Salah Kamar

Salah Kamar
Malam Pertama


__ADS_3

Firman pun tersenyum, dia kemudian menempelkan tubuhnya pada tubuh Vallen. "Kau juga sangat seksi, dan aku begitu terpesona padamu, kita akan menikmati malam pertama kita malam ini juga." jawab Firman kemudian mulai menciumi leher jenjang Vallen. Vallen pun menutup matanya sambil meringis.


"Kenapa kau menutup matamu sambil meringis seperti itu, Vallen?"


"Geli, aku begitu kegelian Firman."


"Lalu aku harus bagaimana? Memang rasanya seperti itu, lebih baik kau nikmati saja. Kau ingin hamil kan?"


"Ya tentu saja, tapi aku tidak menyangka jika ternyata malam pertama itu sangat menegangkan tidak seperti yang kupikirkan selama ini, bahkan rasanya sedikit menyeramkan. Aku sangat gugup Firman."


"Menyeramkan? Gugup?"


"Ya."


"Apa yang harus kulakukan agar kau tidak gugup?" kata Firman sambil memegang wajah Vallen.


"Mungkin kita harus makan es krim cokelat dulu, Firman?"


"Tidak ada waktu, Vallen."


"Lalu aku harus bagaimana?"


Firman kemudian mendekatkan wajahnya pada Vallen. "Kau cukup menikmati sentuhan dariku lalu berteriaklah sesukamu?"


"Apa harus berteriak?"


"Ya, jika kau merasa geli kau bisa berteriak, berteriaklah sesukamu."


"Aku tidak suka kata-kata itu, bagaimana kalau kata teriak kuganti dengan kata desa*an?"


"Ya itu jauh lebih bagus, mende*ahlah sepuasmu. Kau pernah mengatakan padaku jika aku lemah, sekarang akan kutunjukkan padamu kekuatanku yang sebenarnya." kata Firman sambil tersenyum dan membelai wajah Vallen yang ada tepat di depan wajahnya.


Vallen pun tersenyum. "Coba kau tunjukkan padaku kekuatanmu itu." jawab Vallen kemudian mulai menempelkan bibirnya pada bibir Firman lalu menciumnya dengan begitu bergairah. Firman pun membalas ciuman itu sambil tersenyum. Dia kemudian menurunkan tali lingerie pada bahu Vallen, lalu tangannya mulai meringsak masuk memainkan bu*h da*a Vallen yang kini mulai menegang. Firman kemudian merebahkan tubuh Vallen, dan mulai menanggalkan lingerie Vallen dan pakaian yang dikenakan olehnya lalu mulai menciumi setiap lekuk tubuh Vallen.


"Firman.. Firman, ini benar-benar begitu menggelikan." kata Vallen di sela permainan mereka.


"Tapi kau menikmatinya kan?"


"Ya."


"Kalau begitu nikmati saja, sayang. Berteriaklah."


"Maksudmu mende*ah?"


"Ya, aku akan mencobanya."


"Firman... Firman kenapa rasanya sangat sakit? Hati-hati, Firman." kata Vallen sambil meringis kesakitan saat Firman mulai memasukkan asetnya.


"Tahan sayang, kau ingin hamil kan?"

__ADS_1


"Ya tentu saja."


"Tahan Vallen sayang, aku sudah bisa memasukkannya."


"Kenapa perih sekali, Firman?"


"Nanti juga tidak."


"Firman... Firman, darahku keluar banyak sekali. Astaga Firman! Lebih baik kau keluarkan dulu milikmu." teriak Vallen.


"Tidak Vallen, aku belum mengeluarkan cairannya."


"Tapi Firman..."


Firman pun kemudian mencium bibir Vallen agar tidak kembali berbicara.


🥀🥀🥀🥀🥀


Bunyi alarm di pagi hari membuat Vallen sedikit terkejut. "Astaga, ini sudah pukul enam pagi, rasanya aku baru saja tidur." gerutu Vallen sambil mematikan alarm.


"Rasanya malas sekali harus berangkat ke rumah sakit, aku masih ingin menikmati waktu bersama Firman." kata Vallen sambil menempelkan tubuhnya pada tubuh Firman. Dia kemudian mengamati Firman yang masih tertidur di sampingnya sambil memeluknya.


"Jadi ini jawaban dari lemparan bunga yang kudapatkan saat menghadiri pesta pernikahan Drey dan Rima? Aku benar-benar tidak menyangka jika hanya dalam beberapa bulan saja aku sudah menikah. Padahal saat itu aku baru saja patah hati dan tidak pernah berfikir untuk bisa menikah secepat ini." kata Vallen sambil membelai wajah Firman, lalu mulai turun ke tubuhnya. Netranya lalu tertuju pada dada bidang Firman.


'Astaga, dada ini, tubuh ini benar-benar membuatku merasa begitu tergoda, aku merasa bergairah kembali saat melihat tubuh ini.' gumam Vallen sambil terkekeh. Dia pun kemudian menciumi dada telanjang Firman hingga membuat Firman bangun.


"Kau sudah bangun sayang? Apa yang kau lakukan? Apa permainan kita semalam masih kurang bagimu? Bukankah kita sudah melakukannya dua kali?"


"Jadi kau tidak tahan melihat tubuhku kembali?"


"Ya."


"Bagaimana kalau kita melakukannya sekali lagi?" kata Firman sambil melirik ke arah jam dinding yang ada di kamar tersebut.


"Sepertinya kita juga masih punya banyak waktu untuk melakukan itu." tambah Firman lagi.


Vallen pun mengerutkan keningnya.


"Apakah aku harus merasakan sakit seperti tadi malam lagi?"


"Hahahaha tentu saja tidak, mungkin sedikit sakit hanya tidak seperti tadi malam."


Vallen pun masih mengerutkan keningnya. "Jangan terlalu lama berfikir, Vallen." kata Firman kemudian mulai menindih tubuh Vallen.


"FIRMAN!! KAU MAU MEMPERKOSAKU???"


"HAHAHAHA FIRMAN, RASANYA GELI SEKALI!!! PELAN-PELAN FIRMANNNNN!!"


☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


David tersenyum saat melihat Vallen yang mulai berjalan memasuki lobi rumah sakit.


"Kau dan Firman berangkat kerja dengan menggunakan mobilmu?"


"Ya, memangnya kenapa? Bukankah kami suami istri? Semua milikku menjadi milik Firman, begitu pula dengan semua barang miliknya."


"Hahahaha bukan itu maksudku Vallen, bukankah biasanya kalian lebih suka menaiki motor agar kalian bisa berpelukan sepanjang jalan?"


"Tidak untuk hari ini Kak, khusus hari ini dan beberapa hari kedepan aku tidak mau menaiki motor."


"Memangnya kenapa?"


"Kau mau meledekku Kak?"


"Tidak aku hanya sekedar bertanya padamu."


"Untuk apa bertanya jika kau sudah tahu jawabannya."


"Jawabannya? Memang apa jawabannya?" kata David sambil tersenyum kecut. Vallen pun semakin kesal mendengar pertanyaan dari David.


"SAKIT KAK!! SAKIT!! Kau benar-benar membuat kesabaranku habis!!" teriak Vallen.


David pun tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha, jangan keras-keras Vallen, kita masih merahasiakan pernikahanmu, hahahaha."


"Kau yang terlebih dulu memancingku." gerutu Vallen.


"Jadi kau sudah melewati malam pertamamu? Firman sudah berhasil melakukan itu?"


"Tentu saja kami sudah melakukannya, lagipula bukankah kau yang menyuruh agar Firman segera menghamiliku."


"Tanpa harus menyuruhmu, kalian juga pasti akan melakukan hal itu. Kalian bahkan selalu bermesraan di depan umum, benar-benar sangat menghawatirkan."


"Sebelum mengataiku lebih baik kau berkaca pada dirimu, Kak."


"Kami melakukan itu karena keadaan, Vallen. Sudahlah jangan dibahas lagi, aku sudah menepati janjiku padamu untuk menikahkanmu dengan Firman seperti kesepakatan kita. Hari ini juga kau harus melakukan tugas yang kuberikan padamu."


"Iya aku tahu itu, nanti aku akan memulai penyelidikanku."


"Bagus, sekarang kau pergilah ke ruanganmu."


"Iya." jawab Vallen kemudian meninggalkan David berjalan ke ruangannya.


David pun tersenyum saat melihat Vallen berjalan.


"Vallen, kenapa cara jalanmu aneh sekali."


"KAKKK DAVIDDDDD!!!"


NOTE:

__ADS_1


Firman hari ini juga keluar di novel sebelah ya, wajib dibaca dua²nya biar saling melengkapi tapi ga bisa dijadikan satu novel soalnya karakteristiknya novelnya beda sama Salah Kamar 🤭 update nanti sore. Firman vs Abimana.


__ADS_2