Salah Kamar

Salah Kamar
Sandiwara


__ADS_3

"Apa maksudmu Stella?"


"Giselle, Rima itu licik dan kata-katanya sangatlah berbisa, meskipun kita di pihak yang benar, jika kita salah langkah dia akan dengan mudah memutar balikkan keadaan."


"Kau benar Stella, aku melihatnya sendiri betapa liciknya dia waktu terpergok olehku sedang memberi racun pada anak-anak Leo dan Calista, tapi dia dengan mudahnya memutar balikkan keadaan hingga membuat Leo dan Calista takluk dan kasihan padanya. Begitupula saat dia mencoba menghasut David saat kami sedang mengepungnya."


"Karena itulah kita harus berhati-hati dengannya." jawab Stella sambil sedikit meringis kesakitan.


Tiba-tiba pintu kamar perawatan Stella pun terbuka. Nurma lalu masuk ke ruangan itu sambil tersenyum kecut menatap Stella yang kini terbaring di atas ranjang.


"Kau tenang saja Stella, ada aku disini. Nasib kita sama, aku tahu bagaimana cara menghadapinya."


"Iya Giselle terimakasih."


Nurma lalu mendekat ke arah Stella.


"Bagaimana kondisimu?"


"Baik tante."


"Tapi aku berharap sebaliknya."


"Cukup tante, Stella baru saja selesai operasi, kondisinya masih sangat lemah. Tidak pantas tante berbicara seperti itu pada Stella!"


"Berani-beraninya kamu ikut campur urusan kami?"


"Tentu saja karena Stella adalah sahabatku."


"Sahabat? Hahahaha, bukankah kau adalah istri Revan, mantan suami Stella? Kenapa kau begitu bodoh mau berteman dengan wanita seperti Stella?"


"Memangnya kenapa dengan Stella? Dia wanita yang baik."


"Baik katamu? Bukankah dia dulu pernah ingin merebut Revan darimu?"


"Itu hanya bagian masa lalu, setiap orang memiliki kesalahan. Dan saat itu Stella bertindak seperti itu karena David meninggalkan dia begitu saja padahal dia sedang hamil. Jadi dia ingin kembali pada Revan untuk mendapatkan pengakuan dari anak yang dikandungnya."


"Kau bisa lihat sendiri kan betapa liciknya Stella."


"Tante bukankah sudah kukatakan itu hanya bagian dari masa lalu!" kata Giselle.


"Tapi tidak menjamin Stella sudah sepenuhnya berubah menjadi lebih baik. Apalagi menjadi seorang istri bagi David, aku tidak yakin seorang yang begitu manja seperti dirinya mampu mengurus putraku."

__ADS_1


"Lalu menurut tante siapa yang sanggup mengurus David?" tanya Stella dengan suara lirih.


"Aku sudah memiliki calon untuk David, aku yakin dia mampu mengurus David dengan baik karena dia wanita yang mandiri dan bukan wanita manja seperti dirimu." kata Nurma sambil tersenyum.


"Maksud Tante Rima?" tanya Giselle sambil mencibir.


"Tentu saja, dia wanita yang mandiri, baik dan keibuan, dia pasti bisa menjadi istri yang baik untuk David. Dia bisa melakukan semua hal yang tidak bisa Stella lakukan."


"Hahahaha... Hahahaha.." serempak Giselle dan Stella pun tertawa meskipun Stella tertawa sambil menahan rasa sakit di sekitar belakang tubuhnya.


"Kenapa kalian tertawa? Memangnya ada yang salah dengan kata-kataku?" tanya Nurma.


"Tidak tante, tidak ada yang salah dengan kata-kata tante karena memang Stella tidak bisa melakukan semua yang bisa Rima perbuat karena Stella tidak akan pernah tega untuk membunuh seseorang seperti Rima."


"Apa maksudmu? Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Nurma pada Giselle yang kini masih tersenyum.


"Jadi tante belum tahu jika Rima lah yang telah membuat Stella keguguran? selain itu dia juga telah membuat keadaan Stella semakin memburuk bahkan dia juga begitu tega berniat untuk mengaggalkan operasi Stella dengan memberikan makanan beracun pada orang tua Stella."


"Oh tidak, kau pasti sudah berbohong."


"Jika tante tidak percaya, silahkan tanya pada David karena semua bukti kejahatan Rima sudah ada pada David."


Di saat itu pula pintu kamar perawatan Stella pun terbuka. Tampak Leo dan Revan berjalan di samping Rima sambil mencengkram tangannya sedangkan Calista berjalan di belakang mereka.


"Ada apa ini?" tanya Nurma.


"Apa belum cukup yang kuceritakan pada tante tadi?"


"Apa maksud semua ini Rima? Apa kau benar-benar ingin menyakiti Stella?" tanya Nurma dengan tatapan tajam.


"Tidak tante, sungguh aku tidak melakukan apapun pada Stella, mereka semua sudah memfitnahku." kata Rima sambil mengiba.


"Dasar wanita penuh drama! Aku sudah lelah dengan dramamu, kau selalu saja bersikap seperti ini jika sedang terpojok!" bentak Leo.


"Lihat tante, mereka berkomplot untuk menjebakku dan memfitnahku agar Stella bisa menikah dengan David. Mereka sengaja melakukan semua itu agar bisa menyingkirkanku dan membuat tante membenciku." kata Rima disertai tatapan yang begitu syahdu pada Nurma.


"Kalian jahat sekali, tega-teganya kalian berbuat seperti itu pada Rima. Dia hanyalah gadis polos yang lugu."


"Cih, bodoh sekali masih mau percaya pada Rima." gerutu Leo.


"Heh kau anak kurang ajar, berani sekali kau berkata pada orang tua sepertiku. Apa orang tuamu tidak pernah mengajari sopan santun padamu!" kata Nurma pada Leo dengan penuh emosi.

__ADS_1


"Kenapa tante marah? Memangnya saya menyebut tante bodoh karena sudah percaya pada Rima? Saya tidak menyebut siapapun." jawab Leo yang membuat Nurma terlihat begitu kelabakan.


"Jika kau tidak mengataiku, siapa yang kau sebut bodoh karena sudah percaya pada Rima?"


"Tante terlalu percaya diri, saya hanya membicarakan diri saya sendiri yang pernah begitu bodoh percaya begitu saja pada Rima, dan sekarang saya sedang menyesali kebodohan yang pernah saya lakukan dulu." jawab Leo dengan begitu enteng yang membuat semua orang yang ada di ruangan itu tersenyum.


Nurma pun kini semakin salah tingkah. Melihat Nurma yang mulai terlihat bingung, Rima kemudian mulai kembali mengiba.


"Tante tolong percaya pada Rima, Rima tidak mungkin berbuat seperti itu."


Nurma pun semakin bingung dibuatnya, dia lalu memandang Rima kemudian sesekali melirik ke semua orang yang ada di ruangan itu.


"Rima orang baik, aku pun yakin Rima tidak mungkin berbuat seperti itu padaku." kata Stella yang tiba-tiba berbicara dengan suara yang lirih.


"Kalian dengar kan? Stella saja percaya padaku jika aku tidak mungkin berbuat jahat." kata Rima sambil tersenyum kecut.


"Stella apa kau sadar dengan apa yang sudah kau katakan? Bukankah Giselle dan David sudah memberitahu semua kejahatan yang telah dilakukan oleh Rima?" tanya Calista.


"Ya, mereka sudah memberitahukanku Calista, tapi aku percaya Rima adalah orang baik. Dia tidak mungkin berbuat macam-macam padaku."


Semua orang yang ada di ruangan itu pun kini menatap Stella dengan penuh tanda tanya kecuali Giselle.


"Lebih baik kalian semua pergi dari sini karena aku ingin beristirahat dan ditemani oleh Rima." kata Stella lirih.


"Baik Stella, kami pergi dulu." jawab Giselle kemudian menarik tangan Revan dan Calista agar keluar dari ruangan itu. Nurma dan Leo pun ikut berjalan keluar mengikuti mereka.


"Ada apa ini sebenarnya Giselle?" tanya Calista.


"Sudah kita keluar saja dulu, nanti kuceritakan." bisik Giselle.


***


"Terimakasih Stella kau begitu baik padaku, kau tahu kan jika aku tidak mungkin berbuat jahat padamu." kata Rima saat semua orang sudah pergi dari ruangan itu.


"Cukup, sekarang hanya ada kita berdua dan aku tidak mau bersandiwara lagi." kata Stella yang membuat Rima menelan ludah dengan kasar.


Note:


Jangan lewatkan episode selanjutnya ya,


kalau kalian suka tolong tinggalkan jejak, kalau ga suka skip aja 🤗✌️

__ADS_1


__ADS_2