
"Aini, bukankah pesta pernikahan Drey dan Rima tidak diadakan di Jakarta?" tanya Roy saat mereka masih tidur di atas ranjang.
"Ya, mereka mengadakan pesta di Anyer."
"Di sebuah resort di Pantai Carita, memangnya kenapa mas?"
"Itu letaknya jauh dari sini Aini."
"Oh pantas saja Mba Calista, Mba Olive dan Mba Laras berangkat nanti siang."
"Iya, kita bisa terlambat jika aku berangkat ke kantor."
"Lalu, maksudmu hari ini kau tidak berangkat ke kantor?"
"Iya Aini, lebih baik hari ini aku tidak ke kantor. Lagipula aku juga tidak memiliki schedule penting hari ini."
"Jadi kita akan pergi sekarang?"
"Ya, anggap saja ini bagian dari bulan madu kita."
Aini pun tersenyum kemudian memeluk tubuh te*anjang Roy kembali.
"Aku cinta kamu." bisik Aini di telinga Roy yang membuat Roy tersenyum.
"Ayo mandi, setelah itu kita langsung berangkat, mumpung ini masih pagi dan jalanan belum macet."
"Iya." jawab Aini kemudian bangun dari atas ranjang. Aini kemudian merentangkan tangannya. Roy pun tersenyum.
"Dasar manja." kata Roy kemudian mengacak-acak rambut Aini lalu mengangkat tubuhnya ke dalam kamar mandi.
💜💜💜💜💜
Firman mengusap peluh di dahinya saat memberhentikan motornya di sebuah resort mewah. Matahari yang kini sudah tepat berada di atas kepalanya pun terasa begitu menyengat.
"Wow tempat yang bagus, beruntung sekali Zidan bisa bekerja di tempat seperti ini." kata Firman. Dia kemudian mengambil ponsel di saku celananya.
[Halo Zidan, aku sudah di depan.]
[Baik, tunggu aku Firman.]
Firman kemudian mengamati sekitar resort mewah itu sambil tersenyum.
'Tempat ini sangat jauh dari rumah, ada di ujung barat pulau Jawa. Ini benar-benar tempat yang bagus untuk melupakan semua masa laluku, melupakan rasa cintaku pada Aini dan semua kenangan burukku tentang Delia dan Dimas. Lagipula ini tempat yang cukup jauh dari Jakarta, aku tidak mungkin bertemu dengan Aini disini, dan semoga disini aku bisa membuka lembaran baruku.' gumam Firman dalam hati.
__ADS_1
Lamunannya pun buyar saat seseorang kini menepuk bahunya.
"Firman, kau benar-benar ada di sini?" tanya seorang lelaki di depannya.
"Wow kau tampak berbeda Zidan, sepertinya kau benar-benar memiliki jabatan yang bagus di sini."
"Kau bisa saja, aku hanya karyawan biasa di sini. Hei jadi kau benar-benar menaiki sepeda motor dari rumahmu?"
Firman pun mengangguk.
"Tapi kampung halaman kita sangat jauh, Firman. Apa kau tidak lelah mengendarai sepeda motor? Firman ini ujung barat pulau Jawa, sedangkan kampung halaman kita ada di Jogja, ini sangat jauh Firman."
"Sedikit lelah tapi tidak terlalu melelahkan." jawab Firman sambil tersenyum.
'Aku sengaja melakukan ini, menaiki motor agar bisa membuang perasaanku yang begitu tak menentu saat dalam perjalanan.' gumam Firman.
"Astaga, lebih baik sekarang kau beristirahat saja di dalam messku. Nanti setelah kau beristirahat kita baru berbicara mengenai pekerjaan yang pernah kutawarkan padamu."
"Iya Zidan, terimakasih."
"Ayo kita ke messku sekarang, lewat sini Firman." kata Zidan sambil menunjuk jalan yang ada di samping resort.
Firman kemudian masuk ke sebuah mess milik Zidan.
"Beristirahatlah Firman, jika kau membutuhkan sesuatu kau bilang saja padaku, sebentar lagi akan kusuruh anak buahku untuk mengantarkan makanan untukmu."
"Sama-sama, tidak usah dipikirkan Firman. Saat masih sekolah dulu, kau juga begitu banyak membantuku sekarang saatnya aku membalas kebaikanmu." jawab Zidan sambil menepuk bahu Firman.
"Lebih baik sekarang kau beristirahat saja, aku kembali ke resort dulu, nanti malam ada pernikahan yang diadakan di sini, jadi aku sedikit sibuk mempersiapkan semuanya."
"Iya Zidan kau tenang saja, aku bisa mengurus diriku, kau selesaikan saja pekerjaanmu."
Zidan pun mengangguk kemudian meninggalkan Firman di dalam mess. Firman kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
'Aku pun tidak menyangka jika aku bisa melakukan perjalanan sejauh ini dengan mengendarai sepeda motor, mungkin hidupku sudah begitu berantakan hingga membuat sikapku menjadi diatas normal.' gumam Firman sambil tersenyum. Beberapa saat kemudian Firman pun terlelap.
💜💜💜💜💜
Roy memarkirkan mobilnya di sebuah resort mewah di kawasan Pantai Carita, Anyer.
"Ayo Aini, kita turun. Tadi di rumah aku sudah melakukan reservasi, kita tinggal menemui resepsionis untuk menanyakan kamar."
"Iya mas."
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan yang lain?"
"Mereka baru akan pergi kesini menunggu Vansh, Laurie, dan Dennis pulang dari sekolah. Sebentar lagi mereka baru berangkat dari rumah."
"Jadi kita lebih dulu sampai disini?"
"Iya."
"Ya sudah kita istirahat saja dulu sambil menunggu mereka datang."
Aini pun mengangguk. Mereka lalu masuk ke dalam resort itu lalu diarahkan oleh salah satu karyawan resort ke sebuah kamar tipe deluxe yang memiliki kolam renang dan lounge dengan pemandangan laut lepas. Aini pun begitu bahagia melihat pemandangan yang ada di depan kamarnya saat ini.
"Pemandangan yang benar-benar indah, mas."
"Kau menyukainya?"
"Ya, aku sangat menyukai tempat ini mas. Kamar yang sangat cantik dan pemandangan yang begitu indah. Ayo kita jalan-jalan ke tepi pantai." kata Aini sambil menarik tangan Roy. Tapi Roy balik menarik tangan Aini, hingga tubuhnya terhempas ke dalam pelukannya.
"Aini, ini masih siang, di luar panas sekali. Lebih baik kita jalan-jalan nanti sore saja, sambil melihat matahari tenggelam. Sekarang kita beristirahat saja dulu."
"Iya mas." jawab Aini kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
💜💜💜💜💜
"Sepertinya ini sudah sore." kata Firman saat membuka matanya.
Dia lalu duduk di atas tempat tidur dan melihat berbagai banyak makanan tersedia di atas meja untuknya.
"Zidan memang benar-benar baik sampai menyediakan makanan sebanyak ini untukku." kata Firman sambil tersenyum, dia lalu memakan makanan itu karena perutnya pun sudah terasa begitu lapar.
"Lebih baik aku mandi sekarang, biar tubuhku terasa lebih segar, setelah itu aku ingin berjalan-jalan di tepi pantai sambil melihat matahari tenggelam." kata Firman sambil berjalan ke arah kamar mandi setelah menghabiskan makanannya.
Beberapa saat kemudian, Firman pun keluar dari kamar mandi lalu melihat jam dinding di ruangan itu.
"Sudah pukul lima lebih, sebaiknya aku keluar sekarang untuk melihat matahari tenggelam." kata Firman kemudian keluar dari mess milik Zidan lalu berjalan ke arah pantai.
Firman lalu menyusuri pantai sambil melihat indahnya cahaya oranye matahari yang mulai tenggelam seperti tertelan ke dalam lautan. Namun tiba-tiba netranya tertuju pada pasangan yang tampak sedang berciuman di sebuah tempat duduk di bawah pohon kelapa yang ada di tepi pantai tersebut.
"Pasti mereka pasangan pengantin baru yang sedang begitu kasmaran sampai berciuman di tepi pantai seperti ini." kata Firman sambil tersenyum.
Namun saat pasangan itu melepaskan ciuman mereka, begitu terkejutnya Firman karena wanita yang sedang berciuman dengan pasangannya itu adalah Aini.
'Aini.' gumam Firman dalam hati sambil menahan perasaan yang begitu berkecamuk.
__ADS_1
NOTE:
Definisi sakit tapi tidak berdarah, eh btw banyak yang ngeship Firman sama Vallen, emang mereka cocok ya ðŸ¤ðŸ¤”