaki bermulut besar sepertimu Askar." Tegas ucapannya.


"Aku pun begitu, aku tidak menyukai lelaki sepertimu, karena aku masih normal." Balas Askar dengan pasti.


Secara mengejutkan kehadiran Askar dan Remure Tianmu langsung menarik perhatian semua orang disekitar.

__ADS_1


Mereka yang sebelumnya sibuk untuk urusan masing-masing kini meninggalkan segala hal demi menyaksikan pertarungan Senior Remure Tianmu.


Kini tidak ada yang menghalangi pertarungan mereka berdua, selama mereka masih mematuhi peraturan untuk tidak saling membunuh.


Skill pemangsa gerbang keempat : kebangkitan penguasa.


Saat itu juga ledakan besar energi dari tubuh Askar, sekarang memberi peningkatan lima kali lipat dari keadaan normal.


Sebuah kesetaraan yang membawa Askar hingga tingkat Lord alam saint tahap awal, tentu membuat mata Remure Tianmu, guru besar Watoi atau pun Karlina terbuka lebar.


"Oh, aku baru tahu, kenapa kau cukup yakin untuk melawanku." Remure Tianmu menganggap kekuatan peningkat energi milik Askar adalah alasan utama.


"Ya kurang lebih seperti yang kau kira." Askar tidak lagi mau menujukan penghormatan kepada tianmu.


"Kalau begitu mari kita lihat, seberapa lama kau akan bertahan dengan kekuatan palsu yang kau bangkitkan itu." Tianmu sendiri cukup yakin bahwa kekuatan Askar tidak akan bisa bertahan lama.


Kekuatan mereka berdua kini dianggap setara, walau Askar tidak menujukan kemampuan lain yang sengaja dia simpan untuk menjadi kejutan.


Askar memang begitu, dimana dia lebih menyukai ketika orang lain merasa menang diatas langit, dan saatnya tiba dia akan jatuh keras menghantam tanah.


Satu langkah kaki menjadi awal keduanya berlari menyerang, sebilah pedang lentur milik Remure Tianmu diarahkan lurus langsung kepada Askar.


Dan pedang besar di tangan pun tidak menunggu serangan datang, Tapi Kelak kelok gerakan pedang yang tipis dan tajam itu bukan untuk menangkis.


Pertarungan ini bukan tentang seberapa kuat senjata mereka untuk beradu, tapi teknik yang digunakan untuk saling menyerang.


Ketika saling membentur, pedang milik Remure Tianmu melengkung mengarahkan ujung hampir menusuk wajah Askar.


Skill penciptaan ruang : akselerasi penuh.


Hanya dengan kemampuan ini Askar bisa menghindar, serangan Remure Tianmu yang sangat sulit ditebak, menjadikan dirinya sangat berbahaya.


Askar tidak diam, menerima dan menghindar, dia pun membalas dalam kecepatan tinggi, tapi memang pengalaman bertarung Remure Tianmu jauh diatas Askar.


"Apa hanya ini kemampuan seorang yang melampaui tuan Loe Teu Yiu, jangan bercanda, jelas sekali kalau semua itu hanya omong kosong." Merasa diatas angin kesombongan Remure Tianmu ditunjukan.


Ini menjadi penghinaan bagi Askar, walau biasanya dia tidak perduli atas ucapan orang lain, tapi sekarang dia merasa kesal, dimana perjuangan untuk sampai di puncak menara semesta dianggap kecurangan.


"Senior Tianmu, jika kau menganggap ini sebagai omong kosong, maka aku tunjukan sampai kau mengakuinya." Tegas jawaban Askar.

__ADS_1


Skill pemangsa gerbang ke lima : murka penguasa.


__ADS_2