Salah Kamar

Salah Kamar
Kotak Kecil


__ADS_3

"Rima kau kenapa?" tanya Ilham yang kini mendekat pada Rima yang tampak terjatuh di dalam kamar mandi. Ilham pun kemudian membantu Rima untuk berdiri, namun saat akan melangkahkan kakinya, Rima kembali menjerit.


"Awwww." teriak Rima.


"Kau kenapa Rima?" tanya Ilham dengan tatapan cemas.


"Kaki kiriku sakit, Ilham."


"Kita sebaiknya ke rumah sakit sekarang." kata Ilham sambil memapah Rima.


Sebuah senyuman pun tersungging di bibirnya. 'Tentu saja kau jatuh karena aku sudah menaruh sabun cuci piring yang sangat licin itu di pintu masuk ini.' kata Ilham dalam hati.


"Maaf Tuan Ilham, tulang paha Nyonya Rima ada yang retak." kata seorang dokter yang memeriksa Rima saat mereka di rumah sakit.


"Jadi harus bagaimana Dok?"


"Kaki kiri Nyonya Rima harus di gips untuk sementara waktu."


"Oh baik dok, lakukan yang terbaik untuk istri saya."


"Iya Tuan." jawab dokter tersebut.


Rima pun kini tampak meringis menahan sakit di kakinya.


"Sabar ya sayang." kata Ilham sambil membelai rambut Rima.


"Maafkan aku Ilham, aku sudah begitu ceroboh sampai merepotkanmu seperti ini."


"Tidak apa-apa sayang, sekarang kau harus banyak beristirahat agar cepat sembuh."


Rima pun menatap Ilham sambil tersenyum. 'Beruntung sekali aku memiliki suami sepertimu, Ilham.' kata Rima dalam hati.


'Hahahahahah, bagaimana Rima? Tanpa kau sadari aku sedang menyiksamu secara perlahan. Tapi ini belum seberapa karena masih banyak penderitaan yang harus kau rasakan.' kata Ilham dalam hati.


🌸🌸🌸


"Olive, Kenan, ini sudah malam, sebaiknya kalian menginap di sini saja."


"Iya Leo, aku juga ingin membicarakan sesuatu denganmu."


"Calista, kau siapkan kamar tamu dan makan malam untuk mereka."

__ADS_1


"Iya." kata Calista kemudian berjalan ke kamar tamu diikuti oleh Olivia yang berjalan ke arah dapur.


Kenan pun menyesap kopinya sambil mendengarkan kata-kata Leo.


"Kenan, tadi Olivia bercerita padaku jika Ilham mengatakan kepadanya jika kau memiliki hubungan dengan salah seorang klienmu."


Kenan pun sangat terkejut mendengar perkataan Leo, hingga membuatnya tersedak.


UHUKKK UHUKKK


"APAAAA? BERANINYA DIA MENGATAKAN SEPERTI ITU PADA OLIVIA!" teriak Kenan.


"Sabar Kenan, kita harus menghadapi Ilham dengan kepala dingin. Kita pun belum tahu apa maksud Ilham melakukan semua ini pada kalian, dan yang terpenting kita juga harus memiliki bukti."


"Tentu saja karena dia mencintai Olive." gerutu Kenan.


"Ya, sejak kecil aku memang sudah menyadarinya." kata Calista sambil berjalan menghampiri mereka.


"Benarkah itu Calista?"


"Ya, kami mengenal Ilham sejak kami masih kecil. Laras selalu mengajak kami bermain di rumah Ilham saat kami berkunjung ke Jogja."


"Aku tidak habis pikir, hanya karena cinta monyet sewaktu dia masih kecil sampai bisa merusak rumah tangga orang lain." kata Leo sambil terkekeh.


"Ya." jawab Leo dan Kenan bersamaan.


"Sejak kecil, Ilham sudah tersentuh akan kelembutan hati Olivia. Dia anak bungsu dari tiga bersaudara dan dia selalu mengalami bullyan dari kedua kakaknya. Karena bullyan itu mungkin kesehatan psikologisnya sedikit terganggu, dia dulu adalah anak yang begitu pemurung. Namun sejak mengenal Olivia, kehidupan Ilham sedikit berubah. Olivia selalu bisa menghiburnya saat Ilham sedang merasa sedih."


"Tapi kenapa Olivia tidak terlalu mengingat Ilham?" tanya Kenan.


Mendengar pertanyaan Kenan, Calista pun merasa salah tingkah.


"Kenapa Calista, kenapa kau tiba-tiba berhenti bercerita?"


"Emhhhh."


"Katakan saja Calista." kata Kenan.


"Maafkan aku itu semua karena kesalahanku, bukankah kalian tahu jika dulu aku tidak terlalu menyukai Olivia. Saat aku melihat Olivia yang sedang bermain di dekat sungai bersama Ilham, aku ingin mengerjai Olivia, aku lalu memanggil kedua kakak Ilham dan mereka menakut-nakuti Olivia dan Ilham dengan melemparkan ular sawah pada mereka." Calista lalu berhenti sejenak, kemudian mengambil nafas panjang dan meneruskan ceritanya.


"Olivia yang sangat takut dengan ular begitu panik hingga membuatnya terjatuh ke tepi sungai dan kepalanya terantuk sebuah batu besar. Olivia lalu mengalami gegar otak ringan dan ada beberapa memori yang dia lupa. Dan sejak saat itulah kami tidak pernah lagi mengunjungi Laras di Jogja karena mama trauma dengan kejadian itu." kata Calista sambil menatap Kenan dengan raut wajah sedikit takut.

__ADS_1


"Maafkan aku Kenan, aku dulu begitu jahat pada Olivia."


"Sudahlah Calista, itu sudah menjadi bagian masa lalu. Mungkin lebih baik seperti itu karena kejadian itulah Olivia tidak perlu mengingat Ilham." gerutu Kenan yang membuat Leo dan Calista tertawa.


"Hei makan malam sudah siap, ayo makan." kata Olivia yang kini ada di samping mereka.


"Ayo." jawab Calista kemudian mengikuti langkah Olivia lalu menengokkan kepalanya pada Leo dan Kenan sambil menempelkan jari telunjuknya di bibirnya.


"Stttttt."


🌸🌸🌸


Sebelum berangkat ke kantor, Ilham tampak mengambil sebuah kotak. Dia lalu membuka kotak tersebut yang berisi foto-foto Olivia.


"Olive, ini hari yang aku tunggu. Hari ini aku akan melihat bagaimana rumah tanggamu dan Kenan akan hancur berantakan."


"Lihat saja Olive, kau pasti akan menjadi milikku. Kupikir memilikimu hanyalah sebuah mimpi bagiku karena kita sudah lama tidak bertemu. Namun ternyata nasib baik mempertemukan kembali aku denganmu." kata Ilham sambil tersenyum menyeringai.


"Ilham ini sudah siang, apa kau tidak berangkat ke kantor?" teriak Rima.


Ilham yang sedikit terkejut lalu menaruh kotak kecil itu di atas sebuah lemari plastik di dalam kamar dan kemudian mendekat pada Rima.


"Rima, apa tidak apa-apa kau kutinggal sendirian di dalam rumah?" tanya Ilham pada Rima.


"Tidak apa-apa Ilham, kau karyawan baru, tidak baik jika membolos."


"Tapi aku mengkhawatirkanmu." jawab Ilham.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena aku baik-baik saja. Lebih baik kau sekarang berangkat ke kantor."


"Baik Rima sayang, aku pergi dulu." kata Ilham sambil mengecup kening Rima.


'Tentu saja hari ini aku harus berangkat ke kantor untuk melihat pertunjukan drama dari Kenan.' kata Ilham dalam hati.


Beberapa saat kemudian dia pun sudah sampai di kantornya. Dia lalu bergegas mendekat pada Syifa untuk berpura-pura menanyakan Kenan.


"Apa Pak Kenan belum datang, Syifa?" tanya Ilham sambil tersenyum.


"Oh Pak Kenan hari ini cuti, katanya mau bulan madu dengan Bu Olivia ke Paris."


Mendengar perkataan Syifa, hati Ilham pun terasa begitu marah. 'Brengsek! Bagaimana semua ini bisa terjadi? Bukankah kemarin Olivia sudah kuhasut dan dia percaya dengan semua kata-kataku!' kata Ilham dalam hati.

__ADS_1


Saat hari beranjak sore, Rima yang kini berjalan masuk ke dalam kamarnya setelah lelah menonton televisi tampak begitu kesusahan karena belum terbiasa menggunakan tongkat. Hingga secara tak sengaja dia menyenggol lemari plastik yang ada di sampingnya dan kemudian membuat sebuah kotak kecil terjatuh dari atas lemari tersebut.


"Kotak apa ini?" kata Rima kemudian mengambil kotak tersebut dengan sedikit kepayahan. Perlahan dia pun membuka kotak tersebut.


__ADS_2