
"Leo... " lirih Giselle saat melihat Leo dan Calista menghampirinya. Leo lalu menatapnya tajam kemudian melewati Giselle dan mendekat pada Niko.
"Berapa hutang Giselle padamu?" .
"Tiga ratus lima puluh juta."
"Bohong Leo, aku hanya meminjam dua ratus lima puluh juta padanya!!"
"Giselle, itu adalah bunga dan denda karena kau sudah telat selama satu minggu."
"Dasar bedebah kau Niko, aku menyesal telah meminjam uang padamu! Leo berikan saja dua ratus lima puluh juta padanya, jangan turuti kata-katanya, Leo!!"
"DIAM KAU GISELLE!!!" bentak, dia lalu menuliskan sebuah cek dan memberikannya pada Niko.
"Ini tiga ratus lima puluh juta, kau bisa mencairkannya besok pagi. Sekarang pergilah dan jangan pernah ganggu kehidupan kami lagi!"
"Baik Tuan Leo, senang bisa bekerja sama dengan anda," kata Niko sambil membungkukkan tubuhnya, lalu pergi dari rumah tersebut.
"Terima kasih banyak Leo, aku tahu dalam hati terdalammu, kau masih menyayangiku." Leo lalu menatap Giselle dan mendekat padanya.
"Sekarang juga kujatuhkan talak padamu Giselle Fausta, dan uang yang kukeluarkan untuk membayar hutang-hutangmu adalah nafkah idah dariku selama tiga bulan, jadi setelah ini kau sudah tidak mendapatkan apa-apa lagi dariku Giselle."
"Tapi Leoooo, semudah itu kau menceraikanku? Hanya karena aku sudah tidak mengandung anakmu, kau begitu mudahnya membuangku dari hidupmu? Apa kau sudah lupa semua yang telah kita lakukan Leo? Apa aku ini hanya sampah bagimu yang bisa kau buang begitu saja jika sudah tidak berguna? Selama ini bahkan aku sudah sangat bersabar hidup sebagai istri keduamu yang tidak pernah kau anggap!!!" teriak Giselle, tubuhnya terhempas ke lantai sambil terus menangis.
"Giselle, itu memang kesalahan terbesarku yang pernah mempermainkanmu, maafkan aku yang sudah begitu menyakitimu. Aku tidak berniat membuangmu layaknya sampah, tapi sungguh aku tidak ingin memaksakan keadaan karena hanya akan menyakiti kita bertiga, mengertilah Giselle jika aku tidak pernah mencintaimu. Sekali lagi aku minta maaf jika aku pernah menyakitimu,"
"Kau bilang tidak membuangku Leo? Apa ini namanya jika tidak membuangku? Kalian berdua sama saja, dasar manusia tidak tahu diri dan hanya bisa menyakiti orang lain untuk keuntungan kalian berdua!!!" teriak Giselle sambil kembali.
Leo dan Calista hanya diam, tatapan Calista berubah menjadi sendu hatinya merasa begitu sakit dan perih mendengar semua perkataan Giselle. Dia lalu mendekat pada Giselle. "Giselle, maafkan aku yang sudah memulai semua ini," kata Calista sambil memeluk Giselle.
"Maafkan aku Giselle, ini salahku, aku yang sudah memulai semua ini, aku yang sudah memperalatmu untuk keuntunganku semata, maafkan aku telah begitu kejam padamu hingga mengorbankan perasaanmu untuk menutupi kekurangan yang ada dalam diriku, maafkan aku Giselle. Aku memang wanita yang sangat egois," ucap Calista sambil terisak.
'Calista?' batin Giselle. Hatinya yang diliputi amarah sedikit mencair saat melihat Calista yang kini menangis di depannya.
"Giselle tolong maafkan aku, aku akan meminta pada Leo untuk tidak menceraikanmu."
"CALISTA!" bentak Leo.
__ADS_1
"Leo kasihanilah Giselle, dia sebenarnya wanita yang baik, dia hanya membutuhkan kasih sayang darimu Leo. Tolong kau pertimbangan untuk tidak menceraikannya."
"Calista, apa kau juga tidak memikirkan perasaanku? Aku tidak mencintai Giselle, bahkan selama aku menikah dengannya aku juga tidak pernah bisa berbuat adil pada kalian, karena aku hanya mencintaimu!"
"Tapi Leo..." kata Calista sambil terus terisak
"Tidak Calista, sudah cukup, aku memang harus pergi dari hidup kalian." Leo dan Calista begitu terkejut mendengar perkataan Giselle, mereka lalu memandang ke arah Giselle. "Giselle." kata Calista.
"Ya Calista, aku kini sudah sadar, aku tidak mungkin bisa menjadi bagian dari kalian, aku tidak mau Leo mempertahankan rumah tangganya denganku hanya karena rasa kasihan dan permintaan darimu, aku bukan pengemis cinta Calista, aku juga ingin bisa sepertimu yang bisa dicintai oleh seorang lelaki dengan tulus, percuma saja hidup dengan lelaki yang tidak pernah mencintaiku, hanya akan membuang waktuku dan menyakiti perasaanku sendiri." kata Giselle sambil terisak, lalu Calista balas memeluknya. "Sekali lagi maafkan aku Giselle."
"Ya Calista, aku juga minta maaf padamu jika aku sering menyakitimu dan berkata kasar padamu. Mulai hari ini aku akan pergi dari kehidupan kalian. Terimakasih banyak atas semua yang telah kalian berikan padaku."
Leo memandang Calista dan Giselle sambil tersenyum, setelah mereka berdua sedikit tenang, Leo lalu mendekat pada Giselle.
"Giselle, suatu saat kau pasti bisa menemukan laki-laki yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu."
"Iya Leo," kata Giselle seraya mengusap air matanya.
"Giselle, bolehkah aku bertanya padamu?"
"Ya Leo, apa yang ingin kau tanyakan?"
Giselle begitu terkejut mendengar perkataan Leo. "Emh itu...." jawab Gisslle gugup.
"Tidak perlu takut Giselle, katakan saja?" tanya Calista.
"Itu untuk Ramon, dia selalu meminta uang padaku untuk tidak membocorkan rahasiaku pada kalian saat aku mengalami keguguran."
"RAMON???" jawab Calista dan Leo bersamaan.
***
Laras memandang wajah Ramon yang kini ada di sampingnya. "Ramon...."
"Ya sayang."
"Bolehkah aku bertanya padamu?"
__ADS_1
"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Ramon sambil mencium pipi Laras.
"Kapan kau akan menikahiku?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu, Laras? Kita masih muda dan memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang."
DEGGGGG
Laras begitu terkejut mendengar perkataan Ramon. "Ramon, bukankah kau berkata padaku jika aku sudah meminjamkan uang padamu kau akan menikahiku?"
'Brengsek, ada-ada saja wanita ini,' kata Ramon dalam hati.
"Apakah kau sudah melupakan janjimu padaku Ramon? Apakah kau hanya mempermainkanku?" tanya Laras.
"Kau tahu sendiri jika perusahaanku sedang mengalami masalah, aku tidak bisa menikahimu secepatnya, Sayang."
"Tapi kau sendiri yang berjanji padaku untuk menikahiku setelah memberi uang padamu, Ramon."
"Laras, kita bisa bicarakan besok, tidurlah ini sudah malam."
"Tidak bisa Ramon, kau harus menepati janjimu karena aku juga sudah menepati janjiku untuk memberikan uang padamu."
"Apa kau bilang menepati janji? Janji apa? Bukankah kau menjanjikan uang sebanyak lima miliar, tapi kau hanya memberikan uang sebanyak satu miliar saja. Apa itu yang disebut dengan menepati janji?"
"Tapi bagaimanapun juga aku sudah memberikan uang padamu!!" Emosi Laras pun mulai tersulut kini dia beranjak dari tempat tidur dan mulai mengenakan pakaiannya.
"Maaf Laras, aku tidak bisa menikahimu dalam waktu dekat, aku butuh waktu."
"Dasar laki-laki munafik, seenaknya saja kau mempermainkanku Ramon setelah semua yang kuberikan padamu!!" teriak Laras.
"Berani kau mengataiku Laras!!"
"Tentu saja, karena kau memang laki-laki munafik, sekarang kembalikan cek itu padaku!!"
"Tidak bisa!!!"
"Kembalikan Ramon!!!" kata Laras sambil terus berteriak. Ramon yang kini dipenuhi emosi lalu mendekat pada Laras.
__ADS_1
PLAKKKK PLAKKKK BUGHHHH BUGHHHHH BUGHHHH
"Aaaawwww...." suara jeritan yang memekakkan telinga pun memenuhi seluruh ruang kamar disertai tubuh Laras yang terjatuh ke atas lantai.