Salah Kamar

Salah Kamar
Cemburu


__ADS_3

"Tolong jangan berisik, ini rumah sakit." kata seorang perawat yang mendekat pada mereka bertiga.


"Lebih baik kalian keluar saja dari sini!" kata Santi dengan begitu ketus.


"Tapi bagaimana jika mama membutuhkan sesuatu?"


"Aku bisa sendiri."


"Sudahlah Giselle kita keluar saja, lagipula Tante Santi yang menginginkan kita pergi dari sini. Ayo kita pergi." kata Calista sambil menarik tangan Giselle.


"Apa kita akan meninggalkannya sendirian, Calista?" tanya Giselle saat mereka sudah keluar dari ruang UGD.


"Tentu tidak, aku tidak tega meninggalkannya sendiri."


"Lalu kita kemana?"


"Tentu saja ke ruangan Rima dan Drey, bertemu dengan mereka setidaknya bisa membuat moodku jauh lebih baik." kata Calista sambil terkekeh.


"Hei, bukankah itu David?" kata Giselle saat melihat David yang baru keluar dari ruangannya.


David yang melihat Calista dan Giselle pun kemudian tersenyum dan mendekat ke arah mereka.


"Hei kalian disini?" tanya David.


"Ya, kami mengantar mama mertua Giselle yang tadi mengalami kecelakaan di rumah."


"Kecelakaan? Kasihan sekali. Lalu bagaimana keadaannya?"


"Anggap saja dia baik-baik saja, sudahlah jangan dibahas, nanti moodku semakin buruk." kata Calista sambil terkekeh.


David dan Giselle pun saling berpandangan sambil tersenyum melihat tingkah Calista.


"Lalu sekarang kalian mau kemana?"


"Mengunjungi Rima dan Drey."


"Drey? Siapa itu? Jadi benar Ilham masih menyukai Olivia dan membuat Rima tersiksa dengan pernikahan mereka?" tanya David dengan kening berkerut.


"Ya, Ilham masih menyukai Olivia dan dia sangat berbahaya, dia seorang psikopat. Ceritanya panjang David, Ilham sekarang sudah meninggal ditembak oleh polisi. Kemudian Rima menjalin hubungan dengan Drey, laki-laki yang menyelamatkan Rima. Tapi masalahnya Drey juga pernah mencintai Olivia sehingga membuat Rima tidak percaya diri dan ragu-ragu akan hubungannya dengan Drey."


"Astaga, aku telah begitu banyak melewatkan semua hal yang telah terjadi. Maaf saat itu aku tidak bisa ikut membantu kalian."


"Hahahaha tidak masalah David, kami memahami kondisimu. Aku tahu kau sedang berbulan madu dengan Stella." kata Calista.


"Ya baru beberapa hari ini aku selesai cuti setelah berbulan madu. Kami berbulan madu sambil mengobati Stella di luar negeri, agar sakitnya bisa seratus persen sembuh."


"Owh, lalu bagaimana keadaan Stella sekarang?" tanya Giselle.


"Sudah jauh lebih baik dibandingkan dulu, hanya saja dia masih harus menjaga kondisinya dan asupan makanannya."


"Syukurlah."

__ADS_1


"Bukankah kalian akan ke ruangan Rima?"


"Ya, apa kau mau ikut?"


"Ya, aku ingin bertemu dengannya."


"Ayo kita ke sana sekarang." jawab Giselle.


Mereka pun kemudian mengangguk lalu berjalan ke ruangan Rima dan Drey. Saat mereka membuka pintu, senyum ramah Risma pun menyambut kedatangan mereka. Sedangkan Rima dan Drey pun sedikit terkejut dengan kedatangan David beserta Calista dan Giselle.


"Hai kalian datang lagi kesini?"


"Iya Tante, kami baru saja mengantar mama mertua Giselle yang mengalami sedikit insiden di rumah."


"Insiden? Kasihan sekali." kata Risma.


"Sudahlah Tante Risma tidak usah dikasihani, dia memang pantas mendapatkannya." kata Calista sambil terkekeh.


"Calista kau tidak boleh berbicara seperti itu. Hei lalu siapa dokter tampan ini apakah dia teman kalian?" tanya Risma sambil menatap David yang berdiri di samping Giselle.


"Iya Tante, saya David saya teman Calista, Giselle, dan juga Rima."


"Oh kau tampan sekali Nak, apakah kau sudah memiliki istri?"


David pun tersenyum. "Ya, saya sudah memiliki istri, namanya Stella dia juga teman mereka semua."


"Syukurlah, untung saja kau sudah memiliki istri jika kau belum memiliki istri aku sedikit cemas karena Rima bisa saja jatuh cinta padamu." kata Risma sambil tersenyum yang membuat semua orang yang ada di ruangan itu salah tingkah.


"Rima, bagaimana keadaanmu?" tanya David.


"Aku baik-baik saja, tapi Drey mengalami luka di bagian punggungnya karena ditusuk pisau oleh Ilham."


"Astaga, maafkan aku Rima, aku dulu sudah menyuruhmu untuk meni....." Belum sempat David menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba Calista sudah menginjak kakinya.


"AWWWWW. Calista kenapa tiba-tiba kau menginjak kakiku?"


"Tidak apa-apa David, aku hanya ingin kau menemaniku keluar. Leo sudah berulangkali menghubungiku dan menyuruhku untuk pulang." kata Calista dengan sedikit salah tingkah.


"Emh Giselle kau tidak apa-apa kan kutinggal sendirian? Leo sudah menyuruhku pulang."


"Oh tidak apa-apa Calista, kau pulang saja sekarang. Terimakasih banyak atas semua bantuan yang kau berikan."


"Iya Giselle. Tante Risma bisakah aku minta tolong sesuatu?"


"Tentu saja, apa yang bisa kubantu?"


"Bisakah Tante Risma menemani Giselle bertemu dengan mertuanya nanti, karena mertua Giselle sedikit bar bar." kata Calista sambil meringis.


"Oh tentu saja, Tante akan melindungi Giselle jika dia berani berbuat buruk padanya."


"Terimakasih Tante. Drey, Rima aku pulang dulu ya."

__ADS_1


"Iya Calista, hati-hati." jawab Drey dan Rima bersamaan.


"Ayo David temani aku pulang." kata Calista sambil sedikit menyeret David keluar dari ruang perawatan Drey.


"Calista ada apa sebenarnya? Kenapa tiba-tiba kau menginjak kakiku?"


"Maaf David, sebenarnya Drey mengatakan pada mamanya kalau dia sudah menikah dengan Rima karena saat itu Drey bermaksud menyembunyikan Rima di rumahnya dari kejaran Ilham."


"Astaga, maafkan aku. Lain kali aku akan lebih berhati-hati."


"Tidak apa-apa David, aku juga minta maaf tadi sebelum masuk ruangan aku lupa tidak memberitahukanmu."


"Tidak masalah Calista."


"Iya David, aku permisi pulang dulu ya. Leo sudah menunggu."


"Iya Calista, sampaikan salamku untuk Leo."


"Iya." jawab Calista kemudian berjalan ke arah pintu keluar rumah sakit, sedangkan David kembali ke ruangannya.


☘️☘️☘️☘️☘️


"Apa sebenarnya yang telah terjadi antara kau dan mertuamu?" tanya Risma pada Giselle saat Calista dan David telah pergi.


Namun Giselle tidak menjawab, hanya tangisan yang kini membasahi wajahnya.


"Maaf, aku tiba-tiba tidak dapat menahan rasa sakit di hatiku."


"Tidak apa-apa Giselle, menangislah jika itu membuatmu merasa lebih baik." kata Risma sambil memeluk Giselle.


"Terimakasih Tante." jawab Giselle yang kini menangis di pelukan Risma. Risma menatap Giselle yang menangis dengan tatapan begitu sendu, ada rasa sakit di hatinya saat mendengar isakan yang keluar dari bibir Giselle. Hingga beberapa saat kemudian akhirnya tangisan Giselle pun reda.


Drey dan Rima pun hanya bisa menatap Giselle dengan begitu iba.


'Aku benar-benar sungguh beruntung memiliki calon mertua seperti Mama Risma.' gumam Rima dalam hati


"Apa mertuamu tidak menyukaimu?" tanya Risma yang dijawab anggukan oleh Giselle.


"Sekarang ayo pertemukan aku dengan mertuamu."


"Tante?"


"Ya, aku ingin bertemu dengannya, aku hanya ingin berbicara dengannya sebagai sesama ibu yang memiliki seorang anak lelaki. Ayo temui dia." kata Risma.


Giselle pun mengangguk meskipun dengan sedikit kecemasan di dalam hatinya, dia akhirnya mengikuti kata-kata Risma. Mereka lalu berjalan keluar dari ruang perawatan Drey.


☘️☘️☘️☘️☘️


"Jadi dia yang bernama, David? Orang yang pernah kau cintai?" tanya Drey saat Risma dan Giselle telah pergi dari ruangan itu.


Rima pun mengangguk dengan sedikit canggung.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku cemburu padanya." kata Drey yang membuat Rima begitu terkejut.


__ADS_2