PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
pemandangan terakhir


__ADS_3

Sudah empat ratus ribu tahun, sejak kematian Lutos, ya pertarungan terakhir melawan kaisar akhir zaman, sejak kekuatan terakhir dia gunakan untuk mengubah realitas jagat raya.


Saat itulah Lutos hanya memiliki satu titik energi dewi kematian yang sengaja di simpan untuk menjaga kehidupan bagi dirinya sendiri.


Tapi satu kejadian adalah manusia yang mereka bela mati-matian berbalik melawan para dewa awal penciptaan dengan cara licik.


Sebuah peperangan besar yang melibatkan keluarga dari dewi Lutos di alam semesta keabadian, dan ketika itulah, dia sadar, bahwa semua pertaruhan nyawa demi menyelamatkan jagat raya adalah sia-sia.


Para manusia dengan ketamakan, kerakusan dan kesombongan untuk saling menguasai kekuatan, menjadi penyesalan Lutos.


Hingga di akhir kehidupan Lutos dia gunakan untuk membunuh semua manusia jahat itu, dan melindungi keluarganya.


Tapi karena perbuatan Lutos itu, banyak penguasa alam semesta menjadikan dirinya sebagai musuh, mereka memburu dan menginginkan dia untuk mati.


Asyura tentu membela Lutos tapi juga kehidupan kekasihnya itu sudah berada di batas akhir, hanya untuk menjaga kekuatan dewi kematian, dia melepaskan inti energi kehidupan agar di berikan kepada generasi penerus selanjutnya.


Askar mengingat semua kejadian itu dengan jelas, karena memang dirinya sendiri adalah Asyura yang tahu tentang kehidupan Lutos di masa lalu.


Tapi kini dirinya hadir di alam bawah sadar saat Askar melakukan meditasi gabungan jiwa bersama Su yiu, dimana itu terhubung langsung kedalam inti kehidupan dari sisa-sisa kekuatan Lutos.


"Jadi gadis ini adalah pembawa takdir Dewi kematian milikku." Ucap Lutos dengan wajah datar.


"Jadi bagaimana menurutmu." Askar bertanya untuk meminta pendapat Lutos.


"Tidak ada yang spesial, hanya saja aku tidak yakin jika gadis bernama Su yiu ini akan mampu bertahan, hingga mencapai tahap kesempurnaan." Itu yang dikatakan oleh Lutos.


"Tapi kau tahu, jika kekuatan Dewi kematian bukan satu hal yang bisa di berikan begitu saja, setelah kematianmu, Davendra membawa Su Yiu sebagai orang yang pantas." Askar pun merasa harus membela Su yiu.


"Davendra ?, Siapa orang yang kau maksudkan." Pertanyaan lain pun di ucapkan oleh Lutos.


"Dewa penciptaan, Davendra, apa kau lupa Lutos." Askar merasa aneh.


"Tidak ada yang bernama Davendra, aku ingat betul, bahwa dewa awal penciptaan hanya kita berlima."

__ADS_1


"Apa ini ?, Apa ini semua adalah lelucon." Askar tidak mengerti untuk perkataan Lutos.


Askar tidak salah mengingat, bahwa Davendra ada dalam setiap ingatan yang dia miliki, pertarungan melawan kaisar akhir zaman pun dia ada disana.


"Ini bukan lelucon Askar, Mahesa, Yusita, Sunawa, aku dan kau, hanya kita berlima yang menjaga jagat raya dari kaisar akhir zaman." Penjelasan Lutos jelas berbeda dari keyakinannya.


"Lantas bagaimana dengan dimensi kekosongan yang diciptakan untuk mengurung kaisar akhir zaman." Bertanya Askar.


"Dimensi itu sudah ada jauh sebelum kaisar akhir zaman bangkit, dan akan melemah dalam kurun waktu empat ratus ribu tahun sekali." Jawab Lutos.


Lutos tidak mengingat Davendra, bukan begitu... Dia tidak menerima kehadiran Davendra, sedangkan untuk Sunawa jelas sekali kalau sosok Davendra menjadi suaminya.


Sedangkan ini adalah salah, sebab akibat yang terjadi sangat bertentangan, kecuali.... Davendra memiliki kekuatan dewi kematian untuk mengubah realitas.


Tapi Lutos tidak terpengaruh oleh kekuatan yang memang berasal dari dirinya sendiri, karena hal itu, dia tidak tahu akan kehadiran Davendra.


"Aku mengerti sekarang." Askar bisa memahami segala yang terjadi.


Bahwa saat ini, di kegiatan meditasi gabungan jiwa, Askar akan mendapat kekuatan dari Lutos, dan di saat dia kembali ke masa lalu, dengan kekuatan itulah Askar mengubah realitas jagat raya dan menjadi seorang dewa penciptaan Davendra.


"Jadi apa kau akan lenyap begitu saja." Askar tentu tidak mengharapkan itu.


"Tidak juga, aku hanya tidak bisa berlama-lama mengambil alih ruang alam bawah sadar milik Su yiu ini, tapi sesekali kau bisa datang untuk melihatku di lain waktu." Dari perkataan Lutos Askar benar-benar merasa lega.


Saat Lutos mengatakannya, cahaya mata gelap dari pandangan Lutos perlahan berubah, dan saat itu juga jiwanya tergantikan oleh Su yiu.


Wajahnya terlihat bingung, karena apa yang dia lihat di sekitar sangatlah tidak wajar, dimana tempat gersang dan kering penuh tumpukan mayat ini, menjadi gambaran dari isi hati Lutos.


"Askar dimana ini." Ucap Su yiu merasa tidak nyaman.


Askar menarik tubuh Su Yiu dalam pelukan...."Tidak apa Su yiu, ini tidaklah nyata, ini hanya ruang alam bawah sadar yang tergambar dari kekuatan Dewi kematian dalam tubuhmu."


"Tapi kenapa seperti ini."

__ADS_1


"Itu karena pemilik kekuatan Dewi kematian sebelumnya, tewas di sini, pemandangan terakhir yang menggambarkan kebenciannya kepada manusia tamak." Askar tahu itu.


"Aku tidak menyukai tempat ini."


"Terbiasalah, karena ini yang akan kau lihat, ketika jagat raya tahu tentang kekuatanmu." Askar sangar mengkhawatirkan su yiu.


Su yiu merasa tidak nyaman karena selama dirinya hidup semua tampak damai, walau memang orang-orang di alam semesta pedang tanpa tanding sangat menghormati kedamaian dan kebersamaan.


Misalkan terjadi sebuah konflik itu tidak lebih permasalahan tentang sengketa hewan ternak. Dimana antara dua pemilik memperebutkan hak asuh dari hubungan skandal ternak mereka.


Tapi tidak sampai berakhir dengan pertikaian, korban nyawa atau pun peperangan, hanya perlu bermusyawarah dan semua selesai.


Itu semua adalah keinginan dari kakek Loe Teu Yiu, dan kini su yiu melihat kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia.


Demi sebuah kekuatan, kekuasaan dan harga diri, mereka saling bunuh, saling bermusuhan dan akhirnya kematian tidak bisa di hindarkan.


Askar dan Su yiu kembali dalam kesadaran mereka, tubuh yang saling melekat erat, sentuhan kulit lembut dan sesuatu yang keras masih terjepit diantara dua paha mulus Su yiu.


Mengingat setiap kejadian luar biasa yang mereka berdua alami, Membuat wajah Su Yiu merah merona, sedangkan tubuhnya masih terpampang jelas tanpa satu helai benang pun menutupi.


Secara sengaja Askar menyentuh kulit Su yiu, membelainya semakin kebawah, hingga satu sentuhan di aset pribadinya, seakan memberi efek sengatan listrik yang menjalar ke seluruh tubuh.


Askar menyukai ini, saat wanita cantik dihadapannya tidak berdaya, dan membuat jiwa liar Askar kembali bangkit.


"Askar apa yang sedang kau pikirkan." Ucap Su yiu dengan perasaan khawatir.


"Tidak bukan apa-apa, hanya....." Belum selesai Askar bicara, tanpa memberitahu Su yiu tentang apa yang ingin dia lakukan.


Senjata pusaka yang masih mendiami aset pribadi su yiu, ditariknya perlahan dan didorongnya dengan lembut.


Wanita ini tentu belum terbiasa dengan hal-hal yang Askar lakukan, dan satu gerakan saja, Su yiu tidak bisa mengendalikan diri untuk menahan sesuatu yang akan keluar.


"Ini ke empat kalinya kau membasahi ranjang Su yiu." Ucap Askar yang jelas menggodanya.

__ADS_1


"Semua ini karena salahmu." Ucap Su yiu dengan nada kesal.


__ADS_2