Salah Kamar

Salah Kamar
Penyadap


__ADS_3

"Tidak Olive, itu tidak akan pernah terjadi. Kau tahu kan usia kami saja berbeda sangat jauh, aku tidak mungkin jatuh cinta padanya dan dia pun tidak mungkin jatuh cinta padaku."


"Roy, sejak kapan cinta mengenal usia? Bukankah cinta juga terkadang tidak mengenal logika?"


"Olive, kau tenang saja, tidak akan ada sesuatu yang terjadi diantara kami berdua, karena aku hanya ingin menolongnya saja, tidak lebih."


"Terimakasih atas semuanya Roy, tapi kau benar-benar harus mempertimbangkan semua ini dengan baik, aku hanya tidak ingin Aini kembali mengalami luka di hatinya karena aku tahu kau begitu mencintai almarhum istrimu."


"Olive kau berfikiran terlalu jauh, percayalah itu semua tidak akan terjadi, lagipula aku juga sudah berjanji pada Kenan untuk tidak menyakiti hatinya."


"Iya Roy, maaf jika aku sedikit menekanmu, aku hanya tidak ingin Aini kembali merasakan sakit di hatinya, bukankah kau tahu sendiri jika dia telah mengalami hidup yang begitu berat."


"Ya, aku tahu itu."


Tiba-tiba pintu kamar Aini pun terbuka.


"Kak Calista." kata Olivia saat melihat Calista masuk ke dalam ruangan itu.


"Olive, bagaimana keadaan Aini?"


"Dia baik-baik saja, sekarang dia sedang tidur Kak."


"Oh. Emh Olive mumpung Aini masih tidur, maukah kau menemaniku sebentar?"


"Kemana Kak?"


"Ke kamar perawatan Drey, aku mau menanyakan sesuatu tentang Giselle pada Tante Risma, tadi saat aku ke kamar perawatan Tante Santi, mertuanya Giselle dia sudah tidak ada di kamar itu jadi aku ingin bertanya pada Tante Risma tentang keadaan Giselle yang sebenarnya."


"Oh, ayo kita pergi sekarang. Roy, maukah kau kutinggal sebentar? Kami titip Aini ya."


"Ya, tapi tolong jangan terlalu lama, aku harus pulang karena masih banyak tamu yang datang ke rumah duka."


"Iya Roy, kami janji sebentar saja." jawab Calista.


"Iya."


"Ayo Olive." kata Calista.


"Iya Kak."


Mereka berdua lalu keluar dari ruang perawatan Aini menuju ke ruang perawatan Drey. Saat mereka membuka ruang perawatan itu, tampak Drey dan Rima yang sedang bermesraan. Drey tampak sedang meledek Rima sambil sesekali membelai wajahnya.


"Ohhhh maaf." teriak Calista dan Olivia secara bersamaan.


"Kak Calista, Kak Olivia, mari masuk." jawab Rima dengan sedikit salah tingkah.


Calista dan Olivia pun masuk ke ruangan itu dengan sedikit canggung. "Maafkan kami sudah mengganggu kalian." kata Olivia sambil meringis.


"Tidak apa-apa, Olive." jawab Drey.

__ADS_1


"Drey, mana Tante Risma."


"Oh dia belum datang, masih di rumah."


"Hei, siapa bilang aku belum datang, aku sudah disini." jawab Risma yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat pintu.


"Calista, Olivia, kalian sudah disini?"


"Iya Tante, kebetulan saudara kami ada yang dirawat juga di rumah sakit ini."


"Saudara kalian dirawat di rumah sakit ini, kenapa saudara kalian?" tanya Risma.


"Saudara kami menjadi korban kecelakaan beruntun kemarin siang, dia sedang mengandung delapan bulan, dia selamat tapi bayi yang dikandungnya meninggal."


"Innalilahi, astaga kasihan sekali." jawab Risma sambil menutup mulutnya.


"Iya Tante, tapi kini keadaannya sudah jauh lebih baik."


"Syukurlah jika seperti itu."


"Emh, E Tante, sebenarnya kedatangan Calista kesini untuk menanyakan sesuatu pada Tante."


"Menanyakan apa, Calista?"


"Tentang Giselle dan mertuanya, Tante. Bagaimana hubungan Giselle dan mertuanya?" tanya Calista.


"Kenapa tante tertawa?"


"Tidak ada yang perlu kau cemaskan, Calista."


"Jadi hubungan mereka sudah membaik?"


"Ya, tentu saja, tante jamin tidak akan ada sesuatu yang terjadi lagi pada mereka berdua."


"Syukurlah."


"Memangnya apa yang telah tante katakan pada Tante Santi? Dia wanita yang sangat sulit ditaklukkan, tapi kenapa tante bisa menaklukkannya hanya dalam sekejap saja?" tanya Calista sambil mengerutkan keningnya.


"Hahahaha, itu bukan perkara sulit bagiku Calista, suatu saat kau bisa menanyakannya pada Giselle." kata Risma sambil terkekeh.


Calista dan Olivia pun saling berpandangan.


"Kalian bingung?"


Calista dan Olivia lalu mengangguk bersamaan.


"Ayo kuceritakan saja diluar, kita tidak boleh mengganggu dua orang yang sedang jatuh cinta." kata Risma sambil melirik pada Drey dan Rima yang kini tampak salah tingkah.


"Mama ada-ada saja." kata Drey.

__ADS_1


"Tidak usah malu-malu, Drey. Tadi malam saat mama pulang kau langsung menarik tubuh Rima untuk tidur di sampingmu kan?" kata Risma sambil terkekeh yang membuat Drey dan Rima berpandangan sambil tersipu malu.


Calista dan Olivia pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka.


"Syukurlah Kak, Drey sudah bisa mencintai Rima." bisik Olivia pada Calista.


"Iya Olive, kita tidak perlu khawatir Rima cemburu lagi padamu."


"Hei, kenapa kalian bisik-bisik. Ayo kita bicara di luar, sekalian tante juga ingin bertemu dengan saudara kalian yang menjadi korban kecelakaan itu."


"Iya Tante." jawab Calista dan Olivia bersamaan.


Mereka lalu keluar dari ruang perawatan Drey lalu berjalan menuju ke ruang perawatan Aini.


"Drey, darimana mama tahu tentang semua itu?" tanya Rima pada Drey.


"Rima, mama sangatlah cerdas, dia juga bahkan menaruh penyadap di ponselku." jawab Drey dengan begitu polos.


"Benarkah?" tanya Rima dengan begitu panik.


"Ya, mama menaruh penyadap di ponselku."


"Astaga Drey, kenapa kau baru mengatakannya sekarang?"


"Memangnya kenapa, Rima?" kata Drey dengan penuh tanda tanya.


"Drey, jika mama menaruh penyadap di ponselmu akan sangat membahayakan bagi kita. Dia bisa tahu semua rahasia kita jika kita belum pernah menikah."


"Astaga Rima, kenapa aku baru menyadari itu." kata Drey sambil menelan ludahnya dengan kasar.


Rima pun kini tampak begitu panik.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Rima.


"Entahlah, aku juga tidak tahu Rima."


🌸🌿🌸🌿🌸


Roy bangkit dari sofa lalu berjalan ke arah tempat tidur Aini. Dia lalu berdiri di samping ranjang Aini sambil menatap wajah Aini yang kini tertidur dengan begitu lelap.


"Maafkan aku." kata Roy.


'Maaf jika aku menutupi kenyataan jika akulah penyebab kecelakaan itu, aku tidak ingin kau membenciku. Aku hanya ingin menebus semua kesalahanku yang telah membuat hidupmu hancur. Aku tahu kau begitu terluka atas semua yang telah terjadi dalam hidupmu.' kata Roy dalam hati sambil menatap wajah polos Aini.


'Kau gadis yang sangat cantik, tidak sepantasnya kau mengalami kejadian buruk seperti ini. Aku berjanji akan mengembalikan semua kebahagiaan yang seharusnya kau dapatkan.' gumam Roy lagi sambil terus menatap wajah Aini.


Tiba-tiba mata Aini pun terbuka.


"Roy." kata Aini dengan sedikit terkejut karena melihat Roy yang kini ada di sampingnya sambil menatap wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2