Salah Kamar

Salah Kamar
Dalam Tekanan


__ADS_3

"Emh.. E.. Ilham, kenapa kau menyiramku?" tanya Rima sambil mengelap wajahnya.


"Hei wanita bodoh! Jadi kau belum juga menyadari kesalahmu?" bentak Ilham.


Rima pun mengangguk perlahan.


"Apa kau tidak lihat tubuhku juga basah kuyup? Itu semua karenamu!"


"Maaf Ilham, sungguh aku tidak tahu apa yang telah terjadi!"


Ilham kemudian menarik tangan Rima sambil menyeretnya ke arah pintu. "Lihat ini Rima, saat aku akan masuk ke dalam rumah, pintu rumah ini terkunci! Berulangkali aku mengetuk pintu namun kau tidak juga membukakan pintu itu!"


Rima pun kemudian menutup mulutnya. "Maafkan aku Ilham, aku tidak mendengar saat kau mengetuk pintu." kata Rima sambil menahan rasa sakit di kakinya.


"Aku sudah menunggu kau membukakan pintu hingga satu jam lamanya sampai kedinginan hingga akhirnya aku memutuskan mencongkel jendela kamar sambil kehujanan!"


"Maa.. Maafkan aku Ilham, aku memang begitu ceroboh."


"Semudah itu kau minta maaf padaku!"


"Maafkan aku Ilham, apapun akan kulakukan agar kau memaafkan aku."


Mendengar perkataan Rima, Ilham pun kemudian tersenyum. "Benarkah kau mau melakukan apa yang kuinginkan?" tanya Ilham.


"Iya Ilham."


"Hahahaha, baik sekarang dengarkan kata-kataku Rima. Besok kau pergilah ke rumah sakit tempat Kenan dirawat. Rumah sakit itu adalah rumah sakit tempat kau bekerja dulu. Kau pasti sudah mengetahui seluk-beluk rumah sakit itu kan?"


"Tempat Kenan dirawat? Memangnya apa yang telah terjadi pada Kenan?"


"Itu bukan urusanmu, yang terpenting kau turuti kata-kataku, dan ikuti petunjukku besok."


"Ba.. Baik Ilham."


Ilham pun tersenyum menyeringai sambil melirik pada Rima. 'Dasar wanita bodoh.' kata Ilham dalam hati.


'Lihat saja Kenan, tunggu kehancuran hubunganmu dengan Olivia, setelah semuanya berakhir aku akan bisa mewujudkan cita-citaku untuk hidup bersama Olivia.' gumam Ilham lagi.


🌸🌸🌸


"Selamat pagi Olive." kata Ilham saat melihat Olivia berjalan ke ruangannya. Namun Olivia hanya membalas sapaan Ilham dengan menyunggingkan sedikit senyuman di ujung bibirnya. Ilham pun bergegas bangkit dari kubikelnya, dia lalu mendekat pada Olivia yang hampir masuk ke ruangannya


"Kau sebenarnya kenapa Olive?" tanya Ilham.

__ADS_1


Olivia pun menggelengkan kepalanya.


"Jangan berbohong padaku Olive. Pasti sesuatu telah terjadi antara kau dan Kenan."


Perlahan Olivia pun mengangguk.


"Katakan Olive, katakan apa yang telah terjadi?"


Olivia pun kemudian menangis. "Hei Olive, sebaiknya kita masuk ke ruanganmu agar tidak ada yang tahu tentang masalahmu."


"Iya Ilham." kata Olivia.


Mereka pun kemudian masuk ke dalam ruangan Olivia dan duduk di sofa di dalam ruangan itu.


"Olive, katakan padaku sebenarnya apa yang telah terjadi?"


"Ilham, kemarin saat pulang dari kantor aku mengunjungi Kenan di rumah sakit. Namun aku begitu terkejut saat aku berjalan ke arah kamar perawatannya tiba-tiba aku melihat seorang wanita keluar dari kamar perawatan Kenan." kata Olivia sambil meneteskan air mata.


"Kenan benar-benar kurang ajar!" teriak Ilham.


"Lalu setelah itu bagaimana Olive?"


"Tak lama setelah wanita itu keluar, aku masuk ke dalam kamar perawatan Kenan. Kemudian aku menanyakan tentang wanita itu, namun Kenan malah membentakku dan memarahiku." kata Olivia sambil terisak.


"Kenapa dia memarahimu?"


"Heh, aku tidak percaya apa yang Kenan katakan! Olivia sadarlah, pernikahan yang kau jalani itu tidak sehat Olive. Kau harus bisa lepas dari pernikahan itu. Kau berhak bahagia dengan laki-laki yang mencintaimu dengan tulus, Olive."


"Kau benar, tapi aku tidak punya bukti apapun, selama ini aku dalam posisi terpojok Ilham, Kenan selalu saja memutar balikkan fakta tentang kehidupan pernikahan kami di mata orang lain." kata Olivia dengan raut wajah yang begitu sedih.


"Kau tenang saja Olivia, aku pasti akan membantumu."


"Terimakasih banyak Ilham."


"Iya Olive, kita sudah berteman dari dulu, apapun akan kulakukan untuk membuat kau bahagia."


Raut wajah Olivia pun berubah, kegembiraan begitu tampak di wajahnya. "Sekali lagi terimakasih, kau begitu baik padaku. Aku kini benar-benar menyesal mengapa saat sudah dewasa aku tidak bertemu lebih dulu denganmu dibandingkan dengan Kenan karena ternyata kau lebih baik dibandingkan dengan dirinya."


Mendengar perkataan Olivia, hati Ilham pun begitu bahagia. 'Bagus Olivia, kau akan kubuat jatuh ke dalam pelukanku.' kata Ilham dalam hati.


"Olivia, sebenarnya ada yang ingin kukatakan padamu."


"Apa Ilham?" tanya Olivia sambil menatap Ilham yang semakin membuat hati Ilham semakin berdegup kencang.

__ADS_1


"Olivia sebenarnya sejak dahulu aku begitu mencintaimu." kata Ilham dengan sedikit malu-malu.


'Akhirnya, masuk juga kau ke dalam perangkapku Ilham. Sebentar lagi akan kubuat kau mengakui semua kejahatan yang telah kau perbuat.' kata Olivia dalam hati sambil tersenyum kecut.


🌸🌸🌸


Sudah hampir tiga jam lamanya, Rima duduk di dekat ruang perawatan Kenan, namun dia kini tampak begitu cemas karena sesuatu yang dia tunggu tak kunjung datang. Dia kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan dengan begitu susah payah kemudian mondar-mandir di depan ruang perawatan Kenan sambil sesekali mengintip dari balik kaca di pintu.


"Kenapa sejak tadi dia sendirian?" kata Rima sambil terus mengamati Kenan yang kini terlihat sedang menonton televisi sambil sesekali memainkan ponselnya.


Saat tengah asyik mengamati Kenan, tiba-tiba Rima dikejutkan dengan sebuah tepukan di bahunya.


"Rima, kau sedang apa?" panggil sebuah suara di belakangnya.


Rima lalu membalikkan tubuhnya dan melihat David yang kini berdiri di belakangnya sambil sedikit terheran-heran melihat keadaan Rima saat ini.


"Em... E.. Dokter David." kata Rima gugup.


"Rima apa yang terjadi padamu? Ada apa dengan kakimu?" Lalu apa yang kau lakukan disini?"


"E.. Saya terjatuh di kamar mandi dokter, emh dan saya disini sedang kontrol untuk mengecek kondisi kaki saya."


"Lalu bagaimana hasilnya?"


"Saya baik-baik saja dokter David, saya permisi dulu." kata Rima sambil meninggalkan David agar dia tidak bertanya lebih lanjut.


'Semoga Ilham tidak marah karena aku tidak bisa menyelesaikan apa yang dia perintahkan hari ini.' kata Rima dalam hati sambil menahan perasaan takut.


"Aneh sekali, apa dia hidup dalam tekanan Ilham?" kata David sambil mengerutkan keningnya.


🌸🌸🌸


PLAK PLAK


"DASAR WANITA BODOH! MELAKUKAN HAL MUDAH SAJA TIDAK BISA!" bentak Ilham sambil menampar wajah Rima.


"Ilham maafkan aku, tapi memang aku tidak melihat ada seorang wanita pun yang masuk ke ruang perawatan Kenan selama satu hari ini."


"TIDAK MUNGKIN! OLIVIA MENGATAKAN JIKA SETIAP HARI ADA SEORANG WANITA YANG MENUNGGU KENAN DI RUMAH SAKIT!"


"Tapi sungguh Ilham, aku tidak melihat ada wanita yang datang ke ruang perawatan Kenan."


"Jadi menurutmu Olivia berbohong padaku? Olivia tidak mungkin berbohong padaku, aku lebih mempercayainya dibandingkan kata-kata wanita munafik sepertimu!"

__ADS_1


"Tapi sungguh aku tidak berbohong Ilham."


"Lebih baik kau tutup mulutmu! Rencanaku hari ini gagal itu semua karena ulahmu!" bentak Ilham sambil mendorong tubuh Rima. Rima yang berdiri dengan menggunakan satu kaki pun kehilangan keseimbangannya hingga kepalanya membentur tembok dengan begitu keras dan darah segar kini pun mulai mengalir di wajahnya.


__ADS_2