
"Siapa Bi Asih?" tanya Calista.
"Ini Nyonya Olivia sama Nona Laurie." kata Bi Asih. Olivia pun kini tampak berjalan di belakang Bi Asih sambil menghampiri Calista yang kini tengah bermain bersama si kembar.
"Olivia, kau kenapa?" tanya Calista saat melihat wajah Olivia yang tampak begitu sendu.
"Laurie sayang, kau ajak main Nathan dan Nala ya. Aunty Calista mau bicara sama mommymu." kata Calista pada Laurie.
"Iya aunty." jawab Laurie kemudian mendekati Nathan dan Nala.
Calista kemudian mendekat pada Olivia yang kini mulai kembali menitikkan air matanya. "Kau kenapa Olive? Apa yang sebenarnya telah terjadi padamu?"
"Kenan Kak." jawab Olivia.
"Kenan? Ada apa dengan Kenan?"
"Ke.. Kenan memiliki wanita lain." jawab Olivia lirih.
Calista pun begitu terkejut, dia kemudian menutup mulutnya. "Tidak mungkin Olive, kau pasti sudah salah sangka." jawab Calista.
"Ini benar-benar terjadi Kak, aku bahkan memiliki bukti foto mesra Kenan dengan seorang wanita serta noda lipstik di bajunya." kata Olivia sambil tersedu-sedu.
"Kenapa ini bisa terjadi pada Kenan? Aku sangat mengenal Kenan dan setahuku dia sangatlah setia pada satu wanita."
"Mungkin saja Kenan sudah berubah Kak." jawab Olivia sambil sesekali menghapus air matanya.
"Jangan bodoh Olive!" teriak Leo yang kini tiba-tiba menghampiri mereka.
"Kau mendengar semuanya Leo?" tanya Calista.
Leo pun kemudian mengangguk. 'Tentu saja karena Kenan baru saja menelponku.' kata Leo dalam hati.
"Olive, apa kau tidak sadar jika sedang ada seseorang yang menginginkan rumah tanggamu hancur? Kenapa kau kini tiba-tiba menjadi begitu bodoh dengan begitu saja percaya pada orang lain dibandingkan dengan suamimu sendiri?"
"Tapi aku memiliki semu bukti kedekatan Kenan dengan wanita lain, Leo?"
"Heh, bukti? Semua bukti bisa direkayasa Olive." kata Leo sambil tersenyum kecut.
"Jika bukti bisa direkayasa bagaimana dengan pengakuan salah seorang karyawan Kenan?"
"Pengakuan? Pengakuan dari siapa yang kau maksud?"
"Ilham, dia juga mengatakan padaku tentang kedekatan Kenan dengan salah seorang partner bisnisnya."
__ADS_1
"Hahahaha, sudah kuduga pasti dia yang mengatakan semua ini padamu."
"Apa maksudmu Leo?" tanya Calista.
"Calista, aku sudah mencurigai jika Ilham lah yang menyebabkan semua ini pada rumah tangga Olivia."
"Tidak mungkin, kau jangan mengada-ada Leo, Ilham orang yang sangat baik dan polos."
"Kuingatkan kau Olive, jangan pernah terkecoh dengan penampilan seseorang. Apa kau tidak lihat bagaimana aku dan Calista yang juga tertipu oleh penampilan polos Rima saat itu!"
Olivia pun terdiam. "Kau tahu Leo, sebelum aku menemukan bukti-bukti itu pernikahanku dengan Kenan pun sudah tidak harmonis seperti dulu. Bahkan tadi pagi dia berangkat ke kantor jauh lebih awal dari biasanya, lalu hari ini aku menemukan bukti-bukti ini. Aku yakin Kenan pasti terlebih dahulu menemui wanita itu sebelum ke kantor." kata Olivia dengan lemas.
"Hahahaha... Hahahaha."
Calista dan Olivia pun terkejut mendengar Leo yang tiba-tiba tertawa.
"Kau kenapa Leo?" tanya Calista yang begitu terheran-heran melihat Leo yang kini tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha, Olive.. Olive... Tidak ada wanita yang ditemui Kenan pagi ini, karena pagi ini dia bersamaku. Lalu dia ke kantornya pukul sepuluh pagi untuk meeting dengan kliennya yang bernama Yasmine. Kau tidak perlu cemburu pada Yasmine karena Yasmine tidak menyukai laki-laki. Hahahaha."
"Ja... Jadi... Apakah wanita dalam foto ini adalah Yasmine?" tanya Olivia pada Leo.
"Ya dia adalah Yasmine." jawab Leo sambil tersenyum.
"Astaga Olive, kau selalu saja bodoh." kata Calista sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya Olive, Kenan sangatlah mencintaimu, tolong jangan berfikir yang tidak-tidak padanya. Maaf Olive jika aku harus mengatakan ini, apa kau lupa bahkan dia begitu tulus menerima dirimu saat kondisimu saat itu tidak sempurna? Saat bercerai dengan Calista, dia bisa saja mendapatkan istri yang cantik dan sempurna namun dia tetap memilihmu dan menginginkanmu. Itu semua karena dia sangat mencintaimu, Olive."
"Kau benar Leo, aku memang sudah begitu bodoh dan mudah terbawa oleh perasaan tanpa berfikir dengan jernih." kata Olivia dengan lemas.
"Tidak apa Olive, jadikan ini pelajaran penting dalam hidupmu. Sekarang kau hubungi Kenan, aku yakin dia pasti sangat cemas memikirkanmu." kata Calista sambil membelai rambut Olivia.
"Terimakasih banyak Kak, setelah papa dan mama tiada hanya kalian yang kupunya. Terimakasih karena kalian selalu bisa memahamiku."
"Iya Olive, bukankah aku sudah berjanji pada papa dan mama untuk selalu menyayangimu." kata Calista sambil memeluk Olivia.
Di saat itulah pintu rumah Leo pun terbuka. Kenan lalu mendekat pada Olivia yang kini masih menangis dalam pelukan Calista.
"Olive, tolong maafkan aku Olive." kata Kenan yang kini duduk di samping Olivia.
Olivia pun kemudian memeluk Kenan. "Aku yang seharusnya minta maaf padamu karena sudah mencurigaimu Kenan."
Kenan pun terkejut melihat Olivia yang kini sudah berubah tidak lagi emosi padanya. Dia lalu menatap Leo dan Calista.
__ADS_1
"Beres." kata Leo sambil mengacungkan jempolnya.
"Iya Olive. Aku juga minta maaf padamu, aku kini sering mengabaikanmu dan anak-anak kita. Aku berjanji akan memperbaiki semua sikapku." kata Kenan sambil membelai rambut Olivia.
"Hei Leo, apakah benar yang kau katakan jika Yasmine itu tidak menyukai laki-laki?" tanya Calista.
"Tidak aku sudah berbohong pada Oliva." jawab Leo sambil terkekeh.
Calista pun menggelengkan kepalanya.
"Dia dulu bahkan pernah menyukaiku." kata Leo secara tidak sengaja.
"APAAAAA??? JANGAN-JANGAN KAU JUGA PERNAH MEMILIKI HUBUNGAN DENGANNYA!!!" bentak Calista pada Leo yang membuat Olivia dan Kenan terkejut.
"Mereka kenapa Kenan?"
"Entahlah."
🌸🌸🌸
Ilham pulang ke rumahnya dengan perasaan begitu bahagia. "Aku sudah membereskan Olivia dan Kenan, sekarang aku tinggal memberi pelajaran pada wanita ja*ang itu!" kata Ilham sambil melihat Rima yang sedang menonton televisi.
"Sayang kau sudah pulang?" kata Rima saat melihat Ilham yang masuk ke dalam rumah.
"Iya Rima."
"Kau lebih baik mandi terlebih dulu, aku sudah memasak untukmu." kata Rima.
"Iya aku mandi dulu ya." jawab Ilham kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, Ilham pun sudah selesai mandi dan menghampiri Rima yang sedang menyiapkan makan malam untuknya.
"Terimakasih sayang." kata Ilham sambil mencium pipi Rima yang membuat Rima tersipu malu.
"Makan dulu Ilham kau pasti lapar."
"Iya Rima."
"Dimana baju kotormu? Biar kumasakkan ke dalam mesin cuci."
"Di dalam kamar mandi, sebentar aku ambilkan." kata Ilham sambil menyantap makanannya.
"Kau lebih baik makan saja, biar aku yang mengambilnya." kata Rima sambil berjalan ke delam kamar mandi.
__ADS_1
"Sekarang berteriaklah Rima." kata Ilham sambil tersenyum menyeringai.
"ILHAM TOLONG AKU!!!" teriak Rima dari dalam kamar mandi.