Salah Kamar

Salah Kamar
Bumerang


__ADS_3

"Kenapa ma? Kenapa mama terlihat gugup?" tanya Farhan pada istrinya.


"Emh begini pa, tadi pagi mama tiba-tiba tidak enak badan jadi mama tidak ikut acara gathering itu pa."


"Tidak enak badan? mama sakit apa?"


"Emh iya, mama sakit perut pa."


"Sakit perut? Bukankah biasanya mama selalu menjaga asupan makanan yang mama konsumsi? Kenapa tiba-tiba mama sakit perut mendadak?"


"Emhhm.. E... Itu karena mama makan di luar sembarangan, ya mama makan di luar sembarangan pa." jawab Santi dengan begitu gugup.


"Makan dimana ma? Bukankah mama cuma mau makan di restoran mewah? Apakah makanan di restoran itu tidak higienis sampai membuat mama sakit perut?"


'Aduh, papa benar-benar menyebalkan.' kata Santi dalam hati.


"Ma, kenapa mama diam?" tanya Farhan dengan kening berkerut.


"Papa, mama sakit perut itu karena kecerobohan mama sendiri pa. Sebenarnya saat itu mama ingin membuat kejutan untuk seseorang tapi ternyata kejutan itu berbalik pada mama, jadi mama yang akhirnya sakit perut karena kecerobohan mama sendiri." jawab Giselle sambil tersenyum jahil.


"Astaga ma, mama seperti anak kecil saja. Lain kali mama harus berhati-hati dan jangan ceroboh lagi."


"Iya pa." jawab Santi sambil meringis, dia lalu mengarahkan pandangannya pada Giselle yang masih tersenyum jahil padanya.


'Dasar menantu kurang ajar, tidak tahu diri. Dia bahkan sudah berani meledek dan menyindirku di depan suamiku.' gumam Santi dalam hati.


☘️☘️☘️☘️☘️


Giselle turun dari tangga dengan sedikit tergesa-gesa. Dia lalu berjalan ke arah pintu dan bergegas membuka pintu rumah itu. Senyum pun mengembang di bibirnya saat melihat sosok yang begitu dia rindukan sudah berdiri di depan pintu tersebut.


"Revan. Aku rindu kamu, Revan." kata Giselle kemudian memeluk Revan.


"Hati-hati Giselle, lihat perutmu sudah besar."


"Hahahaha, maaf aku lupa."


"Apa kau begitu merindukanku?"


Giselle pun kemudian mengangguk.


"Aku sedang mengandung anakmu Revan, berada jauh darimu sungguh terasa berat bagiku." gerutu Giselle.


"Giselle, kalau saat ini kau tidak sedang hamil aku tentu sudah mengajakmu ikut pergi bersamaku." kata Revan sambil mencubit pipi Giselle.

__ADS_1


"Revan, kau sudah pulang, kenapa kau masih berdiri di depan pintu?" kata Santi yang tiba-tiba sudah ada di belakang mereka.


"Oh iya ma, ayo kita masuk sayang." kata Revan sambil menggandeng tangan Giselle kemudian berjalan menuju kamar mereka.


"Hei kau mau kemana Revan, kenapa kau melewati mama begitu saja?"


Mendengar perkataan Santi, Revan pun kemudian mengerutkan keningnya. "Memangnya Revan harus memeluk mama seperti saat Revan kecil dulu?" kata Revan sambil terkekeh.


"Emh bukan itu maksud mama."


"Lalu? Bukannya juga biasanya Revan seperti ini setelah pergi keluar kota? Revan langsung beristirahat di dalam kamar dan mama tidak protes."


"Emh, begini maksud mama Revan. Sebenarnya mama mau mengajakmu datang ke pesta pernikahan anak teman mama."


"Anak teman mama? Siapa ma?"


"Tante Resti, putri tante Resti menikah hari ini, acaranya nanti malam."


"Oh jadi mama mengajak Revan untuk ikut pergi ke pesta pernikahan anak Tante Resti? Bukankah biasanya mama pergi bersama papa?"


"Emh begini Revan, papa sedikit kelelahan setelah pulang dari Surabaya. Mama khawatir kondisi papa semakin memburuk jadi mama mengajakmu saja."


"Oh baik, nanti Revan akan menemani mama. Tapi Giselle juga ikut ya ma."


"Oh tidak, tidak. Giselle tidak bisa ikut dengan kita."


"Revan apa kau tidak lihat, kondisi Giselle sangat tidak memungkinkan untuk menghadiri pesta. Mama takut jika Giselle kelelahan."


Giselle pun mengerutkan keningnya, dia lalu menatap Revan. "Revan, sepertinya benar yang mama katakan kalau sebaiknya aku tidak ikut ke pesta pernikahan itu, kondisiku sangat tidak memungkinkan." kata Giselle dengan begitu lembut.


"Kau dengar sendiri kan Revan. Giselle pun tidak ingin ikut ke pesta itu."


"Emmm, baiklah jika itu maumu Giselle, nanti malam aku akan menemani mama sendirian ke pesta itu."


"Bagus Revan." kata Santi dengan raut wajah yang begitu bahagia.


"Ya sudah ma, Revan istirahat di kamar dulu ya."


"Iya Revan."


Revan dan Giselle pun kemudian berjalan ke kamar mereka. Santi yang melihat mereka pun tersenyum menyeringai.


'Salah satu anak Jeng Resti ada yang belum menikah dan dia sangatlah cantik dan berkelas seperti Stella, nanti malam saat pesta akan kuperkenalkan dia pada Revan, pasti Revan akan tertarik pada anak Jeng Resti karena dia hampir mirip dengan Stella yang pernah menjadi cinta pertama Revan.' gumam Santi dalam hati.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


"Revan, kenapa kau belum berganti baju? Ini sudah pukul tujuh malam, sebentar lagi pestanya dimulai." kata Santi pada Revan yang terlihat sedang menonton televisi di ruang keluarga bersama Giselle.


"Maaf ma, Revan tidak jadi ikut ke pesta bersama mama."


"Ke.. Kenapa? Kenapa mendadak sekali? Seharusnya kau memberitahukan pada mama sejak tadi." kata Santi dengan sedikit kesal.


"Ayo ma, papa sudah siap." kata Farhan yang tiba-tiba keluar dari ruang kerjanya.


"Loh kok jadi papa sih?"


"Oh maaf papa lupa memberitahu mama, tadi Revan meminta papa untuk menemani mama pergi ke pernikahan anak Resti tapi papa harus menyelesaikan pekerjaan papa yang kemarin terbengkalai jadi papa dari tadi di ruang kerja sampai lupa memberitahu mama kalau papa yang akan menemani mama pergi."


"Tapi mama mintanya Revan yang menemani mama, papa bilang kemarin sedang tidak enak badan."


"Iya itu kemarin tapi sekarang sudah sembuh." kata Farhan sambil tersenyum.


"Iya ma, lebih baik mama pergi bersama papa saja. Tadi perut Giselle sedikit sakit jadi Revan tidak tega meninggalkan Giselle, bukankan Revan harus menjadi suami yang siaga? Benar kan pa?"


"Kau benar Revan." kata Farhan sambil terkekeh.


"Ayo ma, kita pergi sekarang."


Namun Santi hanya terdiam, dia lalu melirik ke arah Giselle yang kini terkekeh melihatnya.


'Sial, ini pasti gara-gara menantu sialan itu.' kata Santi dalam hati.


"Ma.. Mama kok tiba-tiba bengong sih?"


"Owh.. Oh iya pa. Tadi papa bilang apa?"


"Ayo kita berangkat sekarang ma, bukankah sebentar lagi pestanya akan dimulai?"


"O...O.. iya Pa." kata Santi dengan begitu gugup.


"Iya ma, lebih baik mama dan papa pergi sekarang, bukankah tadi mama mengatakan jika mama takut terlambat karena sebentar lagi pestanya akan dimulai?" kata Giselle sambil tersenyum jahil pada Santi.


'Sial! Menantu bren*sek itu meledekku lagi. Pasti dia sudah membujuk Revan agar mengurungkan niatnya untuk pergi ke pesta itu. Benar-benar licik! Bahkan semua cara yang kulakukan kini berbalik menjadi bumerang bagiku.' gumam Santi.


"Ayo ma." kata Farhan, namun Santi masih terdiam dan berdiri sambil melirik Giselle dan Revan yang asyik bercanda.


"Mamaaaa, ayo kita berangkat sekarang." teriak Farhan dari arah pintu.

__ADS_1


"Oh.. O.. iya pa, tunggu mama." kata Santi sambil berlari mengejar Farhan.


'Awas kau Giselle, mulai besok aku akan benar-benar memulai peperangan yang sebenarnya.'


__ADS_2