
Melihat Giselle yang memasukan tangannya ke dalam tas. Risma lalu mencegah tangan Giselle.
"Jangan Giselle, jangan beritahu siapapun jika aku sudah tahu tentang masa lalu Rima."
Giselle pun begitu terkejut mendengar perkataan Risma. "Maaf tante, Emh.. E.. Maaf tante jika Giselle sudah lancang, Giselle hanya terkejut karena tante tahu tentang masa lalu Rima."
"Tidak apa-apa, kau mau memberitahukan Calista kan? Tolong jangan lakukan itu dulu."
"Iya tante, maaf. Tapi darimana tante tahu tentang semua itu?"
Risma kemudian tersenyum. "Meskipun Drey sejak remaja hingga dewasa hidup dengan omanya, tapi bagaimanapun juga Drey adalah anak tante. Tante begitu paham dengan semua sikapnya, mendekati seorang wanita adalah hal yang sangat sulit bagi Drey karena dia sangat tertutup dan sangat sulit menunjukkan perasaannya."
"Tapi apakah tante tahu jika Drey dulu juga pernah menyukai Olivia? Adik Calista?"
"Ya tante tahu itu. Dia satu-satunya wanita yang pernah didekati oleh Drey, dan saat mengetahui Olivia pulang ke Indonesia kemudian menikah dengan cinta pertamanya hati Drey sangat hancur, sangat sulit baginya untuk melupakan Olivia. Kerena itulah tante memintanya untuk pulang ke Indonesia agar tante bisa menjodohkannya dengan salah seorang anak tante."
"Lalu bagaimana tante bisa mengetahui jika mereka hanya berpura-pura?"
"Saat Drey mengatakan jika dia sudah memiliki istri yang sedang hamil darah dagingnya, hal itu benar-benar membuat tante sangat terkejut, apalagi setelah melihat sikap mereka berdua yang sangat kaku, sikap mereka sangat jelas menunjukkan jika mereka bukanlah sepasang kekasih ataupun suami istri. Coba kau pikir Giselle, bagaimana mungkin Drey bisa menghamili Rima jika menyentuh pipinya saja dia tidak bisa." kata Risma sambil terkekeh.
"Astaga." kata Giselle kemudian ikut tertawa.
"Lantas, darimana tante tahu tentang masa lalu Rima?"
"Hmmmm mungkin Drey lupa jika aku telah melakukan penyadapan di ponselnya. Selain itu aku juga memerintahkan bekas anak buah papanya Drey yang terbiasa menjadi mata-mata untuk menyelidiki latar belakang Rima, dan itu bukanlah hal sulit karena Rima berteman baik dengan Leo dan Calista yang cukup banyak dikenal oleh semua orang."
"Jadi tante juga tahu jika David adalah orang yang pernah Rima cintai?"
"Tentu saja, karena itulah tante sengaja mengatakan hal seperti itu agar Drey cemburu. Hahahaha."
"Drey cemburu? Apakah saat ini Drey sudah bisa mencintai Rima?"
Risma pun kemudian tertawa. "Hahahaha, tentu saja dia mencintai Rima, hanya saja Drey sangatlah kaku, dia sangat sulit mengakui perasaan yang ada di dalam hatinya, apalagi setelah bertemu Olivia kembali hatinya selalu menolak cinta yang dia rasakan karena masih hidup dalam bayang-bayang masa lalunya."'
"Benarkah? Jadi Drey benar-benar sudah bisa mencintai Rima?"
"Tentu, bahkan tadi tante sempat memergoki mereka berdua sedang berciuman. Hahahaha."
__ADS_1
Mendengar perkataan Risma, Giselle pun ikut tertawa.
"Giselle benar-benar kagum pada tante karena tante benar-benar hebat, tante tidak marah meskipun sudah dibohongi oleh Drey dan Rima. Tante juga begitu luar biasa karena bisa menerima masa lalu Rima dengan begitu lapang dada."
Risma lalu tersenyum. "Giselle kau berlebihan aku tidaklah sehebat yang kau pikirkan, setiap orang memiliki masa lalu dan tante tahu menjadi Rima tidaklah mudah. Sejak kecil dia benar-benar kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tua ataupun keluarganya. Dia seolah-olah menjadi anak yang terbuang, dengan kepribadiannya yang tertutup itu sangat wajar hingga menjadikan dirinya sedikit labil hingga mampu melakukan apa saja agar keinginannya terpenuhi meskipun dia tahu cara yang dia gunakan itu salah."
"Jadi karena itulah tante begitu menyayanginya?"
"Ya, siapapun dia, meskipun dia bukan calon istri Drey tante tetap akan selalu menyayanginya karena dia sudah tante anggap sebagai putri tante sendiri. Dia sebenarnya gadis yang sangat lemah, dan yang dia butuhkan hanya satu, kasih sayang. Karena itulah tante akan selalu menyayanginya." kata Risma sambil meneteskan air matanya.
"Tante wanita yang sangat luar biasa." kata Giselle kemudian memeluk Risma yang kini masih terisak.
Sedangkan Santi yang hanya melihat dan mendengar pembicaraan Giselle dan Risma hanya bisa termenung. Risma yang kini sudah sedikit lebih tenang lalu memandang Santi.
"Bagaimana, apa kau masih memandang seseorang dari segi materi? Kau seorang ibu, seharusnya kau bisa lebih bijaksana dan jangan hanya mementingkan egomu saja."
Mendengar pertanyaan Risma, Santi pun hanya menundukkan wajahnya.
"Sekarang aku tanya padamu? Apa yang kau dapat setelah kau menyakiti menantumu?"
"Bukankah setelah menyakiti menantumu hanya ini yang kau dapat? Luka di sekujur tubuhmu kan? Apa kau tidak pernah sadar jika segala perbuatan di dunia baik perbuatan baik atau buruk itu semua ada balasannya, dan inilah hasil dari perbuatan buruk yang kau dapatkan. Umurmu sudah sangat matang, seharusnya kau menyadari semua ini. Lalu jika kau memisahkan putramu dengan Giselle, apakah kau yakin dia bisa bahagia dengan wanita lain? Hanya kau yang bahagia tapi putramu tidak. Coba kau pikir betapa egoisnya dirimu!" kata Risma dengan ketus.
"Maaf." kata Santi dengan lirih.
"Apa kau bilang maaf?" tanya Risma.
"Ya aku minta maaf atas semua kesalahanku."
"Minta maaflah pada menantumu."
"Maaf Giselle."
"Hanya itu?" tanya Risma.
"Ya, hanya itu yang bisa kuucapkan saat ini karena memang aku belum sepenuhnya bisa menerima Giselle sebagai menantuku, tapi aku janji akan selalu berusaha menerima dia dengan semua masa lalu dan latar belakangnya." kata Santi dengan wajah yang tertunduk.
"Giselle apa kau mau memaafkan mertuamu? Kau dengar sendiri jika dia belum bisa sepenuhnya menerima dirimu."
__ADS_1
"Iya, aku mau memaafkan mama, Tante Risma. Mungkin bagi mama menerima kehadiranku sebagai menantunya itu sangatlah berat, tapi yang terpenting mama sudah berjanji akan selalu berusaha menerimaku."
Risma pun kemudian mendekat pada Santi lalu mengelus bahunya. "Jika kau belum sepenuhnya bisa menerimanya sebagai menantumu, setidaknya jangan pernah kau sakiti dia karena luka fisik yang kau alami tidak akan pernah sebanding dengan luka yang ada di hatinya."
"Iya." jawab Santi dengan begitu lirih.
"Giselle, tante permisi dulu."
"Iya Tante, terimakasih banyak."
"Ya Giselle, tapi tante minta sesuatu darimu."
"Minta sesuatu? Apa?" tanya Giselle sambil mengerutkan keningnya.
"Jangan pernah kau katakan pada Drey dan Rima jika aku tahu tentang rahasia mereka, biarkan aku tetap terlihat bodoh di depan mereka, karena aku tidak mau Rima akan semakin kehilangan kepercayaan dirinya jika dia tahu aku mengetahui semua masa lalunya."
"Iya tante, Giselle janji akan menjaga rahasia ini."
"Terimakasih banyak Giselle." kata Risma sambil memeluk Giselle.
"Ibu Santi, saya permisi dulu." kata Risma setelah melepaskan pelukannya dari Giselle.
"Iya, terimakasih banyak atas nasehat dan pelajaran hidup yang kau berikan padaku."
"Ya, semoga hubunganmu dengan menantumu menjadi lebih baik kedepannya."
"Iya."
Risma pun kemudian keluar dari bilik ruangan Santi. Sedangkan Giselle kini mendekat ke arah Santi.
"Ma, apa mama lapar? Mama mau makan apa ma biar Giselle belikan."
Namun Santi hanya terdiam dan memandang Giselle dengan tatapan kosong.
Note:
Selamat pagi dear selamat berhari minggu, terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak ya, love you all 😘🤗❤️
__ADS_1