Salah Kamar

Salah Kamar
Biang Kerok


__ADS_3

"Apa kau sudah sadar, Rima?" tanya Ilham yang melihat mata Rima mulai bergerak.


"Ilham." panggil Rima lirih.


"Iya Rima, aku disini, maaf sudah membuatmu menunggu terlalu lama sampai keadaanmu seperti ini. Tadi jalanan sangat macet dan sedikit sulit menemukan obat ini." kata Ilham sambil memperlihatkan obat yang baru dia belikan.


"Sekarang kau makan dulu ya sayang, aku tahu kau pasti sudah sangat lemas dan kehilangan banyak cairan."


Rima pun mengangguk, Ilham pun kini menyuapi bubur yang baru saja dia masak. Perasaan Rima pun kian bergetar saat melihat Ilhan begitu telaten merawat dirinya.


'Ayah memang telah memilihkan jodoh terbaik untukku.' kata Rima dalam hati sambil tersenyum.


"Kau kenapa Rima?" tanya Ilham yang kini melihat Rima tersenyum sambil menatap wajahnya.


"Ilham aku sungguh beruntung menikah denganmu. Terimakasih banyak sudah mau menerimaku padahal saat itu aku sudah memandang sebelah mata padamu."


"Sudah Rima, tidak usah dibahas lagi, itu hanyalah bagian dari masa lalu."


'Enak saja dengan begitu mudahnya kau berkata seperti itu setelah mempermalukanku dan menginjak harga diriku di depan banyak orang. Kau pikir kau siapa.' kata Ilham dalam hati sambil menatap Rima yang kini tersenyum padanya dengan tatapan penuh cinta.


"Iya Ilham, kita buka lembaran baru, semoga rumah tangga kita bahagia."


"Iya Rima, pasti." jawab Ilham sambil menggenggam tangan Rima.


***


Tiga hari kemudian.


"Apa kau tidak apa-apa kutinggal sendirian, Rima?"


"Tidak apa-apa, aku sudah baik-baik saja, Ilham. Lagipula ini adalah hari pertamamu bekerja di perusahaan Kenan, kau harus bisa menjadi karyawan yang baik dan profesional." kata Rima sambil memasang dasi di kemeja Ilham.


"Iya Rima, terimakasih banyak kau sudah mengerti. Aku berangkat dulu ya." kata Ilham kemudian mengecup kening Rima.


"Iya Ilham." jawab Rima sambil melambaikan tangannya pada Ilham yang kini menaiki sepeda motornya.


Sementara Olivia kini yang sedang asyik menyuapi Laurie tiba-tiba dikejutkan dengan tepukan bahu dari seseorang.


"Selamat pagi, Olive."


"Selamat pagi Ma."


"Mana Kenan dan Vansh?"


"Kenan sudah berangkat sejak tadi, hari ini dia akan mengecek proyek di luar kota pagi-pagi karena nanti siang dia ada meeting lanjutan dengan kliennya. Sedangkan Vansh baru saja diantar oleh Pak Zainal ke sekolah."

__ADS_1


"Ya ampun, Mama baru tahu jika Kenan sekarang jarang meluangkan waktunya untukmu, Olive."


"Tidak apa-apa ma, Olive bisa mengerti keadaan Kenan."


"Terimakasih sayang, kau benar-benar istri yang baik." kata Gisa yang dibalas senyuman oleh Olivia.


'Sebenarnya Olivia sangat kesepian ma, pernikahan ini sebenarnya kini terasa begitu datar, tapi Olive berusaha memahami Kenan.'


"Ma, Olive mau mandiin Laurie dulu ya." kata Olivia sambil menggandeng tangan Laurie menjauhi Gisa agar mertuanya itu tidak melihat air mata yang kini mulai menetes di wajah Olivia.


"Iya sayang." jawab Gisa sambil meneruskan sarapannya.


***


Kenan dan Leo pagi ini tampak menemui seseorang yang sudah menunggunya di sebuah cafe.


"Bagaimana selama tiga hari ini, apakah ada sesuatu yang mencurigakan?" tanya Leo pada anak buahnya.


"Tidak ada bos, kegiatan dia hanyalah berangkat dan pulang dari kantor sambil sesekali menghabiskan waktunya dengan ibunya."


"Benar tidak ada yang lain?"


"Tidak ada bos."


"Baik kau tetap awasi dia selama seminggu ini lagi, dan cepat beritahukan padaku jika ada yang mencurigakan."


"Bagaimana ini Leo, jika ternyata bukan Drey pelakunya lalu siapa?"


"Kenan, tampaknya kita harus semakin waspada pada orang-orang terdekat kita."


"Tapi siapa? Tidak ada yang kucurigai kecuali Drey."


"Bagaimana dengan Ilham?"


"Apa Ilham? Tidak mungkin, dia sangat polos Leo."


"Tapi semua kemungkinan bisa saja terjadi Kenan, coba kau pikir baik-baik, selama ini kehidupan kalian berjalan normal, namun sejak kedatangan Ilham dan Drey semua menjadi berubah. Jika bukan Drey, maka mau tidak mau kita harus mencurigai Ilham, bagaimanapun juga Ilham adalah bagian masa lalu Calista dan Olivia, kemungkinan besar dia menyimpan perasaan pada Olivia sejak mereka kecil."


"Tapi dia baru saja menikah dengan Rima, kupikir mereka saling mencintai."


"Dasar bodoh, apa menikah itu harus selalu membutuhkan cinta? Apa kau lupa, saat awal aku menikah dengan Calista juga aku tidak mencintainya, apalagi mereka menikah karena dijodohkan." gerutu Leo.


"Kau benar Leo, aku tetap harus berhati-hati pada Ilham. Hari ini dia mulai bekerja di kantorku, aku harus mengawasi gerak-geriknya.


"Kalau begitu lebih baik kau pergi sekarang."

__ADS_1


"Iya Leo, aku pergi sekarang." jawab Kenan kemudian pergi meninggalkan Leo yang masih asyik menikmati kopi si cafe tersebut.


***


Ilham tampak sedikit cemas saat hari mulai beranjak siang tapi dia belum juga melihat Kenan di kantornya.


"Syifa apa Pak Kenan belum datang?" tanya Ilham pada sekretaris Kenan.


"Mungkin sebentar lagi, sebentar lagi dia akan meeting dengan Ibu Yasmine.


'Oh jadi dia ada pertemuan dengan seorang wanita, kesempatan bagus.' kata Ilham dalam hati sambil tersenyum menyeringai.


"Itu Pak Kenan." kata Syifa saat melihat Kenan berjalan ke ruangannya. Saat dia melewati Ilham, Kenan pun berhenti untuk menyapanya.


"Hai Ilham, bagaimana hari pertamamu bekerja di kantor ini?" tanya Kenan.


"Baik Pak Kenan, semua karyawan di sini sangat baik padaku."


"Bagus, aku ke ruanganku dulu ya." kata Kenan kemudian berjalan meninggalkan Ilham.


Beberapa saat kemudian, tampak seorang wanita cantik masuk ke ruang meeting dengan beberapa anak buahnya. 'Itu pasti Yasmine, cantik sekali.' kata Ilham sambil tersenyum kecut.


Setelah dua jam lamanya mereka di ruang meeting akhirnya Yasmine dan rombongannya pun keluar dari ruangan itu, Kenan dan Yasmine pun tampak berjalan beriringan.


'1, 2, 3.' kata Ilham dalam hati.


Tiba-tiba Yasmine yang berjalan di samping Kenan pun terpeleset, Kenan yang berada di sampingnya pun secara refleks menangkap tubuh Yasmine agar tidak terjatuh. Yasmine pun kini memeluk Kenan yang menangkap tubuhnya.


"Kau tidak apa-apa Yasmine?" tanya Kenan.


"Tidak apa-apa. Maafkan aku Kenan." kata Yasmine sambil merapikan pakaiannya.


"Yasmine, berhati-hatilah." kata Kenan kemudian masuk ke ruangannya, sedangkan Yasmine berjalan pergi meninggalkan kantor itu.


'Tentu saja kau terpleset Yasmine karena aku sudah menaruh minyak di lantai itu." kata Ilham sambil tersenyum menyeringai saat melihat Yasmine yang melewatinya.


***


Sore ini Kenan pulang lebih awal dari biasanya, dia lalu mencari Olivia di dalam rumah dan menemukannya saat sedang merawat bunga-bunga miliknya di halaman belakang rumah.


"Aku rindu kamu, Olive. Hari ini kita makan malam di luar berdua ya." bisik Kenan di telinga Olivia yang membuat Olivia tersenyum.


"Sebaiknya kau mandi dulu Kenan, lihat tubuhmu begitu lengket."


"Baik Olivia sayang." kata Kenan sambil mencium pipi Olivia dan memeluknya. Olivia pun balas memeluk Kenan dengan begitu erat, namun saat dia melepaskan pelukan itu tiba-tiba sesuatu begitu menyita perhatiannya. Sebuah noda lisptik di kemeja Kenan kini telah membuat hatinya begitu sakit.

__ADS_1


"Kau jahat, Kenan." kata Olivia yang kini berlari meninggalkan Kenan yang tampak kebingungan.


"Olive, kau kenapa?"


__ADS_2