
Dimensi khusus, kerajaan Zilogia.
Satu sosok jubah hitam itu berdiri di tengah-tengah ruang singasana, dipandangi olehnya setiap lukisan dan patung batu yang jelas-jelas menampakan bentuk Zilogia dengan berbagai gaya.
Senyuman penuh ejekan, dia tidak pernah menyukai wajah dari setiap karya seni di ruangan ini, perasaan kesal, dan muak selalu saja hadir mana kala mengingat setiap kejadian mengenai Zilogia.
Pintu masuk ruang singasana pun terbuka, saat model setiap lukisan dan patung datang, semakin rumit wajah dari lelaki yang tertutupi jubah itu.
"Lama tidak bertemu tuan." Sapa Zilogia yang dengan penuh senyuman datang menghadap.
"Ya cukup lama, pak tua." Balas sosok itu dengan datar tanpa ekspresi.
"Anda bisa memanggilku dengan nama Zilogia."
"Aku merasa Saifudin jauh lebih baik." Balasnya menujukan nada suara yang tidak terdengar menyenangkan.
"Kalau begitu, bagaimana aku harus memanggil anda, dewa penciptaan, tuan Davendra, atau Askar." Saut Zilogia yang tersenyum penuh maka.
"Terserah kau saja, pak tua." Balasnya singkat.
Delapan puluh ribu tahun yang lalu, Zilogia, atau Saifudin hanya seorang lelaki biasa yang menjalani kehidupan biasa dan masalah biasa pula.
Tapi ketika dirinya diambang maut, seekor serigala merah yang siap menyerang dan menelan Saifudin menjadi makan siang.
Sosok Davendra inilah yang menyelamatkan dirinya dengan alasan sebagai pembawa peran penting bagi kehidupan di masa depan.
Memang awalnya Saifudin binggung, untuk apa seseorang yang tidak tahu asal usulnya, datang memberikan dua kekuatan dan sebuah ingatan agar dia mengikuti peran sebagai seorang Zilogia.
"Aku benar-benar tidak bisa membayangkan, setiap hal dari ingatan yang kau berikan kepadaku menjadi kenyataan." Berkata Zilogia yang jelas menujukan rasa hormat kepada Davendra.
"Ya karena sebenarnya itu semua adalah ingatanmu sendiri yang diberikan kepadaku, aku hanya memberikan kembali agar tidak ada satu kejadian pun terlewat." Askar atau Davendra pun menjelaskan dari apa yang terjadi.
Zilogia tentu berpikir, jika semua terjadi akan semua sebab dan akibat seperti yang seharusnya, ada beberapa kejadian tidak terdapat didalam ingatannya.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan tindakan ku mengangkat Romzel sebagai murid." Bertanya Zilogia mengenai kesalahan itu.
"Sebenarnya sudah aku ketahui, tapi secara sengaja aku menyembunyikannya, karena aku berniat mencoba apa masa depan akan berbeda jika aku tidak memberikan ingatan itu kepadamu." Perjelas Davendra atas pertanyaan Zilogia.
"Jadi apa itu sesuai perkiraanmu."
"Sayangnya semua tidak bisa berubah, semua mengikuti alur takdir yang di tentukan." Jawaban Davendra terdengar tidak mengharap itu terjadi.
Berjalan sosok yang dipanggil Davendra dan Zilogia untuk ke sekitar istana, tentu ada banyak hal menjadi pertanyaan Zilogia mengenai masa depan.
"Jadi apa yang sebenarnya anda inginkan tuan Davendra, mengubah masa depan, atau mengikuti semua ini agar berjalan seperti seharusnya." Bertanya Zilogia atas apa yang tidak dia bisa pahami mengenai tindakan Davendra.
"Di satu sisi aku ingin mengubah masa depanku, tapi di sisi lain saat masa depan berubah maka jagat raya ini musnah." Balas Davendra akan dua pilihan yang sangat penting.
"Kenapa bisa begitu."
"Untuk mengubah masa depan, aku hanya perlu membunuh Askar yang sekarang dan masa depanku sebagai Davendra tidak akan pernah ada." Berkata dengan penjelasan yang realistis.
"Tapi saat aku melakukannya, delapan belas tahun nanti, kaisar akhir zaman akan bangkit dan, jika tidak ada Askar, maka jagat raya akan dimusnahkan menjadi kekosongan." Davendra mengatakan satu hal yang tentu akan terjadi di masa depan.
"Aku... Aku tidak bisa bayangkan hal itu."
Sejenak Zilogia terdiam, semua seakan rumit untuk dia cerna dan tapi titik terang penjelasan Davendra sedikit bisa dia mengerti.
Hanya saja, Zilogia sadar, jika semua kembali dalam aliran takdir yang sama, maka kehidupan akan terus diputar ulang.
Askar akan menggunakan kekuatan dewa waktu, kembali ke masa lalu, mendapatkan posisi sebagai dewa penciptaan, membawa Asyura berenkarnasi sebagai Askar, memberikan ingatan kepada Zilogia, untuk diberikan kepada penerusnya, Askar pun kembali bertarung melawan kaisar akhir zaman dan sekali lagi mengulangi waktu dengan kembali ke masa lalu.
Semua akan terus berputar, kembali dan berputar lagi, tanpa ada habisnya, paradoks Predestined ini adalah bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan dan tidak dapat diubah, karena sejarah telah mencatat bahwa suatu kejadian, pasti akan terjadi, dan tidak bisa dirubah.
Predestined Paradoks didesain untuk menciptakan kejadian yang sama sebagaimana seharusnya dan akan terus berulang tanpa disadari.
"Jadi bagaimana kau akan keluar dari masalah ini." Bertanya kembali Ziloga.
__ADS_1
"Karena itulah, aku memerlukan sebuah kunci." Tegasnya dalam satu jari diacungkan.
"Kunci ?."
"Satu-satunya kesempatan agar aku tidak melakukan kesalahan yang sama." Perjelas Davendra untuk mengatasi masalah yang akan dia hadapi.
"Apa kau sudah mendapatkan kunci itu tuan Davendra." Balas Zilogia.
"Harusnya itu sudah tersampaikan, karena untuk membuat persimpangan takdir yang berbeda, aku harus mengorbankan kekuatan dewa waktu, melawan aturan tuhan." Berkata Davendra dengan senyuman penuh makna.
Zilogia terkejut, bagaimana tidak, kekuatan dewa waktu memang bisa membawa penggunaannya ke masa lalu, tapi tidak untuk mengubah takdir.
"Kenapa kau bisa seyakin itu, bahwa Askar yang sekarang tidak akan mengulangi waktu." Pertanyaan lain datang dengan keraguan dari Zilogia.
"Karena rencana ini adalah hasil dari kesimpulan yang aku pahami dari perbedaan alur takdir di garis waktu lain." Jawab Davendra.
"Bagiamana dengan dewa waktu, bukankah akan lebih mudah jika dari awal dia membunuh kaisar akhir zaman." Sedikit pemikiran Zilogia.
"Itu sudah pernah dilakukan, nyatanya tidak berhasil, karena kaisar akhir zaman bukan sebuah subjek dalam takdir, tapi dia adalah takdir itu sendiri, takdir yang membawa jagat raya kedalam bencana." Tapi Davendra memiliki jawabannya.
Tidak ada yang bisa Zilogia lakukan, sejak awal dirinya hanya sebagai perantara untuk Askar mendapatkan kekuatan dari Davendra.
Sekarang skill pemangsa dan skill penciptaan sudah kembali ke pemilik yang seharusnya, entah ramalan tentang bencana besar bagi jagat raya akan terjadi, maka biarkan semua berjalan seperti seharusnya.
"Baiklah, seharusnya hari ini adalah keberangkatan Askar menuju alam semesta atas, dan sebentar lagi dia akan datang." Berkata Davendra dengan senyuman.
"Aku mengerti, jadi apa yang akan anda lakukan setelah ini tuan Davendra."
"Aku akan pergi ke alam semesta awal penciptaan, aku harus mempersiapkan segala sesuatu demi kunci untuk mengubah takdir ini." Balas Davendra dengan tujuan jelas untuk masa depan nanti.
"Kalau begitu, semua semua sesuai rencana, dan jaga diri anda tuan Davendra." Hormat Zilogia dengan patuh.
Bagaimana pun semua yang di miliki saat ini, adalah dari dia dewa penciptaan Davendra.
__ADS_1