Salah Kamar

Salah Kamar
Sebuah Pesan


__ADS_3

Delia keluar dari mobil milik Dimas saat mobil tersebut sudah terparkir di depan minimarket.


"Tunggu sebentar ya Pak." kata Delia pada sopir keluarga Dimas yang mengantarnya ke minimarket tersebut. Namun saat akan berjalan masuk ke minimarket, perhatiannya tertuju pada sebuah kerumunan yang ada di depan minimarket tersebut. Sayup-sayup terdengar suara beberapa orang ibu-ibu pada kerumunan tersebut.


"Dokter Vallen cantik sekali pantas saja Firman begitu tergila-gila pada anda."


"Dokter juga sangat pintar, kami ikut bangga di desa seperti ini ada yang memiliki kekasih seperti Dokter Vallen."


"Kalian sangatlah serasi, Firman sangat tampan dan kau juga begitu cantik."


"Semoga kalian berdua cepat menikah ya."


"Iya ibu-ibu doakan saja kami bisa menikah secepatnya. Kalian terlalu memuji, saya tidak sehebat itu." jawab Vallen sambil tersenyum.


Suara-suara pujian itu pun terasa begitu mengganggu di telinga Delia, apalagi melihat senyuman di wajah Vallen, hatinya kian begitu teriris. Dia lalu memandang kerumunan itu dengan tatapan sinis lalu masuk ke dalam minimarket. Emosi di dalam dada Delia pun semakin memuncak saat keluar dari minimarket tersebut dan semakin banyak ibu-ibu yang mengerumuni Vallen sambil mengeluarkan pujian yang semakin menusuk hatinya. Tubuhnya pun terasa bergetar menahan amarah yang berkecamuk. Perlahan, Delia pun mendekat ke arah kerumunan tersebut.


"Permisi, Dokter Vallen. Bisakah saya bicara empat mata dengan anda?" tanya Delia sambil tersenyum.


Beberapa ibu-ibu pun berbisik-bisik pada Vallen agar tidak mau menuruti kemauan Delia.


"Tidak usah Dokter Vallen."


"Iya tidak usah Dokter Vallen."


"Jangan mau Dokter Vallen."


"Ibu-ibu, sebaiknya kalian semua tidak usah ikut campur, saya hanya ingin berbicara sebentar dengan Dokter Vallen."


Vallen pun tersenyum. "Baik, sebaiknya kita duduk di sana saja." kata Vallen sambil menunjuk deretan bangku yang ada di depan minimarket.


"Kalian dengar sendiri kan? Dokter Vallen pun tidak keberatan berbicara denganku, lebih baik kalian pulang saja." kata Delia sambil tersenyum sinis.


"HUIUUUUUUUU!!!" teriak ibu-ibu tersebut pada Delia.


Vallen dan Delia kemudian berjalan ke arah deretan bangku di depan minimarket, mereka lalu duduk di bangku tersebut. Delia kemudian mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Perkenalkan aku Delia, mantan istri Mas Firman."


Perasan Vallen pun kini begitu tak menentu.


'Astaga, apa yang sebenarnya ingin dia katakan, pantas saja ibu-ibu tadi menyuruhku untuk tidak berbicara dengannya.' gumam Vallen dalam hati.


"Vallen." jawab Vallen sambil membalas uluran tangan Delia.


"Aku tahu, kau begitu terkenal sekarang di desa ini. Semua orang begitu mengagumimu."


"Mereka terlalu berlebihan, aku tidak sehebat yang mereka pikirkan."


"Bagi orang di desa seperti ini, orang sepertimu sangat terlihat hebat apalagi kau lulusan luar negeri."


Vallen pun tersenyum.


"Lalu apakah kau yakin memilih Mas Firman sebagai kekasimu? Perbedaan kalian sangatlah nyata. Bukankah kau bisa mendapatkan laki-laki lain yang jauh lebih segala-galanya dibanding Mas Firman? Memang Mas Firman laki-laki yang sangat tampan, tapi dia tidak sepadan denganmu. Apakah kau tak menyadari itu?"


"Maaf Delia, lebih baik kau tidak usah ikut campur dalam hubungan kami karena kami saling mencintai."


"Cinta? Apa kau yakin dia mencintaimu?" tanya Delia sambil tersenyum kecut.


"Apa maksudmu? Kenapa kau berkata seperti itu padaku?"


Delia pun tersenyum sinis.


"Dengarkan aku Dokter Vallen, aku sudah pernah hidup berumah tangga dengan Mas Firman dan aku sangat mengenal sifatnya, meskipun kami sudah berumah tangga tapi dia juga tidak pernah mencintaiku karena sejak dulu hanya ada satu wanita yang dia cintai yaitu mantan kekasihnya, Aini."


'Aini? Apakah yang dia maksud Aini pasienku? Bukankah dia juga berasal dari kota ini? Lalu Aini mengalami kecelakaan yang membuatnya sulit untuk bisa mengandung lagi saat dia melarikan diri dari Dimas? Setelah itu Aini bertemu dengan Roy, jadi itulah yang menyebabkan Firman saat itu begitu patah hati karena Aini baru saja menikah dengan Roy. Astaga, benarkah Aini adalah mantan kekasih Firman.' gumam Vallen dalam hati sambil menutup mulutnya. Perasaannya kini terasa begitu campur aduk, hatinya terasa begitu sesak mengingat bagaimana kedekatannya dengan Aini.


'Kenapa mantan kekasih Firman adalah orang yang begitu dekat denganku?'


Air mata pun mulai membasahi wajahnya.


"Kenapa kau diam dan hanya bisa menangis? Apa kau baru menyadari jika sebenarnya Mas Firman tidak pernah mencintaimu? Mas Firman tidak pernah mencintaimu karena kau hanyalah pelampiasan saja baginya!"

__ADS_1


"CUKUP DELIA!! Tidak usah kau lanjutkan lagi kata-katamu karena aku tidak akan terpengaruh oleh hasutanmu!"


"Apa maksudmu? Jadi kau tidak percaya kata-kataku?"


"Tentu saja tidak karena aku yakin Firman sangat mencintaiku! Sekarang kau yang dengarkan aku! Coba ingat baik-baik apakah Firman pernah menunggu Aini selama semalaman di depan rumahnya meskipun tubuhnya basah terkena air hujan, lalu apakah Firman pernah memberikan sebuket bunga mawar setiap hari untuknya, dan tidak hanya itu Delia, dia bahkan selalu memberikan aku kado yang bertuliskan kata-kata cintanya untukku! Jika kau tidak percaya lihat ini baik-baik, semua pemberian Firman selalu kufoto di ponselku." kata Vallen sambil memperlihatkan foto-foto bunga-bunga dan hadiah yang Firman berikan untuknya, dan semua hadiah itu bertuliskan VALLEN I ❤️U.


'Tidak mungkin, ternyata Mas Firman begitu tergila-gila pada gadis ini.' gumam Delia sambil menelan ludahnya dengan kasar.


"Kenapa kau diam Delia? Sekarang aku tanya padamu pernahkah Firman melakukan ini pada wanita lain selain diriku? Tidak kan? Jadi jangan pernah berfikir untuk bisa menghasutku agar percaya pada bualanmu karena aku tidak perlu memiliki alasan apapun untuk meragukan cinta Firman padaku, karena dia sangatlah mencintaiku! KAU DENGAR KAN DELIA? FIRMAN SANGATLAH MENCINTAIKU!!!"


"Dan satu lagi, asal kau tahu, aku dan Aini saling mengenal satu sama lain dan dia pun sudah hidup bahagia dengan Roy suaminya, jadi jangan pernah berfikir untuk mengusik kehidupan kami dengan hasutanmu yang tak berguna itu!" kata Vallen sambil bangun dari tempat duduknya.


Perasaan Delia pun semakin tak menentu, rasa marah bercampur malu begitu menguasai hatinya.


"Tunggu dulu, Vallen." panggil Delia dengan nafas yang menderu menahan emosinya.


"Bagaimanapun juga Firman adalah mantan suamiku, dan kau hanya mendapatkan BARANG BEKASKU! Hahahaha!"


Mendengar perkataan Delia, Vallen pun merasa begitu emosi, dia kemudian mendekat pada Delia.


PLAKKKKK PLAKKKK PLAKKKK PLAKKKK


Kemudian Vallen pun menjambak rambut Delia lalu menghempaskan tubuhnya.


"AMPUNNNNNN VALLEEEENNNNN!!!"


💜💜💜💜💜


Aini yang baru saja keluar dari kamar mandi bergegas mengambil ponselnya saat mendengar suara ponselnya berbunyi.


"Dari ibu." kata Aini saat melihat sebuah pesan masuk ke ponselnya. Dia kemudian membuka pesan yang berisi sebuah foto. Aini pun begitu terkejut saat melihat foto itu adalah foto ibunya bersama Vallen.


"Bagaimana ibu bisa mengenal Dokter Vallen?" kata Aini sambil mengerutkan keningnya. Dia kemudian membaca sebuah pesan di bawah foto itu.


Aini, tadi di minimarket ibu berkenalan dengan seorang Dokter cantik yang sedang banyak dibicarakan di desa kita, dia kemarin juga membantu persalinan Anita. Namanya Dokter Vallen, dan dia adalah kekasih Firman.

__ADS_1


Membaca pesan dari ibunya, perasaan Aini pun begitu berkecamuk.


"Jadi kekasih Dokter Vallen adalah Mas Firman?"


__ADS_2