Salah Kamar

Salah Kamar
Janji Dalam Hati


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Nurma pun sudah sampai di gedung apartemen tempat Vallen tinggal dengan diantar oleh seorang sopir pribadi.


"Pak sopir tunggu saya di lobi saja ya."


"Iya Nyonya."


Nurma lalu melangkahkan kakinya dari area basemen menuju ke apartemen tapi saat akan masuk ke dalam lift tiba-tiba dia teringat sesuatu.


"Ah, sebaiknya kubelikan kue dan biskuit dulu untuk Vallen, dia sering menonton film sampai malam dan lupa untuk makan malam, bukankah di depan apartemen ini ada minimarket." kata Nurma lalu berjalan keluar dari gedung apartemen ke minimarket yang ada di depan gedung tersebut. Namun karena terburu-buru saat akan menyeberang jalan, Nurma tidak melihat sepeda motor yang sedang berjalan dengan kecepatan tinggi yang tiba-tiba sudah ada di dekatnya. Karena usianya yang sudah tidak lagi muda dan tidak memungkinkan dirinya untuk bergerak cepat menghindari sepeda motor tersebut Nurma pun hanya bisa pasrah sambil berteriak dan menutup matanya.


'Tuhan, tolong aku Tuhan, tolong aku Tuhan jika ada yang menolongku maka aku akan menjadikan dia bagian keluargaku, jika dia adalah seorang laki-laki muda yang mapan maka akan kujadikan dia sebagai menantuku karena sudah menolong nyawaku.' gumam Nurma.


"AAAAAAAA."


Saat sudah pasrah tiba-tiba tubuhnya terhempas ke atas tanah.


BUUKKKKKK


Dengan sedikit rasa takut, Nurma pun membuka matanya.

__ADS_1


'Aku masih hidup atau sudah mati?' gumam Nurma. Namun saat melihat sekelilingnya, gurat kebahagiaan terpancar di wajah Nurma.


"SYUKUR ALHAMDULILLAH AKU MASIH HIDUP!!" teriak Nurma.


"Apa tante baik-baik saja?" tanya sebuah suara yang ada di sampingnya. Nurma yang masih tertidur di atas tanah lalu bangun dan melihat seseorang yang ada di sampingnya. Tampak seorang laki-laki muda duduk di sampingnya dengan pakaian yang terlihat kotor terkena debu.


'Tampan sekali.' gumam Nurma sambil tersenyum.


"Kau yang sudah menyelamatkanku?"


Laki-laki itu pun mengangguk.


"Terimakasih, maaf jika sudah merepotkanmu. Lihat pakaianmu jadi kotor dan siku tanganmu terluka."


"Tidak apa-apa tante, yang penting tante bisa selamat."


"Iya sekali lagi terimakasih banyak anak muda."


"Tante mau ke minimarket?"

__ADS_1


"Ya, tapi sepertinya tante akan mengurungkan niat tante karena tante masih trauma, badan tante juga merasa gemetar. Tante mau langsung ke apartemen anak tante saja untuk langsung beristirahat."


"Oh iya, sebaiknya tante langsung masuk ke dalam saja, atau jika tante membutuhkan sesuatu yang ingin tante beli di minimarket nanti biar saya belikan terlebih dulu saja, tante tinggal tunggu di sini. Kebetulan saya juga tinggal di apartemen ini."


'Sopan sekali laki-laki ini, dia juga sangat baik.' gumam Nurma.


"Oh tidak usah, tante mau langsung ke dalam saja."


"Oh baiklah kalau begitu saya pergi dulu tante."


"Iya." jawab Nurma kemudian menatap laki-laki itu sambil tersenyum.


'Oh Tuhan, dia laki-laki yang sangat tampan dan baik.' gumam Nurma kemudian melangkahkan kakinya ke gedung apartemen. Namun saat itu juga dia teringat akan sesuatu.


"Astaga, bukankah tadi aku berjanji jika ada yang menyelamatkanku orang itu akan kujadikan keluargaku, dan jika dia seorang laki-laki muda maka orang itu akan kujadikan menantuku, apakah itu artinya laki-laki muda itu harus kujodohkan dengan Vallen? Ya sebenarnya laki-laki itu sangat cocok dan serasi jika kujodohkan dengan Vallen karena laki-laki itu sangat tampan, penampilannya juga cukup berkelas, dia pasti memiliki pekerjaan yang bagus. Bukankah dia juga tinggal di apartemen mewah ini? Jadi dia tidak mungkin dari kalangan kelas menengah ke bawah, dia pasti juga dari kalangan berada yang memiliki pekerjaan yang bagus.' gumam Nurma sambil tersenyum kemudian masuk ke dalam lift, namun saat itu juga dia teringat sesuatu.


'Aduh, kenapa aku lupa tidak menanyakan nama ataupun nomor ponsel laki-laki itu? Bagaimana aku bisa mengenalkannya pada Vallen? Astaga, kenapa aku ceroboh sekali. Ini pasti karena tadi aku begitu panik karena hampir saja tertabrak sepeda motor itu. Ah lebih baik nanti kutanyakan saja pada security yang ada di gedung ini, sekarang kutemui saja Vallen terlebih dulu.' gumam Nurma sambil menepuk jidatnya.


Pintu lift pun terbuka. Nurma lalu melangkahkan kakinya keluar dari lift.

__ADS_1


__ADS_2