
"Kak Calista, tolong bawa aku pergi. Aku lelah." kata Rima saat Calista mendorongnya keluar dari rumah sakit.
"Tapi kenapa? Kau lelah kenapa?"
"Aku lelah selalu berharap pada orang yang tidak pernah mencintaiku. Aku lelah cintaku tidak pernah terbalaskan. Aku lelah menjalani ini semua Kak. Aku ingin memulai kehidupan yang baru."
"Baik, nanti kita bicarakan ini lagi. Sekarang yang terpenting kita pergi dulu ke kantor polisi karena sebentar lagi jenazah Ilham akan diberangkatkan ke Jogja."
"Iya." jawab Rima sambil menganggukkan kepalanya.
'Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus mencegahnya, Kenan dan Keo harus membantuku.' kata Calista dalam hati.
🍀🍀🍀🍀🍀
Risma masuk ke kamar perawatan Drey dengan perasaan begitu terkejut karena hanya ada Drey yang ada di dalam kamar itu.
"Kenapa kau sendirian Drey? Dimana Rima dan Calista?"
Drey pun tampak bingung mendengar pertanyaan Risma.
"Tante, Kak Calista tadi bilang padaku kalau dia akan membawa Rima menemui dokter kandungan untuk memeriksakan keadaannya kembali."
"Oh, baguslah kalau begitu. Mama ke toilet sebentar ya." kata Risma sambil berjalan menuju ke toilet yang ada di dalam kamar perawatan itu.
Drey lalu mengalihkan pandangannya pada Olivia.
"Olive, tolong aku."
"Ada apa Drey? Kenapa kau tampak begitu panik?"
"Olive, sebelum Rima pergi, dia mengucapkan selamat tinggal padaku."
"Apa?"
"Iya Olive, aku takut dia akan meninggalkanku."
"Drey, sebenarnya bagaimana perasaanmu padanya?"
"Aa.. Aku tidak tahu Olive."
"Kau harus yakin dengan perasaanmu Drey, Rima selalu menganggap jika kau masih mencintai aku."
"Apaaaa? Dia berfikir seperti itu?"
"Ya, dia selalu berfikir jika kau masih mencintaiku, dan dia selalu merasa tidak percaya diri."
"Astaga, kenapa dia sampai memiliki pemikiran seperti itu?"
__ADS_1
"Entahlah, mungkin karena kau tidak pernah menunjukkan perasaanmu padanya."
"Perasaan? Aku pun tak tahu bagaimana sebenarnya perasaanku padanya."
"Drey, coba tanyakan pada hatimu yang paling dalam bagaimana sebenarnya perasaanmu padanya."
Drey pun kemudian terlihat bingung.
"Mungkin aku mencintainya Olive."
Olivia pun kemudian tertawa. "Hahahaha mungkin? Kau sungguh lucu Drey, itulah sebabnya Rima tidak pernah yakin padamu, kau saja tidak pernah yakin bagaimana perasaanmu sebenarnya."
"Drey, sekarang aku tanyakan padamu. Bagaimana perasaanmu saat Rima tadi meninggalkanmu?"
"Sakit, rasanya aku tidak ingin berpisah dan kehilangan dirinya." jawab Drey dengan tatapan kosong.
"Drey itulah jawabannya, ada rasa cinta di hatimu tapi aku tidak pernah menyadari itu."
"Benarkah?"
Olivia kemudian mengangguk.
"Tapi ini semua sudah terlambat Olive, dia sudah mengucapkan perpisahan padaku." kata Drey sambil tertunduk.
"Kau tak perlu cemas Drey, ada aku."
"Apa maksudmu?"
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Aku akan pergi menemui Rima sekarang juga."
"Menemui Rima?"
"Ya, dan semoga saja belum terlambat. Drey, aku pergi dulu ya." kata Olivia kemudian keluar dari ruang perawatan Drey.
Drey menatap Olivia yang kini pergi meninggalkannya.
"Benarkah aku mencintai Rima? Apakah ini yang disebut cinta? Tapi kenapa jika bertemu dengan Olivia aku juga belum bisa mengendalikan perasaanku?" kata Drey sambil mengerutkan keningnya.
🍀🍀🍀🍀
"Akhirnya kalian datang juga." kata Leo saat melihat Rima dan Calista yang datang.
"Hei, apa kalian meninggalkan Olivia dan Drey? Kalian benar-benar ceroboh. Bagaimana jika Drey menggoda istriku." kata Kenan.
Calista lalu menatap tajam pada Kenan, apalagi saat ini Rima tampak menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Dasar bodoh! Kenapa kau berkata seperti itu di depan Rima?" bisik Leo di telinga Kenan.
"Maaf." jawab Kenan sambil menelan ludahnya dengan kasar karena melihat raut wajah Rima yang kini begitu murung.
"Aku ingin pulang, aku ingin pulang ke kampung halamanku bersama dengan jenazah Ilham." kata Rima, air mata pun mulai menetes di sudut matanya.
"Lihat itu Kenan, lihat gara-gara mendengar kata-katamu Rima jadi semakin terpuruk."
"Pulang? Kenapa harus pulang?" tanya Calista.
"Kakak bukankah tadi sudah kubilang jika aku sudah lelah, aku lelah berharap pada harapan kosong, aku lelah mencintai orang yang tidak pernah bisa mencintaiku, aku ingin melupakan semua ini dan bahagia dengan caraku sendiri." kata Rima sambil terisak.
"Kenan lihat yang kau lakukan, kau semakin membuat Rima semakin tidak percaya diri dan terpuruk."
"Aku mau pulang." kata Rima lagi sambil terus terisak.
Calista lalu memandang Leo dan Kenan dengan tatapan begitu bingung. Perlahan Kenan pun mendekat pada Rima.
"Kenapa kau menangis Rima? Apa yang kau tangisi?" kata Kenan sambil menatap tajam pada Rima.
"Kenan kenapa kau berkata seperti itu?" bentak Calista, namun Leo menempelkan jari telunjuknya di bibirnya menyuruh Calista untuk diam.
"Apa maksudmu?" tanya Rima pada Kenan.
"Kau sangat pengecut Rima." kata Kenan yang membuat Rima begitu terkejut.
"Kau bisa berkata seperti itu karena kau memiliki istri yang cantik, Olivia, dia bisa mendapatkan cinta dari semua laki-laki, bahkan dua orang laki-laki yang kucintai pun hanya mencintai Olivia." kata Rima sambil terisak.
Kenan pun kemudian tersenyum. "Lalu apakah Olivia mencintai laki-laki itu? Tidak Rima, hanya ada satu laki-laki yang dia cintai selama hidupnya, dan untuk mendapatkan cinta laki-laki itu perlu perjalanan yang panjang. Dia bahkan harus menanggung beban merawat buah hatinya dengan laki-laki itu sendiri tanpa ada keluarganya yang menemani. Kau juga tidak tahu bagaimana pengorbanan Olivia untuk orang-orang disekitarnya agar orang-orang tersebut bahagia sampai mengorbankan perasaan dan cintanya."
"Lalu apa perjuanganmu untuk laki-laki yang pernah kau cintai? Tidak ada Rima, kau hanya merasakan sakit hati karena cintamu tak terbalaskan, sedangkan cinta tidaklah senaif itu Rima, tidak hanya sebatas saling memiliki."
"Tapi aku sudah lelah." kata Rima sambil terus terisak.
"Apa kau sudah tahu bagaimana sebenarnya perasaan Drey terhadapmu?" tanya Kenan.
"Drey masih mencintai Olivia." jawab Rima dengan lirih.
"Itu menurutmu, kau yang sudah terbawa emosi dalam menilai Drey. Jika dia tidak mencintaimu, untuk apa dia menyelamatkan nyawamu dan mengorbankan dirinya sendiri."
"Jika kau yakin Drey tidak mencintai Olivia kenapa kau begitu khawatir saat aku dan Calista meninggalkannya sendirian di rumah sakit?"
"Itu karena Kenan sangat posesif, dia sangat pencemburu, semua laki-laki yang ada di samping Olivia selalu membuatku Kenan cemburu." kata Leo sambil tersenyum.
Calista pun kemudian mendekat pada Rima.
"Rima, pikirkanlah baik-baik jika kau ingin meninggalkan Drey, apa kau tidak melihat bagaimana mamanya Drey begitu menyayangimu? Apa kau tega meninggalkannya? Dia memiliki harapan yang begitu besar padamu."
__ADS_1
Rima pun kemudian termenung. Beberapa saat kemudian tampak Olivia berjalan mendekat pada mereka.
"Kak Olive." kata Rima saat melihat Olivia yang berjalan ke arahnya sambil tersenyum.